0


Ada sebuah keluarga yang hidupnya sangat miskin. Keluarga ini memiliki 2 orang putra. Anak pertama, sebut saja si sulung, dan yang ke dua, sebut saja si bungsu.

Karena penghasilan ayah mereka sebagai kepala keluarga sangat tidak mencukupi, si ibu pun terpaksa membantu pemasukan keuangan keluarga dengan bekerja mencuci baju di rumah-rumah keluarga lain yang hidupnya lebih makmur. Setiap hari sang ayah yang hanya bekerja sebagai kuli serabutan selalu mengeluh tentang betapa susahnya hidup. Dia menyalahkan nasib yang menurutnya berpihak hanya kepada orang-orang kaya.

Kedua anak tersebut pun hampir setiap hari menyaksikan orang tua mereka bertengkar karena uang, karena kekurangan uang. Si sulung berkata dalam hatinya, "Mungkin sudah nasibku seperti ini, susah dalam hidup." Namun berbeda jauh dengan sang kakak, si bungsu ini berkata dalam hatinya, "Orang tuaku hidupnya sangat susah, aku harus hidup jauh lebih makmur dari kebanyakan orang supaya kelak aku bisa mencukupi seluruh kebutuhan keluargaku."

Tahun berganti, waktu pun telah merubah 2 anak ingusan tadi menjadi 2 pelajar SMP. Anak tertua, si sulung, memutuskan untuk berhenti sampai kelas 2 SMP karena dia merasa tidak ada gunanya melanjutkan sekolah hingga tamat karena toh apa yang sudah ditakdirkan Tuhan tidak akan bisa berubah bahwa nasib mereka adalah menjadi orang-orang miskin. Mereka tidak punya kerabat atau kenalan orang-orang kaya atau koneksi yang dapat membantu untuk menjadi orang-orang sukses.

Sementara si adik, sama pikirannya untuk mengakhiri pendidikannya hanya sampai tamat SMP. Dia tak tega melihat kedua orang tuanya bekerja keras hanya untuk hidup pas-pasan. Namun si adik ini berpikir, "Aku tidak bisa kaya jika aku mengharapkan bekerja sebagai kuli, aku harus berdagang, siapa tahu aku bisa sukses seperti para pemilik toko itu."



Sesuai hadis Nabi Muhammad SAW:
"Sembilan dari sepuluh pintu rizki ada pada perdagangan"

Hadits ini diriwayatkan oleh: Imam As Suyuthi dalam Al Jami’ Ash Shaghir, 1/130, dari Nu’aim bin Abdurrahman dan Jabir Ath Tha’i secara mursal.


Setelah 7 tahun berselang. Si sulung telah menikah dan mengulangi penderitaan kedua orang tuanya dulu. Yaitu: Bertengkar hampir setiap hari dengan istrinya hanya karena masalah uang dalam jumlah yang relatif sedikit. Ibu mereka pun sering berkunjung ke rumah si sulung ini untuk memberikan sedikit wejangan kepada anak dan menantunya. Ibunya sedih karena nasib anak sulungnya ini mirip seperti kehidupannya dulu.

Sang adik, si bungsu mengalami hidup yang jauh berbeda, lebih makmur dibanding sang kakak. Setelah 3 tahun menjadi pedagang keliling, akhirnya ia memutuskan untuk membuka toko sendiri di sebuah pasar. Dan berkat ketekunannya sekarang ia telah memiliki 2 toko serupa di pasar lainnya. "Sungguh berbeda keadaan hidup anakku yang bungsu ini", pikir si ibu waktu berkunjung ke toko anaknya yang bungsu itu. Para pembeli ramai dan setia mengantre untuk dilayani. Sebab jam buka toko si anak ini memang cukup panjang dari pagi hingga menjelang senja hari. Pelayanan sang pemilik toko serta karyawan yang jauh lebih ramah dibanding toko-toko lain membuat orang-orang senang berbelanja di sana.


Lalu pertanyaannya: "Siapa yang menentukan hidup anda?"

Quran Surah 13 ayat 11:



“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.”



Apakah pantas kita menunjuk hidung pemimpin kita di istana negara dan senayan untuk kemiskinan yang kita alami?

Dikirim pada 06 Januari 2014 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Resep mesra ala Rasulullah Muhammad SAW

Assalamu’alaikum wr wb, Berikut beberapa tips untuk menjaga kemesraan yang dikompilasi dari hadis-hadis dan riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW….

1. suami membukakan pintu utk istrinya (kendaraan/rumah/dll)

istilah yg cukup akrab ditelinga kita yg katanya orang2 modern ini. “Ladies First” .ini sudah dilakukan rasulullah sejak berabad2 yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia menganggap wanita lebih rendah, bahkan diragukan statusnya sebagai “manusia”. Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi saw. menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)

2. Mencium istri ketika pergi dan datang

sungguh hal yg romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian atau baru pulang. Dari ‘Aisyah ra, bahwa Nabi saw biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)



3. Makan/minum Sepiring/segelas berdua

Dari Aisyah RA, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam “ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)

Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300)

bahkan keberkahannya dijamin, diriwayatkan Abu Hurairah : ” Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang ” ( HR Bukhori (5392) dan Muslim (2058))

4. Suami menyuapi istri

Dari Saad bin Abi Waqosh ra berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “ Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu “ (HR Bukhori (VI/293) dan Muslim (V/71)

5. Berlemah lembut, melayani/menemani istri yg sedang sakit (memanjakan istri sakit)

Diriwayatkan oleh Aisyah ra, nabi saw adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)

6. Bersenda gurau dan membangun kemesraan

Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi saw tertawa melihat mereka. (HR Nasai dengan isnad hasan) Dari Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : suka bercanda dengan istrinya (HR Bukhari)

7. Menyayangi istri dan melayaninya dg baik

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).

8. Memberi hadiah

Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, “Ketika Nabi saw menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu.” Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah saw, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)

9. Tetap romantis walau istri sedang haid

haid, adalah sesuatu yg alamiah bagi wanita. berbeda dg pandangan kaum yahudi, yg menganggap wanita haid adalah najis besar dan tidak boleh didekati. Ketika Aisyah sedang haid, Nabi saw pernah membangunkannya, beliau lalu tidur dipangkuannya dan membaca quran (HR Bukhari no 7945)

10. Mengajak istri makan di luar

mungkin kebanyakan kita, lebih suka pergi bersama teman2, meninggalkan istri dirumah. nah yg ini mungkin familiar, saya suka bilang ama istri “nge-date” yuk! ini bisa membangkitkan romantisme berdua. menikmati lingkungan disekitar. Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah saw. –seorang Persia–pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah saw. Lalu dia datang menemui Rasululiah saw. untuk mengundang makan beliau. Beliau bertanya: “Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah).” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah saw. berkata: “(Kalau begitu) aku juga tidak mau.” Orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. Rasulullah saw. bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah kembali berkata: “Kalau begitu, aku juga tidak mau.” Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. kembali bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: “Ya.” Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu.” (HR Muslim)

11. Mengajak istri jika hendak keluar kota.

biasanya para suami, kalau ada tugas ke luar kota, hal2 kayak gini dijadiin kesempatan. tapi gak ada salahnya kalo rejeki kita cukup, kita ajak istri kita pergi juga, tinggal bilang sama bos (syukur2 kalo bos mau bayarin hehehe), kalo saya biasanya biaya sendiri. Aisyah berkata: “Biasanya Nabi saw. apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah saw.’ (HR Bukhari dan Muslim)

12. Menghibur diri bersama istri keluar rumah (Entertainment)

Dari Aisyah, dia berkata: “Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi saw. sendiri yang berkata padaku: ‘Apakah aku ingin melihatnya?’Aku jawab: ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: ‘Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!’ Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau berkata: ‘Kalau begitu, pergilah!’” (HR Bukhari dan Muslim)

13. Mencium istri sering2 mencium istri dengan penuh kasih sayang,

sangatlah mulia dan romantis. berbeda dg ciuman yg dilakukan karena nafsu seperti di film2 yg kebanyakan kita lihat. Nabi saw sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)

14. Suami mengantar istri kadang banyak dari kita malas mengantar istri kita bepergian.

saya gak kebayang kalo istri saya keluar rumah sendirian, ada masalah di jalan dia kebingungan. Shafiyyah, istri Nabi saw., menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah saw. ketika beliau sedang melakukan i’tikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi saw. juga ikut berdiri untuk mengantarkannya.” (Dalam satu riwayat492 dikatakan: “Nabi saw. berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi saw. berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: ‘Jangan terburu-buru, agar aku dapat pulang bersamamu’”) (HR Bukhari dan Muslim)

15. Suami istri berjalan dimalam hari

duhhh so sweet …. jalan berdua menikmati keindahan alam. Rasulullah datang pada malam hari, kemudian mengajak aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang (HR Muslim 2445)

16. Panggilan khusus pada istri

kadang kita memanggil istri kita, honey, yayank, dst dst… seperti itu pun rasulullah. Nabi saw memanggil Aisyah dengan Humairah artinya yang kemerah-merahan pipinya. Rasulullah juga suka memanggil aisyah dg sebutan “aisy/aisyi”, dalam culture arab pemenggalan huruf terakhir menunjukan “panggilan manja/tanda sayang”

17. Memberi sesuatu yg menyenangkan

istri Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada ‘Aisyah: “Wahai ‘Aisyah, apakah engkau kenal dia?” ‘Aisyah menjawab: “Tidak, wahai Nabi Allah.” Lalu, Nabi bersabda: “Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?”, maka bernyanyilah qaynah itu untuk ‘Aisyah. (HR. An Nasa’i, kitab Asyratun Nisa’, no. 74)

18. Memperhatikan perasaan istri

“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)

19. Segera menemui istri jika tergoda.

Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR Tirmidzi)

20. Berpelukan saat tidur tidak saya deskripsikan, soalnya ada yg belum merid lho? (HR Tirmidzi 132)

21. Membantu pekerjaan rumah tangga

ini nih, kadang2 suka males. tapi kalo ngerjainnya berdua biasanya sih gak berasa, sambil bercanda ataw ngobrol2 Aisyah pernah ditanya: “Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?” Aisyah menjawab: “Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR Bukhari)

22. Mengistimewakan istri

Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi saw. menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah.” (HR Bukhari)

23. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra

Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisy, bacalah do’a: ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)

24. Tiduran di Pangkuan Istri

Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Nabi saw biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)

25. Mandi bersama.

Aisyah pernah mandi satu bejana bersama Nabi saw (HR Nasai I/202) sorry gak dideskripsikan detail, kan ada yg belum merid?!

26. Disisir istri

Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah saw,saat itu saya sedang haidh”.(HR Ahmad)

27. Minum bergantian pada tempat yang sama

Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya mengambil muk, lalu saya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR ‘Abdurrazaq dan Sa’id bin Manshur)

28. Membelai istri

“Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiridan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya.” (HR Ahmad)

masih banyak lagi, tapi saya tidak cantumkan disini. soalnya bahasannya kayaknya lebih cocok buat org yg sudah menikah.

Nabi saw bersabda, “Yang terbaik di antana kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Dan saya adalah orang yang paling baik terhadap istri/keluargaku” (HR Tirmidzi).

Semoga bermanfaat. Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, wa rohmah selalu. Amin Wassalamu’alaikum

Dikirim pada 03 Desember 2013 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi
23 Nov


Perumpamaan Pensil Pembuat Pensil itu menaruhnya kesamping sebentar, sebelum ia memasukkannya kedalam kotak. Ada 5 hal yang perlu kau ketahui, katanya pada pensil, sebelum kau kukirim keseluruh dunia. Hendaknya kau mengingat-ingat selalu dan jangan sampai kau lupakan, dan kau bakal berhasil menjadi pensil terhebat.

PERTAMA Kau bakal bisa melakukan banyak hal-hal yang hebat, tetapi hanya bila kau mau membiarkan dirimu dipegang dalam tangan seseorang.

KEDUA Kau akan menderita tiap kali diruncingkan, tapi kau butuh itu agar bisa menjadi pensil yang lebih baik.

KETIGA Kau bakal bisa mengoreksi tiap kesalahan yang mungkin kau lakukan.

KEEMPAT Bagian terpenting dirimu tetap adalah apa yang ada didalam.

KELIMA Pada tiap permukaan dimana kau dipakai, tinggalkanlah jejakmu. Apapun kondisinya, kau harus terus lanjutkan menulis. Pensil itu angguk mengerti dan berjanji akan mengingat nasihat tersebut. Dan memasuki kotak yang akan dieksport itu dengan suatu tekad kuat dalam hatinya.

Renungan : Bertukar tempatlah dengan pensil itu; ingatlah nasihat yang sama tadi dan yakinlah, kaupun pasti akan berhasil menjadi orang terbaik.

PERTAMA Kau bakal bisa berbuat banyak hal-hal besar, tetapi hanya apabila kau membiarkan dirimu dipegang dalam tanganNya. Dan mengizinkan orang-orang lain mengaksesmu dengan talenta-talenta milikmu.

KEDUA Engkaupun akan menderita saat diruncingkan, yaitu dalam proses melewati macam-macam problem, tapi kau butuh itu agar jadi lebih kuat.

KETIGA Kau bakal mampu memperbaiki kesalahan apapun yang mungkin kau lakukan.

KEEMPAT Bagian terpenting dari dirimu adalah apa yang ada didalam, yakni hati nuranimu.

KELIMA Dalam setiap peristiwa dan lembaran hidup yang kau jalani, kau harus meninggalkan jejakmu. Tidak peduli bagaimanapun situasinya, kau harus tetap melanjutkan tugas-tugasmu. Jadilah garam dan terang bagi dunia. Dengan mengerti, menghayati dan mengingatnya, marilah kita lanjutkan hidup kita, berbekalkan suatu tujuan untuk memberi arti bagi hidup kita.





Dikirim pada 23 November 2013 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Namaku Wina lengkapnya Sri Winarsih, kini usiaku sudah mencapai 28 tahun. Aku dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahku seorang pegawai negeri dengan penghasilan yang sangat rendah, sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga yang hanya dapat membantu meringankan suaminya dengan berjualan jajanan keliling kampung. Seingatku, aku tidak pernah mendengar ayah ibuku mengeluhkan tentang hal itu.

Aku dilahirkan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Aku tidak sempurna seperti bayi-bayi lainnya, tubuhku kecil karena aku lahir prematur. Mungkin karena ibu terlalu giat bekerja agar dapat membantu ayahku dalam mencari nafkah. Oleh karena orang tua tidak mempunyai banyak biaya untuk perawatanku di rumah sakit, maka orang tuaku membawaku pulang ke rumah untuk dirawat dengan peralatan seadanya. Berkat dukungan ayahku, ibuku merawatku sebaiknya mungkin dengan sangat berhati-hati. Sehubungan aku lahir belum cukup umur maka tubuhku membutuhkan kehangatan yang lebih, kata ibuku dulu untuk dapat menghangat tubuhku maka digunakan lampu belajar bekas pemberian tetangga. Orang tuaku berharap aku dapat tumbuh dengan sempurna seperti layaknya anak-anak pada umumnya.

Alhamdulillah dengan dukungan ayahku dan berkat pertolongan Allah maka aku dapat tumbuh dengan cepat dan sehat. Namun di tengah perjalanan hidupku terjadi suatu kecelakaan yang dampaknya terasa hingga tamat SMA. Saat berusia 5 bulan aku jatuh dari tempat tidur ibuku. Saat itu ibuku sedang membuat kue untuk dijual hari itu. Ibu terkejut mendengar tangisanku yang secara tiba-tiba itu. Aku sudah tergeletak di atas lantai. Setelah diperiksa, alhamdulillah tidak ada cedera di tubuhku. Ibu tidak membawaku ke rumah sakit hanya diperiksa sendiri saja, karena saat itu ibu tidak punya uang. Dengan cekatan ibu menggendongku dengan penuh kasih sayang, dengan kehangatannya yang hingga saat ini masih terasa dan selalu kurindukan.

Sejak kecil aku mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan, tubuhku kaku, tidak lincah seperti teman-temanku. Semakin besar gerakanku semakin kaku, sampai akhirnya aku di bawa ke rumah sakit yang berada jauh dari desa kami tinggal. Sebetulnya orang tuaku tidak mempunyai uang untuk itu, tetapi dengan berbagai usaha yang halal akhirnya ayahku mampu mengumpulkan sedikit uang untuk berobat ke kota.

Sesampainya di rumah sakit aku ditangani oleh seorang dokter yang cantik dan baik hati, lemah lembut tutur katanya, namanya dokter Mila.

Dari pemeriksaannya ternyata aku mengalami kelainan pada tulang kaki dan tanganku, sehingga aku harus menjalani beberapa terapi untuk menormalkan kembali fungsi tulang-tulangku agar bisa berjalan dengan baik. Salah satu penyebabnya kemungkinan pada saat aku terjatuh pada usia 5 bulan itu. Baru beberapa hari aku tinggal di rumah sakit persediaan uang ayahku menipis, akhirnya dengan sangat terpaksa ayah ibu membawaku kembali ke kampung. Orang tuaku pasrah atas ujian yang Allah berikan. Apapun yang akan terjadi semua adalah kehendak-Nya. Usaha orang tuaku patut kuacungi dua jempol, bahkan bila memungkinkan empat jempol sekaligus.

Dengan telaten setiap hari ibuku melakukan terapi sendiri di rumah, sementara ayahku membuatkan aku tempat untuk belajar berjalan dari bambu. Sebelum ayahku pergi bekerja aku selalu diajak untuk melakukan latihan secara rutin dengan penuh kasih sayang. Aku melihat tidak ada sedikitpun guratan kesedihan di wajah mereka, senyum bahagia selalu menyelimuti bibirnya saat memberi semangat padaku untuk melakukan latihan tersebut. Apalagi kalau sudah melihat aku bosan, ibu selalu membujuknya dengan janji akan membuatkan aku makanan kesukaanku. Ayah pun demikian tidak pernah luput memujiku dengan perkembangan kemampuanku untuk berjalan.

Tanpa terasa aku sudah duduk di bangku SMA, aku masih selalu diantar jemput oleh ibuku karena aku memang belum dapat berjalan dengan sempurna. Jalanku masih pelan-pelan takut jatuh, ibu selalu menggandeng tanganku dan memapah aku berjalan. Kegigihan beliau dalam membimbing, benar-benar memacu hatiku untuk bertekad mewujudkan cita-citaku menjadi seorang dokter ahli tulang yang cantik dan sukses seperti Dokter Mila.

Hari demi hari kulalui dengan dukungan dan kehangatan orang tuaku, terutama ibu. Sampailah pada tahun ke 3 di SMA, prestasi belajarku melesat cepat, nilai pelajaranku sangat baik.

Pertolongan Allah pun tiba. Aku mendapatkan bantuan dari Pak Haji Sholehudin, seorang yang dermawan di kampungku, sehingga orang tuaku tidak begitu dipusingkan dengan biaya sekolahku di SMA. Walaupun demikian ayah dan ibuku tidak berhenti atau bermalas-malasan mencari nafkah, karena pada prinsipnya tidak mau merepotkan orang lain.

Pak Haji Sholeh adalah pedagang di pasar di kota, istri tercintanya telah meninggal dunia 15 tahun yang lalu. Meski usahanya sangat maju namun kehidupannya sangat sederhana. Beliau hidup bersama 5 orang anak yatim piatu di rumahnya yang sangat sederhana. Kepeduliannya kepada orang yang tidak mampu jauh lebih peduli dibandingkan dengan orang kaya yang ada di kampungku. Menurut cerita dari ibuku, sejak masih muda beliau gemar sekali bersedekah, begitu pula dengan almarhum istrinya. Baginya harta dia sesungguhnya adalah harta yang dia berikan untuk orang lain. Subhanallah!!

Dengan segala keterbatasan dan dukungan dari orangtua, aku mampu menyelesaikan pendidikan di SMA dengan prestasi dan nilai yang gemilang. Acara wisuda di sekolah sangat meriah. Kami saling berpelukan, menangis karena haru bahagia. Kami sadar kami akan berpisah dengan teman-teman dan entah apakah kami akan bertemu kembali atau tidak. Kelak kami akan menjadi apa? Kami tidak tahu, semua itu adalah rahasia Ilahi.

Allah mendengar dan mengabulkan semua doa dan harapan orang tuaku, yang selalu kudengar saat ibuku selesai menunaikan shalat Tahajud di keheningan malam yang sepi. Bersamaan dengan mengalirnya airmata dari bola matanya yang indah kemudian sebait doa pun meluncur dari bibirnya. Tak henti-hentinya ibu selalu mendoakan aku, demi kebahagiaanku, keberhasilanku. Kadang aku berpikir kapankah ibu tidur? Setiap aku terbangun ibu sedang berzikir, berdoa, mengaji, shalat dan banyak lagi serangkaian ibadah yang dilakukannya.

Selepas SMA aku diterima di Perguruan Tinggi Negeri yang paling terkemuka di Indonesia, dengan jurusan yang diminati banyak pelajar SMA yaitu Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).

Terima kasih Ya Allah, Kau mengabulkan cita-citaku menjadi mahasiswa kedokteran apalagi di Universitas Indonesia. Subhanallah tiada henti-hentinya aku bersyukur.

Mendapat kenikmatan besar dan musibah memilukan

Qadarullah, mungkin karena kelewat bahagianya mendengar aku diterima di Fakultas Kedokteran UI, ayahku kena serangan jantung kemudian meninggal dunia. Sejak itu ibuku hijrah ke Jakarta, menemaniku karena aku saat itu belum sempurna betul. Setelah mengantarkan aku ke kampus, ibu pergi bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang dokter yang kebetulan menjadi dosenku, namanya dr. Sudiyanto SpBO (dokter Spesialis Bedah Orthopedi). Dosen yang baik hati ini memiliki 2 anak yang secara kebetulan anak sulungnya adalah kakak kelasku, 3 tahun diatasku.

Dr Sudiyanto pun merasa prihatin dengan kondisiku, sehingga dengan tulus membantuku pengobatanku dengan terapi medis secara gratis. Alhamdulillah dalam jangka waktu 1,5 tahun aku sudah dapat berjalan dan tanganku dapat digerakkan dengan lentur seperti teman-temanku yang lainnya.

Sepeninggal ayah, aku mendapatkan beasiswa karena aku termasuk anak yatim yang berprestasi, dan dari keluarga yang miskin.

Hari demi hari kulalui bersama ibuku, dengan kesetiaannya ibuku selalu menemani aku dalam belajar, selalu memberi semangat, menjadi inspirasiku dalam menyelesaikan studiku. Dalam jangka waktu 5 tahun aku lulus sebagai dokter umum, kemudian dilanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sebagai dokter spesialis bedah orthopedic, sesuai cita-citaku dulu. Pendidikan ini pun dapat kuselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun. Allahu akbar!

Tibalah saatnya aku menjalani wisuda sebagai Dokter Spesialis Bedah Ortopedi. Dalam hatiku dan selalu dipenuhi rasa syukur kepada Allah. Malam hari sebelum wisuda aku tidak bisa tidur, kupandangi wajah ibuku yang sudah tampak tua kelelahan, aku hanya bisa berucap lembut: “Ibuuuuu, terima kasih karena kau telah mengantarkan aku menjadi seorang dokter dengan kelembutan, kehangatan, kesabaran, ketekunan, yang pasti doamu sangat tulus untukku, Allah telah mengabulkan doamu. Aku persembahkan gelar dan ijazahku untukmu, engkaulah yang patut mendapatkan gelar itu. Ibuuuu aku sangat mencintaimu…”

Tanpa terasa matahari pun muncul dari persembunyiannya, aku dan ibuku sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri upacara wisuda. Kami berangkat dengan menggunakan becak, namun tiba-tiba kami dikejutkan dengan kedatangan Dr Ade Sutisna, putra sulung Dr Sudiyanto.

Saat itu kami hendak menaiki becak yang sudah kami pesan, dengan sedikit memaksa beliau mengajak kami untuk ikut masuk ke dalam kendaraannya. Sebagai penghargaan padanya akhirnya kami mengikutinya. Sesampainya di kampus UI ternyata aku sudah ditunggu oleh Dr Sudiyanto dan istrinya.

Sepulang acara wisuda, malam harinya keluarga Dr Ade Sutisna berkunjung ke rumah kontrakan kami yang sangat kecil. Di luar dugaan, kunjungan mereka bertujuan melamarku untuk dijodohkan dengan Dr Ade. Subhanallah, kami hanya mampu menangis haru dan rasa syukur. Ternyata di zaman modern ini masih tersisa manusia ningrat yang mau menjadikan orang miskin ini menjadi menantunya tanpa proses pertentangan. Rupanya sejak aku masuk kuliah Dr. Sudiyanto sudah berniat menjodohkan aku dengan putranya. Tanpa sepengetahuan beliau dr Ade menaruh hati padaku.

Dua tahun kemudian kami menikah dan merajut keluarga sakinah hingga sekarang. Dalam kebahagiaanku, kebaikan almarhum ayahku tak pernah terlupakan. Hanya doa yang kupanjatkan kepada Allah, satu-satunya balas jasaku pada ayahku. Semoga doaku menjadi amal ayah yang tiada terputus.

Duhai ayah, seandainya saat ini Allah mengizinkanmu masih hidup, betapa bahagianya dirimu, ikut merasakan kebahagiaanku.


Dikirim pada 23 November 2013 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Gunung yang meletus
Mata yang tiba2 menjadi buta
mulut yang tiba2 menjadi bisu
Telinga yang tiba2 tuli
Gigi yang tanggal satu persatu
Lengan atau kaki yang patah
Tubuh yang terkena struk
Ibu hamil yang keguguran
Kendaraan yang hilang
Rumah yang terbakar
Kulit yang menua
Usia yang bertambah
Pasangan hidup yang bercerai

Buah hati yang meninggal karena penyakit



Rasa sedih yang tidak pernah habis
Air mata yang mengalir silih berganti
Rasa cinta yang terkadang tak beralasan
Rasa rindu yang tak tentu arah
Rasa benci yang tak masuk di akal

Rasa dengki yang mengikis habis semua amal kebajikan

Waktu yang berputar
Tiap detik dan menit yang selalu berpindah
7 hari yang selalu berganti
Bulan masehi yang selalu berubah

Rasa lapar yang tak pernah kenyang
Rasa haus yang tak berkesudahan
Bau keringat yang keluar
Darah kotor yang keluar tiap bulan

Sinar matahari yang akan habis pada waktunya
Bulan yang akan berhenti mengelillingi bumi
Bumi yang akan berhenti berputar pada porosnya nanti
Bintang bintang yang saling berjatuhan dan bertabrakan

Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran
Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan
Dan bumi akan digoncangkan dengan segoncang goncangnya
Dan bumi pun akan mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya

Kesemuanya itu menandakan bahwa...
Dunia dan isinya ini tidak akan kekal abadi selamanya
Yang kekal abadi hanyalah Allah Swt


Cibubur,2 Nopember 2013

Dikirim pada 05 November 2013 di Coretan isi hati


Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang.Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yangmenyengat tulang.

Akusungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkahsabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”

Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.



Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku.Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Di sana,aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.

Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.



Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi,hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak.

Akubingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tia phari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.



Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.

Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma.Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah“Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku.

Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yangsekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.

Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi sepertiini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi…keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.

Tak adagunanya…



Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.

Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.

Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan,hening.

Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dansu’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.



Perjalananke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian.Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.

Tiba-tibaaku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berhargabagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.

Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu,aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya denga nlagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.



* KejadianYang Menakjubkan… Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.

Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.

Ia turundari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan.



Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.

Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.

Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah.

“Subhanallah!” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suciAl-Quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan iahampir mati.

Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al Quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman,” aku meyakinkan diriku sendiri.

Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga.

Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang.Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.



Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku.Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sampai dirumah sakit…

Kepadaorang-orang di sanal kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh denga nkisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang darimereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan menciumkeningnya.



Semuaorang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.

Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa.Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana, almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barangkebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dankaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yangia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.



Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian,aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum.

Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan.

Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.

“Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah”.

Pelan-pelan,kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu,sesungguhnya dia akan ditanya…

Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…

Dan aku…sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku dimasa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidupyang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin…(Azzamul Qaadim, hal 36-42)



Sumber :["Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab"; judul asliKesudahan yang Berlawanan; Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly; Penerbit : AkafaPress Hal. 48]

Dikirim pada 08 September 2013 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Ibnu Qayyim menyebutkan 10 cara agar bisa mencintai Allah:

1. Membaca Al Qur`an, mentadabburi, dan memahami makna-maknanya.

2. Bertaqarrub kepada Allah dengan mengamalkan amal-amal yang sunnah.

3. Selalu berdzikir kepada Allah di setiap keadaan, dengan lisan, hati dan amal.

4. Lebih mementingkan apa yang dicintai oleh Allah di atas yang dicintai oleh hamba ketika bertabrakan.

5. Menyelami nama-nama Allah dan sifatNya serta pengaruh dan kesempurnaan yang ditunjukkan olehnya.

6. Memikirkan nikmat-nikmat Allah yang bersifat lahiriyah dan batiniyah. Serta menyaksikan kebaikan-kebaikaNya kepada hambaNya.

7. Menundukkan hati di hadapan Allah dan selalu merasa faqir kepadaNya.

8. Bermunajat kepada Allah di saat sepertiga malam terakhir dengan shalat, membaca alqur`an dan istighfar.

9. Bershahabat dengan orang-orang shalih dan mengambil faidah dari mereka.

10. Menjauhi semua yang menghalangi hati dari Allah.


Dikirim pada 21 Agustus 2013 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


KETIKA RASULULLAH SAW MENANGIS, MALAIKAT PENJAGA ARASY LUPA BACAAN TASBIH DAN TAHMIDNYA.


Suatu hari Rasulullah Muhammad SAW sedang tawaf di Kakbah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”

Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”

Orang itu berhenti di satu sudut Kakbah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”

Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.

Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, karena aku ini orang badui? Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu akan kulaporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”

“Belum,” jawab orang itu.

“Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW.

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya,” jawab orang Arab badui itu.

Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.”

Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya lalu berkata, “Tuan ini Nabi Muhammad?” “Ya,” jawab Nabi SAW.

Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua kaki Rasulullah SAW.

Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab badui itu seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk menjadi seorang yang takabur, yang minta dihormati atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”

Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, lalu berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Katakan kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar.”

Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Allah, jika Allah akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNya.”

Orang Arab badui berkata lagi, “Jika Allah akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya. Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya pengampunanNya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa dermawanNya.”

Mendengar ucapan orang Arab badui itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu sehingga air mata meleleh membasahi janggutnya.

Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada menangis, sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di syurga nanti.”

Betapa sukanya orang Arab badui itu, apabila mendengar berita itu dan menangis karena tidak berdaya menahan rasa terharu.






Dikirim pada 27 Juli 2013 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Seorang pemuda bangun awal pagi untuk solat Subuh di masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid. Di pertengahan jalan menuju ke masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid.
Dalam perjalanan ke masjid
, dia jatuh lagi di tempat yg sama. Dia sekali lagi bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia sekali lagi berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid.

Di tengah jalan menuju ke masjid, dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.

Dia menanyakan identiti lelaki tersebut dan lelaki tersebut menjawab "Saya melihat anda jatuh dua kali di perjalanan menuju ke masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda."

Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan menuju ke masjid.

Apabila mereka sampai di masjid, pemuda tersebut bertanya kepada lelaki yang membawa lampu untuk masuk dan solat Subuh bersamanya. Lelaki itu menolak, pemuda itu mengajak lagi hingga berkali-kali tetapi jawapannya sama.

Pemuda itu bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan solat Subuh bersama?

Lalu lelaki itu menjawab...

"Aku adalah IBLIS..."

Pemuda itu terkejut dengan jawapan lelaki itu.

Iblis kemudian menjelaskan, "Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yang membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan SEMUA DOSAMU.

Saya membuatkan kamu jatuh kali kedua dan itupun tidak membuatkan kamu berubah fikiran, bahkan kamu tetap memutuskan kembali untuk ke masjid.

Kerana hal itu, Allah memaafkan DOSA-DOSA SELURUH ANGGOTA KELUARGAMU.

Saya khuatir jika saya membuat kamu jatuh untuk kali ketiga, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa dosa seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahawa kamu sampai di masjid dengan selamat...




Dikirim pada 06 Juni 2013 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Penulis terkenal kebangsaan Mesir yang bernama Mustafa Amin, dimana beliau adalah salah satu yang dijebloskan ke dalam penjara di masa pemerintahan Gamal Abdul Naser pada tahun 1965, menceritakan kisahnya saat berada di dalam penjara.

Ia berkata, “Di antara bentuk penganiayaan yang ditetapkan pemerintah pada saat itu adalah melarang penghuni penjara makan dan minum. Larangan untuk makan sangatlah menyakitkan, walaupun masih memungkinkan untuk bertahan, akan tetapi haus adalah siksaan yang tidak mungkin bisa ditanggung, khususnya di bulan-bulan musim panas dengan derajat panas yang tinggi sekali
Selain itu saya mempunyai penyakit gula, yang mengharuskan saya banyak minum. Di hari pertama pelarangan ini, saya masuk kamar kecil, di sana saya mendapatkan tempat air yang berisi air untuk istinja’, kemudian saya minum air tersebut sampai habis, dan sebagai ganti untuk istinja’, saya gunakan tissu toilet. Dengan semakin bertambahnya rasa hausku, saya terpaksa minum air kencing. Sampai di hari ketiga, saya tidak mendapatkan air kencing untuk saya minum.

Saya sangat haus, saya merasakan siksaan yang sangat pedih. Kemudian, saya berjalan-jalan di dalam sel saya sehingga nampak seperti orang gila. Lidah dan tenggorokan saya kering. Terkadang saya menunduk ke lantai dengan harapan semoga sipir penjara terlupa dan menyisakan setetes air ketika mereka mengepel lantai!!

Setelah itu saya merasakan bahwa saya hampir binasa, dalam kondisi seperti itu saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan, saya kuras pikiranku, sampai saya terhuyung-huyung, ketika itu aku malihat bahwa pintu sel dibuka dengan perlahan-lahan, dan dalam kegelapan saya perhatikan ada tangan seseorang mengulurkan segelas air dingin. Saya tergoncang, terbayang seolah-olah aku telah gila? Aku mulai melihat bayangan orang itu, ah … tidak mungkin ini air … ini hanyalah fatamorgana. Kemudian, saya ulurkan tangan dan saya benar-benar menyentuh gelas tersebut, ternyata sedingin es. Saya melihat pembawa gelas tadi meletakkan jarinya di atas bibirnya, seolah-olah ia berkata kepada saya, ‘Janganlah kamu bicara’.

Saya minum air tersebut, akan tetapi ia sangat berbeda dengan air yang pernah saya minum selama ini, ia adalah air yang paling nikmat yang pernah saya minum di dalam kehidupan saya sebelumnya. Kalau seandainya pada waktu itu aku memegang uang satu juta pound (junaih), niscaya aku berikan kepada sipir yang tidak kukenal ini.

Minum air segelas tersebut membuat ruh saya seakan kembali ke tubuh dan tidak perlu lagi makan karena kenyang. Bahkan, lebih dari itu, aku merasa tidak perlu dikeluarkan dari penjara. Saya merasakan kebahagiaan yang belum pernaha saya rasakan selama hidup saya, semua itu disebabkan segelas air yang dingin.

Setelah itu, sipir pergi dengan cepat seperti kedatangannya tadi dan menutup pintu sel dengan perlahan. Saya melihat bayangan sipir, ia adalah pemuda yang berkulit coklat dan berbadan pendek. Akan tetapi, saya merasakan ia seperti malaikat. Saya melihat langsung pertolongan ALlah di sel penjara.

Hari yang penuh siksaan terus berjalan, tanpa pernah lagi melihat sipir yang tidak saya kenal itu. Kemudian, saya dipindahkan ke ruangan penyiksaan di lantai dasar penjara. Setiap hari melihat sipir yang tidak saya kenal itu berdiri di hadapan saya. Ketika itu saya hanya berdua. Saya bertanya dengan perlahan-lahan kepadanya, ‘Kenapa engkau lakukan perbuatan itu? Kalau mereka mengetahuinya tentu memecatmu’.

Dengan menyunggingkan senyum, ia menjawab, ‘Hanya memecat saya!? Bahkan, mereka akan membunuh saya dengan menembakkan senjata?’
Saya bertanya, ‘Apa yang membuatmu melakukan hal yang berbahaya itu?

Ia menjawab, ‘Sesungguhnya saya mengenal anda, namun anda tidak mengenal saya. Kira-kira 9 tahun yang lalu, seorang petani dari Giza mengirim surat kepada anda, yang isinya menceritakan bahwa ia adalah seorang petani yang tinggal di sebuah perkampungan, dalam hidupnya ia sangat menginginkan membeli seekor sapi. Akan tetapi, setelah 6 bulan sapi yang berhasil dibelinya tersebut mati. Beberapa bulan setelah itu, yakni pada malam-malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan, tiba-tiba pintu rumah yang sempit kepunyaan petani itu diketuk, dan datanglah utusan dari harian koran anda, Akhbarul Yaum, sambil memegang tali yang mengikat seekor sapi di belakangnya. Ketika itu koran harian Akbarul Yaum selalu mewujudkan beratus-ratus impian para pembacanya di malam-malam Lailatul Qadar di setiap tahunnya’.

Sipir itu terdiam sebentar, kemudian ia berkata, ‘Petani yang telah Anda kirimi seekor sapi kepadanya 9 tahun yang lalu adalah ayahku’.

Bukankah telah aku katakan kepada kalian tadi bahwa pertolongan Allah menyertaiku saat aku di dalam sel penjara?!

Demikianlah perbuatan baik yang telah dilakukan seorang penulis sejak 9 tahun yang lalu terhadap seorang petani telah membuahkan hasil dan bisa menyelamatkan hidup sang penulis (dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala). Segelas air di saat-saat ujian yang berat sekali lebih berharga dan lebih nikmat dari segala yang ada didunia.

Oleh karena itu, jadikanlah dalam beramal ikhlas semata-mata karena Allah Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya. Menginfakkan harta di jalan kebaikan, pasti akan mendapatkan balasan walaupun setelah lama berlalu masanya. Terkadang balasan perbuatan baik itu akan berlipat ganda. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-baqarah: 272, yang artinya:

“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Janganlah kamu membelanjakan sesuatu, melainkan karena mencari keridhaan Allah. Apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan). ”

Sumber: Bila Amal Dibayar Kontan (Terjemahan: Kama Tadinu Tudanu, pengarang Sayyid Abdullah Sayyid Abdurrahman Ar-Rifa’i Abu Hasyim).



Dikirim pada 02 Juni 2013 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi
30 Mei


Ada seorang sahabat bernama Ahmad. Orangnya bersahaja. Ia punya "kebiasaan" yang menurut saya sangat langka. Kalo beli sesuatu dari "pedagang kecil" ia tidak mau menawar, bahkan seringkali jika ada uang kembalian, selalu diberikan pada pedagangnya.

Pernah suatu saat kami naik mobilnya, mampir di SPBU. Ahmad berkata kepada Petugas SPBU: Tolong diisi Rp 95 ribu saja. Sang Petugas merasa heran. Iapun balik bertanya: "Kenapa tidak sekalian Rp 100 ribu pak ?"
"Gak apa2, isi saja Rp 95rb", balas Hasan.

Selesai diisi bensin, Hasan memberikan uang Rp 100 ribu. Sang petugas pun memberikan uang kembalian 5 ribu. Hasan berkata: "Gak usah, ambil saja kembaliannya."

Sang petugas SPBU seperti tidak percaya. Ia pun berucap: "Terima kasih Pak. Seandainya semua orang seperti Bapak, tentu hidup kami akan lebih sejahtera dengan gaji pas-pasan sebagai pegawai kecil".

Saya tertegun dengan perilaku Ahmad dan juga petugas tersebut.

Di dalam perjalanan, saya bertanya pada sahabat saya tersebut : "Sering melakukan hal seperti itu?"

Ahmad menjawab: "Temanku, kita tidak mungkin bisa mengikuti semua perintah Allah. Lakukanlah hal-hal kecil yang bisa kita lakukan di sekeliling kita, yang penting konsisten. Kita tidak akan jatuh miskin jika setiap mengisi bensin kita bersedekah 5 ribu kepada mereka. Uang 5 ribu itupun tidak akan membuat dia kaya, tapi yang jelas membantu dan membuat hatinya bahagia.










Dikirim pada 30 Mei 2013 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Siapapun yang membaca tulisan ini...

Baik Pria maupun Wanita.

Percayalah, kamu tidak akan pernah hidup sendirian didunia ini.



Ada seseorang di luar sana yang menyayangi dan mencintaimu lebih dari yang kamu tahu.

Yang akan mencintaimu apa adanya, bukan ada apanya.

Yang akan menyayangimu karena hati bukan karena harta dan fisikmu.



Dia akan mencintai dan menyayangimu dengan setulus hati dan sepenuh jiwa.

Yang akan setia menemani hidupmu...

dikala sehat dan sakitmu,

dikala susah dan senangmu,

dikala derita dan bahagiamu

dikala sedih dan senyummu,

dikala perih dan pahitmu,

dikala butuh dan tuamu

dikala gelap dan terangmu,

dikala panas dan teduhmu

dikala mendung dan hujanmu,

dikala petir dan pelangimu.



Hanya saja...

Kita tidak tahu dimana dia sekarang, sedang apa dan bagaimana.

Apakah dia baik-baik saja seperti yang kau harapkan dalam sujud malammu

Ataukah dia sedang menangis diatas sajadah bersama Tuhannya

Dalam penantian kekasih halalnya.

Dia adalah pasangan hidupmu yang masih menjadi misteri bagimu.

Misteri bagiku dan misteri bagi kita semua yang masih percaya akan cinta sejati.

Tuhan akan mempertemukan kalian diwaktu dan tempat yang tepat.



Pada akhirnya...

Bahagia akan menghampiri dan memelukmu dengan erat.

Belahan jiwamu akan selalu ada untukmu karena kau adalah separuh nafasnya.

Dia akan selalu menjagamu karena kau sangat berharga dari apapun.

Dia akan selalu tersenyum karena kau adalah jantung hatinya.

Dan dia akan selalu mendo`akanmu karena kau adalah separuh hidupnya.



Tuhan tidak menganiaya dirimu sedikitpun.

Tapi Tuhan sedang menguji kesabaran dan kesendirianmu.

Karena ujian itu akan selalu ada untuk membuktikan besarnya cintamu kepada-Nya.

Dikirim pada 06 Februari 2013 di Coretan isi hati


Sopir mobil barang di UD (usaha dagang) milik bapak baru ganti sebulan ini. Bapak memang sengaja memberi tahu orang rumah bila ada orang baru di “UD’-nya. Bukan apa-apa, sebab barang dagangan kadang transit di rumah dulu untuk dicek sebelum dibawa ke gudang. Aku, kakak atau ibu bergantian mengecek barang bila tak sibuk.



Dulu pernah kejadian ada orang mengaku sopir baru, pada akhirnya melarikan mobil bapak. Sejak itu, bapak mewajibkan orang rumah tahu semua karyawan bapak.

Waktu berjalan, genap sebulan sopir baru bapak bekerja. Masih muda, santun

tak banyak bicara. Hampir setiap saat bapak memujinya.Yang baiklah, yang pinterlah

yang serba bisalah, heran aku dibuatnya. Pada anak-anak sendiri, nyaris bapak tak pernah memuji. Benarkah pujian itu? Diam-diam kuamati sopir muda itu. Datang lebih cepat atau lepas Zhuhur itu jadwal kerjanya. Kata bapak, hal itu sudah diizinkannya. Tiap masuk gerbang, tak pernah lupa mengucap salam. Bila tak ada bapak, ia sama sekali tak nau masuk rumah, memilih menunggu di depan pintu meski sudah ibu persilakan. Bila bicara dengan ibu ia lebih hanyak menunduk, sedikit senyum tapi nada bicaranya tetap

terdengar ramah dan santun. O… pantas saja bapak suka padanya.

Yang lebih mengherankan, sekarang kalau keluar kotauntuk urusan pribadi sekalipun, bapak sering mengajaknya. Padahal selama ini, bapak biasa nyopir sendiri. Bila bapak tak
sempat mengantar ibu belanja, bapak pun mempercayakan hal itu padanya. Ada lagi yang
berubah pada bapak, kaset keroncong dan langgam jawa sudah tak lagi terdengar di
rumah atau di tape mobil. Gantinya?! Kaset muratal dan ceramah-ceramah agama. Entah
kenapa aku tak pernah tapi bertanya meski aku penasaran. Nonton TV paling saat berita, padahal bapak penggemar sinetron. Nama artis-artis pun bapak hafal….

Sore itu, aku pulang dari kantor tempatku bekerja. Tak ada yang aneh dengan bapak dan ibu, karena seperti biasa mereka berdua selalu duduk di beranda menunggu aku dan kakakku pulang. Tapi kulihat senyum mereka tak seperti biasanya. Benar saja, usai makan malam, bapak membuka pembicaraan yang tak pernah kuduga sebelumnya.
’’Berapa usia kamu sekarang?’ Ah, bapak pakai tanya umurku.
“Hampir 26 tahun. Kenapa Pak?”
“Belum ingin menikah? Keburujadi perawan tua lho nanti…”
Makanan jadi sulit kutelan. Sejak kapan bapak ingin anaknya cepat-cepat kawin? Buktinya 2 kakak perempuanku menikah saat usia mereka kepala 3. Malah masih kuingat kata bapak, usia kepala 3 baru matang dan siap menikah. Kok sekarang berubah?!
Jujur aku dan kakak-kakakku tumbuh dalam pendidikan sekuler dan menikah di usia berapa pun tak pernah jadi soal. Karir di mata keluarga kami begitu penting. Tapi, sekarang bapak tiba-tiba bicara pernikahan juga agama.

Dan satu hal yang baru kusadari sekarang, tentang ibuku… Ibuku adalah wanita modern tulen. Salon, berdandan dan segala trendsetter fashion tak pernah ketinggalan diikutinya. Sekarang? Mana kutek di kukunya? Mana kuku panjangnya? Mana make up-nya? Tak terlihat sama sekali. Tapi diam-diam kupuji dalam hati, wajah ibu terlihat lebih ‘ringan’ dan segar tanpa make up.


“Kau mau nanti bapak carikan. Atau barang kali kamu sudah punya calon sendiri?”
Makanan makin terasa sulit kutelan. Pacar? Aku memang pernah naksir beberapa pria, tapi tak pernah sampai pacaran.
“Siapa calon Fa, Pak?” Mas Dodi tiba-tiba menyela.
“Sopir bapak…” ucap bapak tanpa dosa. Mas Dodi tertawa. Aku terperanjat berdiri, setengah melotot, tak percaya.

“Tuh… Pak, apa aku bilang. Bapak ngga’ percaya sih. Belum-belum Fa aja sudah melotot, gimana mau nerima?!” Ternyata mas Dodi sudah tahu rencana bapak.
Kutinggalkan meja makan dengan rasa hancur dan terhina. Masa’ bapak tega menikahkanku dengan sopir? Apa kata dunia?! Calon S2 kok cuma dapat sopir…?! Aku menangis di kamar, membayangkan semua mimpi buruk itu.
Ibu dan bapak menyusul ke kamar. Menjelaskan semuanya juga soal siapa “mimpi burukku” itu. Aku jadi malu juga setengah tak percaya pada cerita bapak. Aku diberi ke sempatan untuk berpikir sepekan. Hanya sepekan. Kata bapak untuk kebaikan semua dan sebelum kesempatan itu hilang. “Shalat Istikharah, Fa. Biar kamu yakin!” pesan ibu.
Tak sampai sepekan, tepatnya 3 hari sebelum batas waktu, aku memberi jawaban “ya” pada bapak, tanpa keraguan sedikit pun. Bapak memelukku, ibu pun menangis. Kulirik mas Dodi mukanya memerah.

Sopir bapak memang bukan sopir biasa. Ia lulusan sarjana teknik dan tengah menyelesaikan gelar pasca sarjananya, kala itu atas beasiswa. Kerja sebagai sopir di tempat bapak untuk menutup biaya hidup selama kuliah, juga untuk biaya keluarganya. Ia memang yatim. Praktis sebagai satu-satunya lelaki di rumah, ia menggantikan fungsi kepala rumah tangga. Hal itu baru kutahu saat hendak menikah.

Sepekan kemudian, aku menikah dengan sopir bapak. Dua pekan usai menikah, aku diboyong suami terbang ke negeri Sakura. Suami menjalani kontrak kerja di sana. Kini kami sudah dikarunia tiga buah hati. Dua lahir di negeri seberang, seorang di Indonesia. Beberapa bulan lagi kontrak suami akan habis, bila tak diperpanjang dan tak ada aral melintang, insya Allah kami akan kembali ke tanah air. (***)
NB: Jazakillah khair untuk dik Anna, Insya Allah ketemu lagi di tanah air.

Diketik ulang oleh akhanggas dari Majalah nikah sakinah

Dikirim pada 03 Februari 2013 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi

1. 4000 bahan kimia berbahaya diisap bersama setiap tarikan nafas.

2. Zat beracun menempel di dinding,karpet,dan perabotan,dan akan dilepaskan kembali ke udara.

3. Sistem ventilasi tidak menghilangkan partikel dan gas beracun di udara walaupun digunakan filtrasi udara.



4. AC Sentral dan buka tutup pintu dapat terkontraminasi asap rokok.





Dikirim pada 27 Desember 2010 di Uncategories


Beberapa tahun lalu, seorang penyanyi pernah menembangkan lagu yang di antara syairnya berbunyi demikian:

aku mau tidur ingat kamu
aku mau makan ingat kamu
aku mau mandi ingat kamu,

dst.

Lagu itu memang berbicara tentang cinta dua anak manusia. Tapi, apa tidak terlalu berlebihan bila di setiap waktu ia selalu mengingat kekasihnya. Padahal kekasihnya itu belum tentu jadi suaminya. Meski itu hanya sekadar lagu, tapi setidaknya itulah cerminan gaya anak muda saat ini.

Lantas, bagaimana ungkapan cinta kita kepada Allah? Bukankah kecintaan kita kepada Allah Swt. mesti ditempatkan di atas segala-galanya? Sementara, kecintaan kita kepada manusia harus dalam rangka kecintaan kita kepada Allah.

Mengingat Allah (dzikrullah) adalah salah satu aspek kecintaan seorang hamba kepada Kholiq-nya. Bahkan salah satu sifat orang-orang yang berakal (ulul albab) adalah selalu mengingat Allah (QS Ali Imran: 190-191).

Dan kalau kita mau diingat Allah, maka kita pun selalu harus mengingat-Nya. "Maka ingatlah Aku, niscaya Aku akan mengingat kalian" (QS Al-Baqarah: 152).

Menurut Rasulullah Saw., salah satu ciri orang hidup itu dzikrullah mengingat Allah). Beliau bersabda, "Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dibandingkan dengan yang tidak berdzikir adalah bagaikan orang yang hidup dengan orang yang mati" (HR Bukhari).

Yang dimaksud dengan dzikir adalah merasakan keagungan Allah dalam semua kondisi. Dzikir tersebut bisa berupa dzikir pikiran, hati, lisan, dan perbuatan. Yang dimaksud dengan dzikir perbuatan mencakup tilawah Al-Qur`an, ibadah, dan keilmuan. Makna dzikir inilah yang paling banyak dijelaskan oleh Al-Qur`an dan hadits Rasulullah Saw.

Tentang dzikir dengan pikiran, Allah Swt. berfirman: "Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak juga oleh jual-beli dari mengingat Allah, dan dari mendirikan shalat, dan dari membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari dimana hati dan penglihatan menjadi guncang" (QS An-Nur: 37). Jadi merasakan keagungan Allah dan selalu merasa diawasi oleh-Nya harus terus berlangsung, sekalipun dalam kegiatan berdagang atau bisnis.

Dzikir dengan hati, Allah Swt. berfirman: "Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah ahti menjadi tenteram" (QS Ar-Ra’d: 28). Jika seorang mukmin ingin selalu menemukan kenikmatandan ketenteraman dzikrullah di relung hatinya, hendaklah ia merasakan adanya keagungan Allah tertancap di dalam hatinya dan merasuk dalam jiwanya.

Sementara itu, makna dzikrullisan (dzikir dengan hati) didasari sebuah hadits qudsi. "Sesungguhnya Allah Swt. berfirman, "Aku menyertai hamba-Ku, bila ia berdzikir kepada-Ku, dan kedua bibirnya bergerak menyebut nama-Ku" (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).

Dalam hadits riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin Bisyir, seseorang berkata, "Ya Rasulullah, ajaran-ajaran Islam sudah sangat banyak bagiku, beritahukan saya akan sesuatu yang bisa saya pegang teguh." Rasulullah Saw. menjawab, "Hendaklah lisanmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah."

Yang termasuk dzikir lisan adalah semua doa dan ma’tsurat yang diriwayatkan secara shahih dari Nabi Saw. dan dikenal di zaman generasi shahabat dan generasi salaf yang shalih. Termasuk dzikir juga semua permohonan kepada Allah dan semua istighfar yang tercantum dalam Al-Qur`an atau diriwayatkan dari Nabi SAW.





Dikirim pada 25 Agustus 2010 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Pernahkan kita merasakan saat-saat ketika segala amalan harian yang kita lakukan atapun ibadah yang lainnya terasa begitu nikmat kita rasakan meski itu "hanya" sekedar sholat sunat di pagi hari? Ataupun ada saat ketika kita begitu mengebu-gebu mencari ilmu Allah dimanapun itu. Setiap ada pengajian kita ikuti sejauh apapun itu, semangat kita menyala dan entah apa yang menyulut itu semua. Disadari atau tidak pernahkah terpikir oleh kita bahwa Allah sedang membuka pintu hidayahNya kepada kita untuk menikmati segala macam jamuannya?

Atau ketika saya mendengar celetukan seorang kawan ketika ditanya, kapankah dirinya akan menutup hijab? Jawaban yang sering diberikan tak lain dan tak bukan pada umumnya adalah "Belum dapet hidayah!" Atau ketika perkataan seorang kawan lain, ketika ditanya tentang kapankah kebiasaan buruknya akan berhenti? Jawaban yang didapat adalah "Tunggu kalau gue udah pengen... lagian hidayahnya belum datang tunggu dia nongol aja deh...." Dua latar belakang berbeda dengan satu kata kunci yang sama yaitu Hidayah. Sebuah kata yang sudah banyak orang dengar, tapi apakah kita benar-benar memahami apa itu hidayah sebenarnya?

Hidayah itu adalah sebuah petunjuk yang Allah berikan kepada manusia. sebuah petunjuk yang Allah sebar dimana-mana. Kadang kita seringnya tidak disadari bahwa kalau kita berusaha hidayah akan merangkul kita, jika kita berusaha menjemputnya untuk mewarnai kehidupan kita. Ataupun kadang kita tidak sadar bahwa Allah sedang memberikan sebuah anugerah kepada kita bernama hidayah dan kita seringnya mengabaikan itu semua.

Apakah setiap orang akan mendapatkan hidayah? Hanya Allah lah yang tahu jawabannya. Ingatkah kita dengan kisah paman Rasulullah bernama Abdul Thalib? Ketika Rasul memohon-mohon kepada Allah untuk membukakan pintu hati pamannya untuk segera memeluk Islam. Apalagi ketika paman Rasul sedang sekarat, Rasul meminta pamannya untuk mengucap kalimat syahadat sekedar mengakui bahwasanya Allah adalah Tuhan sejati kita. Abdul Thalib masih berkeras dengan keyakinannya yang lama, dia berdiri disamping Muhamad dan membelanya hanya karena ia begitu menyayangi keponakannya itu. Sampai ajal menjemput, Abdul Thalib masih dalam keadaan kafir. Allah tidak memberikan HidayahNya kepada Abdul Thalib. Sehingga Allah memberitahukan Muhamad untuk menghibur hatinya yang sedih bahwa Abdul Thalib akan mendapatkan siksaan yang paling ringan di neraka. Meski ada beberapa pendapat juga yang mengatakan bahwasanya Abdul Thalib masuk ke barisan mukmin karena kegigihannya membela dan mencintai Rasul, tetapi semua itu hanya Allah yang tahu. Jadi boleh kita menyimpulkan bahwa Hidayah merupakan hak preogratif Allah.

Tapi apakah dengan begitu kita bisa mengatakan sekeras apapun usaha kita jika Allah belum berkehendak Allah belum tentu membukakan pintu hidayahNya kepada kita? Ingatlah dengan Hadits Nabi “Allah Berfirman: “Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Dan Aku akan bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku kan mengingatnya di dalam diri-Ku. Jika ia menyebut-Ku di tengah-tengah orang banyak, maka aku akan menyebutnya di tengah-tengah orang-orang yang lebih baik dari itu. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku kan datang kepadnya dengan berlari.” (HR. Muslim).
Kita harus yakin bahwa Allah akan memberikan hidayahNya jika kita berusaha.

" ....Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...." (QS. Ar-Ra’d ayat 11)
Berusaha untuk berubah dan senantiasa berpikiran positif kepadaNya berdasarkan Hadits dan ayat Allah tersebut.

Dan seperti apakah ciri-ciri orang yang mendapatkan hidayah itu? Aam Amirudin dalam ceramah mingguannya menjelaskan dengan gamblang.

1.Ketika kita merasakan begitu ringan dan mudahnya dalam melaksanakan amal ibadah

Seseorang akan begitu menikmati setiap amal ibadah yang dilakukannya, dan begitu takut ketika dia melewati atau melupakan amal ibadahnya, apalagi melakukan sebuah dosa. Berbeda dengan mereka yang bisa dengan santainya menyadari diri berbuat dosa atau melupakan amal ibadah yang biasa dilakukannya dan perasaan malas selalu menyelimuti dirinya. Sebuah ayat dalam Al-Quran telah membahasnya yaitu surah Al-An’am ayat 125 yang isinya mengatakan “Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”

Allah menjelaskan dalam Quran bahwa sesiapa yang mendapatkan hidayahNya akan Allah lapangkan dadanya atau hatinya dan merasa mudah dan ringan dalam melakukan ibadah, berbeda dengan mereka yang tidak mendapatkannya, Allah menjadikan hati mereka sempit mengerjakan sholat lima waktu pun terasa bagaikan mendaki langit.

2.Ketika kita selalu merasakan adanya kerinduan dalam diri akan tuhan kita yaitu Allah SWT.

Dimana hati selalu dipenuhi akan kerinduan kepadaNya dan namaNya selalu hadir didalam diri kita. Bahkan hati akan bergetar ketika disebut nama Allah, ia akan selalu mencoba untuk melakukan yang terbaik dalam amal ibadahnya demi yang dirindukannya itu semua adalah wujud dari rasa syukur dan nikmat yang telah didapatnya.

Dalam Quran surah Al-Anfal ayat 2-4 dikatakan “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. Orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.”

Semoga ketika kita menyadari ketika rasa rindu itu hadir dalam diri, kita menyadarinya bersukur dan menikmatinya bahwasanya Allah masih memberikan hidayahnya bagi kita untuk selalu merasakan kerinduan itu yang tidak setiap muslim mendapatkannya.

3.Istiqomah

ketika seseorang mendapatkan hidayah ia akan senantiasa setia dengan apa yang dikerjakannya itu. Selalu mencoba untuk konsisten. Sebuah usaha yang tidak mudah sebenarnya, tapi akan menjadi ringan ketika Allah telah membagikan hidayahnya kepada mereka untuk selalu tetap setia dijalanNya, melakukan segala amal perbuatan yang dicintaiNya.

“ ... Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Q.S. Ali Imran 3: 101).

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (la Ilaha Illallah) seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (Q.S. Ibrahim 14: 24-25)

Sebuah penggambaran yang sangat indah dalam Al-Quran tentang kekuatan istiqomah, dimana ia begitu kuat menancap kedalam tanah layaknya sebuah pohon dan cabangnya menjulang ke langit. Sebuah pembayangan yang luar biasa cantik akan sebuah kekonsistenan, kesetiaan diri kita dalam beramal soleh kepadaNya.

4.Bersemangat dalam memperlajari ajaran Allah

Mereka yang Allah anugerahkan hidayah adalah mereka yang selalu mencari ilmu-ilmu Allah dimana pun berada. Islam adalah agama yang harus dipahami bukan sekedar diyakini. Seperti ayat pertama yang Allah turunkan kepada Rasulullah SAW surah Al-Israa ayat 1 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”. Ayat yang menegaskan kepada seorang Rasul yang Umi (tidak bisa membaca) dan kita ummatnya untuk selalu membaca dimana pun kita berada. Selalu menelaah setiap ilmu Allah yang disebar disegala penjuru bumi . Membaca dan terus membaca kalam Allah dan selalu semangat untuk mencari dan mendapatkannya. Itulah mereka orang-orang yang mendapatkan hidayahNya.

5.Sabar dalam menghadapi ujianNya

Allah memberikan sebuah kehidupan kepada manusia adalah sebagai ujian. Allah menjadikan dunia ladang amal bagi mereka yang sabar dalam menghadapi ujianNya baik itu berupa kesedihan ataupun kesenangan.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Al Mulk 67 : 2)

Mereka yang mendapatkan hidayah akan sabar dan tahan dalam menjalani berbagai kerikil kehidupan. Dalam ayat berikut Allah telah menjelaskan

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al Baqarah 2: 155-157)

Pada bagian akhir ayat tertulis mereka yang tahan dalam menghadapi ujiannya adalah mereka orang-orang yang mendapat petunjuk. Ini merupakan pengunci ayat yang menegaskan bahwa orang-orang yang bersabar adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk atau hidayah-Nya.

Jadi hidayah adalah sesuatu yang harus kita cari demi sebuah kenikmatan luar biasa dalam beribadah, dimana kita terasa mudah dan ringan dalam melaksanakannya. Dan harus diingat bahwa tidak setiap orang bisa mendapatkannya. Jadi bersukurlah ketika kita merasakan semua ciri-ciri orang yang mendapatkan hidayah atau kita pernah merasakannya. Berusahalah kita untuk selalu menjaga hidayah itu, untuk selalu tetap berada di dalam diri kita jangan sampai Allah mencabut kembali nikmat hidayah itu, kemudian enggan untuk memberikannya kembali kepada kita. Semoga kita termasuk didalam barisan orang-orang yang selalu berusaha dalam mendapatkan hidayah Allah SWT, Allohuma amin...





Dikirim pada 07 Agustus 2010 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Membaca adalah kegiatan yang mendatangkan banyak manfaat karena dengan membaca pengetahuan kita akan bertambah. Baik itu pengetahuan yang berhubungan dengan keilmuan maupun hanya sekedar berita atau informasi. Di samping itu menurut para ahli bahwa dengan banyak membaca maka kita akan terlepas dari penyakit otak.

Seorang peneliti dari Henry Ford Health System, Dr. C. Edward Coffey, membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku seseorang akan terhindar dari penyakit “Demensia”. Demensia adalah penyakit yang merusak jaringan otak. Apabila terkena demensia, bisa dipastikan seseorang akan sulit terhindar dari kepikunan. Hal ini terjadi karena membaca dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti perubahan otak.

Riset-riset otak mutakhir telah menemukan manfaat membaca dalam menumbuhkan dendrit, salah satu komponen sel saraf otak atau neuron. Membaca kata-kata baru dapat merangsang otak, karena otak suka akan tantangan dan hal-hal baru. Kegiatan membaca adalah kegiatan yang penuh tantangan dan senantiasa membawa seseorang untuk memasuki wilayah baru.

Diakui atau tidak, banyak orang pintar dan cerdas disebabkan dari rajin membaca. Membaca juga bisa membuat orang lebih dewasa. Dewasa di sini artinya memiliki pola pikir yang tidak lagi kekanak-kanakan. Dengan membaca, orang bisa memandang setiap permasalahan hidup bukan sebagai beban, namun tantangan yang harus diselesaikan. Permasalahan dalam kehidupan tidak dipandang hanya dari satu sisi, tetapi dari berbagai sisi. Orang yang memandang permasalahan hidup dari berbagai sisi biasanya lebih bijaksana dan arif dalam menjalani kehidupan.

Akan tetapi sungguh sangat disayangkan bahwa minat membaca dari masyarakat Indonesia masih rendah. Taufiq Ismail seorang sastrawan Indonesia yang terkenal mengatakan bahwa. “Kita telah menjadi bangsa yang rabun membaca buku dan lumpuh menulis”. Ungkapan ini tentunya punya alasan yang sangat kuat. Dan, benar adanya, persoalan kita adalah minat baca yang rendah. Jika ditawari buku bacaan, tidak sedikit dari kita yang menolak dengan alasan tidak punya waktu untuk membaca. Masyarakat kita lebih menyukai media televisi dari pada buku. Padahal hal Jordan E. Ayan juga menyebutkan bahwa televisi masih amat ketinggalan dibandingkan dengan buku. Televisi merupakan “media pasif” yang tidak mengajak kita berpartisipasi dalam belajar atau berpikir kreatif. Namun hal informasi ini tidak sampai kepada kita karena kita kurang membaca.

Sangat berbeda dengan budaya membaca masyarakat Jepang dan negara-negara maju lainnya. Ke mana-mana mereka selalu membawa buku bacaan. Jika ada waktu luang mereka mengisinya dengan membaca. Sehingga tidak mengherankan jika ilmu pengetahuan mereka lebih maju daripada kita. Masyarakat Indonesia lebih senang ngerumpi dan berbudaya lisan. Lebih banyak ngelamun-nya ketimbang melakukan aktivitas membaca. Hal tersebut bisa kita saksikan dari perilaku kita sendiri maupun orang-orang di sekeliling kita. Padahal banyak waktu luang yang bisa kita manfaatkan untuk membaca. Misalnya ketika sedang menunggu keberangkatan pesawat, di halte, terminal, bahkan bagi orang yang tidak memiliki gangguan kesehatan jika membaca di atas kendaraan, bisa memanfaatkan waktunya untuk membaca. Lima menit membaca sudah bisa menambah wawasan pengetahuan kita. Kita bisa membangun motivasi dalam diri kita dengan memperbanyak membaca termasuk membaca biografi orang-orang sukses.

Salah seorang Doktor dari Arab Saudi yang bernama Dr. Aidh Al Qarni dalam bukunys “Laa Tahzan” (Jangan bersedih) menulis 10 manfaat membaca :

1. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan

2. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja

3. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata

4. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir

5. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan mengingkatkan memori dalam pemahaman

6. Dengan sering membaca seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksana dan kecerdasan para sarjana

7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya, baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya di dalam hidup

8. Keyakinan seseorang akan bertambah ketika dia membaca buku-buku yang bermanfaat

9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia,. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat

10. Lebih lanjut lagi, ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis di antara baris demi baris (memahami apa yang tersirat).

Dari beberapa penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa membiasakan diri untuk selalu membaca akan mendatangkan manfaat yang sangat besar. Bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga untuk orang lain asal kita mau berbagi ilmu dengan mereka. Karena itu saya mengajak kepada pembaca sekalian untuk menghidupkan budaya membaca ini di mana saja dan kapan saja ada waktu untuk membaca.











Dikirim pada 05 Agustus 2010 di Uncategories


Sering kali, seorang muslimah berjilbab merasa kesulitan jika harus berwudhu di tempat umum yang terbuka. InMaksud hati ingin berwudhu secara sempurna dengan membasuh anggota wudhu secara langsung. Akan tetapi jika hal itu dilakukan maka dikhawatirkan auratnya akan terlihat oleh orang lain yang bukan mahram. Karena anggota wudhu seorang wanita muslimah sebagian besarnya adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan menurut pendapat yang rojih (terkuat).Lalu, bagaimana cara berwudhu jika kita berada pada kondisi yang demikian?

Saudariku, tidak perlu bingung dan mempersulit diri sendiri, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kemudahan dan keringanan bagi hamba-Nya dalam syari’at Islam ini. Allah Ta’ala berfirman,

يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“…Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” (QS. Al Baqarah: 185)

Pada bahasan kali ini, kita akan membahas mengenai hukum wudhunya seorang muslimah dengan tetap mengenakan jilbabnya. Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan.

Seorang Wanita Boleh Berwudhu dengan Tetap Memakai Jilbabnya

Terkait wudhunya seorang muslimah dengan tetap memakai jilbab penutup kepala, maka diperbolehkan bagi seorang wanita untuk mengusap jilbabnya sebagai ganti dari mengusap kepala. Lalu apa dalil yang membolehkan hal tersebut?

Dalilnya adalah bahwasanya Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dulu pernah berwudhu dengan tetap memakai kerudungnya dan beliau mengusap kerudungnya. Ummu Salamah adalah istri dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka apakah Ummu Salamah akan melakukannya (mengusap kerudung) tanpa izin dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? (Majmu’ Fatawa Ibni Taimiyyah, 21/186, Asy Syamilah). Apabila mengusap kerudung ketika berwudhu tidak diperbolehkan, tentunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan melarang Ummu Salamah melakukannya.

Ibnu Mundzir rahimahullah dalam Al-Mughni (1/132) mengatakan, “Adapun kain penutup kepala wanita (kerudung) maka boleh mengusapnya karena Ummu Salamah sering mengusap kerudungnya.”

Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah berwudhu dengan mengusap surban penutup kepala yang beliau kenakan. Maka hal ini dapat diqiyaskan dengan mengusap kerudung bagi wanita.

Dari ‘Amru bin Umayyah radhiyallahu ‘anhu, dari bapaknya, beliau berkata,

رأيت النبي صلّى الله عليه وسلّم، يمسح على عمامته وخفَّيه

“Aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas surbannya dan kedua khufnya.” (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari (1/308 no. 205) dan lainnya)

Juga dari Bilal radhiyallahu ‘anhu,

أن النبي صلّى الله عليه وسلّم، مسح على الخفين والخمار

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kedua khuf dan khimarnya.” (HR. Muslim (1/231) no. 275)
Dalam kondisi apakah seorang wanita diperbolehkan untuk mengusap kerudungnya ketika berwudhu?

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berkata, “(Pendapat) yang masyhur dari madzhab Imam Ahmad, bahwasanya seorang wanita mengusap kerudungnya jika menutupi hingga di bawah lehernya, karena mengusap semacam ini terdapat contoh dari sebagian istri-istri para sahabat radhiyallahu ‘anhunna. Bagaimanapun, jika hal tersebut (membuka kerudung) menyulitkan, baik karena udara yang amat dingin atau sulit untuk melepas kerudung dan memakainya lagi, maka bertoleransi dalam hal seperti ini tidaklah mengapa. Jika tidak, maka yang lebih utama adalah mengusap kepala secara langsung.” (Majmu’ Fatawawa Rasaail Ibni ‘Utsaimin (11/120), Maktabah Syamilah)

Syaikhul Islam IbnuTaimiyyah rahimahullah mengatakan, “Adapun jika tidak ada kebutuhan akan hal tersebut (berwudhu dengan tetap memakai kerudung -pen) maka terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama (yaitu boleh berwudhu dengan tetap memakai kerudung ataukah harus melepas kerudung -pen).”(Majmu’ Fatawa Ibni Taimiyah (21/218))

Dengan demikian, jika membuka kerudung itu menyulitkan misalnya karena udara yang amat dingin, kerudung sulit untuk dilepas dan sulit untuk dipakai kembali, dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk membuka kerudung karena dikhawatirkan akan terlihat auratnya oleh orang lain atau udzur yang lainnya maka tidaklah mengapa untuk tidak membuka kerudung ketika berwudhu. Namun, jika memungkinkan untuk membuka kerudung, maka yang lebih utama adalah membukanya sehingga dapat mengusap kepalanya secara langsung.

Tata Cara Mengusap Kerudung

Adapun mengusap kerudung sebagai pengganti mengusap kepala pada saat wudhu, menurut pendapat yang kuat ada dua cara [1], diqiyaskan dengan tata cara mengusap surban, yaitu:

1. Cukup mengusap kerudung yang sedang dipakai.

Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin Umayyah radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya,

“Aku pernah melihat Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas surbannya dan kedua khufnya.”

Surban boleh diusap seluruhnya atau sebagian besarnya [2]. Karena kerudung bagi seorang wanita bias diqiyaskan dengan surban bagi pria, maka cara mengusapnya pun sama, yaitu boleh mengusap seluruh bagian kerudung yang menutupi kepala atau boleh sebagiannya saja. Akan tetapi, jika dirasa sulit untuk mengusap seluruh kerudung, maka diperbolehkan mengusap sebagian kerudung saja yaitu bagian atasnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits dari ‘Amr bin Umayyah radhiyallahu ‘anhu di atas.

2. Mengusap bagian depan kepala (ubun-ubun) kemudian mengusap kerudung.

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu,

أن النبي صلّى الله عليه وسلّم، توضأ، ومسح بناصيته وعلى العمامة وعلى خفيه

“Bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwudhu mengusap ubun-ubunnya, surbannya, dan juga khufnya.” (HR. Muslim (1/230) no. 274)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata,

رأيتُ رسولَ اللّه صلى الله عليه وسلم يتوضأ وعليه عمَامة قطْرِيَّةٌ، فَأدْخَلَ يَدَه مِنْ تحت العمَامَة، فمسح مُقدَّمَ رأسه، ولم يَنْقُضِ العِمًامَة

“Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, sedang beliau memakai surban dari Qatar. Maka beliau menyelipkan tangannya dari bawah surban untuk menyapu kepala bagian depan, tanpa melepas surban itu.” (HR. Abu Dawud)

Syaikhul Islam IbnuTaimiyah rahimahullah berkata, “Jika seorang wanita takut akan dingin dan yang semisalnya maka dia boleh mengusap kerudungnya. Karena sesungguhnya Ummu Salamah mengusap kerudungnya. Dan hendaknya mengusap kerudung disertai dengan mengusap sebagian rambutnya.” (Majmu’ Fatawa Ibni Taimiyah (21/218), Maktabah Syamilah)

Maka diperbolehkan bagi seorang muslimah untuk mengusap kerudungnya saja atau mengusap kerudung beserta sebagian rambutnya. Namun, untuk berhati-hati hendaknya mengusap sebagian kecil dari rambut bagian depannya beserta kerudung, karena jumhur ulama tidak membolehkan hanya mengusap kerudung saja, sebagaimana diungkapkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari. (Lihat Fiqhus Sunnah lin Nisaa, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim)

Syarat-Syarat Mengusap Kerudung

Para ulama berselisih pendapat tentang syarat-syarat mengusap penutup kepala (dalam konteks bahasan ini adalah kerudung). Sebagian ulama berpendapat bahwa syarat-syarat mengusap penutup kepala sama dengan syarat-syarat mengusap khuf (sepatu). Perlu diketahui bahwa di antara syarat-syarat mengusap khuf adalah khuf dipakai dalam keadaan suci dan batas waktu mengusap khuf adalah sehari semalam untuk orang yang mukim dan tiga hari tiga malam untuk musafir.

Sebagian lagi berpendapat bahwa syarat-syarat mengusap kerudung tidak dapat diqiyaskan dengan persyaratan mengusap khuf. Mengapa demikian? Meskipun sama-sama mengusap, tetapi mengusap kerudung merupakan pengganti dari mengusap kepala yang mana kepala merupakan anggota wudhu yang cukup dengan diusap, sedangkan mengusap khuf merupakan pengganti dari mengusap kaki yang mana kaki merupakan anggota wudhu yang dibasuh/dicuci.

Oleh karena itu tidaklah disyaratkan untuk memakai penutup kepala dalam keadaan suci dan tidak ada batasan waktu, dan inilah pendapat yang lebih kuat, insya Allah. Mereka berpendapat karena dalam hal ini tidak ada ketetapan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai batasan waktunya. Kapanpun seorang wanita muslimah memakai kerudung dan berkepentingan untuk mengusapnya ketika berwudhu maka ia boleh mengusapnya, dan bila mana ia bisa melepas kerudungnya ketika berwudhu maka ia mengusap kepalanya, dan tidak ada batas waktu untuk hal tersebut. Namun, untuk lebih berhati-hati hendaknya kita tidak memakai penutup kepala kecuali dalam keadaan suci. (Majmu’ Fatawa wa Rasaail Ibnu ‘Utsaimin (11/119)). Wallahu a’lam.



[1] Thohurul Muslimi fii Dhouil Kitabi was Sunnati Mafhuumun wa Fadhoilun wa Adabun wa Ahkamun hal. 35 & 52, SyaikhSa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, MaktabahSyamilah
[2]Syarh Al-’Umdah hal. 276 dan Majmu’ Fatawawa Rasaail Ibni ‘Utsaimin (11/119)

Penulis: Ummu Isma’il Noviyani Maulida
Muroja’ah: Abu Rumaysho Muhammad Abduh Tuasikal





Dikirim pada 01 Agustus 2010 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


BELAJAR TULUSNYA CINTA dan KASIH dari 2 EKOR KADAL

Ini adalah kisah nyata yang terjadi di Jepang.
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembol yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di antara ruang kosong itu, karena kakinya melekat pada sebuah paku.
Dia merasa kasihan sekaligus panasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada di situ sejak 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali di bangun.

Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun?
Dalam keadaan gelap selama 10 tahun tanpa dapat bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berfikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa dapat berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu! Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.

Kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, ada seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya….astaga!!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta….cinta indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah KEAJAIBAN…

Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagumkan.

Saya tersentuh ketika membaca cerita ini. Lalu saya mulai berfikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, saudara lelaki, saudara perempuan dan saudara saudara lainnya..

Ini membuktikan kekuatan tulusnya cinta melahirkan peduli dan peduli melahirkan kekuatan hidup bersama., bagaimana dengan cinta anda? sudahkah saling peduli, semoga rumah tangga yang dibangun atas dasar iman akan menghasilkan sebuah rumah tangga yang sakinah ada kepedulian diatara sesama...







Dikirim pada 01 Agustus 2010 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.

Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.

Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?”

Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.

“Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.” Begitu orang alim itu berkata.

Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak, “Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh.

Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?”

Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.

“Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,” kata si Atheist. “Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.

Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.

“Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.” Begitu si Atheist mengaduh.

Si Alim bertanya, “Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?”

“Ini sakitnya di sini,” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.

“Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak.

Orang banyak berkata, “Tidak!”

“Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Demikian si Alim berkata.

Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.

Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?

Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?

Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat).

Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada.

Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.

Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!

Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.

Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks.

Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 8 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.

Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.

Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]

Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]

Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]

Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan, Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta:

“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah:58-59]

“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi’ah:63-64]

“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah:72]

Di ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak), tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah:

“…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” [Al Hajj:73]

Sesungguhnya, masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta









Dikirim pada 18 Juli 2010 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Ridho dan Sabar dengan Taqdir Allah,

Berkata ‘Alqamah: “Yaitu seseorang yang ditimpa suatu musibah lalu dia mengetahui bahwasanya musibah tersebut dari sisi Allah maka dia pun ridha dan menerima (berserah diri kepada-Nya).”

Sabar terhadap Taqdir Allah

Diantara jenis sabar adalah sabar terhadap taqdir Allah. Hal ini berkaitan dengan tauhid Rububiyyah, karena sesungguhnya pengaturan makhluk dan menentukan taqdir atas mereka adalah termasuk dari tuntutan Rububiyyah Allah Ta’ala.

Perbedaan antara Al-Qadar & Al-Maqduur

Qadar atau taqdiir mempunyai dua makna. Yang pertama: al-maqduur yaitu sesuatu yang ditaqdirkan. Yang kedua: fi’lu Al-Muqaddir yaitu perbuatannya Al-Muqaddir (Allah Ta’ala). Adapun jika dinisbahkan/dikaitkan kepada perbuatannya Allah maka wajib atas manusia untuk ridha dengannya dan bersabar. Dan jika dinisbahkan kepada al-maqduur maka wajib atasnya untuk bersabar dan disunnahkan ridha.

Contohnya adalah: Allah telah menaqdirkan mobilnya seseorang terbakar, hal ini berarti Allah telah menaqdirkan mobil tersebut terbakar. Maka ini adalah qadar yang wajib atas manusia agar ridha dengannya, karena hal ini merupakan diantara kesempurnaan ridha kepada Allah sebagai Rabb. Adapun jika dinisbahkan kepada al-maqduur yaitu terbakarnya mobil maka wajib atasnya untuk bersabar dan ridha dengannya adalah sunnah bukan wajib menurut pendapat yang rajih (kuat).

Sedangkan al-maqduur itu sendiri bisa berupa ketaatan-ketaatan, kemaksiatan-kemaksiatan dan kadang-kadang merupakan dari perbuatannya Allah semata. Adapun yang berupa ketaatan maka wajib ridha dengannya, sedangkan bila berupa kemaksiatan maka tidak boleh ridha dengannya dari sisi bahwasanya hal itu adalah al-maqduur, adapun dari sisi bahwasanya itu adalah taqdir Allah maka wajib ridha dengan taqdir Allah pada setiap keadaan, dan karena inilah Ibnul Qayyim berkata: “Maka karena itulah kita ridha dengan qadha` (ketentuan Allah) dan kita marah terhadap sesuatu yang ditentukan apabila berupa kemaksiatan.”

Maka barangsiapa yang melihat dengan kacamata Al-Qadha` wal Qadar kepada seseorang yang berbuat maksiat maka wajib atasnya ridha karena sesungguhnya Allahlah yang telah menaqdirkan hal itu dan padanya ada hikmah dalam taqdir-Nya. Dan sebaliknya apabila dia melihat kepada perbuatan orang tersebut maka tidak boleh ridha dengannya karena perbuatannya tadi adalah maksiat. Inilah perbedaan antara al-qadar dan al-maqduur.

Bagaimana Manusia Menghadapi Musibah?

Di dalam menghadapi musibah, manusia terbagi menjadi empat tingkatan:

Pertama: marah, yaitu ketika menghadapi musibah dia marah baik dengan hatinya seperti benci terhadap Rabbnya dan marah terhadap taqdir Allah atasnya, dan kadang-kadang sampai kepada tingkat kekufuran, Allah berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

Dan diantara manusia ada orang yang beribadah kepada Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Al-Hajj:11)

Atau dia marah dengan lisannya seperti menyeru dengan kecelakaan dan kebinasaan dan yang sejenisnya. Atau marah dengan anggota badannya seperti menampar pipi, merobek saku baju, menarik-narik (menjambak) rambut, membenturkan kepala ke tembok dan yang sejenisnya.

Kedua: sabar, yaitu sebagaimana ucapan penyair:

الصَّبْرُ مِثْلُ اسْمِهِ مُرٌّ مَذَاقَتُهُ لَكِنْ عَوَاقِبُهُ أَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ

Sabar itu seperti namanya, pahit rasanya, akan tetapi akibatnya lebih manis dari madu.”

Maka orang yang sabar itu akan melihat bahwasanya musibah ini berat baginya dan dia tidak menyukainya, akan tetapi dia membawanya kepada kesabaran, dan tidaklah sama di sisinya antara adanya musibah dengan tidak adanya, bahkan dia tidak menyukai musibah ini akan tetapi keimanannya melindunginya dari marah.

Ketiga: ridha, dan ini lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu dua perkara tadi (ada dan tidak adanya musibah) di sisinya adalah sama ketika dinisbahkan/disandarkan terhadap qadha dan qadar (taqdir/ketentuan Allah) walaupun bisa jadi dia bersedih karena musibah tersebut, Karena sesungguhnya dia adalah seseorang yang sedang berenang dalam qadha dan qadar, kemana saja qadha dan qadar singgah maka dia pun singgah bersamanya, baik di atas kemudahan ataupun kesulitan. Jika diberi kenikmatan atau ditimpa musibah, maka semuanya menurut dia adalah sama. Bukan karena hatinya mati, bahkan karena sempurnanya ridhanya kepada Rabbnya, dia bergerak sesuai dengan kehendak Rabbnya.

Bagi orang yang ridha, adanya musibah ataupun tidak, adalah sama, karena dia melihat bahwasanya musibah tersebut adalah ketentuan Rabbnya. Inilah perbedaan antara ridha dan sabar.

Keempat: bersyukur, dan ini adalah derajat yang paling tinggi, yaitu dia bersyukur kepada Allah atas musibah yang menimpanya dan jadilah dia termasuk dalam golongan hamba-hamba Allah yang bersyukur ketika dia melihat bahwa di sana terdapat musibah yang lebih besar darinya, dan bahwasanya musibah-musibah dunia lebih ringan daripada musibah-musibah agama, dan bahwasanya ‘adzab dunia lebih ringan daripada ‘adzab akhirat, dan bahwasanya musibah ini adalah sebab agar dihapuskannya dosa-dosanya, dan kadang-kadang untuk menambah kebaikannya, maka dia bersyukur kepada Allah atas musibah tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُصِيْبَةٍ تُصِيْبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا

Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim kecuali Allah akan hapuskan (dosanya) karena musibahnya tersebut, sampai pun duri yang menusuknya.” (HR. Al-Bukhariy no.5640 dan Muslim no.2572 dari ‘A`isyah)

مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan/kelelahan, sakit, sedih, duka, gangguan ataupun gundah gulana sampai pun duri yang menusuknya kecuali Allah akan hapuskan dengannya kesalahan-kesalahannya.” (HR. Al-Bukhariy no.5641, 5642 dari Abu Sa’id Al-Khudriy dan Abu Hurairah)

Bahkan kadang-kadang akan bertambahlah iman seseorang dengan musibah tersebut.

Bagaimana Mendapatkan Ketenangan?

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (At-Taghaabun:11)

Yang dimaksud dengan “beriman kepada Allah” dalam ayat ini adalah beriman kepada taqdir-Nya.

Firman-Nya: “niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya” yaitu Allah akan memberikan ketenangan kepadanya. Dan hal ini menunjukkan bahwasanya iman itu berkaitan dengan hati, apabila hatinya mendapat petunjuk maka anggota badannya pun akan mendapat petunjuk pula, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ

Sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila baik maka akan baiklah seluruh jasadnya dan apabila rusak maka akan rusaklah seluruh jasadnya, ketahuilah segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Al-Bukhariy no.52 dan Muslim no.1599 dari An-Nu’man bin Basyir)

Berkata ‘Alqamah (menafsirkan ayat di atas): “Yaitu seseorang yang ditimpa suatu musibah lalu dia mengetahui bahwasanya musibah tersebut dari sisi Allah maka dia pun ridha dan menerima (berserah diri kepada-Nya).”

Tafsiran ‘Alqamah ini menunjukkan bahwasanya ridha terhadap taqdir Allah merupakan konsekuensinya iman, karena sesungguhnya barangsiapa yang beriman kepada Allah maka berarti dia mengetahui bahwasanya taqdir itu dari Allah, sehingga dia ridha dan menerimanya. Maka apabila dia mengetahui bahwasanya musibah itu dari Allah, akan tenang dan senanglah hatinya dan karena inilah diantara penyebab terbesar seseorang merasakan ketenangan dan kesenangan adalah beriman kepada qadha dan qadar.

Tanda Kebaikan & Kejelekan Seorang Hamba

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya maka Allah akan menyegerakan balasannya di dunia, dan apabila Allah menginginkan kejelekan kepada hamba-Nya maka Allah akan menunda balasan dari dosanya, sampai Allah sempurnakan balasannya di hari kiamat.” (HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Ash-Shahiihah no.1220)

Dalam hadits ini dijelaskan bahwa Allah menginginkan kebaikan dan kejelekan kepada hamba-Nya. Akan tetapi kejelekan yang dimaksudkan di sini bukanlah kepada dzatnya kejelekan tersebut berdasarkan sabda Rasulullah:

وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ

Dan kejelekan tidaklah disandarkan kepada-Mu.” (HR. Muslim no.771 dari ‘Ali bin Abi Thalib)

Maka barangsiapa menginginkan kejelekan kepada dzatnya maka kejelekan itu disandarkan kepadanya. Akan tetapi Allah menginginkan kejelekan karena suatu hikmah sehingga jadilah hal itu sebagai kebaikan ditinjau dari hikmah yang dikandungnya.

Sesungguhnya seluruh perkara itu di tangan Allah ‘Azza wa Jalla dan berjalan sesuai dengan kehendak-Nya karena Allah berfirman tentang diri-Nya:

إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ

Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (Huud:107)

Dan juga Dia berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (Al-Hajj:18)

Maka semua perkara itu di tangan Allah.

Dan seseorang tidak akan lepas dari salah/keliru, berbuat maksiat dan kurang dalam menunaikan kewajiban, maka apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya, akan Allah segerakan baginya balasan (dari perbuatan dosanya) di dunia, apakah diuji dengan hartanya atau keluarganya atau dirinya sendiri atau dengan seseorang yang menjadi sebab adanya ujian-ujian tersebut.

Yang jelas, dia akan disegerakan balasan (dari perbuatan dosanya). Karena sesungguhnya balasan akibat perbuatan dosa dengan diuji pada hartanya, keluarganya ataupun dirinya, itu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan. Maka apabila seorang hamba disegerakan balasannya dan Allah hapuskan kesalahannya dengan hal itu, maka berarti Allah mencukupkan balasan kepadanya dan hamba tersebut tidak mempunyai dosa lagi karena dosa-dosanya telah dibersihkan dengan adanya musibah dan bencana yang menimpanya.

Bahkan kadang-kadang seseorang harus menanggung beratnya menghadapi sakaratul maut karena adanya satu atau dua dosa yang dia miliki supaya terhapus dosa-dosa tersebut, sehingga dia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa-dosa. Dan ini adalah suatu kenikmatan karena sesungguhnya ‘adzab dunia itu lebih ringan daripada ‘adzab akhirat.

Akan tetapi apabila Allah menginginkan kejelekan kepada hamba-Nya maka akan Allah biarkan dia dalam keadaan penuh kemaksiatan dan akan Allah curahkan berbagai kenikmatan kepadanya dan Allah hindarkan malapetaka darinya sampai dia menjadi orang yang sombong dan bangga dengan apa yang Allah berikan kepadanya.

Dan ketika itu dia akan menjumpai Rabbnya dalam keadaan bergelimang dengan kesalahan dan dosa lalu dia pun di akhirat disiksa akibat dosa-dosanya tersebut. Kita meminta kepada Allah keselamatan.

Maka apabila engkau melihat seseorang yang nampak dengan kemaksiatan dan telah Allah hindarkan dia dari musibah serta dituangkan kepadanya berbagai kenikmatan maka ketahuilah bahwasanya Allah menginginkan kejelekan kepadanya, karena Allah mengakhirkan balasan dari perbuatan dosanya sampai dicukupkan balasannya pada hari kiamat.

Apabila Allah Mencintai Suatu Kaum

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

Sesungguhnya besarnya balasan tergantung besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka (dengan suatu musibah), maka barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan (dari Allah) dan barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan (Allah).” (HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Silsilah Ash-Shahiihah no.146)

Sesungguhnya besarnya balasan tergantung besarnya ujian” yakni semakin besar ujian, semakin besar pula balasannya. Maka cobaan yang ringan balasannya pun ringan sedangkan cobaan yang besar/berat maka pahalanya pun besar karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla mempunyai keutamaan terhadap manusia. Apabila mereka ditimpa musibah yang berat maka pahalanya pun besar dan apabila musibahnya ringan maka pahalanya pun ringan.

“Dan sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka” ini merupakan kabar gembira bagi orang beriman, apabila ditimpa suatu musibah maka janganlah dia menyangka bahwa Allah membencinya bahkan bisa jadi musibah ini sebagai tanda kecintaan Allah kepada seorang hamba. Allah uji hamba tersebut dengan musibah-musibah, apabila dia ridha, bersabar dan mengharap pahala kepada Allah atas musibah tersebut maka baginya keridhaan (dari Allah), dan sebaliknya apabila dia marah maka baginya kemarahan (Allah).

Dalam hadits ini terdapat anjuran, pemberian semangat sekaligus perintah agar manusia bersabar terhadap musibah-musibah yang menimpanya sehingga ditulis/ditetapkan untuknya keridhaan dari Allah ‘Azza wa Jalla. Wallaahul Muwaffiq.





Diringkas dari kitab Al-Qaulul Mufiid 2/41-44 dan Syarh Riyaadhush Shaalihiin 1/125-126 dengan beberapa perubahan.

Dikutip dari Slafy.or.id offline dari Bulletin Al Wala’ wa Bara’, Edisi ke-6 Tahun ke-319 Dzul Qo’dah 1425 H. Judul asli Sabar terhadap Taqdir Allah.





Dikirim pada 17 Juli 2010 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Di zaman yang penuh kebebasan ini banyak sekali wanita Muslimah yang tidak memiliki ciri Muslimah. Mereka bersikap tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Islam. Seperti dalam masalah materi, wanita Muslimah seharusnya lebih mementingkan yang halal daripada jumlahnya.

Muslimah sejati tergambar pada riwayat yang menyebutkan bahwa seorang wanita ketika melepaskan suaminya yang akan pergi bekerja mencari nafkah berkata, "Bawa pulanglah rezeki yang halal, jika tidak kau dapatkan maka kami lebih rela kelaparan daripada menerima siksa api neraka."

Keimanan wanita ini menjadikan dia mengucapkan kata-kata yang jika kita ukur dengan keadaan sekarang sungguh aneh dan berbeda. Tetapi, itulah Muslimah sejati. Dia lebih senang kekurangan harta dan makanan daripada harus kelak menanggung beban siksaan api neraka.

Suami dari wanita seperti ini tentu tidak akan mau melakukan keharaman demi menyenangkan hati istri dan keluarganya. Tidak akan muncul para koruptor, penipu,maling, dan perampok, serta orang-orang yang berlumuran dengan riba, karena para istri menolak menerima uang haram.

Riwayat lain menyebutkan tentang Muslimah sejati yang perlu diteladani dan direnungi oleh wanita sekarang. Ada seorang wanita yang tengah ditinggal oleh suaminya pergi berjihad fi sabilillah. Wanita tetangganya berkata kepadanya, "Bagaimana kau biarkan suamimu pergi meninggalkanmu dan anak-anakmu, siapa yang akan memberi makan kalian sekeluarga?

"Wanita itu menjawab dengan penuh keimanan, "Setahuku suamiku itu akkaal (orang yang selalu makan) bukan Razzaaq (yang selalu memberi rezeki), jika akkaal telah pergi maka Razzaaq masih ada."

Pemahaman yang jernih wanita ini memberinya keyakinan bahwa yang memberikan rezeki itu adalah Allah maka jika pun suaminya pergi berjihad, tidak ada keraguan dalam hatinya untuk melepaskan pergi berjuang. Adapun yang akan memberikan rezeki baginya dan anak-anaknya adalah Allah, Ar Razzaaq.

Keyakinan seperti ini yang harus dimiliki oleh setiap Muslimah agar dunia ini tegak berdasarkan Islam, karena bagaimana mungkin para pejuang akan ikhlas jika para istri masih saja memberati suami mereka, takut menghadapi tantangan hidup dan menjadi orang-orang yang lemah iman dan daya juangnya.

Walhasil, para Muslimah sejati seperti ini harus ditumbuhkembangkan agar kehidupan ini lebih baik dan Islami. Dan benarlah perkataan seorang bijak yang menyebutkan bahwa, "Di balik setiap laki-laki yang hebat itu ada wanita yang hebat yang pula.

Oleh : Mahbubah Aseri









Dikirim pada 16 Juli 2010 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat”. (Hud: 3)

Surat Hud yang pernah membuat Abu bakar terkejut saat melihat rambut Rasulullah saw beruban yang dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya, “Surat Hud dan saudara2nya telah membuat rambutku beruban”, ternyata sarat dengan perintah beristighfar yang disampaikan melalui lisan para nabiyuLlah dari Hud as, sholih dan syu’aib as.

Tercatat ada empat ayat di dalam surat ini yang menyebut perintah beristighfar, yaitu pertama ayat 3 di atas, ayat 52, 61, dan 90. Bahkan yang menarik, bahwa secara korelatif, perintah beristighfar pada ayat-ayat tersebut diawali dengan perintah menyembah dan mengabdi semata-mata kepada Allah, seperti dalam surat Hud: 2 misalnya, “Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya” (Hud: 2).

Betapa tinggi nilai perintah beristighfar sehingga selalu berdampingan dengan perintah beribadah kepadanya. Sehingga merupakan satu kewajiban sekaligus kebutuhan seorang hamba kepada Allah swt karena secara fithrah memang manusia tidak akan bisa mengelak dari melakukan dosa dan kesalahan sepanjang hidupnya. Peluang ampunan ini merupakan anugerah rahmat yang terbesar bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.

Terkait dengan hal ini, kebiasaan beristighfar mereflesikan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya dan pengakuan akan Ke-Maha Pengampunan Allah swt. Istighfar juga merupakan cermin dari sebuah akidah yang mantap akan kesediaan Allah membuka pintu ampunannya sepanjang siang dan malam. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah senantiasa membuka tanganNya di siang hari untuk memberi ampunan kepada hambaNya yang melakukan dosa di malam hari, begitu pula Allah swt senatiasa membuka tangan-Nya di malam hari untuk memberi ampunan bagi hamba-Nya yang melakukan dosa di siang hari”.

Catatan lain yang bisa dikaji adalah bahwa perintah beristighfar di dalam Al-Qur’an juga selalu beriringan dengan perintah bertaubat,” Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsir Al-Munir mengemukakan rahasia penggabungan perintah beristighfar dan bertaubat pada kebanyakan ayat-ayat Al-Qur’an bahwa tidak ada jalan untuk meraih ampunan Allah swt melainkan dengan menunjukkan perilaku dan sikap “taubat” yang diimplementasikan dengan penyesalan akan kesalahan masa lalu, melepas ikatan-ikatan (jaringan) kemaksiatan dalam segala bentuk dan sarananya serta tekad yang tulus dan jujur untuk tidak mengulangi kembali perbuatan-perbuatan dosa di masa yang akan datang. Dalam kaitan ini, taubat merupakan penyempurna dari istighfar seseorang agar diterima oleh Allah swt.

Secara aplikatif, kebiasaan beristighfar sudah dicotohkan oleh Rasulullah saw. Tercatat dalam sebuat riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah (memberi pelajaran kepada umatnya) senantiasa beristighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali. Bahkan di riwayat Imam Bukhari beliau beristighfar setiap hari lebih dari 100 kali (Bukhari Muslim). Pelajaran yang diambil dari prilaku Rasulullah ini adalah bahwa beristighfar tidak harus menunggu setelah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana hendaknya aktifitas ini berlangsung senantiasa menghiasi kehidupan sehari-hari kita tanpa terkecuali.

Para malaikat yang jelas tidak pernah melanggar perintah Allah justru senantiasa beristighfar memohon ampunan untuk orang-orang yang beriman sebagai sebuah pelajaran yang berharga bagi setiap hamba Allah yang beriman, “(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala”. (Al-Mu’min: 7)

Berdasarkan kajian terhadap ayat-ayat yang berbicara tentang istighfar, paling tidak terdapat empat keutamaan dan nilai dari amaliah istighfar dalam kehidupan seorang muslim:

1. Istighfar merupakan cermin akan kesadaran diri orang-orang yang bertakwa. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Ali Imran: 135)

2. Istighfar merupakan sumber kekuatan umat. Kaum nabi Hud yang dikenal dengan kekuatan mereka yang luar biasa, masih diperintahkan oleh nabi mereka agar senantiasa beristighfar untuk menambah kekuatan mereka. “Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. (Hud: 52). Bahkan Rasulullah dalam salah satu haditsnya menegaskan bahwa eksistensi sebuah umat ditentukan diantaranya dengan kesadaran mereka untuk selalu beristighfar, sehingga bukan merupakan aib dan tidak merugi orang-orang yang bersalah lantas ia menyadari kesalahannya dengan beristighfar memohon ampunan kepada Allah swt.

3. Istighfar dapat menolak bencana dan menjadi salah satu sarana turunnya keberkahan dan rahmat Allah swt. Ibnu Katsir ketika menafasirkan surat Al-Anfal: 33 “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” menukil riwayat dari Imam Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda, “Allah telah menurunkan kepadaku dua pengaman atau penyelemat bagi umat dari azab dan bencana, yaitu keberadaanku dan istighfar. Maka ketika aku telah tiada, masih tersisa satu pengaman hingga hari kiamat, yaitu istighfar”. Bahkan Ibnu Abbas menuturkan bahwa ungkapan istighfar meskipun keluar dari pelaku maksiat dapat mencegah dari beberapa kejahatan dan bahaya.

4. Istighfar akan memudahkan urusan seseorang, memudahkan jalan mencari rizki dan memelihara seseorang. Dalam konteks ini, Ibnu katsir menafsirkan suarat Hud : 52 dengan menukil hadits Rasulullah saw yang bersabda, “Barangsiapa yang mampu mulazamah atau kontinyu dalam beristighfar, maka Allah akan menganugerahkan kebahagiaan dari setiap duka dan kesedihan yang menimpanya, memberi jalan keluar dari setiap kesempitan dan memberi rizki dengan cara yang tidak disangka-sangka”. (Ibnu Majah)

Demikianlah, pesan yang disampaikan oleh para nabiyuallah kepada kaumnya sebagai salah satu solusi dari permasalahan mereka. Tentu istighfar yang dimaksud tidak hanya sekedar ucapan dengan lisan “astaghfirullah”, tetapi secara aplikatif sikap waspada, mawas diri dan berhati-hati dan bersikap dan berperilaku agar terhindar dari kesalahan. Dan jika terjermus ke dalam kemaksiatan segera sadar dan mampu bangkit dari kesalahan dengan bersungguh-sungguh bertaubat dalam arti menyuguhkan pengabdian dan karya yang lebih bermanfaat untuk umat. Allahu A’lam.

Oleh: Dr. Attabiq Luthfi, MA











Dikirim pada 16 Juli 2010 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Kita tentu telah mengenal kata “ikhlas” sejak kecil. Sebuah kata yang boleh jadi sangat akrab kita dengar, terutama dari kalangan kaum beragama, atau bahkan masyarakat biasa. Namun saking akrabnya kita dengan kata itu, terkadang justru membuatnya bias dan tak nampak penting. Padahal, ketika kita telusuri lebih jauh, sebuah kata “ikhlas” dalam tataran aplikasi mempunyai substansi yang sangat penting. Mengapa demikian? Ya, sebab dalam kaidah agama (sebelum kita meniliknya melalui perspektif yang lain), keikhlasan menempati posisi penting sebagai parameter sampai atau tidaknya amal perbuatan seseorang. Kata “sampai” di sini tentu kita artikan dengan: diterimanya amal perbuatan hamba oleh Tuhannya. Mungkin dengan ungkapan yang lebih akrab, masyarakat pedesaan sering menyebutnya dengan lillâhi ta’âla. Yaitu mendasarkan segala perbuatan atas landasan keikhlasan semata-mata hanya karena Allah. Sebab, dalam tataran praksis, masih sangat banyak sekali orang yang melandasi perbuatannya atas dasar inilah, itulah,... atasan, bos, suami, istri, pacar, calon mertua, atau hanya karena ingin dipuji oleh sesamanya saja (mungkin termasuk penulis juga masih belum bisa ikhlas secara murni dalam konteks ini, hehe).

Di samping urgensitas ikhlas dalam hal ibadah syar’iyyah, ia juga menempati posisi penting dalam ranah kehidupan sosial (baca: dalam hal mu’amalah atau ahwal syahshiyyah). Sebagai contoh, mungkin kita tak perlu terlalu jauh menjelajahi kitab-kitab fikih atau bahkan tasawuf, kita cukup flash back saja merenungkan isi pesan yang terkandung dalam film “Kiamat Sudah Dekat”. Seorang Rocker yang akhirnya berhasil mendapatkan putri Pak Kiai melalui ilmu ikhlas. Ya, bisa jadi memang seperti itulah hakekat sebuah keikhlasan, merelakan dengan sepenuh hati, bahwa jika memang sang Rocker bukanlah yang terbaik untuk putri Pak Kiai dan ada calon lain yang lebih pantas, maka ia pasrah dan mengikhlaskan segala apa yang akan terjadi. Alhasil, dengan sikap yang seperti itulah justru akhirnya Pak Kiai menyetujui lamaran sang Rocker untuk meminang putrinya. Sebab menurut Pak Kiai, sang Rocker ternyata telah mampu mengaplikasikan ilmu ikhlas itu tanpa ia sadari.

Contoh lain dapat kita lihat dan saksikan dalam film “Ayat Ayat Cinta”. Seorang Fakhri yang diuji oleh Allah karena mempunyai dua istri, Aisyah dan Maria. Pada awalnya si Fakhri belum bisa menerima dengan lega kenyataan yang ia hadapi itu, bahwa ia mempunyai dua istri. Sehingga yang terjadi, kehidupan rumah tangganya menjadi goncang, sebab secara psikis si Fakhri belum benar-benar bisa menerima nasib yang harus ia jalani. Namun, setelah mendapatkan nasihat dari si Saiful agar si Fakhri ini bisa mengikhlaskan takdirnya itu, akhirnya iapun mampu memperbaiki keadaan rumah tangganya. Tiada lain adalah dengan mengaplikasikan konsep ikhlas yang menempati posisi cukup sentral dalam menentukan bahagia atau tidaknya hidup seseorang. Sebab tanpa keikhlasan, seseorang akan terkungkung dalam keadaan gelisah yang berkepanjangan dan ingin senantiasa protes, bahkan menentang takdir yang ia hadapi.

Nah, tulisan ini memang tidak hendak memaparkan konsep ikhlas secara detail sebagaimana yang dapat kita temukan dalam buku-buku fikih atau tasawuf. Namun ingin lebih menekankan pada sisi aplikasi dari konsep tersebut. Sebab beberapa waktu terakhir ini, secara pribadi penulis juga cukup dihantui oleh sebuah kata bernama “ikhlas” itu sendiri. Bukan hanya itu, beberapa kawan yang penulis jumpai di sekelilingnya juga nampak sedang mengalami “krisis ikhlas”, sehingga membuatnya kian gelisah dan tak tenang menatap hari depan. Hidup dalam bayang-bayang “dendam” dan penasaran.

Maka dari itu, penulis merasa tergugah untuk merenungkan kembali sebuah kata “ikhlas” yang sebenarnya telah kita hafal sejak kecil. Bukan hanya merenungkannya sebagai sebuah istilah yang hampa makna, tapi mencoba mencari dan memahami substansi aplikasinya dalam kehidupan nyata. Dan ternyata, oh... sungguh menderitanya hidup tanpa keikhlasan. Dan ohh,...sungguh damai dan tenangnya hidup berpegang keikhlasan. Atau dalam istilah lainnya kita mengenal kata “qanâ’ah” atau dalam bahasa Jawanya “nerimo ing pandum” (menerima apa adanya). Segalanya sudah digariskan oleh Allah, dan setiap yang terjadi pasti mengandung sebuah hikmah atau pelajaran. Maka terserah anda bagaimana akan menyikapi setiap takdir! Akan tersenyum selalu atau menangiskah? Yang jelas penulis mengajak diri sendiri dan kawan-kawan semua untuk sama-sama belajar mengamalkan ilmu ikhlas, supaya mendapat sorga di kehidupan selanjutnya, dan minimal bisa dapat putri Pak Kiai di kehidupan dunia.

Kedua kisah di atas hanyalah sebagian kecil dari potret pengamalan ikhlas. Namun dari sesuatu yang kecil tentunya kita berpeluang untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang besar. Maka jadilah kita orang-orang yang berbesar hati, sehingga ketika derita dan coba sedang melanda, hati kita masih tetap lapang, yang masih menyediakan ruang masuknya cahaya maupun udara. Tapi ketika ruang tampung hati kita sempit, maka sedikit cobaan saja yang kita hadapi, tak tau entah di mana kita akan menampungnya. Sehingga hati kita menjadi sumpek, penuh dengan derita dan gelap karena tak ada lagi ruang kosong dalam hati. Dan dalam kondisi hati seperti ini, manusia berpotensi untuk nekad karena tak kuat lagi menerima semuanya. Lalu anda akan memilih yang mana??

Cukup sampai di sini saja sang pena menorehkan tintanya. Adapun kisah selanjutnya bisa anda buktikan sendiri dalam kehidupan sehari-hari!?[]

Kairo, 7 Mei 2008. Sebuah renungan singkat di sela peristirahatan menjalani skenario-skenario kehidupan selanjutnya yang telah digariskan Tuhan. Tak melalui referensi, karenanya hanya suara hati yang muncul begitu saja merespon fenomena yang mampu diserap indera. Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang sedang menghadapi problem apa saja, terutama “cinta”. Semoga kita bisa ikhlas menjalani semuanya.Amin.

Oleh: M. Luthfi al-Anshori







Dikirim pada 15 Juli 2010 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi
14 Jul


Jenny, gadis cantik kecil berusia 5 tahun dan bermata indah. Suatu hari ketika ia dan ibunya sedang pergi berbelanja ia melihat sebuah kalung mutiara tiruan yang sangat Indah, dan harganya-pun cuma 2,5 dolar. Ia sangat ingin memiliki kalung tersebut dan mulai merengek kepada ibunya. Akhirnya sang Ibu setuju, katanya: “Baiklah, anakku. Tetapi ingatlah bahwa meskipun kalung itu sangat mahal, ibu akan membelikannya untukmu. Nanti sesampai di rumah, kita buat daftar pekerjaan yang harus kamu lakukan sebagai gantinya. Dan, biasanya kan Nenek selalu memberimu uang pada hari ulang tahunmu, itu juga harus kamu berikan kepada ibu.” “Okay,” kata Jenny setuju.

Merekapun lalu membeli kalung tersebut. Setiap hari Jenny dengan rajin mengerjakan pekerjaan yang ditulis dalam daftar oleh ibunya. Uang yang diberikan oleh neneknya pada hari ulang tahunnya juga diberikannya kepada ibunya.Tidak berapa lama, perjanjiannya dengan ibunya pun selesai. Ia mulai memakai kalung barunya dengan rasa sangat bangga. Ia selalu memakai kalung itu kemanapun ia pergi. Ke sekolah taman kanak-kanaknya, ke supermarket, bermain bahkan pada saat ia tidur, kecuali pada saat mandi. “Nanti lehermu jadi hijau,” kata ibunya…

Jenny juga memiliki seorang ayah yang sangat menyayanginya. Setiap menjelang tidur, sang ayah selalu membacakan sebuah buku cerita untuknya. Pada suatu hari seusai membacakan cerita, sang ayah bertanya kepada Jenny; “Jenny, apakah kamu sayang ayah?” “Pasti, yah. Ayah tahu betapa aku menyayangi ayah.”"Kalau kau memang mencintai ayah, berikanlah kalung mutiaramu pada ayah.” “Yaa… ayah, jangan kalung ini. Ayah boleh ambil mainanku yang lain, Ayah boleh ambil Rosie, bonekaku yang terbagus, Ayah juga boleh ambil pakaian-pakaiannya yang terbaru tapi jangan ayah ambil kalungku…” “Ya anakku, tidak apa-apa… tidurlah.” Ayah Jenny lalu mencium keningnya dan pergi, sambil berkata: “Selamat malam anakku, semoga mimpi indah.”

Seminggu kemudian setelah membacakan cerita ayahnya bertanya lagi: “Jenny apakah kamu sayang ayah?” “Pasti, Yah. Ayah kan tahu aku sangat mencintaimu. ” “Kalau begitu, boleh ayah minta kalungmu?” “Yaa, jangan kalungku…, Ayah ambil Ribbons, kuda-kudaanku. .. Ayah masih ingat kan ? Itu mainan favoritku. Rambutnya panjang dan lembut. Ayah bisa memainkan rambutnya, mengepangnya dan sebagainya. Ambillah Yah, Asal ayah jangan minta kalungku…” “Sudahlah nak, lupakanlah,” kata sang ayah.

Beberapa hari setelah itu Jenny mulai berpikir, kenapa ayahnya selalu meminta kalungnya? dan kenapa ayahnya selalu menanyai apakah ia sayang padanya atau tidak? Beberapa hari kemudian ketika ayah Jenny membacakan cerita, Jenny duduk dengan resah. Ketika ayahnya selesai membacakan cerita, dengan bibir bergetar ia mengulurkan tangannya yang mungil kepada ayahnya sambil berkata: “Ayah…, terimalah ini..” Ia lepaskan kalung kesayangannya dari genggamannya, dan dengan penuh kesedihan kalung tersebut berpidah ke tangan sang ayah…Dengan satu tangan menggenggam kalung mutiara palsu kesayangan anaknya, tangan yang lainnya mengambil sebuah kotak beludru biru kecil dari kantong bajunya. Di dalam kotak beludru itu terletak seuntai kalung mutiara yang asli, sangat indah dan sangat mahal… Ia telah menyimpannya begitu lama untuk anak yang dikasihinya. Ia menunggu dan menunggu agar anaknya mau melepaskan kalung mutiara plastiknya yang murah, sehingga ia dapat memberikan kepadanya kalung mutiara yang asli

Begitu pula dengan dengan Tuhan kita… seringkali Ia menunggu lama sekali agar kita mau menyerahkan segala milik kita yang palsu … dan menukarnya dengan sesuatu yang sangat berharga….







Dikirim pada 14 Juli 2010 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.

Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)

Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .

Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)

Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )

Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )

Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.

Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)

Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)

Keutamaan Shalat Tahajud :
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.









Dikirim pada 13 Juli 2010 di Hikmah, Kisah, Ibadah dan Motivasi


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.

Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.

Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

Oleh : Ahmad Bustam







Dikirim pada 12 Juli 2010 di Uncategories
09 Jul


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Alkisah di sebuah kerajaan, seorang Raja memanggil ke 3 putranya, ia mengatakan kepada ketiga putranya bahwa ia akan segera mewariskan tahtanya, namun ia ingin ketiga putranya membuktikan terlebih dahulu kepadanya bahwa mereka mampu untuk memimpin negaranya...
"Pergilah kalian ke daerah yang sudah aku tentukan, lalu bawalah benih ini untuk kalian tanam, setelah 1 tahun kedepan tolong sampaikan hasilnya kepadaku, mereka yang paling memuaskan hasilnya akan kujadikan penggantiku"
Akhirnya ketiga putra raja tersebut segera menuju daerah yang sudah di perintahkan oleh sang Raja, lalu setahun kemudian kembalilah ketiganya dengan membawa hasil panen buah-buahan yang melimpah.
"Bagaimana hai putra sulungku apakah hasilnya?"
Dengan bangganya sang putra sulung menyampaikan sebuah kereta penuh buah, " ini ayahanda, hasil dari usaha hamba, dari benih yang ayahanda berikan"
Tak lama kemudian putra keduapun menyampaikan berkotak-kotak buah dengan senyum penuh kemenangan, " lihatlah ayah, ini buah-buahku lebih besar dan ranum".
Tibalah dengan si bungsu, wajahnya nampak penuh ketakutan , sang Raja bertanya,"Mana hasilmu hai putraku?"
"Maafkan putramu ini wahai ayah, benih-benih yang ayahanda berikan sudah kucoba kutanam dan kuberi pupuk, namun entah kenapa tidak tumbuh, hamba sudah berusaha namun ternyata tidak tumbuh bahkan tunaspun tidak, ampuni anakmu yang telah gagal ini.."
Sang Raja tesenyum,"Tidak, sesungguhnya kamulah yang pantas menjadi raja, karena seharusnya benih-benih tersebut tidak akan tumbuh karena aku telah merebusnya terlebih dahulu, karena kejujuranmu maka engakaulah yang layak untuk menggantikanku"

Sebuah pelajaran kejujuran yang seharusnya menyertai kita, menyertai langkah kehidupan kita, sehingga yakinlah bahwa ketidakjujuran akan membawa kita kepada kegagalan...









Dikirim pada 09 Juli 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Tak ada asap kalau tak ada api
Pertengkaran ini tak haruslah terjadi bunga
Bila kau tak memulainya....
Maafkan..maafkanlah aku

Aku bukanlah lelaki yg sempurna
Tapi aku berusaha mencintaimu dgn sempurna
Sesempurna bintang di langit
Sesempurna rumus pythagoras

Aku hanyalah lelaki biasa
Yang penuh dengan kekurangan
Penuh dengan noda dan dosa
Dan penuh dengan debu dan kotoran
Namun aku berusaha sebisa mungkin
Tuk menjadi yg terbaik di hatimu

Dan aku juga bukanlah orang baik
Seperti yang orang bilang
Aku hanyalah lelaki yang ingin baik
Itu sajah tidak kurang tidak lebih

Percayalah kupu-kupu cantikku
Aku akan selalu menyinarimu
Juga menjagamu.......
Kemanapun kau melangkah....
Ketika kau bahagia aku pun ikut bahagia
Ketika kau sedih atau terluka
Akupun ikut merasakannya
Karena hatiku sudah kutitipkan kepadamu

Duhai separuh nafasku...
Jagalah hatiku dengan sebaik2nya
Sebagaimana engkau menjaga sholat duhamu
Dan jaga juga rasa cinta,sayang dan rinduku padamu
Sebagaimana engkau menjaga auratmu

My heart.....
Kuharap kau baik2 sajah disana
Percayalah.....
Ketika kau merindukanku setengah mati kepadaku
akupun merasakan hal yg sama denganmu
Rindumu adalah rinduku...
Air matamu adalah air mataku juga
Walau jarak memisahkan kita berdua
Namun hati kita selalu bersama

Jika kau menjadi bintang di langit
jadilah bintang yg paling terang
Jika kau menjadi kupu-kupu
Jadilah kupu2 yg anggun dan menawan hati
Jika kau menjadi pohon
Jadilah pohon yg bermanfaat dan berbuah
Jika kau menjadi muslimah
Jadilah muslimah yg baik,rajin,ramah,sopan dan santun
Dan jika kau telah mengenal diriku yg lemah ini
Jadilah yg terbaik dan terindah di hatiku
Untuk saat ini dan selamanya.................

Siapapun dirimu wanita.....
Dan bagaimanapun bentuk fisik dan rupa wajahmu
Aku akan mencintai dan menyayangimu karena Allah







Dikirim pada 09 Juli 2010 di Coretan isi hati

Proposal nikah tak selamanya berjalan mulus. Bagaimana agar tak menimbulkan luka?

Menolak dengan ma ruf :

1. Agar tak banyak bimbang dan bingung dalam bersikap, tentukan kriteria atau calon pasangan sejak jauh-jauh hari. Ingin suami yang seperti apa, sih? Umumnya kriteria itu menyangkut aspek ruhiyah, aqliyah dan jasadiyah (fisik).
2. Tentukan skala prioritas dari standart yang telah dibuat. Misalnya, nomor satu masalah agamanya, kedua, kepribadian, baru masalah keluarga, status sosial, ekonomi, fisik dan lainnya.
3. Saat ada proposal masuk, gali data dan informasi sebanyak mungkin. Caranya? Tempuh prosedur ta aruf yang benar! Bisa bertanya langsung, bisa secara tertulis, atau bisa lewat pihak ketiga.
4. Sinkronkan data yang ada dengan kriteria yang telah ditetapkan. Ingat, bukan sekedar mengukur apakah dia cocok buat saya tapi juga apakah saya cocok buat dia.
5. Selain pertimbangan syariah, gunakan juga ukuran logika umum. Islam tidak melarang logika, justru mendukung penggunaan logika dan emosi. Misalnya, ternyata si dia jauh di atas; sudahlah keturunan raja, konglomerat, sementara saya rumahnya masih di pinggir kali. Sanggupkah kita menghadapi kesenjangan itu?
6. Jika terlalu jauh meleset, segera putuskan untuk katakan tidak. Jangan memberi harapan-harapan kosong hanya karena bimbang.
7. Jika ada kecocokan, meski tidak seratus persen sebab ini sangat sulit, minta waktu untuk mempertimbangkannya. Jangan terlalu lama.
8. Lakukan penolakan sebelum proses khitbah atau lamaran resmi yang sudah melibatkan keluarga dua belah pihak.
9. Sampaikan penolakan secara jelas, termasuk alasannya.
10. Cermati bagaimana kepribadiannya, jika tergolong sensitif pilih alasan umum yang tidak menyakitkan. Misalnya, jangan katakan saya tidak bisa menerima karena fisik Anda kurang oke, atau Anda kurang cerdas. Katakan saja, setelah shalat istikharah dan mempertimbangkan baik-baik, mohon maaf, saya tidak bisa menerima proposal ini.


Ditolak tetap ikhlas:

1. Sebelum mengajukan proposal pada seseorang, siapkan mental bahwa ada dua kemungkinan: diterima atau ditolak.
2. Tetapkan tujuan dengan ikhlas dan berdimensi ke depan: saya sedang menjajagi calon ibu atau calon ayah buat anak-anak saya, bukan cuma mencari pendamping hidup.
3. Saat ditolak, ambil hikmahnya dan berpikir positiflah bahwa Allah telah membuka tabir rahasia-Nya; dia memang bukan yang terbaik buat saya; dia memang bukan calon ibu atau ayah buat anak-anak saya kelak.
4. Jauhi pikiran yang mendiskreditkan diri sendiri. Misalnya, ah, saya memang bukan orang kaya, saya bukan orang terhormat dan sebagainya. Dikhawatirkan, pikiran-pikiran semacam itu akan membuat kita menggugat takdir-Nya.
5. Alihkan energi kesedihan, kekecewaan, malu atau marah -selama dalam batas wajar adalah lumrah dan manusiawi- dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat, baik buat diri mau pun orang lain.
6. Segera bangkit dan tetap optimis untuk mendapatkan calon pengganti. Ingat, kita bukan sedang mengejar-ngejar si A, tapi sedang mencari teman penjalanan menuju gerbang surga!

(dsw/Konsultan ahli: Budi Darmawan, Psi. dan Rustika Thamrin, Psi.)









Dikirim pada 01 Juli 2010 di Uncategories

1. Dari Abi Said Rafi´´ bin Al Mu´alla ra. ia berkata, "Rasulullah SAW. bersabda kepadaku, ´Maukah saya ajarkan kepadamu surah yang paling agung dalam Al Qur´an, sebelum kamu keluar dari mesjid? ´Lalu beliau memegang tanganku, dan ketika kami hendak keluar, saya bertanya : ´Ya Rasulullah! Engkau berkata bahwa engkau akan mengajarkan surah yang paling agung dalam Al Qur ´an kepadaku´

Beliau menjawab : ´Alhamdu lillahi rabbil ´alamiin (Al Faatihah), adalah tujuh ayat yang dibaca pada setiap salat dan Al Qur´an yang agung yang diberikan kepadaku´. (Bukhari)

2. Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata, "Ketika Jibril a.s. sedang duduk di sisi Rasulullah SAW., beliau mendengar suara dari atas, lalu beliau mendongakkan kepala dan bersabda, ´Ini adalah pintu langit yang dibuka pada hari ini, dan tidak pernah dibuka kecuali hari ini´ Lalu seorang malaikat turun dari pintu tersebut. Kemudian beliau bersabda, ´Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan dia tidak pernah turun kecuali hari ini´. Lalu dia (malaikat) memberi salam seraya berkata, ´Aku membawa berita gembira dengan dua cahaya yang diturunkan kepada engkau dan tidak pernah diberikan kepada nabi sebelummu, yaitu : Surah Al Faatihah dan beberapa ayat terakhir Surah Al Baqarah. Tidaklah kamu membaca satu huruf daripadanya kecuali kamu mendapat karunia ´". (Muslim)

3. Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Janganlah kau jadikan rumah-rumahmu seperti kuburan, sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surah Al Baqarah." (Muslim)

4. Dari Ubai bin Kaab ra., ia berkata, "Rasulullah SAW. bersabda, "Wahai Abu Munzir! Tahukah engkau ayat mana dalam Kitab Allah yang paling agung?" Saya menjawab, ´Allahu laailaaha illa huwal hayyul qoyyuum (ayat kursi)´, Lalu beliau menepuk dadaku dan bersabda, ´Semoga Allah memudahkan ilmu bagimu, wahai Abu Munzir´. (Muslim)

5. Dari Abi Mas´ud Al Badri ra., dari Rasulullah SAW. beliau bersabda, "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir surah Al Baqarah pada waktu malam, niscaya ia akan mencukupinya." (Disepakati oleh Bukhari dan Muslim)

6. Dari Abu Umamah Al Bahili, ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda, ´Bacalah Al Qur´an, karena di hari kiamat kelak ia akan memberikan syafaat bagi pembacanya, bacalah zahrawaen, yaitu : surah Al Baqarah dan surah Ali ´Imran. Sesungguhnya pada hari kiamat nanti keduanya akan datang bagaikan dua awan atau dua kawanan burung yang berbaris yang siap membantu orang-orang yang pernah membacanya. Dan bacalah surah Al Baqarah karena membacanya adalah suatu berkat dan meninggalkannya adalah suatu kerugian. Tukang sihir tak akan sanggup menghasutnya." (Muslim)

7. Dari Abu Darda ´ ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al Kahfi, maka ia akan terjaga dari dajal." Dalam riwayat lain, "...sepuluh ayat terakhir dari surah Al-Kahf..." (Muslim)

8. Dari Abu Said Al Khudri ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Barangsiapa membaca surah Al Kahfi pada hari Jumat, maka dia akan diterangi cahaya antara dua Jum ´at." (Hakim dan Baihaqi. Hadis ini adalah hadis sahih)

9. Dari Ibnu Masud ra., ia berkata, "Rasulullah SAW. bersabda, "Surah Tabarak (Al Mulk) adalah penjaga dari azab kubur.". (Hakim dan Abu Naim, Hadis di atas adalah hadis sahih)

10. Dari Ibnu Umar ra., dia berkata, "Rasulullah SAW. bersabda, "Siapa yang suka melihat saya di hari kiamat dengan sebenar-benar penglihatan, maka hendaklah ia membaca surah At Takwiir, Al Infithaar dan Al Insyiqaq." (Ahmad, Tirmizi dan Hakim)

11. Dari Abu Said Al Khudri ra. bahwa Rasulullah SAW. bersabda tentang Qul Huwallahu Ahad, "Demi Allah ~Yang diriku berada di dalam genggamanNya~, sesungguhnya ia (Al Ikhlash) menyamai sepertiga Al Qur´an. "Pada riwayat lain, Rasulullah SAW. bersabda kepada para sahabatnya, "Adakah di antara kamu yang tidak sanggup membaca sepertiga Al Qur´an dalam satu malam?" Hal ini memang berat bagi mereka, lalu mereka bertanya, "Siapakah di antara kami yang mampu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Qul Huwallahu Ahad Allahush-Shamad, adalah sepertiga Al Qur´an." (Bukhari)

12. Dari Muaz bin Anas ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Siapa yang membaca Qul Huwallahu Ahad sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangun rumah baginya di surga." (Ahmad)

13. Dari ´Uqbah bin ´Amir ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Adakah kau lihat ayat-ayat yang diturunkan pada malam ini dan selainnya tidak dapat dilihat sepertinya?, dialah, ´Qul a´udzu birabbil falaq´ dan ´Qul a´udzu birabbin-naas´. (Muslim)

14. Dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW. apabila akan berangkat tidur setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, kemudian meniupkannya seraya membaca surah Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Naas. Kemudian beliau mengusapkannya ke seluruh tubuhnya, sebatas yang bisa dicapai. Dimulai dari kepala, lalu wajah, kemudian bagian depan dari badan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali. (Disepakati oleh Bukhari dan Muslim)

15. Kami diceritai oleh Abdullah bin Yusuf : Kami diberitahu oleh Malik dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari ´Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW. bila merasa sakit beliau membaca sendiri Al Mu´awwizaat ´ (Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Naas) kemudian meniupkannya. Apabila rasa sakitnya bertambah saya yang membacanya kemudian saya usapkan ke tangannya mengharap keberkatan darinya." (Bukhari)





Dikirim pada 01 Juli 2010 di Uncategories

Coba kita renungkan beberapa pertanyaan berikut. Pertama, pernahkah kita merasa berat atau malas ketika hendak melaksanakan sholat ? Mungkin jawabannya adalah “Pernah”. Lalu, pernahkah kita meninggalkan sholat fardhu yang diwajibkan kepada seluruh umat Islam yang telah baligh.? Jawabannya mungkin “Pernah”, atau bahkan mungkin “Sering”. Dan yang ketiga adalah pernahkah kita memikirkan apa yang telah ALLAH SWT siapkan sebagai imbalan atas ibadah sholat kita ? Mungkin jawabannya adalah “Sering”“Sering”, atau bahkan mungkin “Tidak pernah”..

Sebenarnya, sholat itu bukanlah perkara yang berat untuk dikerjakan. Untuk mengerjakan sholat, seseorang tidak harus membanting tulang dan atau memeras keringat terlebih dahulu. Mengerjakan sholat juga tidak harus menyiapkan waktu yang panjang. Intinya, mengerjakan sholat itu bukanlah sebuah pekerjaan yang akan melelahkan atau menyedot sebagian atau seluruh energi kita. Justru dengan sholat inilah, jiwa dan raga kita yang telah letih karena seharian bekerja akan beristirahat dan mengumpulkan energinya kembali. Dengan sholat, pikiran yang kusut akan kembali fresh.

Aneh rasanya, jika kita telah mengetahui bahwa sholat adalah salah satu ibadah wajib yang diperintahkan oleh ALLAH SWT namun kita berani meninggalkannya. Seandainya saja semua manusia itu mengerti bahwa perintah sholat adalah perintah yang akan memberikannya ganjaran yang tidak terkira besarnya, niscaya mereka akan sangat menyesal karena telah mengabaikan atau meremehkan perintah sholat ini.

Sesungguhnya, tidaklah ALLAH SWT menciptakan sesuatu atau menetapkan sesuatu melainkan dengan alasan atau tujuan yang haq. Alasan atau tujuan yang dapat secara langsung di inderai, maupun alasan atau tujuan yang tidak bisa dicapai oleh logika manusia, yang menjadi rahasia ALLAH SWT dan akan diberikan hanya kepada umat-NYA yang senantiasa menunaikan ibadah sholat dengan ikhlas dan khusyuk.

Salah satu rahasia ALLAH SWT mengenai ibadah sholat adalah ketika ALLAH SWT selesai menciptakan malaikat Jibril dengan bentuk yang cantik, dan ALLAH SWT menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (pendapat lain menyatakan 124, 000 sayap). Setelah memandangi dirinya yang tampak begitu indah dan sempurna, maka malaikat Jibril pun berkata kepada ALLAH SWT :

"Wahai Rabb-ku, apakah ENGKAU menciptakan makhluk lain yang lebih baik daripada aku ?."

Kemudian Allah SWT pun menjawab pertanyaan malaikat Jibril, "Tidak"

Mendengar jawaban ALLAH SWT, maka malaikat Jibril pun berdiri dan melakukan shoalt dua rakaat untuk bersyukur kepada ALLAH SWT. Pada setiap rakaat sholat yang dikerjakan oleh malaikat Jibril menghabiskan masa selama 20.000 tahun lamanya.

Setelah malaikat Jibril selesai melaksanakan sholatnya, kemudian ALLAH SWT pun berfirman kepadanya, “Wahai Jibril, kamu telah menyembah Aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepada-KU seperti ibadah yang kamu lakukan, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia, yang paling Aku cintai, ia bernama Muhammad. Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa. Seandainya mereka mengerjakan sholat dua rakaat walau hanya sebentar, dan dalam keadaan lupa serta serba kurang, dengan pikiran yang melayang-layang dan dosa merekapun besar, maka demi kumuliaan-Ku dan ketinggian-KU, sesungguhnya sholat mereka itu lebih AKU sukai daripada sholatmu. Hal tersebut karena mereka telah mengerjakan sholat itu atas perintah-Ku sedangkan sholat kamu bukan atas perintah-KU”.

Setelah mendengar hal tersebut, Jibril pun kembali bertanya kepada ALLAH SWT: "Ya Rabb-ku, apakah yang ENGKAU berikan kepada mereka sebagai ganjaran atas ibadah mereka kepada-MU ?"

Maka ALLAH SWT berfirman yang artinya, "Ya Jibril, akan Aku berikan surga Ma’’waa sebagai tempat tinggal mereka...". Malaikat Jibril kemudian meminta izin kepada ALLAH SWT untuk melihat surga Ma’wa tersebut.

Setelah ALLAH SWT memberikan izin kepadanya, maka malaikat Jibril pun langsung mengembangkan sayapnya dan terbang menuju surga Ma’wa tersebut. Satu kepakan sayap malaikat Jibril adalah sama dengan jarak perjalanan selama 3000 tahun. Dan terbanglah malaikat Jibril selama 300 tahun perjalanan. Setelah menempuh 300 tahun perjalanan, malaikat Jibril akhirnya kelelahan dan turun untuk singgah dan berteduh di bawah sebuah pohon. Di sana ia bersujud kepada ALLAH SWT seraya berkata: "Ya Rabb-ku, apakah aku telah menempuh setengah, atau sepertiga, atau seperempat dari perjalanan menuju surga Ma’wa ?".

Maka ALLAH SWT pun berfirman, "Wahai Jibril, meskipun kamu mampu terbang selama 3000 tahun dan meskipun AKU memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, niscaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan....."

Subhanallah…

Betapa ALLAH SWT telah mempersiapkan bingkisan yang sangat indah dan bernilai tinggi bagi orang-orang yang senantiasa mengerjakan sholat dan beribadah hanya kepada-NYA saja. Bahkan malaikat sebagai makhluk yang paling taat pun tidak dapat melihat atau mencapainya. Betapa bodoh dan hinanya kita yang telah menyepelekan perintah sholat, yang di dalamnya terdapat nikmat yang sangat luar biasa.

Melalui artikel ini, semoga dapat membukakan hati kita untuk senantiasa menunaikan ibadah sholat dan ibadah-ibadah lainnya dengan tulus dan ikhlas. Karena sebagaimana halnya sholat, dibalik seluruh perintah ALLAH SWT dan seluruh ibadah kepada-NYA pastilah tersimpan rahasia besar yang insya ALLAH akan membawa kita kepada kemuliaan di dunia dan di akhirat.



Sumber : http://www.syahadat.com/renungan







Dikirim pada 29 Juni 2010 di Uncategories
27 Jun


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

HP saat ini sudah merupakan barang yang sangat dekat dengan manusia. Bahkan lebih penting daripada makan mungkin, mending gak makan daripada gak beli pulsa(namun tidak semua orang)

Risiko penyakit yang diprediksi bisa muncul penggunaan Ponsel dalam jangka waktu 10 tahun dengan intensitas penggunaan yang sering adalah glioma atau tumor otak (60 persen), tumor kelenjar ludah (50 persen), migrain dan vertigo (10-20 persen).

Pada tahun 2008, parlemen di Eropa pernah melakukan resolusi untuk mengembangkan radiasi ponsel yang lebih kecil namun aturan itu hingga kini belum bisa diaplikasikan. Untuk itu, satu-satunya langkah mengurangi radiasi tersebut adalah dengan menjauhkannya sebisa mungkin dengan organ tubuh.

“Sebaiknya gunakan speaker daripada mendekatkan ponsel ke telinga. Jarak otak dan telinga yang dekat akan membuat radiasinya cepat masuk ke otak. Menggunakan speaker bisa menjauhkan jarak radiasi hingga 15 inci dan mengurangi RF ke otak hingga 1/225th,” ujar Dr. Andrew Weil seperti dilansir Huffington Post, Senin (12/10/2009).

Selain itu, Andrew pun menyarankan agar:

1. Menggunakan telepon umum (biasa) jika ingin berbicara cukup panjang

2. Jika tidak memungkinkan memakai speaker, gunakan headset untuk menjauhkan radiasi dari tubuh

3. Tidak meletakkan handphone dalam satu ranjang ketika sedang tidur

4. Cari tahu berapa jumlah RF dari ponsel dengan menggunakan metode Specific Absorption Rate atau SAR. Di Amerika, SAR yang diperbolehkan adalah 1,6 watt per kilogram dan setiap ponsel memiliki SAR yang berbeda-beda.

5. Setiap perusahaan ponsel memberi keterangan label emisi radiasi pada ponselnya agar konsumen bisa lebih mengantisipasi bahayanya

Sumber: Detik.com









Dikirim pada 27 Juni 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Tak ada asap kalau tak ada api
Pertengkaran ini tak haruslah terjadi bunga
Bila kau tak memulainya....
Maafkan..maafkanlah aku

Aku bukanlah lelaki yg sempurna
Tapi aku berusaha mencintaimu dgn sempurna
Sesempurna bintang di langit
Sesempurna rumus pythagoras

Aku hanyalah lelaki biasa
Yang penuh dengan kekurangan
Penuh dengan noda dan dosa
Dan penuh dengan debu dan kotoran
Namun aku berusaha sebisa mungkin
Tuk menjadi yg terbaik di hatimu

Dan aku juga bukanlah orang baik
Seperti yang orang bilang
Aku hanyalah lelaki yang ingin baik
Itu sajah tidak kurang tidak lebih

Percayalah kupu-kupu cantikku
Aku akan selalu menyinarimu
Juga menjagamu.......
Kemanapun kau melangkah....
Ketika kau bahagia aku pun ikut bahagia
Ketika kau sedih atau terluka
Akupun ikut merasakannya
Karena hatiku sudah kutitipkan kepadamu

Duhai separuh nafasku...
Jagalah hatiku dengan sebaik2nya
Sebagaimana engkau menjaga sholat duhamu
Dan jaga juga rasa cinta,sayang dan rinduku padamu
Sebagaimana engkau menjaga auratmu

My heart.....
Kuharap kau baik2 sajah disana
Percayalah.....
Ketika kau merindukanku setengah mati kepadaku
akupun merasakan hal yg sama denganmu
Rindumu adalah rinduku...
Air matamu adalah air mataku juga
Walau jarak memisahkan kita berdua
Namun hati kita selalu bersama

Jika kau menjadi bintang di langit
jadilah bintang yg paling terang
Jika kau menjadi kupu-kupu
Jadilah kupu2 yg anggun dan menawan hati
Jika kau menjadi pohon
Jadilah pohon yg bermanfaat dan berbuah
Jika kau menjadi muslimah
Jadilah muslimah yg baik,rajin,ramah,sopan dan santun
Dan jika kau telah mengenal diriku yg lemah ini
Jadilah yg terbaik dan terindah di hatiku
Untuk saat ini dan selamanya.................

Siapapun dirimu wanita.....
Dan bagaimanapun bentuk fisik dan rupa wajahmu
Aku akan mencintai dan menyayangimu karena Allah







Dikirim pada 27 Juni 2010 di Coretan isi hati

Seperti biasa setiap hari jum`at pasti hampir semua laki-laki muslim rame-rame menuju ke masjid. Begitu juga dengan pegawai suatu PT di ibukota. Karena pulang kerja sudah mepet waktu dhuhur maka semua karyawan melaksanakan jum`atan di masjid perusahaan. Kebetulan ada salah satu karyawan yang menjadi ustadz sehingga beliau yang selalu mengisi khutbah.

Seperti kebanyakan masjid di Indonesia pasti ada kotak amal yang berkeliling menjemput amal dari para jama`ah. Dan dipastikan setiap jama`ah pasti berfastabiqull khoirot untuk mengamalkan sedikit hartanya.

Pas giliran kotak amal tiba disamping seorang wakil direktur , kebetulan disamping wakil direktur tersebut adalah seorang tukang sapu di perusahaan tersebut. Tanpa sengaja dia melihat tukang sapu tadi memasukkan uang 5 ribu ke kotak amal tersebut.

Semula seorang wakil direktur tadi mau mengamal 5 ribu juga, tapi setelah melihat tukang sapu tadi yang gajinya jauh di bawahnya berani mengamal segitu, sejenak berfikir “mau masuk surga kok cuma 5 ribu dapat surga apa?” bisiknya dalam hati

Kalau gaji saya 10 kali lipat dari tukang sapu, kenapa amal saya tidak 10 kali lipat juga, kan amal itu tidak akan hilang dan malah dilipat gandakan oleh Allah SWT. Maka diambillah uang seratus ribuan di dalam dompetnya. Dan itu rutinitas setiap hari jum`at.

seiring dengan perkembangan perusahaan, maka gaji para karyawanpun juga naik. Kembali dia melihat si tukang sapu karena gajinya naik sebagai rasa syukur dia mengamal 10 ribu, tak kalah ketinggalan wakil direktur tadi mengamal 200 ribu tiap jum`atnya.

Subhanallah memang luar biasa,sesuatu terjadi, gajinya senantiasa meningkat dan kebutuhan rumah tangga selalu terpenuhi, keluarga senantiasa sehat, tidak seperti sebelumnya walau seorang wakil direktur tapi sering kekurangan untuk kebutuhan dan keluarga sering sakit. Subhanallah amal itu memang membuahkan surga baik di dunia maupun di akherat. Janji Allah itu sangatlah pasti.

written by masedys






Dikirim pada 26 Juni 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik? Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.” Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama. Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya. Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.

Budha Gautama pernah mengatakan, ”Keinginan-keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan.” Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.

Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana. Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.

Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam.

1. Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan.

Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain. Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!

2. Kunci kedua adalah bersyukur dan Ikhlas dalam berbuat.

Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah dengan penuh keikhlasan. Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.

Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah dengan keikhlasan. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.

3. Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil.

Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.

Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ”agak besar.” Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup





Dikirim pada 21 Juni 2010 di Uncategories

Kita hidup di zaman yang mengajarkan pergaulan bebas, menonjolkan aurat, dan mempertontonkan perzinaan. Bila mereka berani kepada Allah dengan melakukan tindakan yang tidak hanya merusak diri, melainkan juga menghancurkan institusi rumah tangga, mengapa kita takut untuk mentaati Allah dengan membangun rumah tangga yang kokoh? Bila kita beralasan ada resiko yang harus dipikul setelah menikah, bukankah perzinaan juga punya segudang resiko? Bahkan resikonya lebih besar. Bukankankah melajang ada juga resikonya?

Hidup, bagaimanapun adalah sebuah resiko. Mati pun resiko. Yang tidak ada resikonya adalah bahwa kita tidak dilahirkan ke dunia. Tetapi kalau kita berpikir bagaimana lari dari resiko, itu pemecahan yang mustahil. Allah tidak pernah mengajarkan kita agar mencari pemecahan yang mustahil. Bila ternyata segala sesuatu ada resikonya, maksiat maupun taat, mengapa kita tidak segera melangkah kepada sikap yang resikonya lebih baik? Sudah barang tentu bahwa resiko pernikahan lebih baik daripada resiko pergaulan bebas (baca: zina). Karenanya Allah mengajarkan pernikahan dan menolak perzinaan.

Saya sering ngobrol, dengan kawaan-kawan yang masih melajang, padahal ia mampu untuk menikah. Setelah saya kejar alasannya, ternyata semua alasan itu tidak berpijak pada fondasi yang kuat: ada yang beralasan untuk mengumpulkan bekal terlebih dahulu, ada yang beralasan untuk mencari ilmu dulu, dan lain sebagainya. Berikut ini kita akan mengulas mengenai mengapa kita harus segera menikah? Sekaligus di celah pembahasan saya akan menjawab atas beberapa alasan yang pernah mereka kemukakan untuk membenarkan sikap.

Menikah itu Fitrah

Allah Taala menegakkan sunnah-Nya di alam ini atas dasar berpasang-pasangan. Wa min kulli syai’in khalaqnaa zaujain, dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan (Adz-Dzariyaat: 49). Ada siang ada malam, ada laki ada perempuan. Masing-masing memerankan fungsinya sesuai dengan tujuan utama yang telah Allah rencanakan. Tidak ada dari sunnah tersebut yang Allah ubah, kapanpun dan di manapun berada. Walan tajida lisunnatillah tabdilla, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah (Al-Ahzab: 62). Walan tajida lisunnatillah tahwiila, dan kamu tidak akan mendapati perubahan bagi ketetapan kami itu. (Al-Isra: 77)

Dengan melanggar sunnah itu berarti kita telah meletakkan diri pada posisi bahaya. Karena tidak mungkin Allah meletakkan sebuah sunnah tanpa ada kesatuan dan keterkaitan dengan sIstem lainnya yang bekerja secara sempurna secara universal.

Manusia dengan kecanggihan ilmu dan peradabannya yang dicapai, tidak akan pernah mampu menggantikan sunnah ini dengan cara lain yang dikarang otaknya sendiri. Mengapa? Sebab, Allah swt. telah membekali masing-masing manusia dengan fitrah yang sejalan dengan sunnah tersebut. Melanggar sunnah artinya menentang fitrahnya sendiri.

Bila sikap menentang fitrah ini terus-menerus dilakukan, maka yang akan menanggung resikonya adalah manusia itu sendiri. Secara kasat mata, di antara yang paling tampak dari rahasia sunnah berpasang-pasangan ini adalah untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia dari masa ke masa sampai titik waktu yang telah Allah tentukan. Bila institusi pernikahan dihilangkan, bisa dipastikan bahwa mansuia telah musnah sejak ratusan abad yang silam.

Mungkin ada yang nyeletuk, tapi kalau hanya untuk mempertahankan keturunan tidak mesti dengan cara menikah. Dengan pergaulan bebas pun bisa. Anda bisa berkata demikian. Tetapi ada sisi lain dari fitrah yang juga Allah berikan kepada masing-masing manusia, yaitu: cinta dan kasih sayang, mawaddah wa rahmah. Kedua sisi fitrah ini tidak akan pernah mungkin tercapai dengan hanya semata pergaulan bebas. Melainkan harus diikat dengan tali yang Allah ajarkan, yaitu pernikahan. Karena itulah Allah memerintahkan agar kita menikah. Sebab itulah yang paling tepat menurut Allah dalam memenuhi tuntutan fitrah tersebut. Tentu tidak ada bimbingan yang lebih sempurna dan membahagiakan lebih dari daripada bimbingan Allah.

Allah berfirman fankihuu, dengan kata perintah. Ini menunjukan pentingnya hakikat pernikahan bagi manusia. Jika membahayakan, tidak mungkin Allah perintahkan. Malah yang Allah larang adalah perzinaan. Walaa taqrabuzzina, dan janganlah kamu mendekati zina (Al-Israa: 32). Ini menegaskan bahwa setiap yang mendekatkan kepada perzinaan adalah haram, apalagi melakukannya. Mengapa? Sebab Allah menginginkan agar manusia hidup bahagia, aman, dan sentosa sesuai dengan fitrahnya.

Mendekati zina dengan cara apapun, adalah proses penggerogotan terhadap fitrah. Dan sudah terbukti bahwa pergaulan bebas telah melahirkan banyak bencana. Tidak saja pada hancurnya harga diri sebagai manusia, melainkan juga hancurnya kemanusiaan itu sendiri. Tidak jarang kasus seorang ibu yang membuang janinnya ke selokan, ke tong sampah, bahkan dengan sengaja membunuhnya, hanya karena merasa malu menggendong anaknya dari hasil zina.

Perhatikan bagaimanan akibat yang harus diterima ketika institusi pernikahan sebagai fitrah diabaikan. Bisa dibayangkan apa akibat yang akan terjadi jika semua manusia melakukan cara yang sama. Ustadz Fuad Shaleh dalam bukunya liman yuridduz zawaj mengatakan, “Orang yang hidup melajang biasanya sering tidak normal: baik cara berpikir, impian, dan sikapnya. Ia mudah terpedaya oleh syetan, lebih dari mereka yang telah menikah.”

Menikah Itu Ibadah

Dalam surat Ar-Rum: 21, Allah menyebutkan pentingnya mempertahankan hakikat pernikahan dengan sederet bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam semesta. Ini menunjukkan bahwa dengan menikah kita telah menegakkan satu sisi dari bukti kekusaan Allah swt. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. lebih menguatkan makna pernikahan sebagai ibadah, “Bila seorang menikah berarti ia telah melengkapi separuh dari agamanya, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah pada paruh yang tersisa.” (HR. Baihaqi, hadits Hasan)

Belum lagi dari sisi ibadah sosial. Dimana sebelum menikah kita lebih sibuk dengan dirinya, tapi setelah menikah kita bisa saling melengkapi, mendidik istri dan anak. Semua itu merupakan lapangan pahala yang tak terhingga. Bahkan dengan menikah, seseorang akan lebih terjaga moralnya dari hal-hal yang mendekati perzinaan. Alquran menyebut orang yang telah menikah dengan istilah muhshan atau muhshanah (orang yang terbentengi). Istilah ini sangat kuat dan menggambarkan bahwa kepribadian orang yang telah menikah lebih terjaga dari dosa daripada mereka yang belum menikah.

Bila ternyata pernikahan menunjukkan bukti kekuasan Allah, membantu tercapainya sifat takwa. dan menjaga diri dari tindakan amoral, maka tidak bisa dipungkiri bahwa pernikahan merupakan salah satu ibadah yang tidak kalah pahalanya dengan ibadah-ibadah lainnya. Jika ternyata Anda setiap hari bisa menegakkan ibadah shalat, dengan tenang tanpa merasa terbebani, mengapa Anda merasa berat dan selalu menunda untuk menegakkan ibadah pernikahan, wong ini ibadah dan itupun juga ibadah.

Pernikahan dan Penghasilan

Seringkali saya mendapatkan seorang jejaka yang sudah tiba waktu menikah, jika ditanya mengapa tidak menikah, ia menjawab belum mempunyai penghasilan yang cukup. Padahal waktu itu ia sudah bekerja. Bahkan ia mampu membeli motor dan HP. Tidak sedikit dari mereka yang mempunyai mobil. Setiap hari ia harus memengeluarkan biaya yang cukup besar dari penggunakan HP, motor, dan mobil tersebut. Bila setiap orang berpikir demikian apa yang akan terjadi pada kehidupan manusia?

Saya belum pernah menemukan sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw. melarang seorang sahabatnya yang ingin menikah karena tidak punya penghasilan. Bahkan dalam beberapa riwayat yang pernah saya baca, Rasulullah saw. bila didatangi seorang sahabatnya yang ingin menikah, ia tidak menanyakan berapa penghasilan yang diperoleh perbulan, melainkan apa yang ia punya untuk dijadikan mahar. Mungkin ia mempunyai cincin besi? Jika tidak, mungkin ada pakaiannya yang lebih? Jika tidak, malah ada yang hanya diajarkan agar membayar maharnya dengan menghafal sebagian surat Alquran.

Apa yang tergambar dari kenyatan tersebut adalah bahwa Rasulullah saw. tidak ingin menjadikan pernikahan sebagai masalah, melainkan sebagai pemecah persoalan. Bahwa pernikahan bukan sebuah beban, melainkan tuntutan fitrah yang harus dipenuhi. Seperti kebutuhan Anda terhadap makan, manusia juga butuh untuk menikah. Memang ada sebagian ulama yang tidak menikah sampai akhir hayatnya seperti yang terkumpul dalam buku Al-ulamaul uzzab alladziina aatsarul ilma ‘alaz zawaj. Tetapi, itu bukan untuk diikuti semua orang. Itu adalah perkecualian. Sebab, Rasulullah saw. pernah melarang seorang sahabatanya yang ingin hanya beribadah tanpa menikah, lalu menegaskan bahwa ia juga beribadah tetapi ia juga menikah. Di sini jelas sekali bagaimana Rasulullah saw. selalu menuntun kita agar berjalan dengan fitrah yang telah Allah bekalkan tanpa merasakan beban sedikit pun.

Memang masalah penghasilan hampir selalu menghantui setiap para jejaka muda maupun tua dalam memasuki wilayah pernikahan. Sebab yang terbayang bagi mereka ketika menikah adalah keharusan membangun rumah, memiliki kendaraan, mendidik anak, dan seterusnya di mana itu semua menuntut biaya yang tidak sedikit. Tetapi kenyataannya telah terbukti dalam sejarah hidup manusia sejak ratusan tahun yang lalu bahwa banyak dari mereka yang menikah sambil mencari nafkah. Artinya, tidak dengan memapankan diri secara ekonomi terlebih dahulu. Dan ternyata mereka bisa hidup dan beranak-pinak. Dengan demikian kemapanan ekonomi bukan persyaratan utama bagi sesorang untuk memasuki dunia pernikahan.

Mengapa? Sebab, ada pintu-pintu rezeki yang Allah sediakan setelah pernikahan. Artinya, untuk meraih jatah rezki tersebut pintu masuknya menikah dulu. Jika tidak, rezki itu tidak akan cair. Inilah pengertian ayat iyyakunu fuqara yughnihimullahu min fadhlihi wallahu waasi’un aliim, jika mereka miskin Allah akan mampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha mengetahui (An-Nur: 32). Ini adalah jaminan langsung dari Allah, agar masalah penghasilan tidak dikaitkan dengan pernikahan. Artinya, masalah rezki satu hal dan pernikahan hal yang lain lagi.

Abu Bakar Ash-Shidiq ketika menafsirkan ayat itu berkata, “Taatilah Allah dengan menikah. Allah akan memenuhi janjinya dengan memberimu kekayaan yang cukup.” Al-Qurthubi berkata, “Ini adalah janji Allah untuk memberikan kekayaan bagi mereka yang menikah untuk mencapai ridha Allah, dan menjaga diri dari kemaksiatan.” (lihat Tafsirul Quthubi, Al Jami’ liahkamil Qur’an juz 12 hal. 160, Darul Kutubil Ilmiah, Beirut).

Rasulullah saw. pernah mendorong seorang sahabatnya dengan berkata, “Menikahlah dengan penuh keyakinan kepada Allah dan harapan akan ridhaNya, Allah pasti akan membantu dan memberkahi.” (HR. Thabarni). Dalam hadits lain disebutkan: Tiga hal yang pasti Allah bantu, di antaranya: “Orang menikah untuk menjaga diri dari kemaksiatan.” (HR. Turmudzi dan Nasa’i)

Imam Thawus pernah berkata kepada Ibrahim bin Maysarah, “Menikahlah segera, atau saya akan mengulang perkataan Umar Bin Khattab kepada Abu Zawaid: Tidak ada yang menghalangimu dari pernikahaan kecuali kelemahanmu atau perbuatan maksiat.” (lihat Siyar A’lamun Nubala’ oleh Imam Adz Dzahaby). Ini semua secara makna menguatkan pengertian ayat di atas. Di mana Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang bertakwa kepada Allah dengan membangun pernikahan.

Persoalannya sekarangan, mengapa banyak orang berkeluarga yang hidup melarat? Kenyataan ini mungkin membuat banyak jejaka berpikir dua kali untuk menikah. Dalam masalah nasib kita tidak bisa mengeneralisir apa yang terjadi pada sebagian orang. Sebab, masing-masing ada garis nasibnya. Kalau itu pertanyaanya, kita juga bisa bertanya: mengapa Anda bertanya demikian? Bagaimana kalau Anda melihat fakta yang lain lagi bahwa banyak orang yang tadinya melarat dan ternyata setelah menikah hidupnya lebih makmur? Dari sini bahwa pernikahan bukan hambatan, dan kemapanan penghasilan bukan sebuah persyaratan utama.

Yang paling penting adalah kesiapan mental dan kesungguhan untuk memikul tanggung jawab tersebut secara maksimal. Saya yakin bahwa setiap perbuatan ada tanggung jawabnya. Berzina pun bukan berarti setelah itu selesai dan bebas tanggungjawab. Melainkan setelah itu ia harus memikul beban berat akibat kemaksiatan dan perzinaan. Kalau tidak harus mengasuh anak zina, ia harus menanggung dosa zina. Keduanya tanggung jawab yang kalau ditimbang-timbang, tidak kalah beratnya dengan tanggung jawab pernikahan.

Bahkan tanggung jawab menikah jauh lebih ringan, karena masing-masing dari suami istri saling melengkapi dan saling menopang. Ditambah lagi bahwa masing-masing ada jatah rezekinya yang Allah sediakan. Tidak jarang seorang suami yang bisa keluar dari kesulitan ekonomi karena jatah rezeki seorang istri. Bahkan ada sebuah rumah tangga yang jatah rezekinya ditopang oleh anaknya. Perhatikan bagaimana keberkahan pernikahan yang tidak hanya saling menopang dalam mentaati Allah, melainkan juga dalam sisi ekonomi.

Pernikahan dan Menuntut Ilmu

Seorang kawan pernah mengatakan, ia ingin mencari ilmu terlebih dahulu, baru setelah itu menikah. Anehnya, ia tidak habis-habis mencari ilmu. Hampir semua universitas ia cicipi. Usianya sudah begitu lanjut. Bila ditanya kapan menikah, ia menjawab: saya belum selesai mencari ilmu.

Ada sebuah pepatah diucapkan para ulama dalam hal mencari ilmu: lau anffaqta kullaha lan tashila illa ilaa ba’dhiha, seandainya kau infakkan semua usiamu –untuk mencari ilmu–, kau tidak akan mendapatkannya kecuali hanya sebagiannya. Dunia ilmu sangat luas. Seumur hidup kita tidak akan pernah mampu menelusuri semua ilmu. Sementara menikah adalah tuntutan fitrah. Karenanya, tidak ada aturan dalam Islam agar kita mencari ilmu dulu baru setelah itu menikah.

Banyak para ulama yang menikah juga mencari ilmu. Benar, hubungan mencari ilmu di sini sangat berkait erat dengan penghasilan. Tetapi banyak sarjana yang telah menyelesaikan program studinya bahkan ada yang sudah doktor atau profesor, tetapi masih juga pengangguran dan belum mendapatkan pekerjaan. Artinya, menyelesaikan periode studi juga bukan jaminan untuk mendapatkan penghasilan. Sementara pernikahan selalu mendesak tanpa semuanya itu. Di dalam Alquran maupun Sunnah, tidak ada tuntunan keharusan menunda pernikahan demi mencari ilmu atau mencari harta. Bahkan, banyak ayat dan hadits berupa panggilan untuk segera menikah, terlepas apakah kita sedang mencari ilmu atau belum mempunyai penghasilan.

Berbagai pengalaman membuktikan bahwa menikah tidak menghalangi seorang dalam mencari ilmu. Banyak sarjana yang berhasil dalam mencari ilmu sambil menikah. Begitu juga banyak yang gagal. Artinya, semua itu tergantung kemauan orangnya. Bila ia menikah dan tetap berkemauan tinggi untuk mencari ilmu, ia akan berhasil. Sebaliknya, jika setelah menikah kemauannya mencari ilmu melemah, ia gagal. Pada intinya, pernikahan adalah bagian dari kehidupan yang harus juga mendapatkan porsinya. Perjuangan seseorang akan lebih bermakna ketika ia berjuang juga menegakkan rumah tungga yang Islami.

Rasulullah saw. telah memberikan contoh yang sangat mengagumkan dalam masalah pernikahan. Beliau menikah dengan sembilan istri. Padahal beliau secara ekonmi bukan seorang raja atau konglomerat. Tetapi semua itu Rasulullah jalani dengan tenang dan tidak membuat tugas-tugas kerasulannya terbengkalai. Suatu indikasi bahwa pernikahan bukan hal yang harus dipermasalahkan, melainkan harus dipenuhi. Artinya, seorang yang cerdas sebenarnya tidak perlu didorong untuk menikah, sebab Allah telah menciptakan gelora fitrah yang luar biasa dalam dirinya. Dan itu tidak bisa dipungkiri. Masing-masing orang lebih tahu dari orang lain mengenai gelora ini. Dan ia sendiri yang menanggung perih dan kegelisahan gelora ini jika ia terus ditahan-tahan.

Untuk memenuhi tuntutan gelora itu, tidak mesti harus selesai study dulu. Itu bisa ia lakukan sambil berjalan. Kalaupun Anda ingin mengambil langkah seperti para ulama yang tidak menikah (uzzab) demi ilmu, silahkan saja. Tetapi apakah kualitas ilmu Anda benar-benar seperti para ulama itu? Jika tidak, Anda telah rugi dua kali: ilmu tidak maksimal, menikah juga tidak. Bila para ulama uzzab karena saking sibuknya dengan ilmu sampai tidak sempat menikah, apakah Anda telah mencapai kesibukan para ulama itu sehingga Anda tidak ada waktu untuk menikah? Dari sini jika benar-benar ingin ikut jejak ulama uzzab, yang diikuti jangan hanya tidak menikahnya, melainkan tingkat pencapaian ilmunya juga. Agar seimbang.

Kesimpulan

Sebenarnya pernikahan bukan masalah. Menikah adalah jenjang yang harus dilalui dalam kondisi apapun dan bagaimanapun. Ia adalah sunnatullah yang tidak mungkin diganti dengan cara apapun. Bila Rasulullah menganjurkan agar berpuasa, itu hanyalah solusi sementara, ketika kondisi memang benar-benar tidak memungkinkan. Tetapi dalam kondisi normal, sebenarnya tidak ada alasan yang bisa dijadikan pijakan untuk menunda pernikahan.

Agar pernikahan menjadi solusi alternatif, mari kita pindah dari pengertian “pernikahan sebagai beban” ke “pernikahan sebagai ibadah”. Seperti kita merasa senang menegakkan shalat saat tiba waktunya dan menjalankan puasa saat tiba Ramadhan, kita juga seharusnya merasa senang memasuki dunia pernikahan saat tiba waktunya dengan tanpa beban. Apapun kondisi ekonomi kita, bila keharusan menikah telah tiba “jalani saja dengan jiwa tawakkal kepada Allah”. Sudah terbukti, orang-orang bisa menikah sambil mencari nafkah. Allah tidak akan pernah membiarkan hambaNya yang berjuang di jalanNya untuk membangun rumah tangga sejati.

Perhatikan mereka yang suka berbuat maksiat atau berzina. Mereka begitu berani mengerjakan itu semua padahal perbuatan itu tidak hanya dibenci banyak manusia, melainkan lebih dari itu dibenci Allah. Bahkan Allah mengancam mereka dengan siksaan yang pedih. Melihat kenyataan ini, seharusnya kita lebih berani berlomba menegakkan pernikahan, untuk mengimbangi mereka. Terlebih Allah menjanjikan kekayaan suatu jaminan yang luar biasa bagi mereka yang bertakwa kepada-Nya dengan membangun pernikahan. Wallahu a’lam bishshawab.

Dikirim pada 19 Juni 2010 di Uncategories
18 Jun

Seorang sahabat Nabi s.a.w bernama Anas b. Malik telah meriwayatkan satu hadis Nabi s.a.w yg menceritakan mengenai pertanyaan-pertanyaan iblis kepada Allah s.w.t tentang banyak perkara.

1. Iblis bertanya kepada Allah s.w.t: " Ya Tuhanku! Engkau telah memberikan kepada anak Adam itu tempat tinggal, yaitu rumah untuk berzikir kepadaMu.Tunjukkanlah kepadaku tempat kediamanku." Firman Allah s.w.t yang bermaksud: "Wahai iblis! tempat kediamanmu ialah bilik air(tandas). "

2. Iblis berkata:"Ya Tuhanku! Engkau telah memberikan kepada anak adam itu tempat mereka berkumpul (masjid,surau) , dimanakah tempat bagiku berkumpul?." Firman Allah s.w.t yg bermaksud: "Wahai iblis! tempatmu berkumpul ialah di pasar-pasar, tampat-tempat hiburan ( pusat membelibelah, kelab malam, pesta-pesta, majlis maksiat) dan sebagainya."

3. Iblis berkata lagi:"Ya Tuhanku! Engkau telah memberikan mereka anak Adam itu kitab untuk mereka membacanya. Tunjukkanlah padaku apakah bahan bacaanku?" Firman Allah s.w.t yang bermaksud:" Wahai Iblis, bahan bacaanmu ialah syair (sajak/lagu/ puisi yang melalaikan manusia dari mengingati Tuhan).

4. Iblis berkata:"Wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan mereka cerita-cerita (kata-kata benar), apakah cerita-cerita bagiku?". Firman Allah s.w.t yang bermaksud: " cerita-cerita bagimu adalah kata-kata dusta ( bohong atau yng berkaitan dengannya)"

5. Iblis bertanya lagi: "Wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan azan kepada anak Adam untuk mengajak atau mengumpulkan orang datang bersembahyang berjemaah, apakah azanku untuk mengumpul orang?". Firman Allah s.w.t yang bermaksud: "wahai iblis, azan untuk mu ialah seruling."

6. Tanya iblis lagi:"Ya Tuhanku! Engkau telah mengutus para utusanmu (para nabi dan rasul) kepada anak Adam, siapakah yang menjadi utusan bagiku?". Firman Allah s.w.t yang bermaksud:" Wahai iblis para utusanmu ialah terdiri dari dukun (peramal nasib), ataupun yang lebihkurang sama dengannya."

7. Kata iblis:"Ya Tuhanku! Engkau telah berikan kitab bertulis (ayat-ayat Al Quran)kepada anak Adam. Apakah tulisanbagiku? ." Firman Allah s.w.t yang bermaksud:"wahai iblis, tulisanmu adalah tulisan gincu yang palsu dibadan, (seperti gincu,tatu, tahilalat yang diada-adakan dan yang lebih kurang sama dengannya)

8. kata iblis:"Wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan kepada anak Adam itu perangkap-perangkap . Apakah perangkap bagiku?." Allah s.w.t berfirman yang bermaksud:"wahai iblis, perangkap untukmu ialah wanita-wanita. "

9. Kata iblis:"Wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan makanan kepada anak-anak Adam (yang disebutkan namaMu), apakah makanan untukku?."Firman Allah s.w.t yang bermaksud: "wahai iblis, makanan untukmu ialah sesuatu yang tidak disebut nama Allah."

10. Kata iblis:"Wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan minuman kepada anak-anak Adam, apakah minuman untukku?" Firman Allah s.w.t yang bermaksud:" Wahai iblis, minuman untukmu ialah sesuatu yang memabukkan dan yang tidak dimulakan dengan nama Allah."





Dikirim pada 18 Juni 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Banyak muslimah yg mengalami penurunan iman drastis setiap kali mengalami haid, ini dikarenakan salah persepsi atau keliru dlm menyikapi.
Faktor-faktor penyebabnya antara lain:
- Minimnya ilmu
Minimnya pengetahuan muslimah terhadap jenis-jenis ibadah, terutama ibadah hati. ibadah jg sering dimaknai sempit, sebatas ibadah-ibadah khusus, sehingga wajar jika muslimah merasa kehilangan peluang beribadah ketika haid.
“sesungguhnya amal hati lebih agung & lebih berat dari pada amal jawarih (anggota badan)” (Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)
- Jauh dari dzikrullah
Sibuk dengan perkara yg mubah & lalai dengan dzikrullah juga menjadi tradisi muslimah saat haid.
“dzikir bagi hati laksana air bagi ikan, maka bagaimana nasib ikan jika dikeluarkan dr air?” (Ibnu Taimiyah)
“perumpamaan org yg berdzikir kpd Allah dg yg tdk berdzikir itu sprt org yg hidup & yg mati” (HR. Bukhori)
- Sibuk dg dosa
Kemana lagi larinya nafsu ketika sepi dari dzikir & ketaatan. ia akan kembali pada kecenderungannya, kepada keburukan & dosa (ammaratun bis su’).
Agar kuat iman saat datang bulan
1. Hendaknya wanita menerima fitrah yg telah Allah tetapkan, tidak menyesali atau bersu’uzhan kpd Allah.
2. Meluruskan persepsi bahwa masa haid adalah masa libur wanita dari seluruh ibadah.
3. Menyibukkan diri dengan ketaatan.
4. Menjauhkan diri dari maksiat.
Amalan hati penyejuk ruhani
1. Menghadirkan keikhlasan, bahwa ketika dia meninggalkan shaum & shalat saat haid, ia tengah menjalankan ketaatan kpd Allah.
2. Muraqabatullah (merasakan pengawasan Allah)
“tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yg mereka sembunyikan & segala yg mereka lakukan dg terang²an?” (QS. Al-Baqarah:77)
3. Muhasabah (introspeksi diri)
“hisablah dirimu (di dunia) sblm dirimu dihisab (di akhirat), berhiaslah dg amal utk menghasadi hisab yg besar, karena hisab akan diringankan pd hari kiamat bagi orang yg menghisab dirinya di dunia” (HR. At Tirmidzi)
4. Mujahadah (kesungguhan utk memerangi nafsu)
“dan adapun orang² yg takut kpd kebesaran rabbnya & menahan diri dr keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tmpt tinggalnya” (QS. An Naziat:40-41)
Larangan bagi wanita haid
1. Shalat
“bukankah ketika wanita haid itu tdk shalat & tdk pula shaum?” (HR. Bukhori)
2. Shaum
shalat yg ditinggalkan selama haid tdk ada perintah utk di qadha’, berbeda dg shaum yg hrs di qadha’ di hr lain.
Aisyah berkata, “dahulu kami mengalaminya (haid), maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ shaum, tp tdk diperintahkan utk mengqadha’ shalat” (HR. Bukhori)
3. Thawaf
“lakukanlah apa yg dilakukan jamaah haji, hanya saja jangan melakukan thawaf di ka’bah sblm kamu suci” (HR. Bukhori)
4. i’tikaf (berdiam diri di masjid)
5. jima’ (senggama)
6. talak (cerai)
7. membaca Al-Qur’an
tentang membaca Al-Qur’an bagi wanita haid trjadi banyak perbedaan pendapat.adapun ttg membaca Al-Qur’an dg memegang mushhaf, kbnykan ulama mengharamkannya. namun para ulama berbeda pendapat ttg hukum wanita haid membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushhaf.
Amal pilihan saat datang bulan
1. Istighfar di waktu sahur
2. Dzikir pagi hari
3. Dzikir sehari semalam
4. Dzikir sore hari
5. Menghidupkan sunnah & ketaatan
6. Memulai segala sesuatu dari yg kanan
7. Taat pd suami
8. Thalabul ilmi
9. Bersedekah
10.Menjauhi perkara sia² dan dosa
Sumber : buku “Wirid Wanita Haid” by Abu Umar Abdillah







Dikirim pada 15 Juni 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Abu Abdillah al-Qalanisi dalam sebuah perjalanannya dengan mengendarai perahu. Tiba-tiba angin kencang menggoncangkan perahu yang ditumpanginya. Seluruh penumpang berdoa dengan khusyu demi keselamatan mereka dan mengucapkan sebuah nadzar.
Para penumpang berkata kepada Abu Abdillah, "Masing-masing kami telah berjanji kepada Allah dan bernadzar agar Allah SWT menyelamatkan kami. Maka hendaknya kamu juga bernadzar dan bersumpah kepada Allah." Dia menjawab, "Aku ini orang yang tidak perduli dengan dunia, aku tidak perlu bernadzar."
Tetapi mereka memaksaku. Lalu aku bersumpah, "Demi Allah, sekiranya Allah SWT menyelamatkanku dari musibah yang menimpaku maka aku tidak akan makan daging gajah."
Mereka bertanya, "Apakah boleh bernadzar seperti itu? Apakah ada orang yang mau makan daging gajah.?" Aku menjawab, "Itulah pilihanku, semoga Allah memberi ganjaran atas lisanku yang mengucapkan kata-kata itu."
Benar, tidak lama kemudian kapal itu pecah. Para penumpang terdampar di sebuah pantai. Berhari-hari kami berada di pantai tersebut tanpa makan sesuatu pun.
Ketika kami sedang duduk-duduk beristirahat, ada anak gajah lewat di depan kami. Mereka menangkap anak gajah tersebut, menyembelih lalu memakannya. Mereka menawariku makan seperti mereka. Aku menjawab, "Aku telah bernadzar dan bersumpah kepada Allah untuk tidak makan daging gajah."
Mereka mengajukan alasan, bahwa aku dalam keadaan terpaksa, sehingga dibolehkan untuk membatalkannya. Aku menolak alasan mereka, aku tetap memenuhi sumpahku. Setelah makan, mereka merasa kenyang lalu tidur.
Pada saat mereka tidur, induk gajah datang mencari anaknya, ia berjalan mengikuti jejak anaknya sambil mengendus-endus. Hingga akhirnya ia menemukan potongan tulang anaknya.
Induk gajah itu pun sampai di tempat istirahat kami, aku memperhatikannya. Satu orang demi satu orang dia ciumi, setiap kali ia mencium bau daging anaknya pada orang itu, maka orang itu diinjak dengan kaki atau tangannya sampai mati. Kini mereka semua telah mati.
Tiba saatnya induk gajah mendekatiku, ia menciumku tapi tidak mendapatkan bau daging anaknya pada diriku. Lalu ia menggerakkan tubuh bagian belakangnya, ia memberi isyarat, kemudian mengangkat ekor dan kakinya.
Dari gerakan tubuh gajah itu aku mengerti bahwa ia menghendaki agar aku menungganginya. Lalu aku naik, duduk di atasnya. Ia memberi isyarat agar aku duduk dengan tenang di atas punggungnya yang empuk. Ia membawaku berlari kencang sehingga malam itu juga aku tiba di sebuah perkebunan yang banyak pepohonan. Ia memberi isyarat agar aku turun dengan bantuan kakinya, maka aku pun turun. Kemudian ia berlari lebih kencang dari pada saat ia membawaku tadi.
Di pagi hari, aku menyaksikan di sekilingku hamparan sawah, perkebunan dan sekelompok orang. Orang-orang tersebut membawaku ke rumah kepala suku. Juru bicara suku itu memintaku berbicara. Kemudian aku ceritakan tentang diriku dan kejadian yang dialami sekelompok orang dan rombongan dalam perahuku.
Juru bicara itu bertanya kepadaku, "Tahukah kamu berapa jauh jarak perjalananmu dengan seekor gajah itu.?" Aku jawab, "Tidak tahu!" Ia menjawab, "Sejauh perjalanan selama 8 hari! Sementara Gajah itu membawamu lari hanya dalam satu malam."
Selanjutnya aku diperkenankan tinggal bersama mereka di desa tersebut sehingga aku mendapat pekerjaan. Setelah itu aku pulang ke kampungku.
(SUMBER: 99 Kisah Orang Shalih, sebagai yang dinukil dari kitab Hilyatul Awliya`, 10/160)











Dikirim pada 12 Juni 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Al-Husain dari Abu Idris Al-Khaulani bahawa Abu Dzar r.a. bercerita: "Pada suatu hari aku masuk ke dalam masjid dan menemui Rasulullah saw. sedang duduk seorang diri; maka aku mendekatinya dan duduk di sampingnya, kemudian terjadilah dialog (soal jawab di antara beliau dan aku).

1. Aku (Abu Dzarr) bertanya, "Ya Rasulullah, engkau memerintahkan aku bersolat?"
Beliau (Rasulullah) menjawab: "Solat adalah sebaik-baik perbuatan, maka perbanyakkanlah atau sedikit."

2. Aku tanya, "Amal apakah yang paling afdhal?"
Beliau jawab:"Beriman kepada Allah dan berjihad fi sabiilih (pada jalanNYA)."

3. Aku tanya,"Mukmin yang bagaimanakah yang paling afdhal?"
Beliau jawab: "Ialah yang terbaik akhlaknya."

4. Tanya, "Muslim yg bagaimanakah yang paling selamat?"
Jawab: "Ialah yg menyelamatkan orang-orang dari gangguan lidahnya dan tangannya."

5. Tanya, "Hijrah yg bagaimanakah yg afdhal, ya Rasulullah?"
Jawab: "Ialah hijrah dari (meninggalkan) perbuatan maksiat."

6. Tanya,"Solat yang bagaimanakah yang afdhal, ya Rasulullah?"
Jawab:"Berkhusyuk yang panjang (lama berdiri)."

7. Tanya,"Hamba-hamba sahaya manakah yg paling afdhal utk dimerdekakan?"
Jawab:"Hamba yg paling mahal harganya dan yg paling disayang oleh pemiliknya."

8. Tanya,"Sedekah yg bagaimanakah yg paling afdhal, ya Rasulullah?"
Jawab:"Pemberian dari orang yg masih kekurangan (tidak kaya) dan pemberian secara rahsia kepada fakir miskin."

9. Tanya,"Ayat apakah di antara ayat-ayat yg diturunkan kepadamu yg paling besar?"
Jawab:"Ayat Kursi, dan tujuh langit itu jika dibandingkan dengan Kursi, melainkan seperti sebuah cincin (atau lingkaran besi) yg berada di tengah-tengah padang pasir, dan perbandingan Arasy terhadap Kursi adalah perbandingan padang pasir itu terhadap cincin tadi."

10. Tanya,"Berapakah bilangan Nabi-Nabi, ya Rasulullah?"
Jawab:"Seratus dua puluh empat ribu." (124,000)

11. Tanya,"Berapakah yg menjadi Rasul di antara mereka, ya Rasulullah?"
Jawab:"Sebanyak tiga ratus tiga belas." (313)

12. Tanya,"Siapakah yg pertama, ya Rasulullah?"
Jawab:"Adam."

13. Tanya,"Apakah dia seorang Nabi yg diutus ?"
Jawab:"Benar, dia diciptakan oleh Allah dengan tanganNYA, ditiupkan ruh ke dalam tubuhnya yang disempurnakan."
Dan selanjutnya Rasulullah bersabda:
"Hai Abu Dzarr, empat dari mereka adalah dari golongan Siryaniun, iaitu Adam, Syith, Nuh, dan Idris, iaitu Nabi pertama yg dapat menulis dengan pensel. Dan empat Nabi dari keturunan Arab, iaitu Hud, Syuaib, Saleh, dan Nabimu, hai Abu Dzarr."

14. Abu Dzarr bertanya,"Berapa kitab telah diturunkan Allah, ya Rasulullah?"
Ar-Rasul saw. jawab:"Seratus empat kitab (104). Kepada Syith tlh diturunkan lima puluh halaman, Idris tiga puluh halaman, Ibrahim sepuluh halaman, Musa sebelum Taurat ada sepuluh halaman, di samping kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran."

15. Tanya,"Ya Rasulullah, apakah isi lembaran yg diturunkan kepada Ibrahim?"
Jawab:"Isinya ialah: Hai Raja yg berkuasa, dipuji dan sombong, sesungguhnya AKU tidak mengutusmu untuk mengumpulkan dunia, melonggokkan sebahagian di atas sebahagian, akan tetapi AKU mengutusmu untuk menerima doanya orang yg teraniaya agar tidak sampai kepada-KU, kerana AKU tidak akan mengembalikannya walaupun ia datang dari seorang yg kafir. Seorang yg bijaksana akan membahagi masanya menjadi beberapa waktu untuk bermunajat kepada Tuhannya, beberapa waktu untuk bertanya pada dirinya sendiri (muhasabah), beberapa waktu untuk merenungkan ciptaan Allah, dan beberapa waktu lagi utk mengurus keperluan makan dan minumnya. Seorang yang bijaksana tidak akan meributkan (menyibukkan) diri melainkan untuk tiga tujuan: mencari bekal untuk hari kemudian (Akhirat), mencari nafkah hidup, dan mencari kelazatan yg halal. Seorang yg bijaksana hendaklah mengenal zamannya, tekun mengurus urusannya, dan menjaga lidahnya. Barangsiapa yang menyesuaikan bicaranya dengan perbuatan, maka akan jarang berbicara melainkandalam hal-hal yg mengenai dirinya."

16. Tanya,"Apakah isi lembaran-lembaran yg diturunkan ke atas Musa, ya Rasulullah?"
Jawab:"Isinya adalah semua peringatan dan ibarah; aku hairan dari orang yg yakin akan mati bagaimana ia dapat bersuka-ria, aku hairan dari orang yg yakin dgn adanya takdir bagaimana ia membanting tulang bekerja, aku hairan dari org yg melihat keadaan dunia yg selalu berubah bagaimana ia dapat tenang mempercayainya dan aku hairan dari orang yg yakin adanya hari hisab besok, bagaimana ia enggan beramal."

17. Tanya,"Ya Rasulullah, apakah ada yg sampai kepada kita sesuatu yg dulu ada di tangan Ibrahim dan Musa, dan apakah yg diturunkan Allah kepadamu?"
Jawab:"Ada, cubalah baca hai Abu Dzarr, Sesungguhnya beruntunglah orang yg membersihkan diri (dengan beriman) dan ia ingat akan nama Tuhannya, lalu ia bersembahyang. Tetapi kamu (orang2 kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar2 terdapat dalam kitab2 yg dahulu (iaitu) kitab2 Ibrahim dan Musa."

18. Abu Dzarr bertanya,"Apakah wasiatmu kepadaku, ya Rasulullah?"
Ar-Rasul saw menjawab:"Hendaklah engkau bertaqwa kepada Allah, kerana itu (taqwa) adalah pokok segala urusanmu."

19. Abu Dzarr bertanya lagi,"Apa lagi ya Rasulullah?"
Rasulullah saw. menjawab:"Bacalah Al-Quran dan berzikirlah (ingatlah) kepada Allah, kerana itu akan menjadi zikir buatmu di langit dan cahaya bagimu di dunia."

20. Tanya,"Apa lagi, ya Rasulullah?"
Jawab:"Hindarilah banyak ketawa, kerana itu mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah."

21. Tanya,"Apa lagi, ya Rasulullah?"
Jawab:"Laksanakanlah kewajipan berjihad, kerana itu merupakan kerahiban perjuangan bagi umatku."

22. Tanya,"Apa lagi, ya Rasulullah?"
Jawab:"Hendaklah engkau selalu diam (tidak bercakap) melainkan untuk kebaikan, kerana itu dapat mengusir syaitan dan dapat menolongmu dalam urusan agamamu."

23. Tanya,"Apa lagi, ya Rasulullah?"
Jawab:"Lihatlah kepada orang yg di bawahmu dan janganlah melihat orang yg berada di atasmu, agar engkau tidak memandang rendah akan nikmat yg Allah berikan kepadamu."

24. Abu Dzarr bertanya,"Apa lagi, ya Rasulullah?
Jawab:"Cintailah orang2 fakir miskin dan duduklah bersama-sama mereka, agar engkau tidak memandang rendah dan kecil nikmat Allah kepadamu."

25. Bertanya Abu Dzarr,"Apa lagi, ya Rasulullah?"
Rasulullah saw. menjawab:"Hubungilah kerabatmu, walaupun mereka memutuskan hubungannya dengan engkau."

26. Tanya Abu Dzarr,"Apa lagi ya Rasulullah?"
Jawab Rasululllah:"Katakanlah apa yang haq (yang benar) walaupun itu merupakan hal yg pahit."

27. Tanya,"Apa lagi ya Rasulullah?"
Jawab:"Janganlah engkau takut dicerca orang kerana membela agama Allah."

28. Tanya,"Apa lagi ya Rasulullah?"
Jawab:"Apa yang engkau ketahui tentang dirimu akan mencegahmu mencampuri urusan orang lain dan janganlah engkau sesalkan bahawa orang tidak melakukan apa yg engkau sukai. Dan cukup sebagai aib bahwa engkau mengetahui tentang orang lain apa yang engkau tidak mengetahui tentang dirimu sendiri."
Kemudian Rasulullah saw. memukul dadaku dengan tangannya seraya bersabda: "Tiada aqal seperti kebijaksanaan, tiada wara seperti memahami diri dan tiada kebanggaan seperti akhlak yang baik."




Sumber:
Terjemahan Ibnu Katsir, Jilid 2










Dikirim pada 06 Juni 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Kisah yang menyentuh, tentang suami istri yang saling mencintai dan saling setia. Moga bisa menjadi renungan dan motivasi untuk kita semua.

“Namaku Linda & aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat & mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.

Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu disebuah acara resepsi pernikahan & kata ayahku ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk kedalam ruangan & saat itu ia tahu, inilah wanita yang akan menikah dengannya. Itu menjadi kenyataan & kini mereka telah menikah selama 40 tahun & memiliki tiga orang anak, aku anak tertua, telah menikah & memberikan mereka dua orang cucu.

Mereka bahagia & selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih & kebijaksanaan.

Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi kepembukaan pasar murah yang mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka mengatakan saat pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang obral karena saat itu saat termurah dengan kualitas barang-barang terbaik.

Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari kantor. Kata ibuku,”Mama tak akan pernah meninggalkan papa sendirian”.

Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita aku harus patuh pada suamiku & selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun sakit. Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji pernikahan, omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan mereka, aku percaya nasihat ibuku.

Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi & menjadi lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, & dia harus menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur.

Ayahku, seorang pria yang masih sehat diusianya yang lebih tua, tapi ia tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya, mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak pernah meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku pernah mencatkan kuku tangan ibuku, & ketika ibuku bertanya ,”untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua & jelek sekali”.

Ayahku menjawab, “aku ingin kau tetap merasa cantik”. Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan & kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengannya. Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang tak pernah pudar.

Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,”…kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?” Aku menggeleng & ibuku melanjutkan, “karena aku tak pernah meninggalkannya…”

Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, & cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.







Dikirim pada 05 Juni 2010 di Uncategories

dakwatuna.com - “Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah,” Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.

Bila seorang kekasih telah singgah di hati, pikiran akan terpaut pada cahaya wajahnya, jiwa akan menjadi besi dan kekasihnya adalah magnit. Rasanya selalu ingin bertemu meski sekejab. Memandang sekilas bayangan sang kekasih membuat jiwa ini seakan terbang menuju langit ke tujuh dan bertemu dengan jiwanya.

Indahnya cinta terjadi saat seorang kekasih secara samar menatap bayangan orang yang dikasihi. Bayangan indah itu laksana air yang menyirami, menyegarkan, menyuburkan pepohonan taman di jiwa.

Dahulu di kota Kufah tinggallah seorang pemuda tampan rupawan yang tekun dan rajin beribadat, dia termasuk salah seorang yang dikenal sebagai ahli zuhud. Suatu hari dalam pengembaraannya, pemuda itu melewati sebuah perkampungan yang banyak dihuni oleh kaum An-Nakha’. Demi melepaskan penat dan lelah setelah berhari-hari berjalan maka singgahlah dia di kampung tersebut. Di persinggahan si pemuda banyak bersilaturahim dengan kaum muslimin. Di tengah kekhusyu’annya bersilaturahim itulah dia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita.

Sepasang mata bertemu, seakan saling menyapa, saling bicara. Walau tak ada gerak lidah! Tak ada kata-kata! Mereka berbicara dengan bahasa jiwa. Karena bahasa jiwa jauh lebih jujur, tulus dan apa adanya. Cinta yang tak terucap jauh lebih berharga dari pada cinta yang hanya ada di ujung lidah. Maka jalinan cintapun tersambung erat dan membuhul kuat. Begitulah sejak melihatnya pertama kali, dia pun jatuh hati dan tergila-gila. Sebagai anak muda, tentu dia berharap cintanya itu tak bertepuk sebelah tangan, namun begitulah ternyata gayung bersambut. Cintanya tidak berada di alam khayal, tapi mejelma menjadi kenyataan.

Benih-benih cinta itu bagai anak panah melesat dari busurnya, pada pertemuan yang tersamar, pertemuan yang berlangsung sangat sekejab, pertemuan yang selalu terhalang oleh hijab. Demikian pula si gadis merasakan hal serupa sejak melihat pemuda itu pada kali yang pertama.

Begitulah cinta, ketika ia bersemi dalam hati… terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…Ketika hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Ketika hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata…

Ketika cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tertegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam makna cinta direnungi, semakin besar fakta ini ditemukan. Cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Begitupun dengan si pemuda, dia berpikir cintanya harus terselamatkan! Agar tidak jadi liar, agar selalu ada dalam keabadian. Ada dalam bingkai syari’atnya. Akhirnya diapun mengutus seseorang untuk meminang gadis pujaannya itu. Akan tetapi keinginan tidak selalu seiring sejalan dengan takdir Allah. Ternyata gadis tersebut telah dipertunangkan dengan putera bapak saudaranya.

Mendengar keterangan ayah si gadis itu, pupus sudah harapan si pemuda untuk menyemai cintanya dalam keutuhan syari’at. Gadis yang telah dipinang tidak boleh dipinang lagi. Tidak ada jalan lain. Tidak ada jalan belakang, samping kiri, atau samping kanan. Mereka sadar betul bahwa jalinan asmaranya harus diakhiri, karena kalau tidak, justeru akan merusak ’anugerah’ Allah yang terindah ini.

Bayangkan, bila dua kekasih bertemu dan masing-masing silau serta mabuk oleh cahaya yang terpancar dari orang yang dikasihi, ia akan melupakan harga dirinya, ia akan melepas baju kemanusiaannya dengan menabrak tabu. Dan, sekali bunga dipetik, ia akan layu dan akhirnya mati, dipijak orang karena sudah tak berguna. Jalan belakang ’back street’ tak ubahnya seperti anak kecil yang merusak mainannya sendiri. Penyesalan pasti akan datang belakangan, menangispun tak berguna, menyesal tak mengubah keadaan, badan hancur jiwa binasa.

Cinta si gadis cantik dengan pemuda tampan masih menggelora. Mereka seakan menahan beban cinta yang sangat berat. Si gadis berpikir barangkali masih ada celah untuk bisa ’diikhtiarkan’ maka rencanapun disusun dengan segala kemungkinan terpahit. Maka si gadis mengutus seorang hambanya untuk menyampaikan sepucuk surat kepada pemuda tambatan hatinya:

”Aku tahu betapa engkau sangat mencintaiku dan karenanya betapa besar penderitaanku terhadap dirimu sekalipun cintaku tetap untukmu. Seandainya engkau berkenan, aku akan datang berkunjung ke rumahmu atau aku akan memberikan kemudahan kepadamu bila engkau mau datang ke rumahku.”

Setelah membaca isi surat itu dengan seksama, si pemuda tampan itu pun berpesan kepada kurir pembawa surat wanita pujaan hatinya itu.

“Kedua tawaran itu tidak ada satu pun yang kupilih! Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar bila aku sampai durhaka kepada Tuhanku. Aku juga takut akan neraka yang api dan jilatannya tidak pernah surut dan padam.”

Pulanglah kurir kekasihnya itu dan dia pun menyampaikan segala yang disampaikan oleh pemuda tadi.

Tawaran ketemuan? Dua orang kekasih? Sungguh sebuah tawaran yang memancarkan harapan, membersitkan kenangan, menerbitkan keberanian. Namun bila cinta dirampas oleh gelora nafsu rendah, keindahannya akan lenyap seketika. Dan berubah menjadi naga yang memuntahkan api dan menghancurkan harga diri kita. Sungguh heran bila saat ini orang suka menjadi korban dari amukan api yang meluluhlantakkan harga dirinya, dari pada merasakan keindahan cintanya.

“Sungguh selama ini aku belum pernah menemukan seorang yang zuhud dan selalu takut kepada Allah swt seperti dia. Demi Allah, tidak seorang pun yang layak menyandang gelar yang mulia kecuali dia, sementara hampir kebanyakan orang berada dalam kemunafikan.” Si gadis berbangga dengan kesalehan kekasihnya.

Setelah berkata demikian, gadis itu merasa tidak perlu lagi kehadiran orang lain dalam hidupnya. Pada diri pemuda itu telah ditemukan seluruh keutuhan cintanya. Maka jalan terbaik setelah ini adalah mengekalkan diri kepada ’Sang Pemilik Cinta’. Lalu diapun meninggalkan segala urusan duniawinya serta membuang jauh-jauh segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia. Memakai pakaian dari tenunan kasar dan sejak itu dia tekun beribadat, sementara hatinya merana, badannya juga kurus oleh beban cintanya yang besar kepada pemuda yang dicintainya.

Bila kerinduan kepada kekasih telah membuncah, dan dada tak sanggup lagi menahahan kehausan untuk bersua, maka saat malam tiba, saat manusia terlelap, saat bumi menjadi lengang, diapun berwudlu. Shalatlah dia dikegelapan gulita, lalu menengadahkan tangan, memohon bantuan Sang Maha Pencipta agar melalui kekuasaa-Nya yang tak terbatas dan dapat menjangkau ke semua wilayah yang tak dapat tersentuh manusia., menyampaikan segala perasaan hatinya pada kekasih hatinya. Dia berdoa karena rindu yang sudah tak tertanggungkan, dia menangis seolah-olah saat itu dia sedang berbicara dengan kekasihnya. Dan saat tertidur kekasihnya hadir dalam mimpinya, berbicara dan menjawab segala keluh-kesah hatinya.

Dan kerinduannya yang mendalam itu menyelimuti sepanjang hidupnya hingga akhirnya Allah memanggil ke haribaanNya. Gadis itu wafat dengan membawa serta cintanya yang suci. Yang selalu dijaganya dari belitan nafsu syaithoni. Jasad si gadis boleh terbujur dalam kubur, tapi cinta si pemuda masih tetap hidup subur. Namanya masih disebut dalam doa-doanya yang panjang. Bahkan makamnya tak pernah sepi diziarahi.

Cinta memang indah, bagai pelangi yang menyihir kesadaran manusia. Demikian pula, cinta juga sangat perkasa. Ia akan menjadi benteng, yang menghalau segala dorongan yang hendak merusak keindahan cinta yang bersemayam dalam jiwa. Ia akan menjadi penghubung antara dua anak manusia yang terpisah oleh jarak bahkan oleh dua dimensi yang berbeda.

Pada suatu malam, saat kaki tak lagi dapat menyanggah tubuhnya, saat kedua mata tak kuasa lagi menahan kantuknya, saat salam mengakhiri qiyamullailnya, saat itulah dia tertidur. Sang pemuda bermimpi seakan-akan melihat kekasihnya dalam keadaan yang sangat menyenangkan.

“Bagaimana keadaanmu dan apa yang kau dapatkan setelah berpisah denganku?” Tanya Pemuda itu di alam mimpinya.

Gadis kekasihnya itu menjawab dengan menyenandungkan untaian syair:

Kasih…

cinta yang terindah adalah mencintaimu,

sebuah cinta yang membawa kepada kebajikan.

Cinta yang indah hingga angin syurga berasa malu

burung syurga menjauh dan malaikat menutup pintu.

Mendengar penuturan kekasihnya itu, pemuda tersebut lalu bertanya kepadanya, “Di mana engkau berada?”

Kekasihnya menjawab dengan melantunkan syair:

Aku berada dalam kenikmatan

dalam kehidupan yang tiada mungkin berakhir

berada dalam syurga abadi yang dijaga

oleh para malaikat yang tidak mungkin binasa

yang akan menunggu kedatanganmu,

wahai kekasih…

“Di sana aku bermohon agar engkau selalu mengingatku dan sebaliknya aku pun tidak dapat melupakanmu!” Pemuda itu mencoba merespon syair kekasihnya

“Dan demi Allah, aku juga tidak akan melupakan dirimu. Sungguh, aku telah memohon untukmu kepada Tuhanku juga Tuhanmu dengan kesungguhan hati, hingga Allah berkenan memberikan pertolongan kepadaku!” jawab si gadis kekasihnya itu.

“Bilakah aku dapat melihatmu kembali?” Tanya si pemuda menegaskan

“Tak lama lagi engkau akan datang menyusulku kemari,” Jawab kekasihnya.

Tujuh hari sejak pemuda itu bermimpi bertemu dengan kekasihnya, akhirnya Allah mewafatkan dirinya. Allah mempertemukan cinta keduanya di alam baqa, walau tak sempat menghadirkan romantismenya di dunia. Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada mereka berdua menjadi pengantin syurga.

Subhanallaah! Cinta memiliki kekuatan yang luar biasa. Pantaslah kalau cinta membutuhkan aturan. Tidak lain dan tidak bukan, agar cinta itu tidak berubah menjadi cinta yang membabi buta yang dapat menjerumuskan manusia pada kehidupan hewani dan penuh kenistaan. Bila cinta dijaga kesuciannya, manusia akan selamat. Para pasangan yang saling mencintai tidak hanya akan dapat bertemu dengan kekasih yang dapat memupus kerinduan, tapi juga mendapatkan ketenangan, kasih sayang, cinta, dan keridhaan dari dzat yang menciptakan cinta yaitu Allah SWT. Di negeri yang fana ini atau di negeri yang abadi nanti.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21).

dari Raja’ bin Umar An-Nakha’i dll.







Dikirim pada 03 Juni 2010 di Uncategories
03 Jun


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru ngaji, “Ustad, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”



Sang Ustad pun tersenyum, “Oh, kamu sakit.”



“Tidak Ustad, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”



Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Ustad meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”



Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.



“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Ustad.



“Tidak Ustad, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Ustad.



“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”



“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”



“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”



Giliran dia menjadi bingung. Setiap Ustad yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.



Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Ustad edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.



Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!



Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”



Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”



Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.



Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”



Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

” Ya Allah, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Allah. Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini ”.



Ia pun buru-buru mendatangi sang Ustad yang telah memberi racun kepadanya. Sesampainya dirumah ustad tersebut, pria itu langsung mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karena ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.



Melihat wajah pria itu, rupanya sang Ustad langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang ustad pun berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”



Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Ustad, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini……









Dikirim pada 03 Juni 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Anakku….

Hidup yang kamu jalani tidaklah selalu mulus, ibarat botol kosong yang dilempar kedalam lautan, kadang kala dia tenggelam seperti tak kembali, tiba-tiba dia muncul lagi di atas. Jika kamu berpegang kepada Tali Allah, kadangkala kamu di beri ujian berat, tenggelam seperti botol itu, tapi kamu akan tetap di atas walau dalam pandangan manusia tidak kelihatan, waktu akan membawa kamu kembali ke puncak.

Anakku…

Pernah kamu lihat tanaman anggur? Supaya dia berbuah harus dipangkas terlebih dulu seluruh daun-daunnya. Dalam menggapai kebenaran, Tuhan menguji hamba-Nya dengan derita dan kesusahan, harta kita habis seperti yang dialami oleh Nabi Ayub alaihisalam. Apa yang diambil Tuhan dari sisimu akan dikembalikan lagi dengan yang lebih baik menurut-Nya. Tuhan berjanji kepada hamba-Nya, hilang akan diganti kalaupun kurang akan ditambahi.

Anakku….

Janganlah engkau meminta kepada manusia karena akan mengurangi kepasrahanmu kepada Tuhan. Mintalah segala sesuatu kepada Tuhan. Sesunguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Barangsiapa yang pasrah kepada-Nya maka Dia akan mencukupi segala kebutuhannya dan Dia akan mendatangkan rizki dari jalan yang tidak pernah kita duga.

Anakku…

Kita tidak bisa melawan syetan, jangankan abangnya syetan, anak syetanpun tidak bisa kita lawan. Bagaimana mau melawan sesuatu yang tidak bisa kita lihat sedangkan dia terus mengawasi kita. Tidak ada jalan keluar kecuali selalu ber zikir kepada Tuhan. Karena sesungguhnya yang ditakuti syetan itu cuma Allah semata.

Anakku….

Tidak ada derita atas nama cinta. Para Nabi dan orang-orang pilihan Tuhan yang tercatat dalam al-Qur’an itu terkenal karena apa? Terkenal dengan deritanya yang menjadi pelajaran berguna untuk seluruh ummat manusia. Nabi ayyub sakit-sakitan tidak pernah mengeluh dengan penyakitnya. Siti Masyitah harum namanya karena dia rela menderita demi menjaga imannya. Nabi kita yang mulia, Muhammad SAW di hina dan caci maki oleh sukunya tapi tetap teguh menegakkan agama ini. Apa yang menyebabkan mereka bertahan di dalam kebenaran? Karena mereka sangat mencintai Tuhannya. Ingatlah, semakin tinggi derita yang kau alami akan semakin tinggi derajatmu disisi Tuhan asal imanmu tidak pernah berubah.

Anakku….
Jalan kau tempuh ini hanya bisa dilewati oleh para pemberani. Para sahabat Nabi utama; Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali adalah orang-orang pemberani yang mempertaruhkan nyawanya demi tegaknya Agama Islam Mulia Raya ini. Kalau engkau penakut, lebih baik engkau berhenti disini saja, jangan lanjutkan perjalanan ini karena engkau pasti akan gagal. Jalan ini telah di isi oleh lautan air mata kepedihan para Nabi dan Rasul, telah di genangi oleh darah para suhada dan itu akan tetap berlangsung sampai akhir zaman. Kalau engkau siapkan mentalmu maka berjalanlah bersamaku niscaya engkau akan ku tutun dengan selamat kepada-Nya.
Anakku…
Suatu saat nanti Tuhan langsung akan mengujimu. Ingatlah kisah ahli ibadah zaman dahulu yang dinaikkan maqamnya kepada maqam sangat mulia sehingga Tuhan berkata, “Wahai hambaku yang baik dan mulia, mintalah kepadaku, segala permintaanmu akan Aku penuhi, apakah engkau menginginkan maqam abdul qadir? Atau maqam Abu Yazid?”. Jika suatu saat engkau di uji seperti itu maka serahkanlah segala sesuatu kepada-Nya, jangan engkau meminta apapun karena setiap permintaanmu justru akan membuat engkau terjatuh. Para Guru kita mengajarkan bahwa do’a tertinggi adalah “Engkau yang ku maksud, ridha-Mu yang aku tuntut” dan maqam tertinggi itu tidak lain menjadi Hamba yang baik.

Anakku…
Jalan menuju surga itu penuh duri dan air mata.
Apakah kita harus mengalami sakit?
Ya
Apakah harus menjalani derita?
Ya
Apakah harus tertumpah air mata?
Ya
Dan hanya air mata orang Zikirullah yang bisa memadamkan neraka.
Kalau engkau masih merasakan sakit, susah, kecewa dan tersinggung maka sebenarnya engkau masih lemah, jalani semua cobaan Tuhan dengan sabar dan tawakal. Disaat semua penderitaan dan kesusahan yang menimpamu tidak mempengaruhimu sedikitpun, maka disaat itulah engkau telah mengalami pencerahan dan engkau telah menjadi manusia kuat dalam arti yang sebenarnya. Bukankah nabi kita telah mengingatkan melalui sabdanya, “Orang kuat bukanlah orang yang mengalahkan musuh di medan pertempuran akan tetapi orang yang bisa menahan marah disaat dia bisa marah”.

Anakku…
“Surga di bawah telapak kaki ibu”, begitulah sabda Nabi. Akan tetapi bisakah seorang Ibu yang belum masuk surga bisa memasukkan anaknya ke dalam surga? Atau surga di bawah telapak kaki ibu yang dimaksud oleh nabi itu hanyalah surganya anak-anak? Pertanyaan ini biar engkau saja yang menjawabnya.
Surga itu akan bisa engkau capai setelah melewati 70.000 rasa dan akhirnya engkau akan diberi sebuah kunci surga yaitu “LA ILAHAILLALLAH, MUHAMMAD RASULULLAH”. Itulah bentengmu dunia dan akhirat.

Anakku….
Apa beda ucapan “LA ILAHAILALLAH” yahudi, atheis dengan Wali Allah?
Yahudi sangat fasih mengucapkan kalimah itu, lebih fasih dari dirimu, lebih fasih dari ulama di negeri kita karena yahudi itu juga orang Arab, akan tetapi sayang nya ucapan yahudi hanya dimulut saja dan tidak ada kontak dengan Allah. Bukan ukuran fasih nya, akan tetapi bagaimana engkau bisa beserta dengan yang punya Nama. Nama Allah diturunkan dari sisi-Nya sendiri barulah berlaku berlaku di alam ini. Nama Presiden harus dikeluarkan lawat jalur resmi, turun kepada para menteri kemudian kepada Gubernur sampai ke aparat desa barulah nama itu bisa keramat dan ditakuti serta dipatuhi oleh segenap warna negara termasuk aparat negara. Kalau engkau ambil nama itu bukan lewat jalur yang Haq maka nama itu hanya menjadi sebuah nama saja tidak ada power nya. Kun Fayakun akan terjadi apabila yang mengucapkannya adalah Allah sendiri dan orang yang beserta Allah yang disalurkan lewat jalur yang Haq dengan menggunakan Metode (thariqat) yang benar pula.





Dikirim pada 01 Juni 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
JIKA SHOLAT DIAKHIRKAN
Minbar At-Tauhid dan Al-Jihad

“Maka datanglah sesudah mereka pengganti ( yang jelek ) yang meremehkan sholat dan menuruti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan mnemui kesesaatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal sholeh.” ( Maryam : 59-60 )
Para ulama mengomentari ayat diatas dengan tafsirnya yang terdapat dalam Ibnu katsir sebagai berikut :
1. Muhammad bin Ka’ab Al Qur’an Al Qurdly, dan ibnu Zaid bim Aslam dan Sady yang disebut meremehkan sholat adalah Meninggalkan Sholat ( Tidak sholat )
2. Al Auz’I, ibnu Maasud, Ibnu jarir, Ibnu Juraih meremehkan sholat adalah meremehkan waktu
3. Al Hasan Al-Bashri mermehkan sholat adalah meninggalkan Masjid ( Tafsir Ibnu katsit 3 / 21 )
Kata Ibnu Abbas Rodliallohu ‘anhu : Pengertian meninggalkan sholat tidak berarti meninggalkan sholat itu sama sekali. Tetapi Said bin Musayyib mengatakan : Orang itu tidak sholat Ashar,Dzuhur kecuali hingga datangnya Waktu maghrib, tidak sholat maghrib hingga datangnya waktu Isya’ dan tidak sholat Isya’ hingga datangnya Fajar ( shubuh ).
Alloh berfirman : “Maka celakalah orang-orang yang sholat. Yaitu orang-orang yang lalai dari saholatnya.” ( Al-Maun : 4-5 )
Kata Saad bin abi Waqosh : Aku telah bertanya kepada Rosululloh tentang mereka yang melalaikan shoaltnya, maka beliau menjawab Yaitu “ Mengakhirkan waktu ,“yakni mengakhirkan waktu sholat.
Allah beriman : “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian , maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” ( Al Munafiqun 9 )
Menurut para ahli tafsir bahwa kata “ Dzikrillah “ ( mengingat Allah ) yaitu sholat lima waktu. Barang siapa yang disibukkan dengan harta, jual beli, mencari penghidupan, mengurus anak-anaknya sehingga melalaikan sholat ( keluar dari waktu ) maka mereka akan termasuk orang-orang yang rugi.
Rosululloh bersabda : “ Pertama kali yang akan dihisab pada seseorang pada hari kiamat dari amalnya, yaitu tentang sholatnya. Jika sholatnya benar maka ia beruntung dan berhasil, dan jika sholatnya itu kurang ( tidak benar ) maka ia rugi dan menyesal.” ( HR Ahmad, Darimi, Thobroni, dan Hakim ) ( Dosa dosa besar 21-22 )
Umar bin Khothob berkata telah datang seorang laki-laki bertanya kepada Rosululloh; seraya berkata : “ Ya Rosululloh ! Amal apakah yang paling dicintai Alloh dalam Islam ? Nabi Menjawab : Sholat pada waktunya, barang siapa yang meninggalkan sholat maka ia tidak beragama, dan sholat itu adalah tiang agama.
Alloh berfirman : “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” ( An-Nisa’ 103 )
Ibnu Hazm Berkata : Tidak ada dosa yang lebih besar sesudah syirik, kecuali bagi orang yang mengakhirkan sholatnya dari waktunya yang sebenarnya, dan juga membunuh seorang mukmin dengan cara yang tidak hak.
Rosulilloh bersabda : Jika seseorang sholat pada awal waktunya, maka sholat itu akan naik ke atas langit merupakan cahaya hingga berhenti di ‘arsy, lalu sholat itu memintakan ampun untuk pelakunya hingga hari kiamat, sambil mengatakan : Semoga Alloh melindungimu, sebagaimana engkau telah menjaga aku. Dan jika seorang sholat di luar waktunya, maka sholatnya itu naik ke atas langit dengan diliputi kegelaan. Kemudian jika sampai jika telah sampai ke atas langit lalu dilipatlah sholat orang itu seperti melipat kain yang robek, dan kemudian dipukulkan kepada pelaku sholat tersebut sambil berucap : Semoga Alloh mengabaikan kamu sebagaimana engkau telah mengabaikan aku . ( Thobroni )
“Barang siapa yang mengumpulkan dua sholat tanpa berhalangan, maka sungguh dia telah mendatangi pintu besar dari pintu-pintu dosa besar.” ( HR Turmudzi dan Hakim ) ( Dosa-dosa besar : 26-28 )
Maka disini merupakan penjelasan tentang keharusan seseorang untuk melaksanakan sholat bersama imam ( Sholat jamaah ). Ka’bul Ahbar berkata : Demi Alloh tidaklah turun ayat ini ( QS Al-Qolam 42-43 ) kecuali pada mereka yang tidak mau bersholat jamaah.
” Sungguh aku bermaksud memerintahkan sholat, maka dirikanlah sholat, kemudian aku memerintahkan orang untuk menjadi imam sholat dianmtara manusia. lalu aku pergi, dan bersamaku beerapa ornag yang memawa ikatan-ikatan kayu menuju oirang-orang yang tidak mau sholat jamaah itu, lalu aku membakar rumah-rumah mereka dengan api. ( HR Al-Bukhori dan Muslim )
Dalam hal ini Nabi tidak mengancam untuk membakar rumah mereka, kecuali kepada orang-orang yang meninggalkan sholat jamaah.
Ali bin Abi Tholib berkata : “ Tidak ada sholat baagi orang yang bertetangga dengan masjid, kecuali di masjid.” seseorang bertanya: siapakah teangga masjid itu? Ali menjawab : yaitu orang yang mendengarkan suara adzan. ( HR Al-Hakim Dhoif )
Ibnu Umar berkata : Kami jika melihat ada orang yang ketinggalan sholat isya” dan Shubuh denga berjamaah, maka kami buruk sangka bahwa dia itu addlah orang yang munafiq.” ( HR Thobroni dan Ibnu Khuzaimah ) ( Dosa-dosa besar 28-40 )
Dalam tafsirnya imam Al Qurthubi menceritakan suatu hasdits yang diriwiyatkan dari Ibnu Dinar : “ Seorang laki-laki yang tinggal di Madinah berpisah dengan ibu dan adik perempuannya, sehingga ketika dia mendengar kabar bahwa adik perempuannya sakit keras, bergegas ia tinggalkan kota Madinah, ia datangi rumah ibu dan dimana rumah adik perempuannya tinggal, sampai-sampai ketika adiknya meninggal dia ikut menggali kuburnya, dia turun keliang lahat, memasukkan jenazah adiknya, menutupi dengan tanah sampai proses penguburan berakhir.Pulang ia bersama para pengantar jenazah. Setelah sampai dirumah barulah sadar,ada KIS ( Dompet ) yang berisi uang beratus ratus dinar yang terjatuh dalam kubur adiknya ketika dia sedang berusaha menutupi jenazah adiknya dengan tanah, bergegas dia kembali ke kubur, dia gali sedikit demi sedikit dan sampai ketika dia sudah menemukan dompet tadi terlintaslah fikirannya untuk melanjutkan menggali kubur adiknya ingin melihat bagaimana keadaan adiknya sendirian dalam kubur.
Ketika penggalian berakhir didapati api menyala-nyala didalam tubuh addikknya, didalam kubur didalam lahatnya, terperangahlah ia melihat suasana itu, cepat,cepat ia tutup kembali kubur itu dan bergegas kembali menemui ibunya. Ibuku
ceritaklan kepadaku apa yang telah diperbuaat adikkku sewaktu hidup ? ada sesuatu yang maha dasyat, sesuatu yang sangaat menakutkan aku, aku ddapatkan didalam kuburnya. Ibunya menjawab : Saudaramu telah mati, jangan kamu tanyakan kepadaku perbuatan-perbuatan buruk yang telah dia lakukan. Wahai anakku ketahuilah bahwa adikmu diwaktu hidup, ia suka menunda-nunda perbuatan sholatnya ( mengerjakan diakhhir waktu dan diantara kebiasaan buruk dia adalah suka mencaari-cari rahasia saudaranya ( mencari aib sesama muslim ) kemudian dia ceritakan kepada orang banyak. ( Tafsir Al Qurthuby : 16 / 334 )
Sebagai ibroh kisah para salaf itu perlu kita teladani dan tentunya menuntut sebuah peangamalan agar kita selamat dari siksa dan adzab Alloh baik di dunia maupun akherat.
Wallohu a’lam bishshowab.









Dikirim pada 29 Mei 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Sebuah Kisah untuk kita renungkan dan jadikan motivasi.

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.
Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal
memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik… hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku. ” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.”
Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai
ke tahun ketiga (di universitas).
Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana! “Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga!
Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!”
Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan
sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.
Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.
Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah, “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sendoknya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
Bisakah kita memiliki jiwa besar seperti si adik yang seperti dalam cerita, … tapi bagaimanapun, yang namanya Saudara patut kita jaga dan kita hormati, apakah itu seorang adik atau seorang kakak. Karena apa arti hidup kalau tidak bisa membahagiakan sodara dan keluarga kita







Dikirim pada 27 Mei 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu
setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,”
pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin
sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.” Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak
punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli
mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan
penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja
untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” “Duh, maaf aku pun tak
memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel
itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu
merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
“Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel. “Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin
hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?” “Duh,
maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal
yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel
itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu.
“Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,
” jawab anak lelaki itu. “Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel. “Sekarang,
aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. “Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan
padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat.
Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah
tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah
dengan tenang.” Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum
sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main
dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan
sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa
mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar
pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.






Dikirim pada 21 Mei 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah
lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)



Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
- dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , ’kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya."

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu".

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya
dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang
yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan
yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

" Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun "



Dikirim pada 19 Mei 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Dulu, saat masih kuliah S.1 di Jurusan Hadits, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar, Kairo ia pernah ditawarkan dengan seorang mahasiswi oleh temannya yang telah menikah. Tapi saat itu ia menolak tawaran tersebut. Obsesinya untuk menyelesaikan S.2 lebih kuat mengalahkan keinginan untuk menikah. Namun kini, ia merasa dirinya harus segera menyempurnakan separuh agamanya. Ia membutuhkan seorang pendamping yang menjadi tempatnya berlabuh dan menumpahkan berbagai cerita dan gelisah jiwanya. Apalagi desakan dari Ibunya membuatnya tidak lagi bisa berdiam diri.

Ia sendiri heran, kenapa dorongan untuk menikah serasa kuat menyesak di rongga dadanya. Apakah saatnya telah tiba? Ia mencoba untuk banyak berpuasa, tapi puasa itu seakan tak mampu menundukkan gejolak itu. Berat. Hampir setiap malam ia menangis. Mengadukan perasaannya pada Sang Pencipta. Menumpahkan segala sesak di dada. Ia berdoa dalam tahajudnya yang panjang. Mengharap belas kasih dan curahan rahmat dari Sang Pemilik Jiwa.


"Selamat ya Fuad atas prestasi yang kamu raih dalam lomba Jaizah Dubes kemaren. Kapan jadi berangkat ke Australia?" Sapa Ustadz Jalal pada Fuad ketika Fuad berkunjung ke rumahnya.
"Insya Allah tanggal 14 Juli nanti, Ustadz."
"Insya Allah, semoga urusannya lancar dan perjalanan kamu diberkahi Allah."
"Amin, syukran doanya Ustadz."
"Sama-sama akhi. Apa kesibukan kamu sekarang?"
"Fokus merampungkan Tesis S.2. Saya punya target tahun depan sudah bisa di-munaqasyahkan, insya Allah."
"Insya Allah, akhi. Saya kagum dengan semangat dan kegigihanmu menuntut ilmu. Dalam usia yang masih muda, kamu akan menyelesaikan S.2-mu."
"Biasa saja Ustadz. Belum sepadan dengan prestasi yang pernah Ustadz raih," balas Fuad penuh senyum.

"Kamu terlalu merendah Akhi, saya senang bisa mengenalmu. Jarang lho di Al-Azhar ada mahasiswa yang bisa menyelesaikan S.2-nya pada usia 26 tahun."
"Seharusnya saya yang merasa senang bisa berkenalan dengan kandidat Doktor Jurusan Tafsir di Universitas Al-Azhar," jawab Fuad tak mau kalah.
"Ah, kamu terlalu berlebihan memuji saya akhi. Begini Akhi, mungkin lansung saja ya pada inti pembicaraan. Saya diberi amanah oleh kakak saya di Indonesia untuk mencarikan calon suami untuk anaknya. Selama ini saya mengamati mahasiswa-mahasiswa yang saya kenal termasuk akhi. Setelah saya coba pikirkan dan bicarakan dengan istri saya, saya melihat akhi orang yang tepat."
"Afwan Ustadz, saya kira Ustadz keliru dan terlalu berlebihan menilai saya. Saya hanya orang yang biasa saja."

"Tidak Akhi. Penilaian ini bukan asal-asalan. Tapi setelah sekian lama saya mengamati kehidupan Akhi. Kalau akhi berminat dan telah punya keinginan untuk menikah, kita bisa bicarakan lebih lanjut."
"Apakah calon yang wanitanya di Indonesia Ustadz?"
"Tidak, dia kuliah di Jurusan Syariah Islamiyah, tingkat tiga."
"Apa saya mengenalnya Ustadz?"
"Mungkin tidak. Sangat beda dengan akhi, kalau akhi seorang aktivis dia sebaliknya. Tidak banyak yang mengenalnya."
"Apa dia sendiri telah siap menikah Ustadz?"
"Insya Allah, kalau dia gak ada masalah. Ia selalu menuruti keinginan orang tuanya. Dia anak yang penurut. Kalau akhi bagaimana, apa sudah punya calon?"
"Belum Ustadz."
"Berarti pas sekali," tanggap Ustadz Jalal penuh riang dan menunjukkan wajah cerah.
"Tapi Ustadz, saya butuh waktu untuk mencerna dan mempertimbangkannya. Saya belum bisa memberi jawaban sekarang. Saya butuh waktu seminggu untuk memberi jawaban pada Ustadz."
"Tidak mengapa akhi. Saya bisa maklum. Silahkan ditimbang dulu dengan matang. Jika akhi menyetujui saya sangat senang sekali. Namun bila sebaliknya, tidak mengapa, saya akan mencoba menawarkan pada yang lain."
"Insya Allah Ustadz, akan saya istikharahkan pada Allah, semoga Allah menunjukkan yang terbaik, amin."
"Amin."

"Alhamdulillah, akhirnya amanah ini tersampaikan juga. Saya sangat senang sekali. Selamat Fuad kamu akan menikah sebentar lagi."
"Doanya Ustadz, semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik."
"Amin, semoga Allah selalu memberkahi kalian nantinya, amin. Fuad, ada satu hal yang sangat penting untuk kamu ketahui, calon istrimu itu cacat."

Fuad sangat terkejut.
"Cacat maksud Ustadz bagaimana?"
"Cacat pendengaran, penglihatan, lisan, kedua tangan dan kedua kaki. Terkadang sering berbicara sendiri dan juga sering menangis tanpa sebab. Bagaimana, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu?"
Fuad diam sejenak. Ia terlihat memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian ia menjawab.

"Insya Allah, saya siap Ustadz," jawabnya dengan mantap.
"Ini keputusanmu?"
"Ini bukan keputusan saya Ustadz, tapi keputusan Allah. Saya telah meng-istikharahkan dan saya rasakan hati saya mantap dan teguh dengan pilihan ini. Saya yakin Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk saya."

"Apa kamu tidak menyesal dengan pilihan yang telah kamu ambil?"
"Tidak Ustadz, sama sekali tidak. Bagi saya, pilihan Allah lebih baik dan mulia. Walau secara zahir itu berat dan mungkin menyakitkan, tapi saya rela dan ikhlas. Insya Allah ada pahala dan kebaikan disana menanti. Saya teringat ketika Nabi Ibrahim harus dilemparkan ke dalam api, saat itu beliau tidak gusar dan tidak takut sedikitpun, karena Allah selalu bersama hamba-Nya yang berserah pada-Nya. Atau ketika Nabi Ibrahim harus meninggalkan istri dan anaknya di padang pasir yang tandus demi memenuhi seruan Allah."

"Saya kagum dan bangga padamu Fuad. Sebenarnya sejak awal saya ingin menceritakan padamu kondisi calonmu itu. Tapi, saat itu saya lupa untuk menyampaikannya. Maafkan atas kealpaan saya tersebut."
"Tidak mengapa Ustadz, semuanya sudah terjadi, dan sebagai seorang hamba Allah kita wajib menerima kehendak takdir. Barangkali dalam takdir Allah saya harus menikah dengan seorang wanita yang cacat. Saya ikhlas Ustadz. Mungkin disana pula sumber pahala saya dari Allah. Berkhidmah pada hamba-Nya yang cacat."

"Tapi apakah akhi tidak mencoba mencari wanita lain yang lebih baik dan sempurna?"
"Sebenarnya pada saat Ustdaz menawarkan anak dari kakak Ustadz pada saya, dua hari sebelumnya saya juga ditawarlan oleh teman saya, bahwa teman istrinya juga lagi mencari calon suami. Dan sebelumnya juga ada tawaran. Karena itu saya meminta pada Ustadz agar memberi saya waktu satu minggu untuk istikharah. Karena ada tiga wanita yang akan saya istikharahkan. Saya perlu waktu yang lama untuk memikirkan dan memutuskan dengan matang."

"O begitu, saya baru paham. Kekuatan apa lagi yang menguatkan langkahmu untuk menjatuhkan pilihan pada anak kakak saya tersebut?"
"Istikharah dan mimpi kedua orang tua saya Ustadz. Kami mengalami mimpi yang sama dan merasakan ketentraman serta kemantapan hati yang sama."
"Saya kagum padamu akhi, saya merasa tidak salah memilih dan menilai selama ini. Akhi adalah orang yang tepat. Semoga Allah merahmati hidupmu dan keluarga yang akan akhi bina nantinya, amin," ucap Ustadz Jalal dengan wajah berbinar-binar.


Satu minggu berlalu setelah pernikahan, Fuad menemui Ustadz Jalal Fakhruddin di rumahnya, di Bawwabah Tiga.

"Bagaimana kabarnya Fuad? Kamu terlihat sangat cerah dan lebih segar sekarang."
"Alhamdulillah Ustadz. Segala puji bagi Allah atas nikmat yang Ia curahkan."

"Ada yang ingin saya tanyakan tentang cerita Ustadz kemaren. Ustadz mengatakan bahwa istri saya cacat pendengaran, penglihatan, lisan, kedua kaki dan tangan. Sering berbicara sendiri dan kadang suka menangis tanpa sebab. Saya telah mengetahui dua jawaban yang terakhir. Saya menyadari bahwa istri saya memang sering terlihat seolah berbicara sendiri. Awalnya saya heran. Tapi setelah saya tanyakan dan mendengar dari dekat, ia tengah berzikir, menyebut nama Allah, terkadang bershalawat pada Rasulullah, dan membaca al-Quran. Saya perhatikan ia melakukannya setiap hari, setiap waktu, tanpa henti. Sewaktu menyapu rumah, mencuci piring, menjemur pakaian, memasak, lisannya seolah tak pernah berhenti berzikir. Begitu juga saat bepergian ke luar rumah. Adapun yang Ustadz katakan, bahwa ia terkadang sering menangis tanpa sebab, saya hampir mendapati itu tiap hari juga. Ketika saya tanyakan, ia menjawab bahwa ia teringat akan dosa-dosanya pada Allah, takut jika amalnya tidak diterima, teringat azab dalam kubur, mahsyar, hari penghisaban, shirat dan siksa neraka. Jika teringat akan hal itu air matanya sering meleleh. Itulah yang saya ketahui. Sedangkan cacat pendengaran, penglihatan, lisan, kedua tangan serta kaki itu, saya tidak mendapatkan. Saya perhatikan semuanya baik dan sehat."

"Akhi Fuad, alhamdulillah akhi telah menemukan jawabannya. Sedangkan maksud saya cacat pendengaran adalah, telinganya tidak pernah mendengarkan perkataan yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Tidak pernah mendengarkan musik dan segala lagu-lagu yang merusak iman dan jiwa. Sesungguhnya yang selalu menjadi penghibur dirinya adalah al-Quran dan nasehat-nasehat para ulama. Cacat penglihatan adalah tidak pernah melihat pada yang haram, seperti menonton film yang di dalamnya syahwat diumbar, bisa saya katakan, matanya selalu terjaga dari melihat segala hal yang mengudang dosa dan maksiat. Dan cacat lisan adalah ia tidak pernah berinteraksi dengan laki-laki, baik melalui sms, telpon, chating di YM, di FB dan seterusnya. Ia sangat menjaga hubungan dengan lawan jenis. Lisannya terjaga dari komunikasi dengan lawan jenis. Adapun cacat tangan adalah tidak pernah berbuat yang nista dan tercela. Sedangkan cacat kaki adalah selalu terjaga dari menempuh tempat-tempat maksiat. Selama di Mesir kakinya hanya melangkah untuk ke mesjid, majlis-majlis ilmu, bersilaturahmi, tidak pernah pergi ke warnet, mengikuti acara-acara yang di dalamnya bercampur laki-laki dan perempuan. Begitulah akhi, penjelasan singkatnya. Nanti setelah hidup lebih lama dengannya akhi akan banyak mengetahui tentang dirinya."

"Saya bersyukur Ustadz, inilah rupanya rahasia di balik petuntuk yang Allah berikan, dan hasil dari istikharah saya selama ini dan juga mimpi saya. Saya melihat dalam mimpi sebuah cahaya yang begitu terang, meneduhkan, menyejukkan, dan beraroma harum seperti kasturi."

Air mata Fuad menetes penuh bahagia, ia lalu bersujud syukur. Ia telah dikaruniai seorang wanita sorga yang dihadirkan Allah ke bumi. Wanita yang selalu menjadi buah bibir penduduk langit karena ketaatannya. Ia teringat dengan hadits Rasulullah. Walau di bumi istrinya tidak dikenal banyak orang tapi di langit, ia yakin istrinya selalu disebut dan didoakan oleh para malaikat.







Dikirim pada 17 Mei 2010 di Uncategories
17 Mei


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Sebagai seorang pembantu rumah tangga, Fulanah, tetangga saya, hanya bergaji tak lebih dari 250 ribu rupiah perbulan. Suaminya hanyalah pekerja serabutan. Penghasilannya pun otomatis tak karuan. Apalagi ia lebih sering menganggur daripada dapat pekerjaan. Dengan dua anak (satu duduk di SMP kelas dua dan satu lagi di SD kelas satu), dengan menggunakan model perhitungan apapun, penghasilan kedua pasangan muda ini jelas jauh dari cukup untuk hidup sebulan.



Yang menakjubkan, sepertinya tak sesaat pun Fulanah tampak berkeluh-kesah, apalagi kelihatan sering gelisah. Saat istri saya bertanya, apakah penghasilannya sebesar itu cukup, sementara suaminya pun sering menganggur? Sambil tersenyum ia menjawab, “Kalau itu mah gak usah ditanya, Bu. Siapapun akan mengatakan uang sebesar itu gak akan cukup untuk sebuah keluarga dengan dua anak seperti saya.”

“Tapi, kok, Bibi kelihatannya gak pernah ngeluh. Kelihatannya selalu riang, seperti gak pernah punya masalah dengan keuangan,” jawab istri saya.

“Alhamdulillah. Allah memang Maha Pemurah. Di gubuk kami yang kecil dan sederhana itu, kami memang tidak punya apa-apa. Namun, sampai hari ini keluarga kami tak pernah sampai kelaparan. Kami juga jarang sakit, selalu sehat. Itulah yang menjadikan kami selalu bersyukur, tak pernah mengeluh. Bagi kami, sehat adalah nikmat yang sangat luar biasa, selain nikmat iman,” jawab perempuan berkerudung itu tegas dan tulus, tak sedikit pun menyiratkan kepura-puraan.



Sebelum istri saya sempat berkata-kata, ia melanjutkan, “Bahkan kalaupun kita sering lapar atau sakit, ditambah lagi kita sering tak punya uang, kita tetap wajib bersyukur. Iya, kan, Bu? Sebab, sebetulnya kita masih punya nikmat yang lain, yakni nikmat hidup. Kita masih bisa bernafas. Nafas itu kan mahal ya, Bu. Coba saja, nafas Ibu disewa, 10 menit saja, seharga Rp 1 miliar, pasti Ibu gak akan kasih, kan? Sepuluh menit tak bernafas bisa mati, kan, Bu,” tegasnya lagi seolah menyakinkan.

Istri saya termangu. Saya pun—yang diam-diam mendengarkan obrolan istri saya dengan pembantu itu—tertegun, takjub.

*****

Saya teringat kembali sebuah tulisan menarik di internet tentang udara yang dihirup oleh setiap manusia. Penulisnya, Syaefuddin, seorang asisten dosen di FMIPA-IPB. Intinya dikatakan, bahwa sekali bernafas, umumnya manusia memerlukan 0,5 liter udara. Jika perorang manusia bernafas 20 kali permenit, berarti udara yang dibutuhkan sebanyak 10 liter. Dalam sehari, setiap orang memerlukan 14.400 liter udara. Berapa nilai tersebut bila dirupiahkan?



Sebagaimana diketahui, udara yang dihirup manusia terdiri dari beragam gas, semisal oksigen dan nitrogen. Masing-masing, 20% dan 79%, mengisi udara yang ada di sekitar manusia. Jika perbandingan oksigen dan nitrogen dalam udara yang manusia hirup sama maka setiap kali bernafas manusia membutuhkan 100 ml oksigen dan 395 ml sisanya berupa nitrogen. Artinya, dalam sehari manusia menghirup 2880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen.



Jika harga oksigen yang dijual saat ini adalah Rp 25.000 perliter dan biaya nitrogen perliternya Rp 9.950 (harga nitrogen $2.75 per 2,83 liter, data nilai tukar dolar Bank Indonesia pada 9 November 2009), maka setiap harinya manusia menghirup udara sekurang-kurangnya setara dengan Rp 176.652.165. Dengan kata lain, jika manusia diminta membayar sejumlah udara yang dihirup, berarti setiap bulannya ia harus menyediakan uang sebesar Rp 5,3 miliar. Dalam setahun, manusia dapat menghabiskan dana Rp 63,6 miliar!



Sungguh, Allah Maha Pemurah. Udara yang melimpah-ruah di alam adalah bukti kasih sayang-Nya yang luar biasa. Sekumpulan gas tersebut Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma alias gratis! Tak sepeser pun kita dipungut oleh Allah SWT untuk membayar nikmat yang luar biasa itu. Lebih dari itu, Dia-lah Tuhan Yang mengurus kita siang-malam tanpa pernah meminta upah secuil pun. Mahabenar Allah Yang berfirman (yang artinya): Katakanlah, “Siapakah yang dapat memelihara kalian pada waktu malam dan siang hari selain Zat Yang Maha Pemurah?”(TQS al-Anbiya’ [21]: 42).



Renungkanlah pula satu hal berikut. Anggaplah kita punya istana mewah dan besar, dengan seluruh fasilitasnya yang lengkap dan serba mahal; termasuk kolam renang, lapangan golf, taman yang luas dan asri seluas lapangan sepak bola; dll. Katakanlah harganya mendekati Rp 1 triliun (seribu miliar rupiah). Siapapun tentu akan senang dan bangga memilikinya.



Namun, sadarkah kita, bahwa semua itu belum apa-apa dibandingkan dengan dunia yang kita huni saat ini? Coba saja kita berandai-andai. Andai Allah SWT meminta kita untuk membayar setiap jengkal bumi yang kita pijak; membayar setiap teguk air yang kita minum; membayar setiap tetes air yang kita gunakan untuk mandi, mencuci, dll; membayar setiap liter udara yang kita hirup; membayar setiap suap makanan yang bersumber dari pepohonan dan binatang ternak yang kita makan; membayar ongkos sewa jalanan yang kita lalui; membayar cahaya matahari yang menyinari bumi setiap hari; dll. Berapa puluh, ratus, bahkan ribu miliar rupiah yang harus kita keluarkan? Siapapun tentu tak kan pernah sanggup membayarnya.



Namun, Allah memang Maha Pemurah. Semua itu Dia gratiskan untuk kita. Tak sepeser pun kita harus membayarnya.



Pertanyaannya: Sudahkah kita bersyukur atas semua itu? Sudah berapa miliar kali hamdalah kita ucapkan untuk-Nya? Sudah berapa lama kita luangkan waktu untuk beribadah dan ber-taqarrub kepada-Nya? Sudah berapa jauh kita menaati segala titah-Nya? Sudah berapa besar pengorbanan kita untuk agama-Nya? Sudah berapa banyak harta milik-Nya yang kita infakkan di jalan-Nya? Sudah berapa sering kita meluluskan permintaan-Nya? Sudah berapa siap kita mempertaruhkan jiwa di medan dakwah dan jihad di jalan-Nya?

Sadarilah, andai semua itu telah kita lakukan sepenuh-penuhnya, tetap tak akan bisa membayar seluruh karunia Allah yang tak ternilai itu. Apalagi jika kita tak melakukannya; atau melakukannya, tetapi sekadarnya saja.



‘Ala kulli hal, betapapun seseorang sering hidup susah, ia tetap tak layak berkeluh-kesah. Sebab, karunia Allah kepada manusia sesungguhnya tetap amat melimpah-ruah.

Wa mâ tawfîqî illâ billâh. [Arief B. Iskandar]









Dikirim pada 17 Mei 2010 di Uncategories


Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.

“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”.
“Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .

“Jika TUHAN ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan”.

“Saya tidak dapat membayangkan TUHAN Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (Jawa : mlungker-mlungker – Red), kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur tadi dan berkata :
“Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini TIDAK ADA TUKANG CUKUR..!”

Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : ”Kamu kok bisa bilang begitu?”.
“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu TIDAK ADA! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana“, si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.
“Apa yang kamu lihat itu adalah SALAH MEREKA SENDIRI, mengapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?”, jawab si tukang cukur membela diri.

“COCOK, SAYA SETUJU..!” kata si konsumen.
“Itulah point utamanya!.. Sama dengan TUHAN.

“Maksud kamu bagaimana?”, tanya si tukang cukur tidak mengerti.

Sebenarnya TUHAN ITU ADA ! Tapi apa yang terjadi sekarang ini.?
Mengapa orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU mencari-NYA..?
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Si tukang cukur terbengong !!!! Dalam hati dia berkata : “Benar juga apa kata dia..mengapa aku tidak mau datang kepada TUHANKU, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?”






Dikirim pada 11 Mei 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Kisah Ahli Ibadah dan Pelacur



Oleh: Cyber Muslim

Diriwayatkan dari Al-Hasan, bahwasannya dia berkata, "Dulu ada seorang wanita pelacur yang sangat cantik. Dia tidak mau melayani, kecuali jika dibayar 100 dinar. Pada suatu hari ada seorang ahli ibadat melihatnya dan kemudian terpikat olehnya. Laki-laki itu akhirnya pergi mencari pekerjaan guna mengumpulkan sebanyak uang 100 dinar. setelah uang sebanyak itu ia dapatkan, dia pun pergi menemui wanita itu seraya berkata, " sesungguhnya aku telah tergoda oleh kecantikanmu, karenanya aku lalu pergi mencari pekerjaan untuk mendapatkan uang 100 dinar". "Silahkan masuk!" pinta siwanita itu.

Orang ahli ibadat itu kemudian masuk kerumahnya. Di rumah wanita pelacur itu mempunyai sebuah tempat tidur terbuat dari emas. Wanita itu lalu duduk ditempat tidurnya seraya berkata,"Ayo cepat!". Ketika laki-laki tersebut hendak memuaskan hasratnya kepada wanita tadi, seketika itu pun dia ingat akan kedudukan dirinya disisi Allah dan gemetarlah seluruh persendiannya. Laki-laki itu lalu berkata kepada si wanita teman kencannya, " Biarlah aku keluar meninggalkanmu dan uang 100 dinar itu menjdi hakmu!".

" Apa yang terjadi kepada dirimu, bukankah kamu telah tergila-gila kepadaku hingga kamu pun memeras keringat untuk mendapatkan uang 100 dinar ? sekarang kamu telah mendapatkan diriku, akan tetapi kamu justru meninggalkanku," Kata wanita itu kepadanya.

"Ini karena aku takut kepada Allah dan juga atas kedudukanku disisi-Nya. Kamu telah membenciku dan demikian juga kamulah orang yang paling aku benci," Kata laki-laki itu.

" Jika yang kamu katakan itu benar, aku tidak akan bersuami selain dengan dirimu," Jawab si wanita kepadanya.

" Biarkanlah aku keluar!" Pinta laki-laki itu.

" Tidak, kecuali bila kamu bersedia menjadi suamiku!" Desak wanita itu.

" Tidak, biarkanlah aku keluar dulu!" Jawab laki-laki tersebut.

" Apa yang membuatmu merasa berat bila aku datang memohon kepadamu untuk menikahi diriku?" Kata wanita tersebut.

" Mungkin saja! " Jawabnya, sambil mengenakan cadar dengan kain bajunya lalu keluar dari daerah tersebut. Demikian pula dengan siwanita itu ikut keluar seraya bertaubat kepada Allah dan menyesali semua perbuatan yang pernah dilakukannya. Wanita itu terus berjalan hingga akhirnya sampailah dia ketempat asal silaki-laki ahli ibadat itu. siwanita itu lalu bertanya kesana kemari perihal laki-laki ahli ibadat yang pernah mendatanginya. akhirnya jerih payahnya untuk medapatkan laki-laki tersebut membuahkan hasil. Seseorang lalu datang menghadap keoada laki-laki ahli ibadat yang dimaksud wanita tersebut seraya berkata, " Sesungguhnya sang permaisuri telah datang kepadamu." Ketika sang ahli ibadat melihat kedatangan wanita itu dia terkejut sambil menjerit dan jatuh dalam rengkuhan tangan siwanita itu. ternyata dia telah meninggal dunia seketika itu juga, siwanita itu lalu bertanya, "Sifulan ini telah meninggalkanku untuk selama-lamanya. apakah dia masih memiliki sanak keluarga?".

"Saudaranya adalah seorang laki-laki yang miskin", Jawab mereka yang hadir.

"Jika demikian, aku akan menikah dengannya karena kecintaanku kepada saudaranya," Jawab siwanita itu. Akhirnya siwanita tersebut dinikahkan dengan saudara laki-laki si ahli ibadat itu.

Dan dari hasil pernikahan, oleh Allah dikaruniakan kepada mereka tujuh orang Nabi Allah."

(Sumber: Mereka yang Kembali, Ibnu Qudamah)







Dikirim pada 14 April 2010 di Uncategories


Sosok perempuan mengenakan baju abaya hitam lengkap dengan cadarnya menjadi pusat perhatian para pengunjung mall Itäkeskus di kota Helsinki, kota terbesar di negara Finlandia. Tak seorang pun tahu bahwa sosok dibalik niqab itu bukan seorang perempuan Muslim betulan tapi seorang wartawati, non-Muslim, dari surat kabar Helsingin Sanomat, salah satu surat kabar terbesar di kawasan Skandinavia.

Nama wartawati itu Katja Kuokkanen. Ia sengaja menyamar menjadi menjadi perempuan Muslim karena ingin merasakan sendiri bagaimana rasanya mengenakan busana muslim lengkap dengan cadarnya di tengah masyarakat Finlandia yang masih asing dengan agama Islam, bagaimana rasanya ditatap dengan pandangan aneh dan takut dari orang-orang disekitarnya. Kuokkanen menuliskan pengalaman dan perasaannya saat dan setelah mengenakan niqab. Inilah yang ditulisnya ...

Niqab dari bahan sifon berwarna hitam kadang melorot dan menutupi kedua mata saya. Suatu ketika saya tersandung dan membentur bahu seorang laki-laki di sebuah toko barang-barang etnik. Laki-laki itu membuat gerakan tangan meminta maaf, tapi dengan sikap tak acuh seperti yang biasa terjadi.

Lalu lelaki itu menengok ke arah saya dan menyadari bahwa saya seorang perempuan yang mengenakan abaya dan cadar, pakaian khas perempuan Muslim. Tiba-tiba laki-laki itu dengan sedikit membungkuk mengulangi lagi permohonan maafnya. Saya mengira dia orang Arab dari dialegnya saat meminta maaf. Saat itu saya merasakah hal yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya karena diperlakukan dengan begitu hormat oleh orang lain.
Dari toko etnis, saya menuju stasiun metro. Ketika saya naik ke sebuah metro berwarna oranye. Saya menerima reaksi yang tak terduga. Seorang lelaki mabuk berteriak kepada tiga temannya di dalam metro yang padat penumpang.

"Hei, lihat itu ada salah satu pemandangan neraka !" teriak lelaki mabuk tadi.

Mendengar teriakan itu, penumpang lain serta merta memalingkan pandangannya, tidak mau melihat ke arah wajah saya yang bercadar. Tapi tiba-tiba seorang perempuan menegur saya, "Barang Anda jatuh," kata seorang perempuan setengah baya sambil menyerahkan jepit rambut saya yang terjatuh di bangku sebelah.

Saya tidak bisa mengucapkan terima kasih pada perempuan itu, karena kalau saya mengatakan sesuatu, kemungkinan penyamaran saya akan terbongkar.

Lalu, ketika seorang gadis asal Somalia yang bekerja sebagai penjaga toko, membantu saya membetulkan cadar, ia berkata bahwa jarang sekali perempuan Muslim di Helsinki yang mengenakan busana seperti yang saya kenakan. Gadis Somalia itu juga bilang bahwa ia sebisa mungkin menghindari busana warna hitam. Ia menganggap warna hitam sebagai warna yang dramatis dan mengundang pandangan banyak orang.

"Kerudung warna-warni yang cerah lebih bagus," kata gadis itu seraya mengatakan bahwa kaum perempuan Muslim di Finlandia bebas menentukan sendiri untuk menutup bagian mukanya.

Dan di mall Itäkeskus, saya melihat banyak orang yang memandangi saya dengan tatapan aneh bahkan takut. Seorang lelaki muda hampir saja menumpahkan minuman kaleng yang dipegangnya saat melihat saya dengan raut muka panik.

Saya sendiri mulai membiasakan diri mengenakan abaya dan cadar. Saya mulai merasakan pakaian ini sangat nyaman dan hangat, meski saya agak kesulitan untuk melihat sesuatu dengan jelas karena cadar yang saya kenakan.

Kemudian saya memutuskan untuk pergi ke pasar yang dibuka di area parkir di lantai paling atas mall Puhos. Di penyeberangan jalan, saya bertemu dengan seorang perempuan tua asal Somalia yang dengan pelan mengucapkan "Assalamualaikum".
Saya tersentuh mendengar salam itu. Selama ini saya tidak pernah bergaul dengan perempuan Muslim. Dan saya selalu menerima salam seperti itu dalam banyak kesempatan. Setiap Muslimah dari berbagai usia dan dari berbagai etnis, yang mengenakan busana muslimah selalu mengucapkan "Assalmuaalaikum" saat berpapasan dengan saya. Ketika itu saya tidak mengerti apa arti ucapan itu, sampai saya akhirnya tahu bahwa ucapan itu mengandung doa kesejahteraan dan kesalamatan.

Lalu, seorang lelaki yang sedang berdiri di depan sebuah toko memanggil saya. "Hello ! Hei ! Tunggu!" teriak lelaki tadi. Saya tidak menoleh karena saya pikir seorang perempuan Muslim sangat menjaga kemuliaannya dan tidak akan menjawab panggilan seperti itu.

Beberapa jam setelah berkeliling dengan mengenakan busana abaya dan cadar, saya kembali ke stasiun Metro. Perjalanan saya selanjutnya adalah Kamppi Center.

Selama perjalanan, wartawati itu merenungkan pengalamannya sepanjang hari ini, atas reaksi setiap orang terhadap abaya dan cadar yang dikenakannya dan ia merasakan sendiri bahwa mengenakan abaya dan cadar rasanya tidak seburuk yang orang lain pikirkan. Ia pun tanpa ragu menegaskan, mengenakan abaya dan cadar, "Sama sekali tidak buruk. Jika Anda memakainya, Anda akan merasakan kedamaian."

Kisah ini menjadi ironi di saat negara-negara Eropa ramai-ramai mulai melarang jilbab dan cadar. Seharunya mereka yang memberlakukan larangan itu, membaca kisah wartawati Helsinki ini sehingga tidak perlu ada kebijakan larangan berjilbab atau bercadar yang sejatinya diberlakukan karena sikap Islamofobia masyarakat Barat. (ln/helsingin online)





Dikirim pada 09 April 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Kita memuja dan memuji Allah, Dzat Pemberi berbagai ni’mat terutama ni’mat islam, iman dan sunnah. Tak lupa kita bershalawat dan salam atas kekasih Allah, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para shahabat serta orang-orang yang senantiasa setia menempuh jalan petunjuk beliau hingga hari kemudian.

Tak asing bagi kita Syahadat laa ilaha illah ini. Karena kita senantiasa membacanya dalam sholat, tepatnya ketika tasyahud. Ia merupakan salah satu dari rangkaian dua kalimat syahadat yaitu syahaadatu an laa ilaha illallah dan syahaadatu anna muhammadar rasulullah yang dengan mengikrarkannya seorang yang kafir menjadi muslim. Syahadat ini disebut Syahadat Tauhid, karena mengandung pentauhidan Allah Jalla wa ‘Ala dalam ibadah.

Demikian pentingnya syahadat ini, sehingga ia menjadi bagian terpenting dari rukun islam yang pertama. Hal ini berdasarkan hadits dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda yang artinya: ”Islam dibangun atas lima perkara; (1) Syahadat laa ilaha illallah dan Muhammadur rasulullah, (2) Mendirikan sholat, (3) Menunaikan Zakat, (4) Berhaji ke Baitullah, dan (5) Puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh sebab itu, sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk memahami kandungan makna, rukun, syarat dan konsekuensi (tuntutan) syahadat ini.

Makna Syahadat Laa ilaha illallah

Maknanya adalah meyakini dan mengikrarkan bahwa tiada sesuatupun yang berhak diibadahi kecuali Allah Ta’ala dengan tetap teguh di dalamnya dan melaksanakan tuntutannya.

Sedangkan makna Laa ilaha illallah adalah Laa ma’buda bi haqqin illallah yaitu Tiada sesembahan yang haq (berhak disembah) melainkan Allah. Inilah makna Laa ilaha illallah yang benar.

Berikut ini akan disebutkan makna-makna yang keliru ketika menafsirkan Laa ilaha illallah.

1- Laa ilaha illallah ditafsirkan dengan Laa ma’buda illallah, maknanya Tiada sesembahan selain Allah. Ini makna yang berkonsekuensi batil, karena mengandung makna bahwa setiap sesembahan, baik yang haq maupun yang batil adalah Allah.

2- Laa ilaha illallah ditafsirkan dengan Laa kholiqo illallah, yang bermakna Tiada pencipta selain Allah. Ini makna yang kurang, karena hanya mengandung sebagian dari kandungan makna Laa ilaha illallah yaitu tauhid rububiyah sementara kandungan makna kalimat Laa ilaha illallah ini adalah tauhid ibadah yang mencakup tauhid rububiyah. .

Andaikan benar makna Laa ilaha illallah ditafsirkan dengan Laa kholiqo illallah (Tiada pencipta selain Allah), maka tentulah Iblis laknatullah ‘alaihi dan orang-orang kafir di masa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam termasuk muslim, karena mereka mengakui bahwa Allah Sang Pencipta, Penguasa, Pemilik dan Pemelihara alam jagad raya. Allah ta’ala mengabadikan perkataan Iblis dalam Al-Quran yang artinya: “(Iblis) berkata,”Aku lebih baik daripada dia(Adam). Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-A’raf:12). Dan Allah Ta’ala menyatakan keyakinan orang kafir di masa Nabi kita dengan firman-Nya yang artinya: “Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang kafir), milik siapakah bumi dan apa yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?(84) Mereka akan menjawab:”Milik Allah.” Katakanlah,”Maka apakah kamu tidak ingat?”(85). Katakanlah :”Siapakah Tuhan (Pencipta dan Pemelihara) langit yang tujuh dan Tuhan arasy yang agung?” (86) Pasti mereka menjawab:”Allah”. Katakanlah (kepada mereka): mengapa kamu tidak bertaqwa?” (QS.Al-Mu’minun:84-87).

Demikian pula, andaikata tafsir tersebut benar, tentulah orang-orang kafir Quraisy dan yang semisal mereka akan menerima dakwah Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam . Namun nyatanya tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam menyeru mereka “Ucapkanlah Laa ilaha illallah, niscaya kalian akan beruntung (di dunia dan akhirat)”(HR.Ahmad dan lainnya), mereka pun lantas membantah dengan ucapan mereka yang diabadikan Allah Ta’ala dalam firman-Nya: “Apakah dia menjadikan sesembahan-sesembahan itu hanya satu sesembahan (Allah) saja?! Sungguh ini sesuatu yang aneh.” (QS. Shad:5).

3- Laa ilaha illallah ditafsirkan dengan Laa hakima illallah yaitu Tiada hakim (Pembuat hukum) kecuali Allah. Makna ini pun kurang tepat dan tidak sempurna, karena masih saja mengandung sebagian dari kandungan makna Laa ilaha illallah yaitu tauhid rububiyah. Jelasnya, jika seseorang mentauhidkan Allah dalam hukum, namun bersamaan dengan itu dia beribadah kepada selain Allah, maka tetap saja dia belum merealisasikan tuntutan kalimat tauhid ini.

Makna yang benar dari tafsir Laa ilaha illallah adalah Laa ma’buda bi haqqin illallah yaitu Tiada sesembahan yang haq (berhak disembah) melainkan Allah. Hal ini berdasarkan Al-Quran surah Shad ayat 5 dan hadits riwayat Ahmad di atas, di mana orang-orang kafir di masa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam mengingkari dakwah beliau untuk mentauhidkan Allah (menjadikan Allah satu-satunya Dzat yang disembah) dengan ucapan mereka; “Apakah dia menjadikan sesembahan-sesembahan itu hanya satu sesembahan (Allah) saja?! Sungguh ini sesuatu yang aneh.”

Rukun Syahadat Laa ilaha illallah

Laa ilaha illallah memiliki 2 rukun yaitu An-Nafyu (penafian/peniadaan) dan Al-Itsbat (penetapan). Kedua rukun ini diambil dari 2 penggalan kalimat tauhid Laa ilaha dan illallah. Rinciannya sebagai berikut:

-Laa ilaha = An-Nafyu, yaitu meniadakan dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan serta mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah Ta’ala.

-illallah = Al-Itsbat, yaitu menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi melainkan Allah serta beramal dengan landasan ini.

Banyak ayat-ayat Al-Quran yang mencerminkan 2 rukun ini. Diantaranya adalah firman Allah Ta’ala yang artinya: “Maka barangsiapa yang mengingkari Thoghut (sesembahan selain Allah) dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat (kalimat Laa ilaha illallah).” (QS.Al-Baqarah:256).

“Mengingkari Thoghut (sesembahan selain Allah”) adalah cerminan dari rukun An-Nafyu (Laa ilaha), sementara “Beriman kepada Allah” adalah cerminan dari rukun Al-Itsbat (illallah).

Syarat Syahadat Laa ilaha illallah

Syarat-syarat ini harus dipenuhi oleh orang yang melafalkan kalimat tauhid ini agar berfaedah baginya, yaitu sebagai berikut:

1- Berilmu dan memahami kandungan makna dan rukun syahadat ini sehingga hilang kebodohan terhadap kandungan makna dan rukun kalimat ini. Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda yang artinya:“Barangsiapa yang mati dalam keadaan ia mengetahui (kandungan makna) ‘laa ilaha illallah’ (bahwa tiada yang berhak disembah kecuali Allah), pasti masuk surga (HR. Muslim).

2- Meyakini segala yang ditunjukkan oleh kalimat ini tanpa ada keraguan sedikitpun. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:”Sesungguhnya orang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu”. (QS. Al-Hujurat:15).

3- Menerima konsekuensi (tuntutan) kalimat ini berupa beribadah hanya kepada Allah semata dan meninggalkan beribadah kepada selain-Nya tanpa adanya penolakan yang didasari keengganan, pembangkangan,dan kesombongan. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:”Sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) apabila diucapkan kepada mereka “laa ilaha illallah (Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah) maka merekapun menyombongkan diri(35). Dan mereka berkata,“Apakah kita akan meninggalkan sesembahan-sesembahan kita karena penyair yang gila”.(QS. Ash-Shaffat:35-36).

4- Tunduk dan berserah diri terhadap segala tuntutan kalimat ini tanpa mengabaikannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:”Dan barangsiapa yang berserah diri kepada Allah dalam keadaan berbuat kebajikan, maka sungguh dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat (kalimat Laa ilaha illallah).” (QS.Luqman:22)

5- Jujur dalam mengucapkan kalimat ini dengan disertai hati yang membenarkannya. Jika seseorang mengucapkan kalimat ini namun hatinya mengingkari dan mendustai nya, maka dia orang munafik tulen. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:”Dan diantara manusia ada yang mengucapkan,”Kami beriman kepada Allah dan hari akhir”, padahal mereka tidak beriman(8). Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beiman. Tidaklah mereka menipu kecuali diri mereka sendiri sementara mereka tidak meyadari(9). Dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah menambah penyakit mereka. Dan mereka mendapat azab yang pedih karena kedustaan yang mereka lakukan. (QS. Al-Baqarah:8-10).

6- Ikhlas dalam mengucapkannya dan memurnikan amal dari segala kotoran syirik, bukan karena riya, atau untuk ketenaran, maupun tujuan-tujuan duniawi. Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda yang artinya:“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan”laa ilaha illallah” dengan tujuan mengharap wajah Allah.”(HR. Bukhari dan Muslim)

7- Mencintai kalimat ini dan segala tuntutannya serta mencintai orang yang melaksanakan tuntutannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:”Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan yang mereka mencintainya seperti mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.”(QS. Al-Baqarah:165). Orang –orang yang benar dalam imannya mencintai Allah dengan cinta yang tulus dan murni. Adapun para pelaku kesyirikan memiliki cinta ganda. Mereka mencintai Allah sekaligus mencintai tandingan-Nya.

Konsekuensi Syahadat Laa ilaha illallah

Konsekuensi (tuntutan) syahadat ini adalah meninggalkan peribadatan dan penyembahan kepada selain Allah Ta’ala.

Dewasa ini,banyak orang yang megucapkan kalimat ini namun menyalahi tuntutannya. Mereka menujukan ibadah (beribadah) atau memberikan persembahan kepada makhluk, seperti menyembelih dan bernadzar untuk kuburan dan penghuninya, meletakkan sesajian sebagai tumbal di tempat-tempat keramat dan angker, di sekitar pepohonan, dan bebatuan, serta bentuk-bentuk persembahan lainnya. Mereka menyakini tauhid sebagai hal yang baru dan mereka juga mencela orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata. Mereka juga mengingkari serta memusuhi orang-orang yang mendakwahi mereka, padahal ajakan dan dakwah yang dilakukan orang-orang tersebut adalah sebagai wujud kecintaan, perhatian dan kepedulian serta keprihatinan mereka terhadap saudara seagama mereka. Mereka tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa saudaranya disebabkan ketidaktahuan saudaranya tersebut terhadap sesuatu yang berbahaya bagi mereka. Untuk itu,-dengan didasari kecintaan- mereka bangkit mengingatkan saudara-saudara seagama mereka dari bahaya-bahaya yang bisa menimpa. Sikap mereka ini merupakan bentuk implementasi dari sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wa sallam yang maknanya: “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan akhirnya, semoga Allah ta’ala menjadikan kita umat yang bersatu dan bersaudara di atas agama tauhid ini.

Wa shollallohu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihi ajma’iin.

Penulis: Abdullah (Mahasiswa Ma’had Ali Al-Imam Asy-Syafii Jember)









Dikirim pada 01 April 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}



Kalau memang benar kau sayang kepadaku

Tolong jaga baik- baik perasaanku

Jangan sampai tersakiti dan terluka

Dengan begitu aku akan semakin menyayangimu



Ini hanyalah permintaan lelaki biasa

Dan janganlah kau melakukannya karena terpaksa

Lakukanlah dengan sepenuh hatimu

Agar aku bisa menyayangimu dengan sepenuh hatiku



Janganlah kau berharap lebih kepadaku

Karena ku tak bisa memberikanmu bintang

Aku juga tak bisa memberikanmu intan berlian

Karena aku bukanlah anak seorang pangeran



Tak usahlah kau terlalu memujiku

Karena ku tak merasa seperti itu

Aku hanyalah lelaki sederhana yg ingin baik

Hanya itu sajah tidak lebih tidak kurang



Jujur aku ingin merubahmu seperti kupu-kupu

Yang orang akan kagum dan terpesona bila melihatmu

Bukan karena cantiknya parasmu

Melainkan karena cantiknya akhlakmu



Maaf bungaku......................

Maaf bungaku.....................



Sungguh aku tak bermaksud mengguruimu

Apalagi sampai menasehatimu

Ini hanyalah permintaan lelaki biasa

Yang tak pernah lulus sarjana



Dan bila esok mentari tak menampakkan wajahnya

Aku ingin kau tetap tersenyum manis

Dan bila esok hari hujan pun tak juga datang

Aku ingin kau tetap menjaga auratmu

Menjaga akhlakmu yg masih tak tentu arah

Menjaga hijabmu yg terkadang kau masih ragu

Juga menjaga nama baik keluargamu



Semuanya tergantung kepada keputusanmu

Aku tak mau kau melakukannya setengah hati

Karna itu hanya akan membuatku sedih dan kecewa sajah

Asal kau tahu ini ku lakukan karena ku syang kamuh



Ya RAbb.............................

JIka suatu saat nanti aku jatuh cinta pada seseorang

Dan bila ternyata cintaku padanya sampai mengalahkan cintaku pada-Mu

Aku mohon dengan sangat kepada-Mu

Jangan jadikan dia sebagai tulang rusukku

Namun bila ternyata cintaku padanya tak mengalahkan cintaku pada-Mu

Jadikanlah kami kelak keluarga yg sakinah mawaddah wa rahmah

Di dalam naungan Ridho-Mu..........***





Bandung, 30 maret 2010











Dikirim pada 30 Maret 2010 di Coretan isi hati


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Bisnis sembako merupakan sebuah usaha alternative yang banyak diminati oleh semua kalangan, mulai dari yang bermodal kecil hingga bermodal besar. Untuk mencapai kesuksesan/minimal bisa menghasilkan pemasukan tetap di butuhkan kreatifitas agar produk anda berbeda dengan yang lain. Berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat diterapkan oleh Anda yang sedang berbisnis sembako atau yang baru akan memulai bisnis sembako.

1. Produk sembako adalah produk yang pasti dibutuhkan oleh semua orang. Ini berarti ada kebutuhan atau ada pasarnya. Sehingga Anda tidak perlu khawatir soal ada atau tidak yang membutuhkan sembako. Yang menjadi soal adalah apakah packaging produk sembako yang Anda tawarkan cukup menarik atau tidak. Maksudnya produk tersebut bisa membuat orang tertarik untuk membeli. Produk yang Bapak jual harus ‘berbeda’ kemasan, cara menjual, cara menawarkan.

2. Tempat perlu menjadi perhatian yang utama. Untuk produk seperti sembako, biasanya konsumen cenderung mendatangi. Artinya, tempat usaha harus mudah dilihat, mudah dicapai, mudah dicari. Dan ini berarti harus dekat dengan pembeli. Jangan mencari tempat hanya karena murah, namun juga harus karena strategis. Jadi kata arti strategis di atas bermakna mudah dicari, dijangkau, dicapai dan lain-lain.

3. Harga jual produk sangat central bagi laku atau tidaknya produk. Harga yang Anda tawarkan sebaiknya mengacu pada duo pendekatan, yaitu pendekatan produksi dan pendekatan pasar. Pendekatan produksi adalah menjual sembako dengan mengambil keuntungan di atas biaya produksi/ operasional. Sementara di sisi lain, Bapak perlu melihat harga pasaran. sebaiknya juallah dengan harga kompetitif. Jika sembako tidak dikemas atau sama dengan yang lain, maka Bapak jual saja dengan harga lebih rendah, meskipun keuntungan lebih kecil. Tetapi kalau ada kemasan menarik, jual saja lebih tinggi sedikit.

4. Promosikan sembako Anda dengan cara getok tular. Dan hal ini hanya bisa dilakukan jika Anda selalu menjual dengan kejujuran. Saya selalu mengatakan promosikan dagangan kita dengan kejujuran, sebab hanya inilah yang dapat mendongkrak jualan kita. Jika ada dana, tidak ada salahnya mencetak brosur agar nampak lebih berbobot dan jual dengan sistem rabar atau diskon pada akhir atau awal bulan. Ini akan sangat membantu meningkatkan penjualan.

5. Soal people. Kerap kali kita selalu menjual produk bukan menjual jasa. Padahal secara rill yang kita jual tidak hanya barang tapi sejatinya adalah jasa. Mengapa? Sebab produk yang dijual tanpa kehangatan, empati dana pelayanan yang balk, mustahil akan mendatangkan pelanggan. Buatlah agar konsumen atau pelanggan merasa dialah orang yang paling penting di mata kita.

6. Jangan menjual produk tidak sesuai dengan janji. Ini akan membuat konsumen kabur. Oleh karena itu, sebaiknya jika kita yakin bisa memenuhi, maka berilah janji beserta buktinya. Jika tidak yakin, hemat saya janganlah membuat janji.

Sumber : halaman konsultasi bisnis, Tabloid Wanita Indonesia



Dikirim pada 22 Maret 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan:

“Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini?” Murid-murid tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari guru, “Ya,ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidupmu…”.

Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan guru itu menunjuk pada seorang murid. “Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui? Berbagilah dengan teman-temanmu. ..”.

Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, “Seminggu yang lalu, adalah masa yang sangat besar buatku. Orangtuaku, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang aku impikan selama ini.”

Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu. “Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu!”

Sang guru tersenyum. Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya. Maka,terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri. Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung.

Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara, hingga terdengar suara dari arah belakang. “Pak Guru..Pak, aku belum bercerita.”

Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya. “Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua,” ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu. “Apa hal terbesar yang kamu dapatkan?” Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.

“Keberhasilan terbesar buatku, dan juga buat keluargaku adalah..saat nama keluarga kami tercantum dalam buku telepon yang baru terbit 3 hari yang lalu.”

Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu. Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, “Ha? aku sudah sejak lahir menemukan nama keluargaku di buku telepon. Buku Telepon? Betapa menyedihkan. ..hahaha. “

Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, “Apa tak ada hal besar lain Yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu?”

Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan. Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan. “Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak…”

Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara. “Ya. Memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah aku dapatkan. Dulu, Ayahku bukanlah orang baik-baik. Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi.”

Matanya tampak menerawang. Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.

“Tapi, kini Ayah telah berubah. Dia telah mau menjadi Ayah yang baik buat keluargaku. Sayang, semua itu butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja.”

“Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Ayahku. Dan kini, Ayah berhasil. Bukan hanya itu, Ayah juga membeli sebuah rumah kecil buat kami. Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi.”

“Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluargamu ada di buku telpon? Itu artinya, aku tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan ayah untuk terus berlari. Itu artinya, aku tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang aku sayangi. Itu juga berarti, aku tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin. Dan itu artinya, aku, dan juga keluargaku, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya.”

Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir. “Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang aku dapatkan nanti… “

Kelas terdiam. Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk. Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan. Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan. Mereka juga belajar satu hal:

“Bersyukurlah dan berbesar hatilah setiap kali mendengar keberhasilan orang lain. Sekecil apa pun. Sebesar apa pun.”

—-000—

Mungkin jika suatu hari istriku bertanya: apa yang sudah ayah dapatkan setelah bekerja empat tahun ini?

saya pasti menjawab: ayah bisa menikahi bunda, dan sekarang kita sudah punya gadis manis, selebihnya mari kita arungi dan gapai bersama…

Lalu Adakah hal-hal besar yang kawans peroleh selama ini?



11 Jan 2010 by Annas





Dikirim pada 14 Maret 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Teruntuk bidadariku yg masih misteri dan masih tersimpan begitu indah di dalam penjagaan-Nya hingga indah pada waktunya.



Duhai bintangku…..
Aku ingin mencintaimu dengan sangat sederhana
Sederhana dalam sikap sederhana dalam tutur kata
Tak perlulah kau berdusta dalam bersikap
Tak perlulah kau berpura2 mencintaiku bila kau memang tak cinta
Tak perlulah kau berpura2 menyayangiku bila kau memang tak sayang
Tunjukkan bahwa kau memang pantas mendampingi hidupku
Tunjukkan bahwa kau memang permaisuriku seperti orang bilang
Tunjukkan bahwa kau mau berubah seperti yg aku dan Tuhan mau
Tunjukkan bahwa kau memang separuh nafasku
Yang selalu menghantuiku dulu di setiap malam-malamku
Tunjukkan bahwa kau memang bidadari surgawi
Yang tercipta untuk menemani sisa umurku
Bukan bidadari dalam dongeng sebelum tidur
Atau bidadari-bidadari dalam film atau opera van java
Ataupun bidadari di kesunyian miliknya lagu Ahmad dani
Dan akupun tak ingin kau menjadi selir hatiku
Yang harus berpura2 bahagia sangat di depan orang tua kita masing2
Karena cinta yg palsu atau cinta yg bertepuk sebelah tangan

Duhai separuh hidupku….
Aku ingin mencintaimu dengan kelembutan & kedamaian
Selembut sutera selembut awan
Sedamai - damainya dua angsa yg hidup bahagia di tepi danau toba
Bukan dengan kekerasan yg hanya akan melahirkan air mata
Atau dgn pukulan atau tamparan yg membuat Tuhan marah padaku
Jujur aku tak bisa memberikanmu intan permata yg di sukai kebanyakan wanita
Atau emas permata juga uang yg banyak yg hanya akan membuatmu semakin lupa daratan
Lagi pula semua itu tidak menjamin membuat hidupmu bahagia
Malahan hanya akan membuatmu tambah sengsara & menderita saja
Jikalau nafsu yg menguasai & memboncengi angkuhnya hatimu
Karena sesungguhnya kebahagiaan hakikii itu letaknya di hati bukan di materi
Tapi InsyaAllah aku bisa memberikanmu kebahagiaan yg belum pernah kau rasakan dalam sejarah hidupmu
Kebahagiaan yg membuatmu benar2 bisa menjadi seorang wanita yg sesungguhnya
Kebahagiaan yg bisa membuatmu merasa tenang, aman dan tentram di sampingku
Dan InsyaAllah kebahgiaan ini akan abadi sampai kita di pertemukan kembali nanti di akherat kelak dgn ridho-Nya
Asalkan kau mau menjadi istri sekaligus ibu yg baik

Duhai separuh Dienku….
Aku ingin mencintaimu dengan kejujuran
Bukan dengan keterpaksaan atau kepura-puraan
Yang hanya akan melahirkan peperangan kecil & peperangan besar
Dengan di selimuti warna warni tangisan sedih dan sejuta amarah yg tiada guna
Aku ingin kau mencintaiku seperti aku mencintaimu
Aku ingin kau menyayangiku seperti aku menyayangimu
Dan aku ingin kau merindukankku seperti aku merindukanmu

Duhai jantung hatiku……
Aku butuh kejujuranmu di setiap ada masalah
Agar aku bisa menyempurnakan tanggung jawabku sebagai imam nanti
Aku butuh teguranmu di setiap langkah kakiku
Agar aku bisa meluruskan apa yg salah dalam diriku
Aku butuh senyuman manismu bukan senyuman palsumu
Senyuman manis yg membuat aku rindu utk segera pulang ke rumah
Bukan senyuman palsu yg membuat aku mati rasa & tak betah di rumah
Aku butuh canda tawamu di setiap akhir lelah kerjaku
Agar kejenuhan kerjaku terobati dan terlupakan walau sesaat
Aku butuh dukungan dan semangat dari lubuk hatimu
Ketika aku mulai kehilangan arah & tujuan
Aku butuh rasa percayamu bukan rasa curigamu
Ketika aku pulang terlambat
Dan aku butuh senyuman terbaik dan ikhlasmu
Jika suatu saat penghasilanku tak mencukupi kebutuhan satu bulan

Duhai belahan hatiku…..
Ajari aku cara mencintaimu dengan setulus hati
Ajari aku cara menyayangimu dengan sepenuh jiwa
Ajari aku menjadi seorang imam yg baik dalam keluarga
Ajari aku menjadi seorang suami yg baik untukmu
Ajari aku menjadi seorang ayah yg baik bagi anak2 kita nanti
Ajari aku cara berbakti kepada orang tuaku dan orang tuamu
Dan ajari aku juga cara memasak masakan yg enak seperti masakanmu
Agar aku bisa memasak masakan untukmu ketika suatu saat kau sakit
Atau ketika suatu saat kau tak ada di rumah atau kau sedang lelah karna mengandung……..
Dan ingatlah bila suatu saat aku mati
Tak perlulah kau ikut-ikutan mati untukku
Dan tak perlulah kau terlalu bersedih yg berlebihan
Masih ada Tuhan yg akan selalu setia menemanimu sampai kau tertidur lelap
Karena Dia yg maha kekal yg tak akan pernah mati dan berkesudahan
Dan Dia jugalah yg menciptakan langit & bumi beserta isinya termasuk aku dan kamu

Jangan menangis rembulanku……
Aku selalu di sini ada setia menunggumu hingga tuhan mempertemukan kita berdua di tempat dan waktu yg tepat
Jangan bersedih mentariku……
Hidup ini sudah berpasang-pasangan….tetaplah semangat dalam menjalani hari-harimu tanpa aku di sisimu
Jangan gundah pelangiku….
Tetaplah berdo’a dan berprasangka baik kepada-Nya
Walau godaan & rayuan selalu menerpaku
Walau godaan & rayuan datang silih berganti menghampiriku
Aku akan selalu setia menantikan kehadiranmu
Jangan kecewa dan berputus asa melatiku…..
Tuhan tak akan mengecewakan hamba-Nya yg bersungguh-sungguh kepada-Nya
Tetaplah berikhtiar dan berdo’a selalu dalam penantianmu
Untukku,untukmu…untuk masa depan kita berdua
Dan jangan nakal cintaku…..
Karena setiap perbuatan pasti ada balasannya
Baik kecil maupun besar..baik yg dilakukan terang-terangan atau yg sembunyi-sembunyi

Mungkin saat-saat paling bahagia dalam hidupku nanti adalah
Ketika akhirnya aku menemukanmu
Dan kau ada di sampingku setia menemani hari2ku baik suka maupun duka
Semakin sabar kau menjalani hidup bersamaku
Semakin besar pula rasa cintaku padamu
Semakin tabah dan rajin engkau dalam menjalani hidup bersamaku
Semakin bertambah pula sayangku padamu di setiap detik yg berlalu

Cinta ini tak akan pernah habis untukmu duhai bintangku
Walau bulan terbelah menjadi tujuh sekalipun
Rindu ini tak akan pernah musnah untukmu duhai rembulanku
Walau bumi hancur berkeping-keping
Sayang ini tak akan pernah mati duhai bintangku
Selama kau taat & patuh padaku karena Allah
Dan hati ini tak akan berpindah ke lain hati duhai bintangku
Selama kau setia dan tetap menjadi istiri yg baik….

Bungaku…..
Terkadang cinta tak harus di ungkapkan
Tapi bisa di rasakan keberadaanya
Dan terkadang cinta pun tak harus di cari
Karena ia akan menghampirimu dgn sepenuh hati
Dan sebaik-baik cinta adalah cinta pada Allah
Di jamin 100 % hidup kita akan bahagia sangat
Karena Dia tidak akan pernah mengecewakan & berhenti mencintai kita
Walau kita sering mengecewakan dan melupakan-Nya

Duhai cahaya hatiku...
Aku tahu kau merindukan kehadiranku
Seperti halnya diriku di sini merindukan kehadiranmu
Ku mohon bersabarlah
Karena orang sabar di sayang tuhan
Duhai cahaya mataku.....
Aku tahu kau pernah memimpikan wujudku
Seperti halnya diriku disini pernah memimpikan wujudmu
Basuhlah cantik wajahmu dan mendekatlah pada-Nya
Agar kerinduanmu terobati karena kasih sayang-Nya
Duhai embun pagiku.....
Aku tahu kau pernah merasakan kegelisahan mengguncang hatimu
Seperti halnya aku pernah merasakannya di sini
Oleh karenanya tersenyumlah biar harimu penuh warna & makna
Duhai pelangiku.....
Pernahkah sekotak rasa membuatmu tak bisa memejamkan mata
Hiburlah diri dgn menyanyikan lagu kesukaanmu
Atau menangislah di malam yg indah
Biar beban hidupmu mengalir wajar apa adanya
Mengalir bagaikan aliran sungai nil
Duhai awan putihku.....
Pernahkah rasa gundah gulana menghalau keyakinanmu
Atas ujian dan cobaan yg menimpamu
Menarilah dgn sabar dan bersyukurlah di setiap waktu
Karena tuhan tidak akan pernah memberikan ujian & cobaan
Di luar kemampuan kita….percayalah….

Duhai angin malam tolong sampaikan padanya
Bahwa penantian & air matanya tidak akan pernah sia-sia
Karena Tuhan selalu bersamanya disaat tidur dan mimpinya
Dan menghibur dirinya dgn berbagai cara yg indah
Dan Dia tidak akan pernah mengecewakan apalagi meninggalkannya
Duhai burung kenari yg manis
Katakan kepadanya bahwa aku tak bisa memberinya sekantong bintang
Aku juga tak bisa memberikannya mobil mewah atau rumah yg megah
Namun aku hanya mampu memberinya kebahagiaan & ketenangan hati
Duhai rintik2 hujan di bulan desember
Tolong bisikkan pada telinganya
Agar ia senantiasa selalu menjaga aurat dan kemaluannya
Karena itu adalah perintah agama yg tlah di sempurnakan-Nya
Lagi pula tidak akan pernah mengurangi kecantikannya
Justru malah akan menambah cantik dan anggun wajahnya
Duhai Rembulan malam
Tolong bisikkan pada hatinya bahwa aku juga kangen padanya
Sebagaimana dia kangen kepadaku
Mungkin juga dia lebih kangen dariku
Karena wanita biasanya lebih pandai menyembunyikan perasaannya
Dan semalam pun kunang-kunang bilang padaku
Kau pernah bersedih karena pangeran belum juga menampakkan batang hidungnya
Hmmmm….Ternyata benar apa yg tertulis di awan putih
Bahwa hidup berdua itu jauh lebih indah dari pada hidup sendirian
Duhai merpati yg berseri-seri
Tolong sampaikan juga kepadanya
Kalau sedang dandan jangan terlalu berlebihan
Yang proporsional sajalah
Dan sampaikan pula kepadanya
Kalau mandi jangan lama-lama
Terkadang aku juga heran sendiri
Kenapa wanita kalau mandi suka lama ya.......;))

Cinta.....
aku tak butuh anggun lipstikmu
Yang kubutuhkan adalah kejujuran hatimu
Aku tak butuh janji-janji manismu
Yang ku butuhkan adalah kesetiaanmu
Di kala aku jauh tak disampingmu
Atau kau marah dan bersedih hati
Ketika pd suatu waktu penghasilanku
Tak bisa memenuhi semua inginmu
Cinta.....
Aku tak butuh senyum manismu
Yang kubuhkan adalah syukurmu pd Ilahi
Atas nikmat yg telah di anugerahkannya pada kita
Dikala kita bersama menjalani pahit & manisnya hidup
Cinta.....
Aku tak butuh cantik wajahmu
Yang ku butuhkan adalh cantik akhlakmu
Aku tak butuh cinta matimu
Karena cinta mati hanya ada dalam kisah sinetron
Namun yang ku butuhkan adalh cinta putihmu
Cinta.....
Aku tak mau dengar dusta masa lalumu
Yang hanya akan membuat ku menangis
Seperti bayi kecil yg di tinggal ibunya
Yang aku inginkan adalah jujur masa lalumu padaku
Sebagai cermin bagiku jika suatu saat nanti
Kau berubah menjadi seperti yg tak kukenal
Dan cinta.....
Aku ingin masakan buatan tanganmu sendiri
Walau nanti keasinan atau mungkin juga kurang asin
Itu lebih aku hargai dan membuat ku semakin sayang padamu
Dari pada masakanmu enak & gurih namun hasil karya orang lain

Cinta.....
Janganlah kau mempertanyakan besarnya cintaku padamu nanti
Karena yg pasti cintaku ini sebesar dunia yg fana ini dan sebanyak bintang di langit
Namun pertanyakanlah seberapa besarkah pengorbananmu untukku
Hingga engkau pantas aku banggakan di depan keluargamu dan keluargaku
Dan juga teman2ku serta cicak di dinding kamarmu yg selalu tersenyum ketika kau narsis di depan cermin
Cinta.....
Jangan kau mempertanyakan tingginya sayangku padamu nanti
Karena yg pasti sayangku ini setinggi bintang di langit
Yang kau takkan pernah sanggup untuk mengukurnya
Namun lihatlah kesetiaanku padamu juga canda tawaku
Yang selalu membuat kau rindu pdku di setiap malam2mu
Cinta.....
Jika suatu hari nanti aku mendiamkanmu
Jangan kau mempertanyakan diamnya aku kenapa
Karena diamnya aku di kala itu merupakan salah satu bentuk kasih sayangku padamu
Mengapa......................???
Karena ku tak mau marah kepadamu ketika kau berbuat salah
Namun kau merasa tak berbuat salah malah merasa benar sendiri
Lagi pula marah itu dosa......
Oleh karena itu minta maaflah padaku
Karena pintu maafku untukmu akan selalu terbuka untukmu,
Selama bumi dan mentari mau berteman dgn baik
Cinta.....
Jangan kau robek hatiku dgn cerita indah mantan2mu
Yang hanya akan membuat luka dalam & sedih di hatiku
Dalam menjalani kehidupan bersamamu nanti
Cukuplah hanya engkau dan tuhan yang tahu di episode itu
Dan jangan kau bakar hatiku dan kau tikam jantungku
Dgn hadiah2 pemberian mantan2mu dulu
Yang masih tersimpan dgn rapi di lemari kesayanganmu
Aku ingin kau menyerahkannya padaku jika kau cinta aku
Aku ingin kau mengikhlaskannya jika kau memang sayang kpdku
Biarlah aku berikan kepada orang lain yg lebih membutuhkannya
Sungguh itu jauh lebih aku sukai daripada kau menyimpannya terus menerus
Apalagi sampai kau hadiahkan lagi kepada anak2 kita nanti
Itu sama saja dengan menikam jantungku dari belakang
Bukankah yg membuat cocok itu adalah jodoh
Oleh karena itu taatilah aku sebagai suamimu nanti
Selama tak bertentangan dengan agama
Dan tegurlah aku bila aku salah baik dalam kata atau perbuatan
Agar aku bisa menjadi pangeran yg engkau mau

Dan bungaku…..
Bila akhirnya suatu hari nanti aku menemukanmu
Di tempat dan waktu yg telah di rencanakan-Nya
Dan jika benar-benar engkau memang adalah tulang rusukku
Maukah kau hidup bersamaku baik dlam suka maupun duka
Dan menerima apa adanya diriku
Termasuk kekurangan yg ada pada diriku…….?

Duhai cinta....
Siapapun dirimu
Dari manapun asalmu
Bagaimanapun rupa fisikmu
Dan bagaimanapun keadaanmu
Serta anak siapapun dirimu
Jika memang benar kau adalah bidadariku
JIka memang benar kau adalah jodohku
Jika memang benar kau adalah separuh agamaku
Aku akan mencintai & menyayangimu karena Allah

Dan dengarlah cinta…..
Sungguh aku………………………………………………..
Tak perduli latar belakangmu
Tak perduli masa lalumu
Tak perduli warna kulitmu
Tak perduli berat badanmu
Tak perduli makanan kesukaanmu
Tak perduli warna favoritmu
Tak perduli film kesukaanmu
Tak perduli musik kesukaanmu
Tak perduli pendidikan terakhirmu
Tak perduli nilai merah di STTB mu
Dan aku tak perduli jumlah jerawat yg menghiasi wajahmu
Jika benar engkau memang adalah taqdirku
Jika benar engkau memang adalah separuh agamaku
Dan jika benar kau memang adlah tulang rusukku
Aku akan mencintai & menyayangimu karena Allah
Dengan sepenuh hati & setulus jiwa

Duhai Rabb……
Ampunilah segala dosa-dosa kami
Baik yg dilakukan secara sadar atau tidak sadar
Baik yg dilakukan terang-terang atau sembunyi2
Tuntun selalu kami semua ke jalan lurus-Mu
Dan berilah kami pasangan hidup yg terbaik dunia akherat menurut-Mu……*****

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang taqwa.


Bandung, 12 maret 2010 di bawah langit di atas bumi

Goresan hati ini aku persembahkan untuk ibuku di rumah.Moga ibu baik-baik saja sebagaimana aku di sini baik-baik saja. I love you forever mom…….T_T

Tuhan.....
Kirimkanlah ibuku.....
Salah satu malaikat kesayangan-Mu
Yang akan selalu setia menjaganya
Baik di bangun maupun tidurnya
Baik di sadar ataupun mimpinya
Baik di kesepian atau di kesendirianya
Yang akan selalu mengingatkan dia agar sholat tepat pd waktunya
Ketika suara adzan telah berkumandang
Yang akan selalu mengingatkan dia agar senantiasa bermunajat malam kpd-Nya
Agar hidup menjadi indah dan bahagia di dalam ridho-Nya
Yang akan selalu mengingatkan dia agar berwudhu dan berdo’a terlebih dahulu
Sebelum beranjak tidur,agar tidurnya menjadi ibadah dan di temani malaikat2 yg baik hatinya
Hingga mentari pagi menampakkan wajahnya yg teramat manis

Ibu....
Selama nafasku masih berjalan....
Selama jantungku masih berlari.....
Selam darahku masih mengalir...
Aku akan tetap selalu menyayangimu
Meski suatu saat rambutmu memutih semua
Aku akan tetap selalu menyayangimu dan menyayangimu
Meski jumlah gigimu tak lagi sempurna
Aku akan tetap selalu menyayangimu dan menjagamu
Rasa sayangku ini takkan pernah berkurang kepadamu walau hanya 1 % sajah
Rasa sayangku ini takkan pernah berkurang kepadamu walau bumi berhenti berputar
Rasa sayangku ini takkan pernah berhenti meski bulan tak lagi memancarkan cahayanya
Aku ada karena kau pun ada Ibu
Aku seperti ini juga...semuanya karena kau ibu mutlak atas iradat-Nya

Ya Rabb.....
Ampunilah segala dosaku dan dosa ibuku
Dari A sampai Z....
Dari ujung kaki hingga ujung rambutnya
Dan dari mulai ia terlahir hingga ajal menjemputnya nanti

Dan Tuhanku....
Aku memohon kepadamu dengan sangat
Dengan Sifat maha Rahman dan maha Rahim-Mu
Jangan kau ambil nyawa ibuku
Sebelum aku bisa membalas semua kebaikannya
Baik lahir maupun bathin....
Aku tak ingin menjadi anak yg tak tahu balas budi terhadap ibunya
Dan aku juga tak ingin seperti malin kundang atau yg lainnya





Dikirim pada 13 Maret 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Ada di tanganku dua buah kotak yang telah Tuhan berikan padaku untuk dijaga.

Tuhan berkata : "Masukkan semua penderitaanmu ke dalam kotak yang berwarna hitam.
Dan masukkan semua kebahagiaanmu ke dalam kotak yang berwarna emas."

Aku melakukan apa yang Tuhan katakan.
Setiap kali mengalami kesedihan maka aku letakkan ia ke dalam kotak hitam.
Sebaliknya ketika bergembira maka aku letakkan kegembiraanku dalam kotak berwarna emas.

Tapi anehnya, semakin hari kotak berwarna emas semakin bertambah berat.
Sedangkan kotak berwarna hitam tetap saja ringan seperti semula.
Dengan penuh rasa penasaran, aku membuka kotak berwarna hitam.

Kini aku tahu jawabannya.
Aku melihat ada lubang besar di dasar kotak berwarna hitam itu,
sehingga semua penderitaan yang aku masukkan ke sana selalu jatuh keluar.

Aku tunjukkan lubang itu pada Tuhan dan bertanya,
"Kemanakah perginya semua penderitaanku ?"

Tuhan tersenyum hangat padaku.
"Hamba-Ku, semua penderitaanmu berada padaKu."

Aku bertanya kembali, "Tuhan, mengapa Engkau memberikan dua buah kotak, kotak emas dan kotak hitam yang berlubang ?"

"HambaKu, kotak emas Kuberikan agar kau senantiasa menghitung rahmat yang Aku berikan padamu, sedangkan kotak hitam Kuberikan agar kau melupakan penderitaanmu."

Ingat-ingatlah semua kebahagiaanmu agar kau senantiasa merasakan kebahagiaan.
Campakkan penderitaanmu agar kau melupakannya.

Saat Tuhan belum menjawab doamu, Ia menambah kesabaranmu..... Saat Tuhan menjawab doamu, Ia menambah imanmu.... Saat Tuhan menjawab yg bukan doamu, Ia memilih yang terbaik untukmu.......



By : Arie - The Owner

Dikirim pada 12 Maret 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Penulis: Ummu Rumman Siti Fatimah

Muraja’ah: ustadz Abu Salman



Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,

“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”



Aku menjawab, “Ya”



Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’



Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’



Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’



Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)





Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.



Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”

Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”



Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?



Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?



Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.



Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.



Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.



Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.



Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.



Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.



Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”



Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.



Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.



Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???



Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”



Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.



Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.



Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)



Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.



Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.



Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?



Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.



Marji’:

Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin. Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.











Dikirim pada 11 Maret 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkasberkas
pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat
umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi
dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya,
sambil memegang buku cerita baru. Buku itubergambar seorang peri kecil yang imut, sangat
menarik perhatian Jessica, “Pa liat”! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya. Budi menengok
ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi
“Wah,. buku baru ya Jes?”,

“Ya papa” Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya. “Bacain Jessi dong Pa”
pinta Jessica lembut, “Wah papa sedang sibuk sekali,
jangan sekarang deh” sanggah Budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada
kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius.Jessica bengong sejenak, namun ia
belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu “pa, mama bilang
papa mau baca untuk Jessi” Budi mulai agak kesal, “Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama
baca ya” “Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu”, “Lain kali Jessica, sana! papa lagi
banyak kerjaan” Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit
demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh
harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi. “Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka”, “Jessica, PAPA
BILANG, LAIN KALI!!” kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat
Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya

“Iya pa,. lain kali ya pa?” Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut
tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah.“Pa kalau papa ada waktu, papa
baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger”. Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua
pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut,
belum pernah dibacakan bagi dirinya. Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras “Buukk!!”
beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang
pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi. Tubuh Jessica
mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan
secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu
lirih“Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama” darah segar terus keluar dari
mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat. Kejadian hari
itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah
janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun
tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon
kepadanya untuk membacakan sebuah cerita,kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali,

“,…papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger” kata-kata Jessi terngiang-ngiang
kembali. Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian
hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita peri
imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah
tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi
lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan
hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura
keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keraskeras
halaman demi halaman, dengan berlinang air mata. “Jessi dengar papa baca ya” selang
beberapa kata,.. hatinya memohon lagi “Jessi papa mohon ampun nak” “papa sayang Jessi” Seakan
setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut
dan menangis,..memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai. Seseorang yang mengasihi selalu
mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita,
Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita.









Dikirim pada 08 Maret 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Ketika cinta datang.....
Aku merasa itu bukan cinta
Karena cinta itu membahagiakan
Bukan menyakitkan

Ketika rindu itu datang.....
Aku merasa itu bukan rindu
Karena terkadang rindu
Bisa membuat kita tersenyum sendiri tanpa alasan
Pada waktu kita memikirkannya
Baik dalam sadar maupun dalam mimpi
Mau makan……….ingat dia
Mau tidur………….ingat dia
Di dalam tidur…… ada dia
Mau kuliah…… ....ingat dia
Pulang kuliah…. ..ingat dia
Eh mau uts…..masih juga ingat dia
Mau bekerja……..ingat dia
Di dalam kerja …ingat dia
Pulang bekerja….ingat dia
Eh mau pulang kampung……masih juga memikirkan dia
Kenapa sih ya Rabb harus ada dia……?
Tapi siapapun dia sahabat……
Jangan sampai kita melupakan Allah karena dia
Karena Allahlah dia ada……

Ketika rasa sayang menyelinap masuk
Aku merasa itu bukan sayang
Karena sayang itu tak ingin kehilangan
Dan saling jujur dalam berkata
Bukan saling mendustai diri
Apalagi saling menyakiti

Ketika cinta berjalan…..
Aku ikuti dengan berjalan
Agar ku tahu apakah ia bersabar atau tidak
Ketika cinta berlari…..
Aku ikuti dia dengan berlari
Agar ku tahu apakah ia bersandiwara atau tidak
Dan ketika cinta terbang tinggi di awan tanpa mau melihat kebawah
Aku hanya memandanginya saja dan tak mengejarnya
Karena ku tahu dia terlalu tinggi untuk ku gapai

Cinta adalah cinta…………………………………………………………..

Cinta adalah perjuangan
Dimana banyak di butuhkan pengorbanan
Dimana air mata dan harta yg telah di keluarkan
sudah tidak lagi di pertanyakan

Cinta adalah musibah
Yang harus di jalani dengan tabah
Tanpa perlu berkeluh kesah
Dan tak gampang menyerah

Cinta adalah kesetiaan
Dimana setiap pasangan
Tetap saling percaya & berpegangan
Walau jarak memisahkan

Cinta adalah keindahan
Seindah sinaran bulan
Yang selalu menawan
Dan tak pernah membosankan

Cinta adalah misteri
Yang takkan pernah mati
Ia bukan untuk di sakiti
Tapi untuk di mengerti

Cinta adalah kejujuran
Jujur di setiap perkataan
Jujur di setiap perbuatan
Dan jujur di setiap keadaan

Cinta itu terkadang buta
Bisa membutakan mata
Bisa mentulikan telinga
Dan bisa mengkadaluarsakan rasa

Cinta itu anugerah
Dimana kita harus pasrah
Ketika mendapat musibah
Dan menyandarkannya hanya pada Allah

Cinta adalah kata
Yang harus di beri makna
Juga di beri warna dan rasa
Agar indah di baca

Cinta takkan pernah kehabisan
Karena ia bukanlah makanan
Ia hanya sebuah penciptaan
Agar hidup penuh keindahan dan kebahagiaan

Cinta takkan pernah mati
Ia akan selalu ada dan abadi
Dihati para insani
Yang berhati suci

Cinta takkan sulit di cari
Karena ia hadir di muka bumi
Untuk saling mengisi
Juga saling melengkapi

Cinta itu kebodohan
Bagi mereka yg di perbudak jabatan
Bagi yg tak mau mendengarkan nasehat teman
Dan bagi yg tak mau nasehat menasehati dalam kebaikan

Cinta adalah penderitaan
Bagi meraka yg di perbudak kekayaan
Bagi mereka yang di perbudak nafsu syetan
Dan bagi mereka yg di perbudak khayalan

Cinta adalah cinta……………………..

Bila cinta telah hilang
Apa lagi yang mau di pandang
Bila cinta telah sirna dari jiwa
Hiduppun bagai robot tak bernyawa

Jangan katakan gimana nanti
Tapi katakanlah nanti gimana
jangan katakan cinta mati
Tapi katakanlah kau mencintainya apa adanya

Terkadang cinta tak harus di jabarkan
Karena cinta bukanlah sebuah rumus matematika
Namun cinta di butuhkan pengertian
Karena cinta adalah sebuah kata yg kaya akan makna

Cinta itu seperti coklat
Selalu indah memikat
Baik pria atau wanita
Semua menyukainya

Cinta itu seperti kopi susu
Dengan di temani sebatang rokok samsu
Akan selalu ada di hatimu
Meski langit tak lagi berwarna biru

Cinta itu seperti udara
Akan selalu ada
Dimanapun kau berada
meski kau menutup hati dan mata

Cinta itu seperti facebook
Terlalu lama bisa bikin mabok
Maen sebentar minta nambah
Tak maen sama sekali merasa gundah

Cinta itu laksana sebuah lagu
Akan selalu terdengar olehmu
Meski kau menutup telingamu
Ia akan selalu menghantuimu

Cinta itu seperti embun pagi
Akan selalau setia menemani
Di pagi dan sore hari
Di keramaian dan di kesepian hati

Cinta itu laksana tanaman putri malu
Terkadang mau tapi malu
Namun ketika cinta berlalu
Kau akan menangis tersedu - sedu

Cinta itu laksana kotoran mata
Tak terlihat di depan mata kita
Dan tak terasa oleh mata
Namun orang bisa melihat dan merasa kalau kita sedang jatuh cinta

Cinta itu laksana es buah
Berwarna warni rasanya
Namun satu yang tak pernah salah
Cinta itu milik kita semua
Selama janur belum menguning
Selama kartu undangan belum di terbang
Selama cincin kawin belum mellingkar di jari tengah
Cinta itu millik siapa sajah

Cinta itu laksana jamu
Pahit terasa diawalnya
Namun manis di akhirnya
Cinta itu laksana obat
Bisa mengobati hati yg luka
Bisa mengobati hati yg teraniaya

Cinta itu laksana sebuah cengek
Bisa membuat orang termehek-mehek
Seperti bayi kecil saja
Yang ditinggal sebentar oleh ibunya
Apalagi seorang wanita
Nangisnya bisa berlama-lama
Ko bisa ya......
Hmmmmm...mungkin sudah hobinya kali ya......:D

Cinta itu laksana pelangi
Yang indah nan jauh di sana
Dimana setiap yg memandang pasti memuji
Akan kehadirannya

Cinta itu laksana mentari
Yang selalu memberikan cahayanya tanpa henti
Dan tak pernah di minta kembali
Karena ia memberikannnya dgn setulus hati

Cinta itu seperti sambel
Kadang membuat kita sebel
Namun itulah yg di rindukan
Oleh sebagian kaum perempuan

Cinta itu terkadang seperti pisau belati
Bisa membunuh sampai ke ulu hati
JIka kau tak mempunyai pondasi
Yang kuat pada Ilahi

Cinta itu bagaikan sebuah bom waktu
Yang dapat menghancurkanmu semua yg ada padamu
Jikalau perselingkuhanmu dilakukan tanpa restu
Oleh pasangan hidupmu
Tak selamanya perselingkuhan itu indah
Yang ada hanyalah menambah banyak masalah
Tak selamanya perselingkuhan itu mengasyikkan
Yang ada hanyalah melhirkan luka,tangisan,penderitaan dan penyesalan

Cinta itu perbuatan dosa kawan
Jika kau melakukannya di luar pernikahan
Apalagi dilakukan dgn terang-terangan
Dimanakah iman dan malu yg tersimpan
Jangan kau samakan dirimu dengan hewan
Karena kau adalh makhluk tuhan
Yang telah di anugerahkan
Akal dan juga pikiran

Cinta itu suatu keindahan
Jika kau melakukannya dalam sebuah ikatan
Sungguh itu suatu kesunahan
Apalagi penuh dengan kartu undangan
Sungguh itu juga yg di anjurkan Al-qur’an
Agar hidup terhindar dari godaan
sehibngga hiduppun di ridhoi tuhan
Itulah suatu keberuntungan

Cinta akan selalu mengisi ruang hati yg kosong
Meski kau berusaha menutupnya rapat-rapat
Bahkan kau menguncinya sekalipun
Cinta takkan pernah menyerah begitu saja
Ia akan mencari berbagai cara
Untuk memasuki hatimu
Agar kau merasakan kehadirannya
Walau kau lari ke hutan dan bersembunyi
Cinta akan mencarimu sampai menemukanmu
Walau kau berenang ke tujuh samudera
Cinta juga pasti akan mengikutimu
Dan walaupun kau melarikan diri ke bulan
Yakinlah....Cinta tetap akan menemukanmu
Karena setiap yang bernyawa
Takkan terlepas dari yang namanya cinta & kematian..........

Siapa yg tak butuh cinta
Maka ia bukan manusia
Karena kalau ia manusia
Wajiblah ia butuh cinta

Cinta adalah cinta…………………………………………

Cinta itu bukan merah
Cinta itu bukan biru
Cinta itu bukan putih
Cinta itu bukan kelabu
Cinta itu bukan kuning atau orange atau pink atau hijau
Cinta itu………tak berwarna
Yang pasti cinta itu suci
Sesuci bayi yg baru dilahirkan

Jangan kau berkata cinta
Jika kau tak tahu apa artinya cinta
Karena cinta itu kejujuran
Bukan kebohongan

Jangan kau sakiti cinta
Jika kau memang tak mencintainya
Karena cinta bukan permainan
Bukan pula gurauan
Tapi kebahagiaan yg nyata

Jangan kau membenci cinta
Karena cinta itu bukan kebencian
Melainkan keindahan
Jangan kau menodai cinta sebelum waktunya
Karena cinta itu suci
Dan akan indah pada waktunya
Bila kau mengotorinya
Maka cinta itu bukan lagi keindahan
Dan bukan lagi kebahagiaan
Tapi penderitaan dan kesengsaraan bagimu
Yang akan membuat hidupmu hancur berkeping-keping
Serta membuat hidupmu hampa dan tiada berarti lagi

Cinta itu terkadang tak perlu romantis
Karena diamnya cinta itu juga sudah romantis
Ketika kau dan dia sedang duduk berdua sambil memandangi bintang di langit
Cinta itu juga terkadang tak perlu di ungkapkan dgn lagu atau puisi
Karena senyummu yg tulus itupun bagai lagu atau puisi yg berjalan baginya
Cukuplah sekuntum bunga untuk mewakili perasaanmu padanya
Tak perlu sekantong uang logam 7 kg untuk mewakili perasaanmu padanya
Karena uang tak bisa membahagiakannya
Malah akan menghina kesucian cinta itu sendiri
Cukuplah sebait puisi yg hadir dari dalam hatimu untuk mewakili perasaaanmu
Tak perlulah kau mengajaknya ke mall untuk membelikannya baju yg mahal
Karena puisi yg indah akan membuatnya dia bahagia dan melayang
Cukuplah satu sms cinta yang membuatnya dia bahagia sebagai wanita
Daripada kau menelponnya hanya untuk bertengkar dengannya saja
Apalagi sampai ada yg terluka dan menangis setelah telpon di tutup

Jangan kita mencintai seseorang karena harta
Karena ketika harta itu habis
Habis pula cinta…………….
Jangan kita mencintai seseorang karena wajahnya
Karena ketika tuhan menghinakan wajahnya karena kesombongan kita
Percayalah………..kau akan di tinggalkannya
Jangan kita mencintai seseorang karena keturunannya
Karena keturunan tidak menjamin melahirkan anak yg soleh / solehah
Yang penting dia orangnya baik dan taat beragama
Jangan kita mencintai seseorang karena pangkatnya
Karena pada suatu saat dia akan pengsiun
Yakinlah setelah ia pengsiun cintanya pun ikut pengsiun
Jangan kita mencintai seseorang karena kendaraannya yg mewah
Yakinlah ketika anda kecelakaan hingga lumpuh dan bla.bla..bla….
Dia akan meniggalkan anda tanpa air mata
Jangan kita mencintai karena rumahnya yg megah berikut perabotnya
Karena gempa bumi sekarang ada dimana-mana siap membabi buta
Dan kebakaran siap menyantap rumah dan harta anda dalam hitungan menit
Kalau tak percaya sahabat…..lihatlah berita di televisi agar kau mengetahui
Makanya jangan maen facebookan atau nonton sinetron mulu
Sekalai-kali nontonlah berita agar wawasanmu bertambah……
Dan sangat mudah bagi Allah untuk mengambilnya kapanpun Dia mau
Dan sebaik-baik pilihan cinta adalah…….
Karena AGAMANYA………………
InsyaAllah hidupmu akan bahagia dunia dan akherat

Terkadang cinta tak harus di ungkapkan
Namun bisa di rasakan
Terkadang cinta tak harus di tulis di atas kertas
Tapi bisa di lihat di kedua bola matanya
Terkadang cinta tak harus di artikan
Tapi cukup di mengerti saja
Terkadang cinta membuat kita susah tidur
Namun cinta bisa menghadirkan bunga tidur
Terkadang cinta tak harus di lukiskan
Tapi cukup di ingat di lubuk hati
Terkadang cinta membuat pahit jadi manis
Tapi bisa juga membuat manis jadi pahit
Terkadang cinta membuat kita bahagia
Namuan terkadang cintapun bisa membuat kita menderita
Dan jangan pernah menyalahkan cinta
Karena cinta tak pernah salah…tak pernah salah
Yang salah adalah......
Kita yang salah mengartikan cinta
Dan juga menempatkan cinta bukan pada tempatnya

Mengapa harus ada cinta..............?
Karena cinta bisa membuat hidup lebih berwarna
Karena cinta bisa membuat hidup menjadi bermakna
karena cinta bisa membuat hidup terasai bahagia
Semua karena cinta.....hidup menjadi indah
Dan tidak takkan pernah ada satu orang pun di dunia ini
Yang bisa hidup tanpa cinta

Hidup tanpa cinta bagai sayur tanpa kuah
Hidup tanpa cinta bagai biola tanpa senar
Hidup tanpa cinta bagai hujan tanpa mendung
Hidup tanpa cinta bagai malam tanpa bintang
Hidup tanpa cinta bagai pistol tanpa peluru
Hidup tanpa cinta bagai sepeda tanpa rantai
Hidup tanpa cinta bagai hp tanpa pulsa
Hidup tanpa cinta bagai motor mio tanpa bensin
Hidup tanpa cinta...........Hampa rasanya...........sahabat

Wahai wanita………………….
Ketika lamaran datang menyapamu
Janganlah kau mengacuhkannya begitu saja
Karena boleh jadi itu adlah lamaran cinta terakhir yg menyapamu
Oleh karena itu berpikirlah 3 kali sebelum kau menolak lamarannya
Wahai wanita…..
Ketika cinta datang memanggilmu
Janganlah kau mencuekkanya begitu saja
Apalagi sampai cuek bebek
Tersenyumlah walau hanya sedikit
Karena boleh jadi itu adalah panggilan cinta terakhirmu

Wahai wanita…..
Ketika lamaran datang mengetuk pintu hatimu
Bukakanlah walau sedikit jangan kau menutup pintu hatimu
Apalagi menguncinya sampai rapat-rapat
Karena boleh jadi ia adalah tamu pelamar terakhirmu
Yang dikirimkan tuhan untukmu
Apakah dirimu mau jadi perawan tua selamanya………..?
Tidak ada yg jauh lebih indah & bahagia dari seorang wanita
Ketika ia pada hari itu telah sempurna menjadi seorang wanita
Sempurna dalam arti kata jadi seorang istri yg harus ia taati dan patuhi
Selama perintahnya tak bertentangan dengan agama
Dan kemudian melahirkan seorang bayi…….Subhanallah

Wahai wanita……..
Betapun hebatnya dirimu
Betapapun tingginya jabatan statusmu
Betapapun cantik & anggunnya dirimu
Betapapun luar biasanya dirimu
Betapapun tingginya pendidikan terakhirmu
Baik S1 atau S2 atau S7 sekalipun kalau ada
Ingatlah….dirimu hanyalah seorang wanita….seorang wanita
Dan seorang wanita itu DIPILIH bukan MEMILIH
Karena yang berhak MEMILIH adlah kaum adam..kaumnya lelaki

Wahai lelaki…..
Jangan kau suka mempermainkan cinta
Karena walaupun seorang wanita tidak bisa membalasnya
Tapi tuhan tidak buta.. Tuhan tidak tidur
Ingatlah balasan tuhan jauh lebih dahsyat dari tsunami
Balasan tuhan jauh lebih hebat dari gelombang tornado
Balasan tuhan jauh lebih kencang dari angin putting beliung
Dan balasan tuhan jauh lebih ganas dari dinosurus
Wahai lelaki……….
Janganlah kau asal memilih pendamping hidupmu
Karena itu akan mempengaruhi anak2mu kelak
Karena istrimu dan anak2mu……
Sesungguhnya adalh cobaan dan ujian bagimu

Tak selamanya cinta itu indah........................
Tak selamanya cinta itu membahagiakan.......
Tak selamanaya cinta itu menjanjikan...........
Tak selamanya cinta itu menceriakan............
Oleh karenanya...
Cintailah cinta sewajarnya saja
Cintailah cinta jangan melebihi cinta kita pd Allah dan rasul-Nya
Cukuplah Nomor satu di hati kita hanya Allah saja
Berikutnya terserah anda....
Karena Allah tidak akan berhenti mencintai kita
Walau kita sering melupakan-Nya
Karena Allah takkan berhenti menyayangi kita
Walau kita sering mengecewakan-Nya
Karena Allah takkan berhenti merindui kita
Walau kita jarang apel di malam tahajud-Nya
Yakinlah..........Sahabat
Sungguh tidak ada yg lebih memahami kita di jagat raya ini
Yang lebih bisa memahami ….
Selain Diri-Nya yang serba Maha
Dan sungguh tidak ada yg lebih mencintai kita di jagat raya ini
Yang lebih mencintai…..
Selain Dirinya yg menciptakan indahnya cinta



Goresan hati ini….Aku persembahkan teruntuk ibuku di rumah yg jauh dimata namun selalu dekat di hati………………………………………………………………………………
I love you forever mom…………………………………………………………………





Dikirim pada 02 Maret 2010 di Coretan isi hati


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimakah air?”

Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.









Dikirim pada 21 Februari 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Ibu.....tahukah engkau
Derai air matamu yg membasahi bumi laksana embun pagi
Meluluh lantahkan hatiku bak Tsunami yg memporak-porandakkan Aceh Raya
Sungguh seakan aku tak pernah rela….Sungguh-sungguh tak pernah rela
Menyaksikkan air matamu yg jatuh membasahi pipi & lugunya wajahmu
Kecuali air mata kebahagiaanmu....

Ibu…..
Do’a - do’amu yg menghiasi hari-hariku
Membakar semangat hidupku di setiap denyutan jantung yg berdetak
Serta memompa darah tak mudah berputus asa
Dari ujung kaki hingga ujung rambutku
Dan semangat itu akan selalu ada berurat dan berakar di palung hatiku mengabadi
Sebagaimana dahulu engkau bersemangat bekerja mencari sesuap nasi ke sana kemari
Untuk membesarkan anak-anakmu sekaligus menyekolahkannya
Walau tanpa seorang pangeran di sampingmu
Yang telah tega meninggalkan kami semua karena rayuan bunga lain
Tanpa meninggalkan tanggung jawab secuilpun sebagai seorang kesatria

Ibu…..
Sungguh aku bangga dilahirkan dari seorang wanita seperti dirimu
Yang tegar laksana lagunya Rossa…..
Yang kuat laksana polwan yg sedang bertugas walau hujan mengguyur sekujur tubuhnya
Yang kokoh laksana menara eifel yg banyak di kunjungi orang di sluruh dunia
Yang tangguh laksana wonder women yg beraksi di malam maupun di siang hari
Yang sabar laksana indahnya pelangi yg orang tak pernah bosan menatapnya
Sungguh engkau adalah anugerah terindah dan terbesar di sepanjang hidupku setelah iman dan islam

Ibu…..
Segala kasih sayangmu yg mengalir di setiap sel pembuluh darahku
Menguatkan juga meneguhkan sejuta mimpi-mimpiku yg masih menggantung dilangit
Aku tahu engkau merindukanku sebagaimana aku merindukanmu di sini
Dan aku juga tahu engkau menyayangiku lebih dari yang ku tahu
Aku takkan pernah menyalahkan keadaan…….
Aku takkan pernah menyalahkan waktu…..
Aku takkan pernah menyalahkan pekerjaan yg sedang ku jalani …….
Dan aku juga takkan pernah menyalahkan taqdir yg telah di gariskannya untukku
Aku ridho dan ikhlas apapun yg di perbuat oleh-Nya untukku dan untukmu
Dan aku selalau berusaha tuk slalu berbaik sangka di setiap detik atas semua Iradat-Nya
Karena apapun yg di perbuat oleh-Nya….Aku yakin seyakin-yakinnya itu yg terbaik bagi kita semua.

Duhai bintang…..
Tolong katakan pada Ibu…………………..
Aku sangat mencintainya sebagaimana ia mencintaiku
Aku juga sangat merindukannya sebagaimana ia merindukanku
Dan tolong sampaikan juga kepadanya…..
Bahwa aku baik-baik saja di sini tanpa kekurangan sesuatu apapun
Dan tolong bilang padanya agar jangan terlalu mengkhawatirkan aku
Karena ku bukan lagi bayi kecil yg hanya bisa menangis dan menangis
Ketika lapar dan merasa ingin di manja

Ibu.......
Aku takkkan berhenti mencintaimu walau rambutku memutih semua
Bahkan sampai ajal menjemputku..namamu akan selalu ada di hati
Aku juga takkan berhenti merinduimu walau gunung menjadi daratan
Dan bumi ancur berkeping keping serta mentari berhenti memancar cahayanya
Aku juga takkan berhenti mendo�akanmu di setiap hembusan nafasku yg tersisa
Karena kau memang adalah nafasku......


Ibu…..
Kau adalah pahlawanku…..
Kau adalah wanita terhebat yg pernah ku kenal
Kau adalah contoh wanita yg tangguh sekaligus guru yg teladan
Kau adalah salah satu bintang yg selalu setia menyinari di setiap sudut tidurku dan sadarku
Seandainya tuhan mengizinkan nyawa seorang anak bisa di tukar untuk ibunya
Aku ikhlas nyawaku di tukar untuknya ketika maut telah datang padanya
Agar engkau bisa hidup lebih lama lagi dan bisa tersenyum lebih manis lagi sepanjang masa
Agar engkau bahagia sebagaimana mestinya

Ibu…..
Senyumanmu memberikan arti di hidupku
Masa lalumu menjadi cermin bagiku
Kisah – kisah yg kau ceritakan aku simpan erat di kalbuku
Kesabaran dan kerja kerasmu menjadi pembelajaran bagiku
Kau bahkan pintar memanjakan dirku ketika kecil aku tak mau makan atau tak mau mandi

Ibu…..
Susah senang kita lewati bersama
Malahan aku merasa hidup kita banyak susahnya
Tapi jujur aku katakana, dari lubuk hati yg teramat dalam
Aku betapa sangat mensyukurinya
Mungkin sebagian orang ini menyebutnya ujian
Tapi ku merasa ini adalah karunia Allah yg sangat besar
Dan aku merasa ini adalah salah satu bentuk kasih sayangnyha kepada keluarga kita
Dengan kesusahan dan berbagai masalah yg menerpa ……….
Aku jadi mengerti untuk apa aku di lahirkan di dunia yg fana ini
Aku jadi mengerti arah dan tujuan hidupku yg sesungguhnya
Aku jadi mengerti air mata kesedihan dan kebahagiaan seorang wanita
Aku jadi mengerti setiap liter tetesan keringatmu yg mengalir
Aku jadi mengerti senyum seorang wanita yg tulus yg keluar dari hati
Aku jadi mengerti mengapa wanita mudah sekali menangis
Dan aku juga jadi mengetahui bahwa….
Sebagian besar kaum hawa ternyata takut dengan yg namanya kecoa


Ibu…..
Ingatkah engkau ketika aku sakit payah & tak berdaya
Bagai seekor anak Elang yg sedang belajar terbang
Tiba-tiba jatuh di tengah hutan liar yg buas dan ganas
Hingga seluruh tubuhnya terluka tak berdaya
Di saat itulah kau hadir laksana malaikat yg tak mempunyai sayap

Oh ibu……….
Pengorbanmu tak bisa di beli oleh air mata darah sekalipun
Kasih sayangmu seluas lautan yg ada di dunia ini,bahkan mungkin seluas jagat raya yg tlah tua ini
Cinta putihmu pun setinggi langit di angkasa bahkan mungkin sampai ke langit ke tujuh

Oh Ibu…..
Di balik kelemahanmu sebagai seorang wanita
Kutemukan peran seorang ayah yg sesungguhnya
Di balik bola matamu….Ada sejuta semangat pantang menyerah yg tersirat
Di balik kelembutanmu ada ketenangan jiwa yg terpancarkan
Di balik tangisanmu siang & malammu,ada semilyar makna yg tak bisa kulukiskan dgn kata-kata
Di balik anggunya wajahmu terpancar cinta yg tak pernah bertepi
Oh ibu….kau begitu amat sangat istimewa dan berharga bagiku.

Ibu…..
Maafkanlah aku yg telah banyak menyusahkanmu
Maafkan aku bila belum bisa menjadi anak yg bisa kau banggakan
Maafkan aku yg tak bisa selalu ada di sampingmu…karena jarak yg memisahkan
Hanya do’a dan do’a yg bisa aku persembahkan untukmu saat ini
Dan aku memohon pada yg kuasa….Moga engkau dan aku di pertemukan kembali di tempat yg terindah
Yaitu di tempat yg di ridhoi-Nya………Amiiiin


Duhai yang menguasai langit & bumi berikut isinya……
Izinkan aku berada di sampingya jikalau memang ajal telah dekat padanya
Izinkan agar aku bisa membahagiakannya secara lahir & bathin sebelum ajal menjemputnya
Dan jadikanlah aku anak yg tahu balas budi

ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO
Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil
Berilah mereka balasan yg sebaik-baiknya atas didikan mereka kepadaku semenjak aku kecil hingga aku bisa menjadi seperti sekarang ini.Berilah mereka pahala yg besar atas rasa sayangnya yg beliau curahkan kepadaku,peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku,dan masukkanlah mereka ke jannah-Mu dengan ampunan,rahmat dan kasih sayang-Mu……Amiiin







Dikirim pada 13 Februari 2010 di Coretan isi hati


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

1. Jika Anda mulai berorientasi serba duniawi, memburu duniawi, itu tandanya Allah sedang menghina Anda.

2. Jika Anda sedang berorientasi dalam ubudiah, itu tandanya Allah sedang menolong Anda.

3. Jika Anda sedang sibuk dengan urusan sesama manusia, sampai lupa dengan Allah, itu tandanya Allah sedang berpaling dari diri Anda

1. Jika Anda dijauhkan dari rintangan-rintangan menuju kepada Allah, sesungguhnya Allah sedang mendidik budi pekerti kehambaan Anda.

2. Jika Anda bergairah dalam munajat kepada-Nya, itu tandanya Allah sedang Mendekati Anda.

3. Jika Anda ridla atas ketentuannya, dan Ridla bersama-Nya, itu tandanya Allah Ridla kepada diri Anda.


(Syekh Zaruq dalam Syarah Al-Hikam )







Dikirim pada 08 Februari 2010 di Uncategories
04 Feb


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Duhai yang menciptakan cinta.....
Jika suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cintaku padanya mengalahkan cintaku pada-Mu
Sehingga aku menomorduakan diri-Mu di hatiku
Apalagi menomorlimakan diri-Mu
Yang mengakibatkan Engkau menjauhi diriku
Apalagi sampai melupakanku yg lemah & tak berdaya ini
Tanpa pertolongan dan cinta dari-Mu.
Apalah artinya hidup ini....

Duhai yg menganugerahkan cinta .....
Jika suatu saat aku jatuh hati
Penuhilah hatiku dengan banyaknya gemerlap bintang dilangit
Penuhilah hatiku dengan banyaknya buih di lautan
Penuhilah hatiku dgn banyaknya rintik-rintik hujan yg membasahi bumi
Dengan Rahman dan Rahim-Mu juga cinta-Mu
Agar hatiku selalu bahagia & tenang menyebut nama-Mu
Di setiap detik yg berlalu tanpa mau perduli

Duhai yg menggenggam indahnya cinta .....
Pilihkan untukku insan yang hatinya penuh dengan cinta & Rindu kepada-Mu
Agar aku semakin mengenal-Mu
Agar aku semakin mengagumi-Mu
Agar aku semakin mencintai-Mu
Agar aku semakin merindui-Mu
Dan semakin dekat dengan-Mu
Sedekat-dekatnya cinta.....
Seindah-indahnya cinta.....


Duhai yg mempersatukan cinta.....
Jatuh cintakanlah diriku
Dengan insan pilihan terbaik-Mu
Yang bisa saling mengingatkan pada kebaikan
Dan aku tidak akan komplen tentang pilhan-Mu untukku
Karena ku yakin pilihan-Mu adalah yg terbaik untukku
Dan pertemukanlah kami dalam keadaan suci dalam debu
Yang di ridhoi oleh iradat-Mu

Duhai yg menciptakan langit & bumi.....
Seandainya suatu saat aku jatuh hati
Jangan pernah Engkau palingkan wajah-Mu dariku walau hanya sesaat
Karena kesalahan dan kekhilafanku...
Oleh karena itu aku mohon dgn sangat, tegurlah aku dgn kasih sayang-Mu
Dan bimbinglah selalu aku agar selalu istiqomah berada di jalan-Mu
Hingga aku menutup mata......

Duhai yang menghadirkan cinta......
Sempat terpikir dalam hatiku
Aku tak akan menikah dgn seseorang yg kucintai
Namun aku akan menikah dgn seseorang yg mencintaiku tulus
Dan menyayangiku apa adanya berikut dgn segala kekuranganku
Karena mungkin ada benarnya juga orang bijaksana berkata
Cinta sejati itu lahir setelah akad nikah
Oleh karena itu ya tuhanku.....
Kirimkanlah aku pendamping hidup
Yang baik hati dan sederhana dalam segala hal
Yang mencintai dan menyayangiku tulus
Dan mau menerima aku apa adanya lahir & bathin
Dan sempat terpikirkan juga olehku ya Rabb....
Aku takkan membukakan hatiku
Kecuali wanita itu yang membukakannya
Terkadang ku merasa malu bila harus memilih
Karena ku tak pantas dalam memilih
Dan akupun bukanlah pilihan yg harus di pilih
Aku serahkan semuanya hanya pada-Mu.......Hanya pada-Mu
Dan aku juga mengikhlaskan segalanya yg terbaik menurut-Mu
Bukan menurut hatiku yg masih penuh dgn dosa dan noda


“Wahai Tuhan kami! Anugrahkanlah kepada kami istri dan keturunan kami sebagai kebahagiaan [bagi kami] dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Furqan: 74)

" Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: Jadilah!" maka terjadilah ia."

"Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).


Amiiin....ya robbal alamin

Dikirim pada 04 Februari 2010 di Coretan isi hati


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
1. Jangan Merokok - Penelitian dari para ahli membuktikan bahwa merokok sebatang rokok setelah makan sama dengan merokok 10 rokok (kemungkinan terserang kanker lebih besar).

2. Jangan langsung makan buah-buahan - Langsung makan buah-buahan setelah makan akan menyebabkan perut dipenuhi dengan udara. Untuk itu makanlah buah-buahan 1-2 jam setelah makan atau 1 jam sebelum makan.

3. Jangan minum Teh - karena daun teh mengandung kandungan asam yang tinggi. Kandungan ini akan menyebabkan kandungan protein pada makanan yang telah kita konsumsi sulit untuk dicerna.

4. Jangan mengendorkan ikat pinggangmu - Mengendorkan ikat pinggang setelah makan akan menyebabkan usus terbelit dan terblokir.

5. Jangan Mandi - Mandi akan menaikan aliran darah ke tangan, kaki dan badan yang menyebabkan jumlah darah sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan sistem pencernaan di dalam perut kita.

6. Jangan Berjalan-jalan - Orang-orang sering mengatakan bahwa berjalan beberapa langkah setelah makan akan memperpanjang umur. Pada kenyataannya hal ini tidaklah benar. Berjalan akan menyebabkan sistem pencernaan tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan yang telah kita makan.

7. Jangan langsung tidur - Makanan yang kita makan tidak dapat dicerna secara baik. Hal ini akan menyebabkan usus mengalami kembung dan peradangan.



Dikirim pada 30 Januari 2010 di Uncategories







Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Penghulu Istighfar ialah kamu berkata: “Allahumma anta rabbi laa ilaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu-u laka bini’matika ‘alaiyya wa abu-u bidzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta (Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada ilaha selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hambaMu dan aku selalu berusaha menepati ikrar dan janjiku kepadaMu dengan segenap kekuatan yang aku miliki. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatMu yang tercurah kepadaku; dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan. Karenanya, ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau).” Barangsiapa yang membaca doa ini di sore hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang membaca doa ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada siang harinya, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR Bukhary 5831)



Dikirim pada 24 Januari 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Insya Allah berikut inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa "Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci".

(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya "Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia"

(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"

(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ’Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf"

(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan ’Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca ’ghairil maghdhuubi ’alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ’aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu".

(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ’Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia"

(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan ’ashar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ’ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ’ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada
mereka, ’Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?, mereka menjawab, ’Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat"

(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ’aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia
dapatkan"

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ’Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak. Dan lainnya berkata, Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit"

(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa
"sunnah"

(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh"

(Imam Ahmad meriwayatkan dari ’Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada
orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Sumber Tulisan Oleh :
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, Orang-Orang yang Didoakan Malaikat



Dikirim pada 24 Januari 2010 di Uncategories
21 Jan


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Dari Umar r.a. berkata: "Saat kami duduk dekat Rasulullah saw di suatu hari maka tiba-tiba tampaklah oleh kami seorang laki-laki memakai pakaian sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya bekas (tanda-tanda) dalam perjalanan dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya maka duduklah ia dihadapan Nabi saw lalu menyandarkan lututnya pada lutut Nabi saw lalu meletakkan tangannya di atas paha Nabi saw kemudian ia berkata, "Hai Muhammad, beritahukanlah padaku tentang Islam!" Maka jawab Rasulullah saw, "Islam yaitu engkau bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan sungguh Muhammad itu utusan Allah, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa bulan Ramadhan dan mengerjakan Hajji ke Baitullah (Mekkah) jika engkau kuasa menjalaninya." Berkata orang itu, "Benar." Kami heran, ia bertanya dan ia pula yang membenarkannya. Maka bertanyalagi orang itu, "Beritahukanlah padaku tentang Iman." Jawab Nabi saw, "Engkau beriman kepada Allah dan Malaikat-Nya, kepada Kitab-kitab-Nya, kepada Rasul-rasul-Nya, kepada hari Qiamat dan beriman kepada Qadar baik dan yang buruk." Berkatalah orang itu, "Benar." Bertanya lagi orang itu, "Maka beritahukanlah padaku tentang Ihsan." Jawab Nabi, "Engkau beribadah (mengabdi) kepada Allah seakan-akan engkau melihat kepada-Nya, sekalipun engkau tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya ia melihat engkau." Tanya orang itu lagi, "Beritahukanlah aku tentang hari Qiamat." Jawab Nabi, "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari si penanya." Tanya orang itu lagi, "Beritahukanlah aku tentang tanda-tandanya." Jawab Nabi, "Diantaranya jika seorang hamba telah melahirkan majikannya dan jika engkau melihat orang yang tadinya miskin papa, berbaju compang-camping, sebagai penggembala kambing sudah berkemampuan, berlomba-lomba dalam kemegahan bangunan." Kemudian pergilah orang tadi. Aku diam tenang sejenak kemudian Nabi saw berkata, "Wahai Umar tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?" Jawabku, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Nabi saw berkata, "Dia itu Jibril datang kepada kalian mengajarkan tentang agama kalian."
(Muslim)

Dikirim pada 21 Januari 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Urip sudah beberapa tahun bekerja di sebuah perusahaan yang cukup besar. Memang pekerjaannya cukup berat, menghadapi pelanggan yang selalu marah-marah dan bersikap kasar. Lama kelamaan, tanpa disadarinya, dia semakin mudah marah. Lama kelamaan dia semakin kasar, baik sikapnya maupun perkataannya.

Suatu ketika, dalam rapat internal, semua orang membicarakan cara bagaimana meningkatkan pelayanan agar keluhan pelanggan berkurang. Pak Alex yang menjabat sebagai supervisor memberikan saran.

“Kita perlu memperhatikan kebutuhan pelanggan. Mengapa pelanggan marah? Mungkin saja karena kebutuhannya tidak terpenuhi.”

“Bagaimana menghadapi pelanggan yang berbicara kasar dan menyerang pribadi? Misalnya, ‘Kamu ini kok bodoh sekali? Sudah berapa lama kerja di sini?’. Saya kan tidak terima kalau dibilang begitu?”, tanya Urip.

“Nah, di sinilah kunci melayani pelanggan. Pelanggan bukan marah kepada kita sebagai pribadi. Dia marah karena kecewa terhadap pelayanan kita, cara kerja kita, produk kita, atau lainnya. Jangan dianggap sebagai masalah pribadi”, kata pak Alex.

“Betul, jangan dianggap sebagai masalah pribadi. Kecuali kita memang salah, misalnya lupa, keliru, atau lainnya, ya sudah, minta maaf saja. Atau mungkin perkataan kita menyakitkan hatinya, ya wajar dong kalau orang lain marah”, kata salah seorang karyawan lain.

Mendengar jawaban itu, seperti biasa Urip membantah. Memang dia selalu membantah pendapat orang lain. “Wah, ya tidak bisa begitu! Dia jelas-jelas menuding saya sebagai orang bodoh! Masa bukan pribadi?” katanya dengan berang dan penuh emosi.

Dengan sabar pak Alex berkata: “Coba kita tenangkan hati dulu, nanti malam direnungkan sendiri apakah yang saya katakan ini betul. Oke? Mari kita mengumpulkan usulan lain”.

Urip masih penasaran, tapi dia berusaha menahan diri. Urip juga sadar bahwa sekarang dia sering merasa kurang sabar. Tidak seperti dulu. Dulu dia lebih tenang, lebih dewasa. Tapi akhir-akhir ini dia kok sepertinya seperti anak kecil dan mudah tersinggung, mudah emosi, dan mudah marah.

Sepulang dari kantor, Urip mampir ke sebuah toko untuk membeli gula. Di toko itu ada seorang bapak sedang membeli beras. Setelah mendapatkan beras, dia membayar harganya. Karena bapak itu naik sepeda motor, beras itu perlu diikat di jok. Entah mengapa, ketika akan pergi, sepeda motornya miring dan bapak tersebut hampir jatuh. Bapak itu langsung marah dan membentak-bentak. Dia menyalahkan karyawan toko yang tadi mengikat karung berasnya.

Tapi orang yang dimarahinya tetap tenang. Dia berkata: “Maaf pak.”

Lalu segera mengambil tali baru dan dengan cekatan mengikatnya lagi. Ekspresi wajahnya sangat tenang. Setelah selesai, dia dengan sopan berkata:

“Sudah pak. Bisa tolong dicoba apakah sudah cukup kuat?”

Bapak itu menarik-narik tali tersebut, ternyata sudah kuat.

“Ya sudah!”, katanya. Lalu dia pergi.

Diri sendiri

Karyawan yang tadi dimarahi tetap tenang saja, tampaknya tidak kesal atau sakit hati. Urip berkata kepada karyawan tersebut:

“Wah galak amat. Kan dia sendiri yang mau jatuh. Kok marah ke orang lain. Lawan aja mas! Jangan diam saja!” Tapi dengan tersenyum orang itu berkata:

“Tidak perlu mas. Dia sebenarnya tidak marah kepada saya kok. Dia sebenarnya marah pada dirinya sendiri yang hampir jatuh. Karena malu, dia menyalahkan saya. Mungkin juga dia sedang kesal, atau mungkin juga anak isterinya sedang menunggu beras tersebut dan dia stres karena harus cepat-cepat pulang sedangkan perjalanan masih jauh. Bisa jadi tadi di kantor dia habis dimarahi bosnya. Yang jelas, dia sebenarnya bukan marah kepada saya mas”

Urip tertegun. Dia diam saja dan segera membayar gula yang dibelinya. Sesampainya di rumah, Urip teringat terus kejadian yang baru saja dilihatnya tadi. Kata-kata karyawan toko tadi terus terngiang-ngiang di telinganya. “Yang jelas, dia sebenarnya bukan marah kepada saya mas.”

Dalam hati kecilnya, Urip sadar bahwa yang membuatnya mudah marah dan bersikap kasar serta emosional adalah perasaannya yang merasa diserang pelanggan. Semua sikap marah atau keluhan pelanggan, dianggapnya sebagai kemarahan yang ditujukan kepada dirinya secara pribadi. Itulah yang membuatnya marah dan kesal. Dia merasa tidak salah kok dimarahi. Tersinggung dong.

Tapi pegawai toko tadi tidak tersinggung. Dia malah bisa bersikap lebih profesional. Dia tidak menganggap kemarahan pelanggan sebagai masalah pribadi. Pantas, wajahnya tetap tenang, tidak tertekan. Urip jadi merasa malu terhadap dirinya sendiri. Betapa kekanak-kanakan sikapnya selama ini. Seperti anak kecil. Sangat tidak dewasa. Sangat tidak profesional.

Mulai malam ini, Urip berjanji kepada dirinya sendiri untuk belajar bersikap seperti karyawan toko tadi. Dia ingin memisahkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi. Mungkin perlu waktu, tapi Urip sungguh-sungguh berniat mengubah dirinya. Dia sendiri sudah terlalu lelah bersikap pemarah. Energinya terbuang untuk terus-menerus marah dan kesal. Sangat melelahkan. Berbeda dengan karyawan toko tadi yang wajahnya tenang dan damai. Tidak tertekan. Pokoknya pisahkan masalah pekerjaan dari masalah pribadi. Be professional!

Sumber : anonymous





Dikirim pada 17 Januari 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Diantara beberapa sebab di lapangkannya rizki oleh Allah SWT di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Takwa Kepada Allah

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)

2. Istighfar dan Taubat

“Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12)

3. Tawakkal Kepada Allah

“Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

4. Silaturrahim

“Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim.” (HR Al Bukhari)

“Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)

5. Infaq

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268)

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39)

6. Berbuat Baik kepada Orang Lemah

“Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian.” (HR. al-Bukhari)

7. Serius di dalam Beribadah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, artinya,
“Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.”

8. Memperbanyak rasa syukur kepada Allah di setiap waktu

surat Ibrahim ayat 7, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

9. Bersandar hanya pada Allah yg menguasai langit dan bumi beserta isinya

10. Menikah…….

11. De el el……….







Dikirim pada 16 Januari 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Tauhid merupakan kewajiban utama dan pertama yang diperintahkan Alloh kepada setiap hamba-Nya. Namun, sangat disayangkan kebanyakan kaum muslimin pada zaman sekarang ini tidak mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Padahal tauhid inilah yang merupakan dasar agama kita yang mulia ini. Oleh karena itu sangatlah urgen bagi kita kaum muslimin untuk mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Hakekat tauhid adalah mengesakan Alloh. Bentuk pengesaan ini terbagi menjadi tiga, berikut penjelasannya.

Mengesakan Alloh dalam Rububiyah-Nya

Maksudnya adalah kita meyakini keesaan Alloh dalam perbuatan-perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Alloh, seperti mencipta dan mengatur seluruh alam semesta beserta isinya, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat dan lainnya yang merupakan kekhususan bagi Alloh. Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Orang-orang yang mengingkari hal ini, seperti kaum atheis, pada kenyataannya mereka menampakkan keingkarannya hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka mengakui bahwa tidaklah alam semesta ini terjadi kecuali ada yang membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah membohongi kata hati mereka sendiri. Hal ini sebagaimana firman Alloh “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).”(Ath-Thur: 35-36)

Namun pengakuan seseorang terhadap Tauhid Rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi Rosululloh mengakui dan meyakini jenis tauhid ini. Sebagaimana firman Alloh, “Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh dan Yang memiliki ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Alloh.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Alloh.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?’” (Al-Mu’minun: 86-89). Dan yang amat sangat menyedihkan adalah kebanyakan kaum muslimin di zaman sekarang menganggap bahwa seseorang sudah dikatakan beragama Islam jika telah memiliki keyakinan seperti ini. Wallohul musta’an.

Mengesakan Alloh Dalam Uluhiyah-Nya

Maksudnya adalah kita mengesakan Alloh dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti shalat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya. Dimana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua ibadah itu hanya kepada Alloh semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rosul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Alloh mengenai perkataan mereka itu “Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Shaad: 5). Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Alloh semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Alloh dan Rosul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Alloh adalah satu-satunya Pencipta alam semesta.

Mengesakan Alloh Dalam Nama dan Sifat-Nya

Maksudnya adalah kita beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Alloh yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh. Dan kita juga meyakini bahwa hanya Alloh-lah yang pantas untuk memiliki nama-nama terindah yang disebutkan di Al-Qur’an dan Hadits tersebut (yang dikenal dengan Asmaul Husna). Sebagaimana firman-Nya “Dialah Alloh Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, hanya bagi Dialah Asmaaul Husna.” (Al-Hasyr: 24)

Seseorang baru dapat dikatakan seorang muslim yang tulen jika telah mengesakan Alloh dan tidak berbuat syirik dalam ketiga hal tersebut di atas. Barangsiapa yang menyekutukan Alloh (berbuat syirik) dalam salah satu saja dari ketiga hal tersebut, maka dia bukan muslim tulen tetapi dia adalah seorang musyrik.

Kedudukan Tauhid

Tauhid memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam agama ini. Pada kesempatan kali ini kami akan membawakan tentang kedudukan Tauhid Uluhiyah (ibadah), karena hal inilah yang banyak sekali dilanggar oleh mereka-mereka yang mengaku diri mereka sebagai seorang muslim namun pada kenyataannya mereka menujukan sebagian bentuk ibadah mereka kepada selain Alloh, baik itu kepada wali, orang shaleh, nabi, malaikat, jin dan sebagainya.

Tauhid Adalah Tujuan Penciptaan Manusia

Alloh berfirman, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56) maksud dari kata menyembah di ayat ini adalah mentauhidkan Alloh dalam segala macam bentuk ibadah sebagaimana telah dijelaskan oleh Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu, seorang sahabat dan ahli tafsir. Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Alloh saja. Tidaklah mereka diciptakan untuk menghabiskan waktu kalian untuk bermain-main dan bersenang-senang belaka. Sebagaimana firman Alloh “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian.” (Al Anbiya: 16-17). “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minun: 115)

Tauhid Adalah Tujuan Diutusnya Para Rosul

Alloh berfirman, “Dan sungguh Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Alloh, dan jauhilah Thaghut itu’.” (An-Nahl: 36). Makna dari ayat ini adalah bahwa para Rosul mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi terakhir Nabi kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam diutus oleh Alloh untuk mengajak kaumnya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dan tidak memepersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Maka pertanyaan bagi kita sekarang adalah “Sudahkah kita memenuhi seruan Rosul kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam untuk beribadah hanya kepada Alloh semata? ataukah kita bersikap acuh tak acuh terhadap seruan Rosululloh ini?” Tanyakanlah hal ini pada masing-masing kita dan jujurlah…

Tauhid Merupakan Perintah Alloh yang Paling Utama dan Pertama

Alloh berfirman, “Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisa: 36). Dalam ayat ini Alloh menyebutkan hal-hal yang Dia perintahkan. Dan hal pertama yang Dia perintahkan adalah untuk menyembahNya dan tidak menyekutukanNya. Perintah ini didahulukan daripada berbuat baik kepada orang tua serta manusia-manusia pada umumnya. Maka sangatlah aneh jika seseorang bersikap sangat baik terhadap sesama manusia, namun dia banyak menyepelekan hak-hak Tuhannya terutama hak beribadah hanya kepada Alloh semata.

Itulah hakekat dan kedudukan tauhid di agama kita, dan setelah kita mengetahui besarnya hal ini akankah kita tetap bersikap acuh tak acuh untuk mempelajarinya?

***

Penulis: Abu Uzair Boris Tanesia









Dikirim pada 13 Januari 2010 di Uncategories
10 Jan


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Tak usah panik jika bayi menangis. Anda dapat mengatasinya dengan mudah jika tahu sebabnya. Jangan pula berpikir, ia anak yang rewel. Menangis adalah cara si kecil berkomunikasi dengan Anda. Khususnya selama 12 bulan pertama kehidupannya.

Pada umumnya bayi sering menangis pada minggu-minggu pertama kehidupan, baik siang maupun malam. Ini karena bayi yang baru lahir masih berada dalam fase penyesuaian dari dalam kandungan ke dunia luar.

Banyak-sedikitnya tangisan, menurut Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya “Perkembangan Anak II”, berbeda-beda menurut cepat dan memadainya pemenuhan kebutuhan dan keinginan mereka. Jika dipenuhi dengan segera, bayi kemudian hanya akan menangis karena merasa sakit dan tertekan. Setelah umur dua minggu, ada sebagian bayi yang menangis berlebihan. Dalam kebanyakan kasus dilaporkan, orangtua bayi tersebut tak cepat memperhatikan tangis bayinya dan tak konsisten menanggapinya.

Jumlah tangisan juga bervariasi menurut “saat harinya”, bertepatan dengan saat jadwal bayi. Misalnya, bayi paling sering menangis sebelum saatnya diberi makan dan sebelum waktunya tidur malam. Ketika bayi dapat menyesuaikan diri dengan jadwal waktu makan dan tidur, tangisan pada saat-saat tersebut berkurang.

Jangan hentikan tangisnya dengan cara mengangkatnya setiap kali ia rewel atau menangis. Carilah apa yang salah dan jika tak terlalu serius, segera alihkan perhatiannya.

Menurut Dr. Najib Advani SpA. MMed. Paed., dokter anak di Sub. Bag, Kardiologi Anak FKUI-RSCM, secara garis besar bayi menangis dibagi dua kelompok. Pertama, bayi menangis tanpa penyakit, seperti lapar, haus, perasaan tidak enak atau tidak nyaman (kepanasan, kedinginan, popok basah, suara berisik, dan lainnya), tumbuh gigi, saat buang air kecil, kesepian, lelah, atau kolik. Kedua, bayi menangis karena ada sesuatu penyakit seperti infeksi, hernia, sumbatan usus, autisma, dan sebagainya.

Jika bayi menangis karena penyakit, periksakan ia ke dokter. Tapi jika tidak, Anda dapat membantu menenangkannya.

Cermati ketika bayi menjadi rewel



bayi rewel petanda awal ada masalah

MENJELANG tidur, sering kali tangisan bayi tak dapat dihindari. Rasa sedih, panik, bingung pasti dialami sang ibu, apalagi jika dia baru pertama kali memiliki momongan.

Memang, menangis adalah respons paling primitif yang akan dilakukan bayi terhadap lingkungan barunya. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebab-sebab si kecil menjadi rewel saat jelang tidurnya.

Bila bayi yang biasanya “anteng” tiba tiba rewel hingga membuat mommies kebingungan, sudah dapat dipastikan si kecil memiliki masalah khusus yang dirasa mengganggu dirinya. Di sini, tugas para mommies lah untuk mencari sumber penyebab masalah serta sedapat mungkin mencari alternatif tindakan antisipasi agar “ketidaknyamanan” yang dirasakan si kecil dapat berkurang.

1. Lapar
Jika bayi Anda merasa lapar, dia akan membuka dan menutup mulutnya (mengecap) atau mulai menghisap jemarinya.

2. Lelah

Jika Anda melihat si kecil mulai diam dan terlihat bosan dengan mainannya, ia sering kali mengusap mata, atau menguap berulang kali. Mungkin ini juga pertanda sudah waktunya untuk tidur siang.

3. Bosan

Rasa bosan dan tidak nyaman sering kali dialami si kecil. Tak heran, jika dia mendadak menangis dengan suara melengking, bahkan diikuti suara raungan dan jeda untuk diam sesaat. Belum lagi jika Anda berlama-lama berbicara dengan sahabat Anda melalui telepon, wah, bisa-bisa si kecil akan memancing perhatian Anda dengan cara menangis sekeras-kerasnya. Jika hal itu terjadi, segeralah bermain dengannya atau cukup sentuh dirinya sebagai tanda bahwa Anda ada di sampingnya.

4. Kesepian

Jika bayi tertidur di gendongan Anda dan terbangun sambil menangis ketika Anda meletakkannya di kasur bayi, jangan panik. Bisa saja itu terjadi karena dia merasa bingung dan takut ditinggal sendirian. Atau, itu merupakan cara untuk mengatakan bahwa dia tak ingin lepas dari gendongan dan hangatnya pelukan Anda.

5. Terlalu banyak stimulasi

Siapa yang tak senang melihat bayi lucu nan “montok”. Bisa dipastikan banyak orang yang akan berusaha untuk mencuri perhatiannya atau sekadar mencubit pipinya. Tak ayal, bayi Anda akan bingung menghadapi itu semua. Tak pelak, si kecil akan menutup matanya atau memalingkan muka kemudian menangis. Itu artinya, dia butuh sedikit ketenangan.

6.Kolik

Kolik bayi adalah istilah yang dipakai untuk keadaan dimana bayi terus menerus menangis secara berlebihan. Kolik atau sakit perut yang datang secara bergelombang (spasmodik). Tetapi karena bayi belum bisa mengeluh maka tidak bisa dipastikan sebab bayi menangis. Jika tidak bisa menemukan sebab yang jelas seperti rasa lapar, popok bayi basah, demam, maka bayi yang menangis secara berlebihan dianggap sebagai kolik bayi.

Diduga penyebab terjadinya Kolik mungkin disebabkan oleh kejang otot didinding susu, udara dalam usus dan gangguan pencernaan. Akibatnya, bayi Anda merasa tidak nyaman dan lebih rewel.

Untuk mencegah terjadinya gangguan ini, sesaat setelah diberi minum atau makan, sebaiknya si kecil ditepuk-tepuk supaya bersendawa. Apabila usaha diatas tidak berhasil, diamkan dengan cara-cara yang biasanya cukup berhasil seperti dipeluk erat-erat, diayun-ayun, dimandikan, diberi dot, atau dinyanyikan. Tapi bila ia terlanjur kolik, berilah obat tetes anti kolik, sesuai petunjuk dokter. Obat tetes kolik dapat dibeli diapotek.

Tidak ada cara yang manjur untuk mencegah kolik bayi, tetapi dari beberapa artikel. Orang tua biasa mengusahakan untuk menghilangkan penyebab-penyebab yang mungkin terjadi dengan cara sebagai berikut:

* Pastikan bahwa lubang botol bayi sudah sesuai besarnya untuk mencegah bayi menelan terlalu banyak udara sewaktu minum.

* Usahakan supaya bayi bersendawa dengan baik setiap habis minum.

* Hindarkan jangan sampai bayi terlalu lapar/harus menunggu lama untuk minum asi.

7. Flu & Demam

Bayi sangat rentan terhadap Flu. Umumnya flu ringan akan sembuh dengan sendirinya setelah 2-3 hari, sekalipun tidak diobati. Tetapi, bayi yang terkena flu biasanya rewel dan sulit makan, karena ia tidak leluasa bernapas melalui hidungnya. Kalau sudah begini, jangan terburu – buru langsung di bawah ke dokter beberapa tips dan trik simple sebagai berikut:

* Jangan panik ketika anak mulai terserang demam, flu .

* Kalau flunya di barengi dengan panas, ukur suhu tubuh si anak. Ada batas suhu, apakah anak masih termasuk normal atau tidak, gunakan Kompres untuk mengurangi panas pada anak. Kalau masih belum reda berikan penurun panas. Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter, menurut American Academy of Pediatrics (AAP) sebagai berikut:

v Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh > 38C

v Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh > 38.3C

v Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh > 40C

* Berikan cairan seperti Air putih sesering mungkin.

* Supaya “ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami flu apa lagi pada malam hari, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung

* Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih yang di teteskan Minyak kayu putih setelah anak tidur.

* Beri Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)

* Untuk pencegahan, sering – sering cuci tangan, hindari kontak dengan penderita flu, Jaga kebersihan rumah seperti Kamar tidur, Kamar Mandi, Dapur dsb.

9. Ruam popok

Kulit bayi umumnya sangat sensitif. Tak mengherankan jika banyak bayi yang menderita ruam popok. Biasanya ruam timbul karena si kecil alergi terhadap amoniak yang terkandung dalam urinnya, atau bisa juga karena ia alergi terhadap bahan dasar popok.

Pada kebanyakan kasus, ruam dapat disembuhkan dengan salep kulit yang diberikan oleh dokter. Akan tetapi, untuk menghindari ruam popok, tidak ada salahnya bila si kecil memakai popok berulangkali pakai yang terbuat dari kain tetra. Bukan hanya itu, Anda juga harus rajin mengganti popoknya yang basah.

10. Gusi Gatal

Umumnya si kecil mulai tumbuh giginya ketika berusia 7 bulan. Pada waktu giginya menembus gusi, biasanya timbul rasa tak nyaman yang disebabkan oleh gusinya yang meradang. Akibatnya si kecil pun rewel.

Sebenarnya gangguan ini dapat diatasi dengan memberinya jel atau sirop penghilang rasa sakit. kalau pertumbuhan gigi bayi Anda juga disertai demam, jangan lupa berikan obat penurun panas. Jika panasnya terus berlanjut, segera hubungi dokter Anda.

Agar Bayi Anda Tidak Rewel

Usahakan membuat jadwal harian sesuai kecenderungan alami bayi. Bila perlu, buat catatan harian untuk menemukan pola waktu dari hari-hari bayi Anda. Misal, pada saat kapan saja ia rewel dan apa saja penyebabnya, sekitar jam berapa ia biasanya lapar dan tidur, dan sebagainya.
Sedapat mungkin lakukan hal yang sama pada waktu yang sama setiap hari. Saat menyusui, misalnya. Meski ia tampaknya tak lapar atau sudah lapar sebelum waktunya, usahakan untuk tetap bertahan pada jadwal. Bila perlu, beri ia makanan kecil jika ia tampak lapar di antara waktu-waktu menyusui.
Pada tahap awal, Anda hendaknya tak bersifat kaku atau sangat ketat terhadap jadwal. Sedikit kekacauan tak masalah. Yang penting, pada akhirnya nanti si kecil menjadi terbiasa dengan suatu rutinitas atau melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu.
Hindari hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan tidur si kecil. Jika ia suka begadang, ayah dan ibu dapat bergiliran melakukan tugas malam. Perhatikan hal-hal apa saja yang membuatnya suka begadang sehingga Anda dapat menghindarinya, lalu cobalah perlahan-lahan menetapkan jadwal tidur yang lebih baik.
Perkenalkan ia pada obyek-obyek baru secara bertahap. Misalnya, gantungkan mainan baru di boksnya untuk 1-2 menit, lepaskan dan pasang lagi beberapa saat kemudian untuk waktu sedikit lama. Begitu seterusnya sampai ia siap untuk menerima dan menikmati mainan baru tersebut.
Mintalah orang-orang “baru” untuk tak langsung mendekati si kecil. Mula-mula mereka bisa menatap si kecil dengan jarak agak jauh dan mengajaknya bicara dari kejauhan pula. Minta mereka sering hadir dan menyapanya sampai akhirnya si kecil tak merasa asing lagi.
Perkenalkan satu jenis makanan baru secara bertahap, mulai dari jumlah yang sangat sedikit. Jangan tambah dengan makanan baru lainnnya sebelum si kecil dapat menerima makanan baru pertamanya.
Hindari membeli botol susu baru dengan bentuk atau warna yang sangat berbeda. Begitu pun barang-barang lain untuk keperluan si kecil seperti seprei, selimut, dan sebagainya.


Catatan Penting

Bayi Jangan Sering Digendong

bayi jangan terlalu sering digendong

Agar tidak terus-terusan menangis, orangtua maupun pengasuh anak pun memilih untuk sering menggendong si bayi. Ternyata, terlalu sering menggendong bayi berdampak kurang baik.

“Kalau sering digendong, tidak ada keleluasaan bergerak. Akibatnya motorik kasar tidak berkembang. Kalau rewel diajak bermain saja,” kata dokter spesialis anak dr Attila Dewanti SpA.

Hal itu disampaikan dia dalam diskusi bertajuk “Mengembangkan kecerdasan anak sejak dini” di Brawijaya Women and Children Hospital, Jl Taman Brawijaya, Jakarta, Sabtu (22/9/2007).

Attila kemudian menyampaikan tahapan perkembangan motorik kasar pada anak sejak bayi. Umur 3-4 bulan, bayi mulai tengkurap. Umur 5-6 bulan duduk. Pada umur 7-8 bulan merangkak. Lalu pada 9-11 bulan berdiri. Umur 12-13 bulan bayi berjalan. Pada umur 18 bulan mulai bisa jongkok dan berdiri. Sedangkan di umur 36 bulan, bayi sudah bisa melakukan gerakan spesifik dan kompleks.

“Semua tahapan itu harus dilewati. Kalau tidak melewati, orangtua harus mengarahkan. Bila terlewat, nanti saat dewasa ada kemampuan motorik kasar yang tidak bisa dilakukan juga,” jelas perempuan berkacamata itu.

Ditambahkan dia, sebaiknya bayi juga tidak menggunakan baby walker. Alat ini membuat bayi pasif, berjalan jinjit, dan rentan jatuh.

Pencapaian tahapan perkembangan motorik halus juga ada tahapan-tahapannya. Misalnya saja, telapak tangan mulai terbuka biasa dilakukan bayi umur 3 bulan. Pada umur 10 bulan sudah mulai meniru gerakan dan suara. Karena rentan meniru, orangtua jangan menggunakan bahasa bayi saat berkomunikasi dengan anak. Hal itu bisa mengakibatkan anak bicara cadel meski sudah besar.

Seiring bertambahnya umur, anak mulai bisa menggunakan tangan untuk memegang benda besar dan kecil. Mereka juga mulai bisa membalik lembaran buku.

“Tapi sebaiknya, orangtua juga memberi kesempatan agar semua tahap perkembangan anak berjalan normal sesuai usia. Jangan diburu-buru,” sambung Attila.







Dikirim pada 10 Januari 2010 di Uncategories
10 Jan




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Jangan pernah menyangka bahwa seorang pahlawan selalu meraih prestasi-prestasinya dengan mulus, atau bahkan tidak pernah mengenal kegagalan. Kesulitan-kesulitan adalah rintangan yang diciptakan oleh sejarah dalam perjalanan menuju kepahlawanan. Dan karena itu, peluang kegagalan sama besarnya dengan peluang keberhasilan. "Kalau bukan karena kesulitan, maka semua orang akan jadi pahlawan", kata seorang penyair Arab, Al-Mutanabbi.



Membebaskan Konstantinopel bukanlah pekerjaan mudah bagi seorang pemuda berusia 23 tahun setangguh Muhammad Al-Fatih Murad. Pembebasan pusat kekuasaan Imperium Romawi itu, kata orientalis Hamilton Gibb, adalah mimpi delapan abad dari kaum Muslimin. Semua serangan gagal meruntuhkan perlawanan kota itu di sepanjang abad-abad itu. Dan serangan-serangan awal Muhammad Al-Fatih Murad juga mengalami kegagalan. Kegagalan itu sama dengan kegagalannya sebagai pemimpin negara ketika pada usia 16 tahun ayahnya menyerahkan kekuasaan kepadanya.

Tapi bila Muhammad Al-Fatih kemudian berhasil merebut kota itu, kita memang perlu mencatat pelajaran ini: "Bagaimana seorang pahlawan dapat melampaui kegagalan-kegagalannya dan merebut takdirnya sebagai pahlawan?"

Rahasia pertama adalah mimpi yang tidak selesai. Kegagalan adalah perkara teknis bagi sang pahlawan. Ia tidak boleh menyentuh setitikpun wilayah mimpinya. Mimpi tidak boleh selesai karena kegagalan. "Dan tekad seperti ini akan merubah rintangan dan kesulitan menjadi sarana mencapai tujuan", kata Said Bin Al Musayyib.

Begitulah dengan tekad mereka melampaui kegagalan, sampai rintangan yang menghadang jalannya tak sanggup menatap mata tekadnya, maka ia tunduk, lalu memberinya jalan menuju penghentian terakhir dari mimpinya. " Kalau tekad seseorang benar adanya, maka jalan menuju tujuannya pastilah jelas", kata pepatah Arab.

Rahasia kedua adalah semangat pembelajaran yang konstan. Seorang pahlawan tidak pernah memandang dirinya sebagai Superman atau Malaikat. Ia tetaplah manusia biasa. Dan kegagalan merupakan bagian dari tabiat kehidupan manusia, maka ia "memaafkan " dirinya untuk kegagalan itu. Tapi ia tidak berhenti sampai di situ. Kegagalan adalah objek pengalaman yang harus dipelajari untuk kemudian dirubah menjadi pintu kemenangan. Dan demikianlah seharusnya kita mendefenisikan pengalaman: " bahwa ia adalah investasi pembelajaran yang membantu proses penyempurnaan seluruh faktor keberhasilan dalam hidup."

Rahasia ketiga adalah kepercayaan pada waktu. Setiap peristiwa ada waktunya, maka setiap kemenangan ada jadwalnya. Ada banyak rahasia yang tersimpan dalam rahim sang waktu, dan biasanya tidak tercatat dalam kesadaran kita. Tapi para pahlawan biasanya mempunyai cara lain untuk mengenalinya, atau setidaknya meraba-rabanya, yaitu firasat. Mereka "memfirasati zaman", walaupun mungkin benar mungkin salah, tapi berguna untuk membentuk kecenderungannya. Firasat bagi mereka, adalah faktor intuitif yang menyempurnakan faktor rasional. perhitungan-perhitungan rasional harus tetap ada, tapi keputusan untuk melangkah pada akhirnya bersifat intuitif. Begitulah akhirnya takdir kepahlawanan terjembatani dengan firasat untuk sampai ke kenyataan. Wallahu’alam.



Dikirim pada 10 Januari 2010 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Dalam sebuah riwayat diceritakan, suatu siang keluarga sahabat Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu belum makan seharian. Kebetulan saat itu Ali tidak memiliki uang sedikitpun, sementara di rumahnya juga tidak ada bahan makanan yang bisa dimasak.
Fathimah radhiyallahu ‘anha, istri Ali yang juga putri kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam berkata, “Wahai suamiku, sesungguhnya kita sekeluarga belum makan. Sementara tidak ada sedikit pun makanan di rumah ini. Bisakah engkau pergi membeli makanan?”
“Wahai istriku,” jawab Ali dengan pe-rasaan yang sangat malu. “Sesungguhnya hari ini aku tidak memiliki uang sedikit pun.” Saat itu Ali baru tiba dari berjihad demi melindungi Islam dan kaum Muslimin, sehingga selama beberapa waktu terpaksa meninggalkan pekerjaannya mencari uang.
Fathimah tersenyum sabar. Dia ingat kalau telah menyimpan sesuatu. “Wahai suamiku,” kata Fathimah.
“Sesungguhnya aku telah mendapatkan uang 3 Dirham dari hasil bekerja menga-nyam tikar. Pakailah uang ini untuk membeli makanan,” ujar wanita yang digelari Az Zahrah itu sambil menyerahkan uang kepada suaminya.
Ali pun pergi ke pasar hendak membeli makanan. Namun di sebuah jalan yang telah dilaluinya, menantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam itu berpapasan dengan seorang pria Arab Badui. Orang tersebut berkata, “Wahai menantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, sesungguhnya aku sekeluarga belum makan selama tiga hari. Kuharap engkau memberikan belas kasihanmu kepadaku.”
Mendengar keluhan tersebut, Ali berfikir sejenak. Sebenarnya Ali hendak membeli makanan karena ia, istrinya, serta Hasan dan Husein (kedua anaknya yang masih kecil) belum makan seharian.
Tetapi saat ini ada orang lain yang jauh lebih memerlukan bantuan karena sudah tiga hari tidak makan. Akhirnya Ali memutuskan untuk menyedekahkan uang 3 Dirham yang dipegangnya kepada sang pria Badui itu.
Ali pun kembali pulang dengan tanpa membawa makanan. Sesampai di rumah, Fathimah bertanya, “Wahai suamiku, mana makanan yang telah engkau beli?”
Kemudian Ali menceritakan apa yang ia jumpai di jalan.
Setelah mendengar cerita suaminya, Fathimah berkata lirih, “Wahai suamiku, seandainya hanya kita berdua saja yang tidak makan hari ini, maka hal tersebut tidak menjadi persoalan bagiku. Tapi bagaimana dengan Hasan dan Husein (yang masih kecil)? Kasihan mereka.”
“Kalau begitu aku akan mencoba bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam untuk meminta pinjaman. Sesungguhnya beliau adalah orang yang paling dermawan,” kata Ali kemudian ia beranjak dari rumah.
Sesampai di sudut jalanan tempat Ali memberikan sedekah tadi, suami Fathimah itu bertemu dengan sahabat Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu yang berjalan menuntun ontanya.
“Wahai Ali, sesungguhnya aku ingin menjual ontaku ini kepadamu dengan harga 30 Dirham,” ujar Salman.
Ali mengamati onta tersebut dan berkata, “Sesungguhnya aku sangat ingin sekali membeli onta ini. Tapi saat ini aku tidak memiliki uang.”
“Tidak masalah. Bayar kapan saja kalau kamu sudah punya uang,” kata Salman menyerahkan ontanya.
Setelah beberapa langkah Salman meninggalkan Ali, datanglah seseorang. “Wahai menantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, maukah kamu menjual onta ini? Saya akan membelinya dengan harga 60 Dirham,” kata orang tersebut.
“Silahkan jika anda berminat,” kata Ali gembira.
Selesai transaksi Ali mengejar Salman untuk membayar 30 Dirham, harga onta yang ia beli. Setelah onta tersebut laku dengan harga 60 Dirham, Ali mendapatkan keuntungan 30 Dirham. Uang itu kemudian dibelikan makanan dan barang-barang kebutuhan lainnya.
Berdasarkan kisah tersebut, ada beberapa pelajaran berharga yang dapat kita ambil, di antaranya:


Pertama, Allah ta’ala akan membe-rikan balasan sedekah kita di dunia, deng-an balasan yang berlipat ganda.
Dalam kisah di atas, Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu mendapatkan ganjaran sebanyak 10 kali lipat dari sedekah yang ia berikan (3 Dirham menjadi 30 Dirham).
Dengan demikian, seseorang tidak perlu takut kehilangan (sebagian) hartanya, apalagi sampai khawatir jatuh miskin karena bersedekah. Bahkan semakin banyak sedekah yang kita berikan maka semakin besar pula balasan yang Allah ta’ala berikan di dunia ini.
Allah ta’ala telah memberikan gambaran balasan kepada orang yang bersedekah (terlebih sedekah untuk kemajuan Islam dan orang-orang yang mendakwahkan agama-Nya dalam Al Quran:


“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.” (QS Al Baqarah : 261)

Kedua, Allah ta’ala akan menjauhkan kita dari azab-Nya.
Dengan memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan berarti secara otomatis kita bersyukur atas (kelebihan) rezeki yang dikaruniakan Allah ta’ala kepada kita.
Allah ta’ala menegaskan:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim : 7)
Dalam sejarah, Qarun la’natullahu ‘alaihi diberikan kelapangan rezeki yang sangat banyak oleh Allah ta’ala. Namun ia meng-kufuri nikmat-Nya (termasuk enggan memberikan sedekah), sehingga Allah ta’ala mengazabnya di dunia dengan gempa bumi dahsyat yang mengakibatkan ia beserta seluruh hartanya hancur lebur dan terkubur di dalam bumi. Itu baru azab dunia, sementara azab di akhirat kelak jauh lebih dahsyat lagi.


Ketiga, Allah ta’ala akan menghilangkan kesusahan kita pada hari kiamat.
Memberikan sedekah juga dapat menghilangkan kesulitan kita di hari kiamat, sebab dengan bersedekah kita telah menghilangkan kesulitan (kesusahan) saudara seiman di dunia. Kebaikan ini tidak akan disia-siakan oleh Allah ta’ala sebagaimana dijanjikan melalui sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassalam:
“Barang siapa yang melepaskan kesusahan seorang Muslim di dunia, maka Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat….” (HR. Muslim)


Oleh: Abu Ibrahim Muhammad Afif



Dikirim pada 06 Januari 2010 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Banyak sekali dari orang sukses berawal dari mimpi. Atau timbulnya sesuatu juga karena adanya mimpi.

Dulu mungkin orang bermimpi bahwa bisa berpergian dengan cepat, kini telah ada motor dan mobil. Atau mungkin orang jaman dahulu pernah bermimpi bisa terbang, sekarang telah ada pesawat terbang. Ada juga mungkin yang bermimpi bisa bincang bincang jarak jauh yang kini telah diwujudkan dengan adanya telepon. Contoh lain Ada orang bermimpi sukses tanpa keluar rumah, hal itu bisa terwujud dengan usaha bisnis online sekarang ini yang lagi marak. Dan masih banyak lagi contoh dari sesuatu benda atau teknologi yang timbul berkat adanya imajinasi atau mimpi dari orang orang jaman sebelumnya.

Lalu apakah mimpi anda?

Disini penting sekali untuk menentukan mimpi anda yang sesungguhnya, dengan mengetahui mimpi anda , maka jelaslah tujuan hidup anda.

Apakah anda bermimpi menjadi orang yang kaya raya?

Atau bermimpi ingin masuk sorga?

OK setelah anda tahu apa mimpi anda, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda ingin mewujudkan mimpi anda tersebut.

Jika jawaban anda IYA, maka langkah-langkah apa yang musti anda lakukan untuk mewujudkannya dan stop dreaming and start action.

Berikut ini paling tidak ada beberapa tips yang biasa dipakai oleh orang yang sukses dan mewujudkan mimpi nya :

1. START ACTION. Ya mulailah mengambil tindakan sekarang juga , jangan tunda tunda lagi. Anda bisa memulai dengan menuliskan di kertas apa mimpi anda, misalnya “saya ingin kaya”

2. Cobalah mengkalkulasi kuantitas yang anda ingin capai dari mimpi anda, misalnya : “saya harus punya uang 1 milyar untuk menjadi kaya”.

3. Tulislah keadaan anda sekarang , misalnya “sekarang saya hanya punya satu juta”

4. Buatlah target waktu misalnya “saya ingin kaya dalam waktu 5 tahun”.

5. Coba rancang langkah-langkah untuk mewujudkan mimpi anda. Sebagai contoh “saya harus berhemat 1 juta rupiah tiap bulan”

6. Ceklah perkembangan seiap bulan.

7. Jangan pernah berhenti belajar. Anda bisa mengambil kuliah tambahan, membaca buku atau banyak bertanya kepada ahli.

8. Tetap bekerja keras.

9. Fokus waktu dan biaya anda untuk mewujudkannya.

10. Jangan takut untuk melakukan perubahan

11. Tanggung jawab atas apa yang telah anda lakukan

Jadi segeralah ambil tindakan (ACTION) saekarang juga. Jika Anda selalu menunggu untuk waktu dan situasi yang tepat, hal tidak akan pernah terjadi. Dan ingatlah beberapa orang bermimpi untuk menjadi sukses sementara yang lainnya sedang bangun dan bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya.









Dikirim pada 05 Januari 2010 di Uncategories
04 Jan


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Kita semua tentu ingin Hidup Sukses, Bahagia penuh Kemulyaan,.mulia di mata manusia terutama di mata sang Pencipta alam semesta. pada kenyataannya banyak diantara kita sudah sukses hidup berkelimpahan tapi belum merasa bahagia , karena ada sesuatu yang menyakitkan hati kita, mungkin masalah keluarga atau masalah kesehatan kita.Nah,kalau sudah demikian apa arti hidup ini.

Hakikat hidup ini adalah menghadapi ujian dari Allah yang maha pengasih dan maha penyayang yg menjadikan hidup dan mati kita,hingga munculah kita sebagai pemenang . Karena tidak diciptakan manusia dan seisinya di dunia ini, kecuali hanya utk beribadah pada sang Maha perkasa,maka bila ingin muncul menjadi pemenang –berlomba-lombalah dalam kebaikan.Jadikan TIADA HARI TANPA BERBUAT KEBAIKAN.

Dan Jadikan setiap masalah yg datang sebagai jembatan menuju kemenangan.

KEMENANGAN SEJATI adalah ketika kita TEGAR & BANGKIT LAGI disaat GAGAL tanpa berkeluh kesah menghadapi Masalah,..

Kemenangan terbesar manusia bukanlah karena dia tidak pernah jatuh. Namun karena dia bangkit di setiap kali jatuh.

Kegagalan terbesar manusia bukanlah karena dia sering gagal, namun karena dia tidak pernah mencoba.

Musuh terbesar manusia adalah orang yang anda jumpai di setiap pagi ketika bangun pagi dan menghadap kaca. (diri sendirilah musuh terbesar).

“Perjalanan seribu langkah dimulai dengan perjalanan satu langkah” artinya anda pasti punya rencana ke depan untuk melakukan banyak perubahan, pastikan mulailah hari ini.

“Masa sekarang ditentukan oleh keputusan masa lalu. Masa depan ditentukan oleh keputusan sekarang.” artinya Buatlah suatu keputusan sekarang untuk mengubah masa depan anda. Orang sukses atau gagal itu ditentukan dari keputusan yang dibuatnya.

Bila Masalah dan hambatan datang gunakan senjata dahsyat Karunia Allah yakni ; KESABARAN ,KE IKHLASAN dan SYUKUR

Gunakan KESABARAN,KEIKHLASAN dan SYUKUR tanpa henti HINGGA Trofy KEMENANGAN ada di genggaman.

Sekarang Ucapkan : SAYA selalu SABAR dlm setiap cobaan – SAYA selalu IKHLAS dlm setiap kegiatan – SAYA selalu SYUKUR dalam setiap keberhasilan ,..Lalu YAKINI 100 % Apa yg baru saja kita ucapkan ,..dan yg terakhir LAKUKAN 3 kata sakti tadi yakni SABAR,IKHLAS dan SYUKUR dalam setiap langkah kehidupan,..maka SUKSES HIDUP BAHAGIA penuh KEMULIAAN layak kita dapatkan.Dan jangan lupa untuk membiasakan sholat malam,mengistiqomahkan sedekah dimana saja dan kapan saja serta untuk selalu berdo’a setiap waktu sebagai senjata utama orang mukmin.









Dikirim pada 04 Januari 2010 di Uncategories
03 Jan


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}



Tuhan apapun karuniamu untukku didunia

Hibah kan padamu sungguh-sungguh

Dan apapun karuniamu untukku diakhirat

Persembahkan pada sahabat-sahabatmu

Oh bagiku cukuplah engkau………………….

Oh bagiku cukuplah engkau………………...



Bila sujudku padamu…… karena takut neraka

Bakar aku dengan apinya

Bila sujudku padamu…… karena damba surga

Tutup pintuku surga itu ho……..

Namun bila sujudku demi kau semata

Jangan palingkan wajahmu

Aku rindu menatap keindahanmu………..

Aku rindu menatap keindahanmu………..







Dikirim pada 03 Januari 2010 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Amal Ibadah Tidak Diterima Selama 40 Hari

Hal ini didasarkan pada hadits berikut:
Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi Saw “Ya Rasululloh, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah.” Apa jawaban Rasululloh SAW, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak baginya.” (HR At-Thabrani)

Doa Tidak Akan Dikabulkan

Apakah anda pernah mengalami, senantiasa ibadah, lalu berdoa meminta Allah Swt untuk mengabulkan permintaan-permintaan kita. Namun ternyata tidak ada satupun doa kita yang dikabul?

Jika memang pernah mengalami, maka anda mesti perhatikan lagi makanan (dan minuman) yang anda konsumsi. Karena makanan (dan minuman) haram yang dikonsumsi (dan masuk ke tubuh) kita, akan membuat doa kita tidak terkabul.

Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada Rasululloh Saw, “Ya Rasululloh, doakan saya kepada Allah agar doa saya terkabul.” Rasululloh menjawab, “Wahai Sa’ad, perbaikilan makananmu, maka doamu akan terkabulkan.” (HR At-Thabrani). Disebutkan juga dalam hadis lain bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, “Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!” Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima doa itu?” (HR Muslim).

Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan makanan dan minuman yg anda (dan keluarga) konsumsi.

Mengikis Keimanan

Anda pernah melihat seseorang beragama Islam, tapi sering berbuat kejahatan? Bisa jadi yg bersangkutan senantiasa mengkonsumsi makanan dan minuman haram.

Rasululloh Saw bersabda, “Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin.” (HR Bukhari Muslim).

Hadits di atas memang hanya menjelaskan khamr, namun sebenarnya hal tersebut berlaku untuk semua makanan dan minuman haram.

Menjadi Penghuni Neraka

Kaum Muslim yang mengonsumsi makanan/minuman haram, sudah jelas akan disediakan tempat baginya di neraka kelak.

Rasululloh Saw bersabda, “Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya.” (HR At Tirmidzi).

Mengeraskan Hati

Apabila seseorang begitu sulit menerima kebenaran, bisa jadi yg bersangkutan adalah pelanggan makanan/minuman haram.

Imam Ahmad ra pernah ditanya, apa yang harus dilakukan agar hati mudah menerima kesabaran, maka beliau menjawab, “Dengan memakan makanan halal.” (Thabaqat Al Hanabilah : 1/219).

At Tustari, seorang mufassir juga mengatakan, “Barangsiapa ingin disingkapkan tanda-tanda orang yang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan, kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah,” (Ar Risalah Al Mustarsyidin : hal 216).









Dikirim pada 03 Januari 2010 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


TAFSIR SURAT AL-FATIHAH

Syeikhul Islam Muhammad bin Abdul wahhab rahimahullah berkata:
Perhatikanlah, semoga Allah memberimu petunjuk untuk mentaatinya, melindungi dan senantiasa menjagamu di dunia dan akhirat. Sesungguhnya maksud doa dan ruhnya dan hati adalah memasrahkan hati pada Allah. Jika engkau berdoa tanpa hati maka laksana jasad yang tiada ruh di dalamnya sebagaimana disebutkan dalam firman Allah :
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya” (al-Ma’un 4-5).
Maka lalai ditafsirkan “lalai” dengan kelalaian dari melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Yaitu membuang-buang waktu dan melupakan kewajibannya, lupa untuk menghadirkan hati. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim bahwasannya Rasulullah bersabda :
“Hal seperti itu adalah shalatnya orang munafik. Ia duduk menanti matahari hingga saat berada di antara dua tanduk setan ia berdiri lalu mematuk empat kali, ia tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali” (riwayat muslim).
Ditafsirkan “membuang waktu” berdasarkan firmannya: “menanti matahari” dan “melalaikan rukun-rukunnya” sebagaimana firmannya: “tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali”.
Jika engkau telah mengerti hal ini maka pahamilah satu cabang dari shalat ini yaitu membaca Al-Fatihah. Semoga Allah menjadikan doamu diterima dengan balasan berlipat ganda dan menjadi penghapus dosa-dosa.
Penjelasan terbaik bagimu dalam memahami al-Fatihah ini adalah hadits Abu Hurairah dalam Shahih Muslim, ia mengatakan, “Aku mendengan Rasulullah bersabda :
“Allah berfirman: Aku membagi bagian shalat antara Aku dan hamba-hambaKu sama rata. Dan bagi hamba-Ku Aku berikan apa yang dia minta. Jika dia mengatakan “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin ”, Allah akan mengatakan, “Hambaku memuji-Ku”. Jika dia mengatakan: “Maliki yaumiddin ”, Allah akan mengatakan, “Hamba-Ku mengagungkan-Ku”, jika dia mengatakan: “iyyakana’budu wa iyyaka nastain ”, Allah akan mengatakan: “Ini adalah diantara Aku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku Aku berikan apa yang dia minta”. Jika dia mengatakan: “Shiratalladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhubi ‘alaihim waladh dhallin ”, Allah mengatakan, “Ini untuk hamba-Ku dan bagi hambaku Aku berikan apa yang dia minta” (diriwayatkan oleh Muslim).
Jika seseorang memperhatikan hal ini, sesungguhnya ada dua bagian. Bagian milik Allah, yaitu bagian awal sampai ucapan “Iyyaka na’budu…”. Kemudian ada bagian bagi hambanya ialah doa yang diucapkannya untuk dirinya. Ketahuilah bahwa Allah lah yang mengajarkan semua ini dan Allah pula yang memerintahkan untuk berdoa dengan bacaan itu dengan mengulang-ulangnya setiap rakaat. Sesungguhnya Allah pula yang menjamin terkabulnya doa ini jika dilakukan dengan ikhlas diiringi kehadiran hati . Maka jelaslah bahwa hal ini luput dari kebanyakan manusia.


Engkau telah diperelok dengan satu perkara yang sekiranya engkau pahami
Maka akan bertambah untukmu keterpeliharaan tanpa kehilangan


Disini aku sebutkan sebagian makna surat yang agung ini dengan harapan shalatmu menjadi teriring dengan hati. Adapun hatimu menjadi mampu memahami apa yang diucapkan lidahmu. Karena apa yang dilisankan lidah tetapi tidak diiringi keykinan hati bukanlah termasuk amal saleh, sebagaimana firman Allah :
“Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya” (Al-Fath, 11)
Maka dimulai dengan makna isti’adzah kemudian bismillah, dengan metode yang ringkas.
Adapun makna “a’udzubillahi minasy syaithanir rajim” ialah aku berlindung dan berpegang teguh kepada Allah dan memohon dijauhkan dari keburukan setan ini. Serta dijauhkan dari pengaruh buruk terhadap duniaku dan akhiratku dan menghalangiku dari melakukan perbuatan yang tidak Engkau perintahkan. Atau memotivasiku untuk perbuatan yang tidak Engkau larang. Karena meningkatkan hasrat seorang hamba jika ingin mengerjakan kebaikan berupa shalat, membaca qur’an dan selainnya. Sseungguhnya tidak ada cara bagimu dalam menangkalnya kecuali dengan memohon perlindungan pada Allah sebagaimana firmannya :
“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka” (Al-A’raf, 27)
Jika engkau memohon pada Allah perlindungan dari godaan setan dan berpegang teguh kepada-Nya, maka itu merupakan sebab hadirnya hati. Maka pahamilah kandungan kalimat ini dan jangan merasa cukup hanya menyebutnya secara lisan sebagaimana kebanyakan manusia.
Adapun bismillah maknanya memasukkan perkara ini, baik berupa bacaan maupun doa atau selain itu dengan nama Allah. Bukan atas kemampuanku maupun semata kekuatanku. Bahkan terjadinya perbuatan itu berkat pertolongan Allah semata, melalui keutamaan namanya yang mulia. Seluruh perbuatan ini dibacakan ketika mengawali urusan agama maupun urusan dunia. Jika engkau hadirkan dalam dirimu tatkala masuk pada bacaan dengan memohon pertolongan Allah, terlepas dari segala daya dan kekuatan lain, maka ini merupakan sebab terbesar munculnya hati dan pengusir segala penghalang kebaikan.
“Arrahmaanir rahim” merupakan dua kata pecahan dari “rahmah” yang makna salah satunya lebih luas dari lainnya. Seperti kata “allaam” dan “aliim” . Ibnu Abbas berkata, “Keduanya merupakan dua kata yang tipis perbedaannya. Salah satunya lebih tipis dari yang lainnya. Yaitu salah satunya bermakna “lebih banyak rahmatnya””.
Surat al-Fatihah terdiri atas tujuh ayat, yaitu tiga setengah untuk Allah dan tiga setengah untuk hamba-Nya.
Bagian awalnya “Alhamdulillahhi rabbil ‘alamin”. Ketahuilah, Al Hamdu ialah “pujian secara lisan atas besarnya kebaikan yang dikehendaki-Nya”. Maka dikecualikan dari hal itu berupa pujian secara perbuatan yang dinamakan “lisanul hal” karena yang demikian merupakan bagian dari perbuatan syukur.
Dan ucapan “atas besarnya kebaikan yang dikehendaki-Nya” maksudnya perbuatan yang dilakukan seseorang atas kehendak-Nya. Adapun besarnya kebaikan yang tidak diperbuat untuk Allah di dalamnya seperti “indah” dan semisalnya, pujian demikian itu dinamakan dengan istilah “madah”, bukan “hamd” .
Perbedaan antara “Al-Hamdu – pujian” dan “syukur – terima kasih” ialah :
Al-Hamdu, padanya terkandung makna “madah” dan “tsana” terhadap yang dipuji dengan menyebutkan segala keutamaannya, baik apakah itu perbuatan ihsan kepada pengucap pujian atau pun tidak. Adapun syukur hanya semata terkait rasa terimakasih semata atas satu perbuatan yang dialamatkan rasa syukur itu kepadanya.
Dari sisi ini jelas bahwa al-Hamdu itu lebih umum dari syukur, karena mencakup kebaikan dan juga perbuatan baiknya. Allah terpuji atas nama-namanya yang baik, Asmaul husna serta apa-apa yang Allah ciptakan di awal dan di akhir. Maka Allah berfirman :
“Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak” (Al-Israa:111)
Dan juga :
“Segala puji bagi Allah Yang menciptakan langit dan bumi” (Al-An’am:1)
Dan juga ayat-ayat semisalnya.
Adapun “syukur, terima kasih” adalah ucapan yang hanya dialamatkan atas jasa yang telah memberikan nikmat saja. Maka dari sisi ini dia lebih khusus daripada al-Hamdu. Tetapi ucapan ini dilakukan melalui hati, tangan, dan lisan. Maka Allah berfirman :
“Beramallah, Hai keluarga Daud dengan rasa syukur”
Adapun al-Hamdu dilakukan dengan hati dan lisan saja. Maka jika dari sisi jenis, syukur lebih umum dari al-Hamdu dan dari sisi sebab al-Hamdu lebih umum dari syukur.
Alif lam pada ucapan al-Hamdu memberi makna penggabungan, yaitu segenap pujian kepada Allah semata dan tidak untuk selain-Nya. Maka setiap ucapan yang tidak dimaksudkan untuk makhluk seperti penciptaan manusia, penciptaan pendengaran dan mata, langit dan bumi, rizki dan lainnya maka sudah jelas. Adapun untuk pujian kepada makhluk semisal pujian kepada orang-orang saleh, para nabi dan rasul, dan mereka yang berbuat ma’ruf maka secara khusus jika diperluas kepadamu. Semua ini juga bagi Allah dari segi Dia-lah yang jadikan sebab pelaku, dan memberinya apa yang telah dia berbuat itu, dan mencintai dia dan memberi dia kekuatan dan lainnya dari keagungan Allah yang apa bila gagal salah satunya maka tidaklah dipuji maka semua pujian kepada Allah ini merupakan ganjaran.
Adapun ucapan “lillahi rabbil ‘alamin” maka Allah merupakan nama Tuhan yang maha kuasa. Artinya : Al-ilah ialah al-ma’bud . Sebagaimana firmannya :
وَهُوَ اللّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الأَرْضِ
Artinya : Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi. (al-an’am, ayat: 3). Yaitu disembah dilangit dan di bumi.
إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْداً
Artinya : Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (Maryam, ayat: 93)
Adapun rabb artinya adalah raja yang Maha Mengatur.
Sedangkan alamiin adalah kata untuk setiap yang selain Allah. Maka setiap raja, nabi, manusia, jin dan selainnya selain Allah merupakan hamba yang diatur, tunduk dengan segala tindakannya. Miskin, butuh dan sangat tergantung satu sama lain, tidak ada sekutu bagi_nya dalam agama. Yang Maha Kaya dan Tempat Bergantung
Lanjutannya adalah maaliki yaumiddin atau dalam bacaan yang lain maliki yaumiddin . Disebutkan diawal surat, yaitu awal mushaf tentang uluhiyah, rububiyah, dan muluk, sebagaimana disebutkan pula di akhir mushaf :
مَلِكِ النَّاسِ * قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Artinya : Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. (An-Naas:1-2)
Ini adalah tiga deskripsi tuhan, disebutkan dalam satu grup di awal qur’an, dan kemudian disebutkan dalam satu grup di akhir qur’an dari apa yang kamu dengar dari qur’an. Maka hendaknya diperhatikan topik ini. Sesungguhnya Yang Maha Mengetahui menggabungkan antara keduanya itu karena pentingnya seorang hamba memahaminya dan mengetahui perbedaan sifat-sifat-Nya. Setiap sifat Allah memilik makna yang berbeda satu sama lain. Sebagaimana disebut “Muhammad rasulullah”, “penutup para nabi”, “pemimpin anak-anak Adam”; setiap sifat tersebut memiliki makna yang berbeda satu dengan yang lain.
Jika telah paham bahwa makna Allah adalah al ilah, sembahan, maka pahamilah bahwa sembahan itu merupakan sesuatu yang diibadahi. Maka jika engkau berdoa, menyembelih, bernadzar, lakukanlah untuk Allah. Jika engkau berdoa, menyembelih, dan bernadzar kepada makhluk baik itu bagus maupun jelek maka sesungguhnya engkau telah menjadikan dia sembahan.
Maka siapa pun yang menjadikan Syamsan atau Taj (Syamsan dan Taj – contohnya Yusuf – orang yang diyakini sebagai wali pada zaman syeikh penulis. Maka mereka beribadah dengan memanjatkan doa dan sejenisnya kepada sesuatu yang tidak layak kecuali hanya untuk Allah ) pada momen hidupnya sebagai Tuhan, serta mengetahui apa yang bani israel sembah yaitu berupa anak lembu, dan ketika mereka sadar mereka pun gempar dan mengatakan Tuhan belum menjelaskan mereka :
“Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, merekapun berkata: “Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi.” (al-A’raf, ayat: 149).


Adapun rabb artinya adalah raja yang Maha Mengatur. Allah adalah raja segala sesuatu dan dia pula lah yang mengurus mereka, demikianlah sebenarnya. Tetapi para penyembah berhala yang dahulu diperangi oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun juga menetapkan demikian sebagaimana dalam firman Allah :
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ والأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللّهُ فَقُلْ أَفَلاَ تَتَّقُونَ
Artinya : “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”” (Yunus:31)


Maka siapapun yang memohon pertolongan dan agar permintaannya dikabulkan kemudian berdoa kepada makhluk dengan menyandarkan padanya maka ini merupakan peribadatan semisal mengucapkan “dari si Fulan hambamu” atau “hamba Ali ” atau “Hamba Nabi” atau “Hamba Zubair ” maka telah menetapkan ketuhanan rububiyah mereka. Maka dengan berdoa kepada Ali atau Zubair bersamaan dengan berdoa kepada Allah berarti menetapkan peribadatan kepada mereka. Harapannya agar mereka mendatangkan kebaikan atau menolak keburukan dengan menamai diri mereka sebagai hamba dari orang yang diibadahi tersebut merupakan bentuk penuhanan makhluk.
Semoga Allah merahmati hambanya yang mengingatkan dirinya serta peduli terhadap perkara ini dengan bertanya pada para ulama’. Kare para ulama merupakan orang-orang yang berada di jalan yang lurus. Sudahkan mereka menafirkan surat tadi dengan benar?
Adapun malik maka penjelasannya adalah maaliki yaumiddin atau dalam bacaan yang lain maliki yaumiddin maknanya menurut kebanyakan ahli tafsir adalah sebagaimana Allah menafsirkannya sendiri :
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْئاً وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ * ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ
Artinya : Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (Al-Infithar:17-19).
Jika memahami ayat ini dan pengkhususan penguasa dari hari pembalasan – dan Allah adalah penguasa segala sesuatu baik hari itu maupun hari lainnya- maka jelas bahwa pengkhususan ini merupakan perkara besar yang menjadikan sebab seorang hamba berhak masuk ke dalam surga serta yang bodoh terhadapnya menjadi sebab masuk neraka. Demikianlah sekiranya seseorang menempuh perjalanan selama lebih 20 tahun ke sana belumlah sampai haknya untuk masuk. Maka bagaimana makna dan keimanan terhadap kejelasan Al-Qur’an, padahal Rasulullah bersabda :


“Wahai Fatimah binti nabi Muhammad, aku tidak dapat menolongmu dari Allah“ (al-Bukhari dari hadits Abu Hurairah). Kata ahli burdah :
Tidaklah rasulullah menyempitkan kemuliaanmu denganku
ketika Yang Maha Mulia berhias dengan nama Al-muntaqim
Sesungguhnya aku memiliki jaminan perlindungan
dengan penamaan Muhammad sebagai semulia makhluk yang memiliki jaminan
Sekiranya bukan karena materi yang kuperoleh dengan tanganku lebih utama
Tetapi karena ucapkanlah duhai aku telah tergelincir
Perhatikanlah orang yang menasehati dirinya pada bait diatas, dan orang-orang yang telah dibuatnya takjub, serta mereka yang telah menjadikan dia ulama’. Merekapun menjadikan bacaan ini seperti bacaan Al-Qura’an.
Bagaimana mungkin bersatu dalam hati pembenaran terhadap isi bait diatas dengan dengan pembenaran ayat :
“(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.” dan hadits :
“Wahai Fatimah binti nabi Muhammad, aku tidak dapat menolongmu dari Allah“
Demi Allah tidak…..
Kecuali jika tergabung dalam hatinya bahwa Nabi Musa benar dan Fir’aun pun juga benar. Bahwa Nabi Muhammad diatas kebenaran dan Abu Jahal diatas kebenaran. Demi Allah tidak mungkin. Tidak akan pernah sama dan tidak akan terkumpul dua perbedaan dalam persimpangan.
Jika mengetahui ini dan mengetahui kerusakan syair burdah dan juga fitnah keterasingan Islam, serta kebencian dan hal-hal yang menghalalkan darah, harta, dan wanita bukanlah dari sisi penghinaan pada Tuhan dan perang. Bahkan merekalah yang menantang kami dengan kekafiran dan perang ketika :
فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً
Artinya : “Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (Al-Jin:18)
dan dalam firman-Nya : “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah)” (Al-Israa’:57). Dan dalam firman-Nya : “Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do’a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka” (Ar-Ra’d:14).
Demikianlah sebagian makna maliki yaumiddin berdasarkan ijma mufassirin dan Allah pun telah menjelaskan sebagaimana dalam ayat surat Al-Infithar diatas.
Ketahuilah – semoga Allah merahmatimu – bahwasannya kebenaran bisa dikenali dengan adanya kebatilan sebagaimana kaidah : wa bi dhiddiha tubayyinul asyaa’ (dengan mengetahui lawannya, maka jelaslah masalahnya)
Perhatikanlah pejelasanku jam demi jam, dari hari ke hari dan bulan ke bulan, tahun demi tahun, semoga engkau akan memahami agama moyang kita Nabi Ibrahim dan Nabi kita. Semoga Allah menyatukan kita semua nanti dan tidak dihalangi dari meminum telaga haudh hari kiamat sebagaimana yang akan dialami mereka yang meninggalkan jalannya. Semoga engkau mampu melewati shiratal mustaqim dan tidak terjatuh sebagaimana mereka yang telah terjatuh di dunia dari jalan yang lurus. Maka biasakanlah membaca al-Fatihah dengan kehadiran hati dan penuh rasa tunduk dan takut.
Adapun Iyyaka na’budu wa iyyaka nastain, maka ibadah merupakan kesempurnaan cinta dan kesempurnaan ketaatan, takut dan tunduk. Dalam ayat ini maf’ul-nya didahulukan yaitu iyyaka dan diulang dua kali unuk menegaskan bahwa hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami bertawakal. Inilah yang disebut kesempurnaan ketaatan.
Adapun agama seluruhnya kembali kepada dua makna yaitu, berlepas dari syirik dan berlepas dari daya dan kekuatan selain Allah. “Hanya kepadamu kami menyembah” maknanya hanya kepadamu kami mengesakan dengan menegaskan perjanjianmu dengan Allah untuk tidak mempersekutukan-Nya dalam perkara ibadah. Tidak untuk nabi dan tidak untuk malaikat. Sebagaimana ucapan-Nya kepada para sahabat :
“Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?” (Ali Imran:80)
Perhatikanlah ayat ini dan pahami tentang rububiyah-Nya. Adapun mereka yang menisbatkan diri kepada Taj dan Muhammad bin Syamsan, sekiranya saja sahabat melakukannya dikafirkan saat nabi masih ada, maka bagaimana yang melakukannya terhadap Taj dan Syamsan?
Iyyaka nastain, ini merupakan dua perkara yang salah satunya berupa permohonan pertolongan kepada Allah berupa tawakal dan keterlepasan dari daya dan kekuatan selain-Nya. Selain itu juga permohonan pertolongan kepada Allah sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwasannya hal itu termasuk bagian milik hambanya.
Ihdinash shiratal mustaqim, ini merupakan doa dengan memohon rizki dari Allah dengan permintaan besar ini, yang tidak ada karunia yang lebih besar di dunia dan akhirat dari ini. Sebagaimana Allah mengaruniakan pada Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam waktu Fathu Makkah :
وَيَهْدِيَكَ صِرَاطاً مُّسْتَقِيماً
“dan memberi kamu hidayah kepada jalan yang lurus” (Al-Fath:2)
Kata hidayah pada ayat diatas berarti taufik dan petunjuk. Maka perhatikanlah masalah ini. Dengan demikian, pada hidayah terkandung ilmu sekaligus amal saleh yang istiqamah, sempurna, dan senantiasa konsisten sampai berjumpa dengan Allah nanti.
Ash Shirath, yaitu jalan yang terang lagi lurus tidak bengkok. Maksudnya adalah agama yang Allah turunkan melalui rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu :
“Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka” (al-Fatihah:7).
Mereka yang dimaksud adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Engkau senantiasa membacanya pada setiap rakaat dengan memohon kepada Allah hidayah agar selalu berada di jalan mereka. Maka wajib diyakini kebenaran jalan ini. Adapun jalan-jalan, ilmu, maupun ibadah lain yang menyelisihinya bukanlah dia jalan yang lurus. Inilah kewajiban pertama pada ayat ini dengan meyakininya dalam hati serta waspada dari tipu daya setan. Yaitu meyakini secara umum tetapi tidak perduli terhadap rinciannya. Sesungguhnya orang-orang yang batal keislamannya meyakini kebenaran risalah nabi dan memahami siapapun yang menyelisihinya batil. Tetapi jika datang hal-hal yang tidak sejalan hawa nafsu mereka, maka sebagaimana dalam ayat :
فَرِيقاً كَذَّبُواْ وَفَرِيقاً يَقْتُلُونَ
Artinya : (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. (Al-Maidah:70)
Adapun ¬ghairil maghdub bi ‘alaihim waladh dhaalliin , maka yang dimaksud “mereka yang dimurkai” adalah para ulama’ yang tidak mengamalkan ilmu mereka. Sedangkan “mereka yang sesat” adalah orang-orang yang beramal tanpa ilmu. Yang pertama itu merupakan sifat orang-orang yahudi, sedangkan yang kedua merupakan sifat orang-orang nasrani.
Kebanyakan orang jika melihat tafsir -bahwasannya Yahudi adalah yang dimaksud dengan “mereka yang dimurkai” dan Nasrani sebagai “mereka yang sesat”- menyangka dengan bodohnya bahwa bahwa yang dimaksud sebatas mereka saja. Orang-orang ini yakin bahwa Tuhannya dengan ayat itu mewajibkan mereka berdoa dan berlindung dari jalan mereka yang disifati menyimpang dalam ayat ini. Maha Suci Allah, bagaimana bisa Allah mengajarkan mereka dan membimbing jalan bagi mereka serta mewajibkan mereka senantiasa berdoa dengan ayat ini tetapi mereka tidak merasa diperingatkan dari peringatan Allah. Mereka tidak menyadari bahwa mereka pun termasuk pelaku yang diperingatkan. Inilah persangkaan yang buruk pada Allah, wallahu a’lam. Ini bagian terakhir penjelasan al-Fatihah.
Adapun ucapan amien bukan termasuk dalam al-Fatihah melainkan sebagai permohonan pengabulan doa yang artinya “Ya Allah, kabulkanlah”. Maka wajib mengajarkan orang-orang yang jahil agar mereka tidak menyangka hal ini bagian dari ayat.


Beberapa hal dari al-Fatihah:
Pertama: “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” maksudnya ialah tauhid.
Kedua: “Tunjukilah kami jalan yang lurus” artinya senantiasa mengikutinya.
Ketiga: rukun agama adalah hubb, raja’, dan khauf. Cinta pada mulanya dan kedua di pengaharapan dan takut yang ketiga.
Keempat: kerusakan kebanyakan dari kejahilan di ayat pertama yang saya maksud mudah terpengaruh hasad dan mudah terpengaruh untuk cinta dunia.
Kelima: adalah mereka pertama yang diberi nikmat dan mereka pertama yang dimurkai dan tersesat.
Keenam: penjelasan kedermawanan dan pujian untuk mereka yang diberi nikmat.
Ketujuh: penjelasan kekuatan dan kemuliaan pada penyebutan mereka yang dimurkai dan tersesat.
Kedelapan: doa al-Fatihah serta ucapannya untuk tidak mengabulkan doa orang yang lalai.
Kesembilan: penjelasan “Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka” berdasarkan dalil ijma’.
Kesepuluh: penjelasan banyaknya orang-orang yang celaka dan kesemuanya sama.
Kesebelas: penjelasan tawakal.
Keduabelas: penjelasan bahaya kemusyrikan.
Ketigabelas: penjelasan bahaya bid’ah.
Keempatbelas: jika setiap orang mempelajari makna surat al-Fatihah maka dia akan paham. Setiap ayat memiliki penjelasan tersendiri. Wallahu a’lam


TAFSIR SURAT AL IKHLASH

Penulis rahimahullah menjelaskan dalam tafsir al-Ikhlash :
Dari Abdullah bin Habib berkata, “Kami keluar ketika hujan malam hari untuk meminta nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memimpin kami shalat, maka kami pun berjumpa.
Dia berkata, “Bicaralah”. Aku tidak mengucapkan sepatah kata pun. Kemudian Aku berkata, “Wahai Rasulullah, Apa yang harus aku ucapkan?”. Dia berkata, “Ucapkanlah qul huwallahu ahad dan muawwidzatain setiap pagi dan petangtiga kali, maka cukup untukmu segala sesuatu”. (riwayat Tirmidzi, katanya, “Hadits hasan shahih”).
Ahad adalah yang esa tidak memiliki sekutu. As-Shamad ialah Yang setiap makhluk bergantung kepada-Nya disegala kebutuhan, yanag menjadi kesempurnaan dari sifat yang agung.


Ucapan ahad menafikan pasangan dan yang menyerupainya. Ucapan shamad menetapkan kesempurnaan sifatnya. Ucapan “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan” menafikan kebutuhan sahabat dan saudara. Ucapan “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” menafikan sekutu dalam kesempurnaan-Nya.

TAFSIR AL-FALAQ

Penulis rahimahullah berkata di dalam tafsiran al-falaq:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
١. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
٢. مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
2. dari kejahatan makhluk-Nya,
٣. وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
٤. وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul ,
٥. وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.


Makna a’udzu ialah berpegang teguh dan waspada. Kalimat ini mengandung permohonan “perlindungan kepada sesuatu” dan “perlindungan dari sesuatu”.
“Perlindungan kepada sesuatu” ialah kepada Allah saja, Penguasa Subuh yang kepada-Nyalah kita berlindung. Allah mnjelaskan seputar meminta perlindungan kepada makhluk hanya akan manambahkan dosa dan kesalahan, yaitu menjadikannya thagut. Allah berfirman :
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقاً
Artinya : “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”. (Al-Jin:6)
Al-Falaq ialah tanda putih pada waktu subuh, yaitu jika berpisah dari waktu malam. Hal ini menunjukkan keesaan dan keagungan Allah
Al-Musta’iz, yang memohon perlindungan, ialah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
dan siapa saja siapa mengikutinya hingga hari kebangkitan.
Adapun “perlindungan dari sesuatu” ada 4 macam :
Pertama : “dari kejahatan makhluk-Nya” mencakup kejahatan di awal dan di akhirat, dalam perkara agama maupun dunia.
Kedua : “dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita”. al-ghasiq artinya: malam. Idza waqab artinya : paling gelap dan masuk ke dalam segalanya, tempat hidup ruh yang jahat.
Ketiga : “dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul”. Ini merupakan sihir yang paling jelek. Naffasat artinya : wanita, yaitu ruh dan jiwa, karena pengaruh sihir hanyalah bagi jiwa yang buruk.
Keempat : “dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”. Ini mencakup iblis dan bala tentaranya karena mereka paling hasad kepada anak-anak Adam. “Bila ia dengki” maksudnya karena orang yang dengki jika kedengkian terhadap saudaranya disembunyikan dan hanya berbuat baik tidak akan mencelakakan orang lain.


TAFSIR AN-NAAS

Penulis rahimahullah berkata di dalam tafsiran An-Naas :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
١. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
1. Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia,
٢. مَلِكِ النَّاسِ
2. Raja manusia,
٣. إِلَهِ النَّاسِ
3. Sembahan manusia,
٤. مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
٥. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
٦. مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
6. dari jin dan manusia,


Pada ucapan Qul a’uudzu birabbin naas, terkandung tiga hal :
Pertama : permohonan perlindungan, penjelasannya sudah dibahas
Kedua : perlindungan kepada sesuatu
Ketiga : perlindungan dari sesuatu
“Perlindungan kepada sesuatu” hanyalah kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Tuhan yang memberi rizki dan mengatur manusia, mendatangkan manfaat bagi mereka dan menjauhkan mafsadatnya.
“Raja manusia” artinya yang mengatur mereka sedangkan mereka adalah hambanya. Dia mengurus mereka sekehendak-Nya, Pemilik segala Kekuatan dan Kekuasaan atas mereka. Maka tidaklah mereka bisa lari kepada raja yang lain jika datang perintah-Nya. Yang menundukkan dan mengangkat sesuatu, menyabung dan memutus satu hubungan, dan memberi serta menahan pemberian.
“Sembahan manusia” artinya satu-satunya sembahan manusia. Dialah yang diseru, tempat berharap dan yang menciptakan. Dia menciptakan manusia, membentuknya, memberikan nikmat, dan melindungi mereka dengan keesaan-Nya. Dia pula yang memaksa, memerintah, dan melarang. Dia pula yang memalingkan mereka sesukanya dan memerintahkan mereka menyembahnya dengan segenap sifat-Nya yang sempurna.
Adapun “perlindungan dari sesuatu” adalah dari perasaan was-was, yaitu bisikan yang mengusik diri.
Adapun “khannas” artinya adalah yang tersembunyi dan terbelakang. Asalnya dari kata “khunuus”, yaitu kembali ke belakang. Keduanya merupakan sifat dari sesuatu yang tersembunyi, yaitu setan. Sesunggunya manusia apabila lalai maka muncul dalam dirinya perasaan was-was yang menjadi pangkal keburukan. Tetapi jika ia berdzikir mohon perlindungan pada Allah maka perasaan tersebut akan hilang.
Imam Qatadah berkata, “Khannas itu seperti ekor anjing, bisa menghilang jika seseorang berdzikir pada Allah”.
Disebut juga pangkal seperti pangkal biji yang tumbuh dan hidup di hati. Jika seseorang berdzikir pada Allah maka akan lenyap. Perbuatan ini terjadi berulang-ulang. Jika mengingat Allah maka hilang, dan jika lalai maka kembali muncul.
“dari jin dan manusia” artinya bahwa was-was itu sumbernya bisa dari jin maupun manusia. Was-was adalah bisikan. Pada manusia bisikan terjadi melalui telinga, tetapi jin tidak melalui itu. Kesamaan was-was dengan wahyu setan sebagaimana dalam ayat :
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia) . Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (al-An’am:112).
Wallahu a’lam.
Segala puji bagi Allah di awal dan di akhir baik nampak maupun tersembunyi dan shalawat bagi Muhammad dan keluarganya serta para sahabatnya.













Disusun Oleh:
SYEIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB


































Dikirim pada 20 Desember 2009 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Coba renungkan penyampaian ini sebelum Anda mulai mengeluhkan berbagai hal yang terjadi dalam hidup Anda :
01. Hari ini sebelum Anda mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali / bisu
02. Sebelum Anda mengeluh tentang rasa dari makanan yang Anda santap baik di di rumah maupun di warung
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
03. Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan hanya demi sebungkus nasi.
04. Sebelum Anda mengeluh bahwa keadaan anda buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
05. Sebelum Anda mengeluh tentang suami atau istri Anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan pasangan hidup.
06. Hari ini sebelum Anda mengeluh tentang hidup Anda,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
07. Sebelum Anda mengeluh tentang anak-anak Anda
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi belum di karunia anak
08. Sebelum Anda mengeluh tentang rumah Anda yang kotor karena pembantu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan atau di bawah jembatan
09. Sebelum Anda mengeluh tentang kendaraan yang anda miliki baik motor atau mobil
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan menaiki mobil angkutan umum.

10. Sebelum Anda mengeluh tentang pekerjaan Anda,
Pikirkan tentang pengangguran yang berharap mendapatkan pekerjaan.
11. Sebelum Anda menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa di dunia ini.

12. Sebelum Anda mengeluh tentang pelajaran atau tugas di sekolah yang bertumpuk,

Ingatlah saudara 2 kita yang tidak mampu bersekolah tetapi sangat ingin sekali bersekolah.

13. Ketika Anda mengeluh tentang merk hape yang Anda miliki,

Ingatlah teman kita yang tidak mempunyai Hape sama sekali.

14. Ketika Anda mengeluh tentang wajah Anda yang kurang cantik atau kurang ganteng,

Ingatlah saudara2 kita yg wajahnya hancur karena kecelakaan sehingga menjadi buruk rupa wajahnya.

15. Ketika Anda mengeluh tentang orang tua yang di miliki.

Ingatlah nasib anak yatim piatu yang hidup tanpa kasih sayang keduanya.

Dan ketika Anda sedang bersedih hati atau kecewa serta sedang di timpa kesusahan atau banyak masalah…..Sandarkanlah hidupmu hanya pada Allah semata.

“Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung”. (QS. Ali Imran : 173).

“Tidak ada daya dan kekuatan yang berguna kecualidengan pertolongan Allahyang Maha Tinggi lagi Maha Mulia”.


Jadi berhentilah mengeluh, hadapilah manis pahitnya hidup dengan banyak bersyukur terhadap semua yang telah di berikan Allah.Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan kita.







Dikirim pada 19 Desember 2009 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Diriwayatkan dari Anas r.a. : Nabi Saw. Pernah bersabda ,”Siapapun yang memiliki tiga kualitas berikut akan memperoleh kelezatan iman;

1. orang yang mencintai Allah Azza wa Jalla dan Rasulullah SAW-Nya melebihi apa pun.

2. orang yang mencintai orang lain semata-mata karena Allah SWT,

3. orang yang membenci kekafiran sebagaimana ia membenci dimasukkan ke dalam api neraka.









Dikirim pada 16 Desember 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Dikabulkan kehendaknya

وَرَوَى الدَّارَمِيُّ بِسَنَدٍ صَحِيْحٍ اِلَى عَطَاءٍ أَنَّهُ قَالَ: بَلَغَنِيْ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس فِيْ صَدْرٍ النَّهَارِ قُضِيَتْ حَاجَتُهُ.

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca surat Yasin di waktu pagi (ba’da subuh), maka akan dikabulkan kehendaknya.”

20 barakah

Di dalam hadits dikatakan:

اِقْرَءُ يس فَأِنَّ فِيْهَا عِشْرِيْنَ بَرَكَةً.

Artinya: Bacalah surat Yasin karena di dalamnya terdapat dua puluh barakah (berkat).

Satu di antara barakah surat Yasin adalah: Orang yang lapar mau membaca surat Yasin, insya Allah, akan kenyang.

Terhindar dari dosa

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ يس فِيْ لَيْلٍ اَوْ نَهَارٍ لَمْ يُدْرِكْهُ يَوْمَئِذٍ ذَنْبٌ. كَذَا فِيْ شَمْسِ الْمعَارِفْ

Artinya: Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa membaca surat Yasin pada waktu malam atau siang, maka di hari itu dia akan terhindar dari perbuatan dosa.”

Jadi obat

وَاخْرَجَ اْلأِمَامُ الثَّعْلَبِيُّ فِيْ تَفْسِيْرِهِ: عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ كَتَبَ يس وَشَرَبَهَا اَدْخَلَتْ جَوْفَهُ اَلْفَ دَوَاءٍ وَاَلْفَ يَقِيْنٍ وَاَلْفَ رَأْفَةٍ وَنَزَعَ مِنْهُ كُلَّ دَاءٍ وَغِلٍّ.

Maksudnya: Sabda Nabi SAW, “Barangsiapa menulis surat Yasin dan menuanginya tulisan itu dengan air biasa atau air mawar dan lalu meminumnya, maka masuklah ke dalam perutnya seribu obat, seribu keyakinan, dan seribu rahmat.”

30.000 malaikat doakan jenazah

Marilah kita meningkatkan membaca surat Yasin di waktu malam atau siang hari Jumat atau kapan saja dan di mana kita berada, sendirian atau berjamaah. Lebih-lebih kita perhatikan, apabila ada teman atau tetangga atau keluarga kita yang akan meninggal dunia, marilah kita membacakan surat Yasin, mengingat fadlilah (keutamaan) surat Yasin sangat agung. Tiap satu huruf dari huruf-huruf dalam surat Yasin akan diciptakan menjadi sepuluh malaikat yang akan memintakan ampunan dari dosa-dosa orang yang akan diambil ruhnya. Padahal dalam surat Yasin terdapat tiga ribu huruf. Jadi, jumlah malaikat adalah 30.000 yang semuanya bersama-sama memintakan ampunan dari dosa-dosanya kepada Allah Ta’ala. Semua malaikat itu akan berkenan hadir memandikan, menyalati, dan mengiringkan jenazahnya.

Beruntung sekali orang yang akan meninggal ada yang membacakan surat Yasin. Maka jelaslah bahwa orang yang dimintakan ampunan oleh para maikat akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Amin.

Ringankan siksa kubur

عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ دَخَلَ الْمَقْبَرَةَ فَقَرَأَ سُوْرَةَ يس خُفِّفَ الْعَذَابُ عَنْ اَهْلِهَا ذَالِكَ الْيَوْمِ وَكَانَ لَهُ بِعَدَدِ مَنْ فِيْهَا حَسَنَاتٌ.

Artinya: Sahabat Anas r.a menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa masuk pekuburan kemudian membaca surat Yasin, maka Allah Ta’ala memberi keringanan siksa ahli kubur sampai sehari. Bagi pembacanya, dia akan mendapatkan kebaikan-kebaikan dari Allah Ta’ala sebanyak ahli kubur di dalamnya.”

Kaifiyah Sayid Idarus

Suatu kaifiyah (cara) membaca surat Yasin menurut Sayyid Idarus Almunawwar Kaliwungu Semarang adalah: Barangsiapa membaca surat Yasin dengan cara di bawah ini, maka sama dengan membaca surat Yasin 41 kali dalam satu majlis. Inilah caranya:

يس (7x)

ذَالِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزُ الْعَلِيْمِ (14x)

سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ (16x)

اَوَلَيْسَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلاَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى اَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَى (7x)

Kemudian membaca doa surat Yasin.









Dikirim pada 15 Desember 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

1. Rasulullah SAW. bersabda: …”Barangsiapa yang membaca surat Al-Ikhlash tiga kali, ia seperti membaca seluruh Al-Qur’an.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/702).

2. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang melewati kuburan dan membaca surat Al-Ikhlash sebelas kali, kemudian ia menghadiahkan pahalanya kepada penghuni kubur, Allah SWT memberikan pahala padanya sejumlah penghuni kubur.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/702).

3. Imam Ja`far Ash-Shadiq berkata: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan tinggalkan membaca surat Al-Ikhlash sesudah shalat fardhu, karena orang yang membacanya Allah akan menggabungkan baginya kebaikan dunia dan akhirat, mengampuni dosanya, dosa kedua orang tuanya dan dosa anaknya”. (Mafatihul Jinan 478)

4. Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Ikhlash sebelas kali sesudah shalat Subuh, maka pada hari itu ia tidak akan ditakutkan oleh dosa walaupun setan berusaha keras untuk menggodanya.” (Mafatihul Jinan 77).

5. Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Aku mimpi melihat Hidhir (AS.) pada malam besoknya perang Badar. Aku berkata padanya: ajarkan padaku sesuatu yang dapat menolongku dari musuh-musuhku. Hidhir (as) berkata: bacalah: Yâ Huwa yâ Man lâ huwa illâ Huwa. Pagi harinya aku ceritakan kepada Rasulullah SAW. Kemudian beliau bersabda: “Wahai Ali, engkau telah mengetahui Ismul A’zham (nama Allah yang paling agung).” Kemudian Ismul A’zham itu mengalir di lisanku pada hari perang Badar. Perawi hadis ini mengatakan: Imam Ali (sa) membaca surat Al-Ikhlash kemudian membaca:

يَا هُوَ يَا مَنْ لاَ هُوَ اِلاَّ هُوَ، اِغْفِرْلِي وَانْصُرْنِي عَلَى الْكَافِرِيْنَ

Yâ Huwa yâ Man lâ huwa illâ Huwa, ighfirlî wanshurnî ‘alal kâfirîn.
Wahai Dia yang tiada dia kecuali Dia, ampuni aku dan tolonglah aku menghadapi orang-orang kafir. (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/700)


6. Imam Musa Al-Kazhim (sa)1) berkata: “Sangatlah banyak keutamaan bagi anak kecil jika dibacakan padanya surat Al-Falaq (3 kali), surat An-Nas (3 kali), dan surat Al-Ikhlash (100 kali), jika tidak mampu (50 kali). Jika dengan bacaan itu ia ingin mendapat penjagaan, ia akan terjaga sampai hari wafatnya.” (Mafatihul Jinan 479)





Dikirim pada 15 Desember 2009 di Uncategories
14 Des


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Ada sebuah ungkapan warisan para nabi, yang menyatakan bahwa sudah rahasia umum, orang yang hilang perasaan malunya tak lain dari orang yang sudah terbiasa berbuat kemungkaran dan kemaksiatan dalam segala jenis dan bentuknya. Ia mau melakukan kejahatan, kelaliman dan kekejian.

Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pantas dan menjauhi segala perilaku tidak patut. Orang yang memiliki watak malu adalah orang yang cepat menyingkiri segala bentuk kejahatan. Sebaliknya, yang tidak memiliki rasa malu berarti ia akan dengan tenang melakukan kejahatan, tidak peduli omongan, bahkan, cercaan orang lain. "Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,"begitu mottonya.

Islam menilai, watak malu itu merupakan bagian dari iman. Dengan demikian, orang yang tidak mempunyai rasa malu adalah orang yang hilang imannya. Orang hidup bermasyarakat sudah tentu harus mendengarkan apa kata masyarakat tentang dirinya. Masyarakat tak pelak lagi sebenarnya mengetahui apa yang dilakukan anggotanya. Masyarakat pula yang berhak mengoreksi apa-apa kelakuan yang tidak baik atau tak pantas anggotanya. Bagi yang tak punya malu, omongan atau koreksi masyarakat akan dianggapnya angin lalu.

Ada sebuah ungkapan warisan para nabi, yang menyatakan bahwa sudah rahasia umum, orang yang hilang perasaan malunya tak lain dari orang yang sudah terbiasa berbuat kemungkaran dan kemaksiatan dalam segala jenis dan bentuknya. Ia mau melakukan kejahatan, kelaliman dan kekejian.

Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya, yang dapat diambil sebagai pelajaran dari para nabi terdahulu ialah, apabila kamu sudah tidak mempunyai perasaan malu maka berbuatlah semaumu;" riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Itu berarti, orang yang demikian sulit untuk mau mawas diri, meski berhadapan dengan umpatan dan kecaman orang banyak pun.

Berdasar riwayat Ibnu Umar, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung, bila berkehendak menjatuhkan seseorang maka Allah cabut dari orang itu rasa malunya. Ia hanya akan menerima kesusahan (dari orang banyak yang marah kepadanya. Melalui ungkapan kemarahan itu, hilang pulalah kepercayaan orang kepadanya. Bila kepercayaan kepadanya sudah hilang maka ia akan jadi orang yang khianat. Dengan menjadi khianat maka dicabutlah kerahmatan dari dirinya. Bila rahmat dicabut darinya maka jadilah ia orang yang dikutuk dan dilaknati orang banyak. Dan bila ia menjadi orang yang dilaknati orang banyak maka lepaslah ikatannya dengan Islam.





Dikirim pada 14 Desember 2009 di Uncategories
13 Des


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Di antara ciri-ciri kebahagiaan dan kemenangan seorang hamba adalah :

Bila ilmu pengetahuannya bertambah, bertambah pula kerendahan hati dan kasih sayangnya.

Setiap bertambah amal-amal shalih yang dilakukan, bertambah pula rasa takut dan kehati-hatiannya dalam menjalankan perintah Allah.

Semakin bertambah usianya, semakin berkuranglah ambisi-ambisi keduniannya. Ketika bertambah hartanya, bertambah pula kedermawanan dan pemberiannya kepada sesama.

Jika bertambah tinggi kemampuan dan kedudukannya, bertambahlah kedekatannya pada manusia dan semakin rendah hati kepada mereka.

Sebaliknya, ciri-ciri kecelakaan adalah :

Ketika bertambah ilmu pengetahuannya, semakin bertambah kesombongannya.

Setiap bertambah amalnya, kian bertambah kebanggaannyapada diri sendiri dan penghinaannya pada orang lain.

Semakin bertambah kemampuan dan kedudukannya, semakin bertambah pula kesombongannya.

(Al Fawa-id, Imam Ibnul Qayyim)



“Lelah, tersinggung, terhina, kekurangan, uang, tertimpa penyakit, dan masih begitu banyak lagi masalah yang akan membuat orang menjadi goyah, tapi kalau terkelola hatinya, subhanallaah, ia tetap akan punya nilai produktif. Banyak orang yang sangat sibuk memikirkan kecerdasannya, memikirkan kesehatan fisiknya, tapi sangat sedikit memikirkan kondisi hatinya. Kalaulah kita harus memilih, seharusnya kita banyak meluangkan waktu untuk memikirkan qolbu ini. Karena jika qolbu ini baik, yang lainnya pun menjadi baik, Insya Allah.” (AA Gym)



Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak”.(Ali bin Abi Thalib)









Dikirim pada 13 Desember 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Ketika orang-orang mendengar bawah Nabi Muhammad SAW mempunyai banyak istri semasa hidupnya, banyaklah timbul suara-suara yang sumbang kearah Nabi Muhammad SAW.

Padahal, kalau mereka mau menelaah lebih dalam untuk mengetahui apa rahasia dibalik perkawinan Nabi Muhammad SAW, niscaya mereka akan mengerti dan memaklumi adanya bahkan akan memuji kepintaran strategi dari Nabi besar Muhammad SAW, yaitu : “political and social motives”.

Perkawinan pertamanya dengan Khadijah dilakukan ketika dia berumur 25 tahun dan Khadijah berumur 40 tahun. Selama hampir 25 tahuh, Nabi SAW hanya beristrikan Khadijah, sampai Khadijah meninggal dunia diumur 65 tahun (semoga Allah memberkahinya).

Hanya setelah Nabi SAW berumur lebih dair 50 tahun, barulah nabi SAW mulai menikah lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa jika memang Nabi SAW hanya mencari kesenangan semata, tentulah tidak perlu beliau menunggu sampai berusia lebih dari 50 tahun, baru menikah lagi. Tapi Nabi Muhammad SAW tetap mencintai Khadijah selamaa 25 tahun, sampai Khadijah meninggal dunia di usia 65 tahun.

Perkawinannya selanjutnya mempunyai banyak motive. Beberapa perkawinan adalah dengan tujuan membantu wanita yang suaminya baru saja terbunuh didalam membela Islam. Yang lain adalah demi menambah dan mempererat hubungan dengan salah satu pendukung fanantik Islam, Abu Bakr (semoga Allah memberkahinya).

Ada juga dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan suku-suku lain yang semula berniat memerangi Islam. Sehingga ketika Nabi SAW mengawininya, maka perang pun terhindarkan dan darah pun tak jadi tumpah.

Setidaknya, ada Professor Non-Muslim yang berkesempatan mempelajari secara langsung mengenai sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW berkesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan kaum non-muslim lainnya.

John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad SAW adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).

Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis sebagai berikut: “In the prime of his youth and adult years Muhammad remained thoroughly devoted to Khadijah and would have none other for consort”.

Caesar Farah pun berkesimpulan bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW lebih karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yang suaminya meninggal dalam perang membela Islam.

Sehingga memang jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah diketahui apa alasan sebenarnya perkawinan nabi Muhammad SAW.

Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta sekilas penjelasannya:
1. Khadijah: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadija. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.
2. SAWDA BINT ZAM’A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.
3. AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemduian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.
4. HAFSAH BINT U’MAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.
5. ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.
6. SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.
7. ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).
8. JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juayreah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq). Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam.
9. SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insha Allah disampaikan terpisah.
10. UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.
11. MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.
12. MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.










Dikirim pada 13 Desember 2009 di Uncategories
12 Des


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Sahabat.............................................

Aku tidaklah setegar yg kau kira

Aku juga bisa menangis

Hanya saja kau tidak tahu kapan aku menangis

Dan kau pun tidak pernah melihat aku menangis

Tangisanku slalu aku sembunyikan dan ku ganti dgn senyuman

Agar kau slalu merasa nyaman & bahagia bila di dekatku

Karena senyumanku tulus untuk dirimu

..........Senyum itu ibadah..........

Dan biarlah tangisanku ini hanya aku dan tuhan saja yg tahu



Sahabat............................................

Aku tidaklah sekuat yg kau tahu

Hanya saja kau tak pernah menyadarinya

Aku juga sama seperti dirimu

Kadang kuat kadang lemah

Kadang hanyut terbawa gelombang

Kadang hilang di sapu angin

Kadang gundah di terpa badai

Kadang resah di hujani masalah

Kadang tenggelam di telan lautan

Kadang takut selalu menghantui

Kadang kecewa selalu memayungi

Kadang sesal selalu menertawai

kadang sedih setia menemani

Hanya saja aku berusaha tuk menyandarkan sluruh hidupku pada-Nya



Sahabat..................................................

Aku juga tak sebijaksana yg kau tahu

Aku juga masih butuh seorang guru

Bahkan lebih dari seorang

Mungkin juga ratusan atau ribuan guru

Untuk membimbing jalan hidupku

Yang penuh dgn dosa dan dosa



Sahabat........

Aku juga tak sedewasa yg kau kira

Aku merasa masih anak-anak berusia 5 tahunan

Yang belum mengerti apa-apa

Dan masih ingin di manja setiap waktu



Sahabat.............................................

Aku juga tak sebaik yg kau tahu

Orang baik hanyalah salah satu dari cita-citaku

Aku hanyalah manusia biasa yg penuh dgn kekurangan

Dan sedikit sekali kelebihannya..bahkan mungkin tak punya sama sekali



Tapi sahabat.........

Aku bahagia bisa membahagiakanmu

Aku bahagia bisa menjadi temanmu

Aku bahagia bisa membuatmu tersenyum

Aku bahagia bisa membantu kesulitanmu

Aku bahagia bisa membuatmu tertawa

Aku bahagia bisa mengurangi beban pikiranmu

Aku bahagia bisa menjadi teman curhatmu

Dan aku bahagia kau bisa menerima segala kekuranganku tanpa membedakan mana miskin mana kaya........











Dikirim pada 12 Desember 2009 di Coretan isi hati




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


1. Sedekah merupakan perintah Allah

Allah Ta`ala berfirman :
” Hai orang – orang yg beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yg pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang – orang kafir itulah orang – orang yg zalim ” ( Al Baqarah, 2:254 )


Yang dimaksud Syafaat di atas ialah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Melalui ayat diatas Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya supaya menginfakkan sebagian dari apa yang telah DIA karuniakan kepada mereka dijalan-Nya, yaitu jalan kebaikan. Agar pahala infak tersebut tersimpan di sisi Allah Ta`ala dan supaya mereka segera mengerjakan hal tersebut dalam kehidupan dunia ini.

Yang dimaksud “hari” ialah hari kiamat, yang pada saat itu persahabatan dan kekerabatan tidak lagi bermanfaat, bahkan keturunan sekalipun tidak bisa berbuat apa-apa. Dan pada hari itu tidak ada orang yang yang lebih zalim dari orang yang menghadap Allah dalam keadaan kafir.

Termasuk membelanjakan harta di jalan kebaikan adalah : membangun dan memelihara tempat – tempat ibadah, membangun sarana pendidikan, membiayai ongkos pendidikan orang2 tak mampu, menyantuni fakir miskin, menolong orang2 yang menderita akibat peperangan dan orang2 yang tertimpa musibah, dan membangun sarana serta fasilitas untuk menunjang kelancaran pembangunan agama Islam.

Allah Ta`ala berfirman :
” Katakanlah kepada hamba2 KU yang telah beriman : Hendaklah mereka mendirikan Sholat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi2 ataupun terang2an sebelum datang hari ( kiamat ) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan ” ( Ibrahim, 14:31 )


Ada dua perintah dalam ayat tersebut. Pertama, mendirikan Shalat. Kedua, menginfakkan sebagian harta. Perintah pertama untuk menciptakan dan menjaga hubungan dengan Tuhan. Perintah kedua bermakna untuk menciptakan dan menjaga hubungan antara sesama hamba dan sesama manusia.

Allah memberikan petunjuk tentang cara memberikan infak atau sedekah, yaitu dengan cara terang2an atau sembunyi2. Kedua cara itu harus didasari dengan niat yang ikhlas.

Allah Ta`ala berfirman :
” Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata ” Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang2 yg saleh? ” ( Al Muafiquun, 63:10 )


Harta kekayaan manusia hanya berarti ketika ia masih hidup. Ia dapat menggunakan sesuka hatinya. Adanya perintah infak untuk mengingatkan manusia, bahwa apa yang ia miliki pada hakikat nya adalah milik Allah. Manusia terlahir ke dunia tanpa membawa dan memiliki harta. Dengan kemurahan dan kasih sayang Allah, manusia dapat memiliki apa yang di inginkan nya.

Perintah infak juga sebagai ujian terhadap keimanan seseorang. Manusia yang dikuasai harta kekayaannya tentu akan berat mengeluarkan sebagian hartanya, sekalipun sedikit, Dan sebaliknya bagi orang2 yang yakin , maka ia akan dengan serta merta menyerahkan hartanya di jalan Allah. Orang beriman yakin, bahwa dengan mengeluarkan infak, harta justru bertambah dan berkah.

2. Sedekah sebagai bukti keimanan yang sehat dan kuat.

Dari Abu Malik al-Harits bin Ashim al-Asya`ari ra, ia berkata : Rasulullah bersabda :

“Sering bersuci ( berwudhu ) merupakan bagian dari iman, Tahmid itu memenuhi timbangan amal, tasbih dan tahmid itu keduanya atau salah satunya dapat memenuhi langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah itu bukti, kesabaran itu cahaya, Al Qur`an itu hujah bagimu atau menjadi hujah untuk membantahmu. Setiap manusia berangkat dipagi hari lalu menjual dirinya, maka ia membebaskannya atau membinasakannya “. ( HR.Muslim )

Berkata Ibnu Rajab rahimahullah : ” Adapun sedekah itu menjadi hujah atau bukti (burhan), dan burhan itu adalah sinar yg menyertai wajah matahari. “

Dan dari Hadits Abu Musa : ” Sesungguhnya ruh seorang mukmin itu keluar dari jasadnya bercahaya seperti cahaya matahari. Suatu hujah yang dapat mematahkan argumentasi itu dinamakan ” Burhan “, karena penunjukannya yang jelas atas suatu objek. Maka demikian pula sedekah itu dikatakan “burhan”, karena menjadi bukti yang mantap.”

Maka simaklah makna2 yang tinggi sebagaimana terkandung dalam susunan kalimat dari ucapan2 Nabi S.A.W tersebut, semoga Allah S.W.T memberikan rahmat NYA kepadamu.

3. Sesungguhnya pelaku sedekah sangat merasakan nikmat iman

Dari Abu Darda ra, Nabi S.A.W, beliau bersabda :
” Lima macam yang barang siapa melakukannya disertai iman, maka ia akan masuk surga : Barang siapa memelihara sholat lima waktu dengan sebaik2 nya, wudunya, rukunnya dan waktu2 nya, serta memberi zakat sebagian harta dengan baik hati (ikhlas)”. Ia berkata : Dan beliau bersabda : ” Demi Allah, tiadalah yang melakukan itu kecuali orang mukmin “.


Ibnu Rajab rahimahullah berkata : Maksud ( dalam keadaan baik hati ) : atau dengan sedekah sebagai tanda adanya rasa manis dan lezatnya iman. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abdullah bin Mu`awiyah al-’Amiri dari Nabi S.A.W, beliau bersabda : ” Ada tiga perkara yang barangsiapa melakukannya, maka sungguh ia telah merasakan lezatnya Iman, ialah : Orang yang menyembah Allah yang maha Esa dan sesungguhnya tiada Tuhan kecuali Allah, menunaikan zakat hartanya dengan baik hati yang datang kepadanya setiap tahun “.

Mengeluarkan harta untuk kepentingan agama memang terasa berat, lebih2 seseorang dalam keadaan serba terbatas. Godaan untuk melakukan infak di jalan Allah selalu ada, sepeti bisikan takut harta menjadi berkurang, atau masih banyak keperluan hidup yang mesti dibiayai, dan godaan2 lainnya yang tersembunyi dalam diri.

4. Sedekah itu mensucikan jiwa

Allah Ta`ala berfirman : ” Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui “. ( At Taubah, 9 : 103 )

Ketahuilah – semoga Allah memeliharamu – sesungguhnya infak itu dapat mensucikan dirimu dari penyakit pelit dan kikir, dan ia pun dapat mensucikan diri menjadi bersih dan suci.

Ayat ini menjadi undang2 wajibnya mengeluarkan zakat bagi orang yang berharta. Penguasa atau badan yang berwenang untuk pemungutan zakat berhak meminta bahkan memaksa kepada orang2 kaya agar mengeluarkan zakat harta. Orang yang merasa berat mengeluarkan zakat berarti ia bergelimang dengan kekayaan yang kotor.

Dengan mengeluarkan zakat, maka harta akan terlindungi, jiwa menjadi tenang dan hidup penuh kedamaian tanpa ada rasa khawatir. Orang yang tidak mau mengeluarkan zakat atau infak, berarti ia telah berbuat zalim. Harta, dana atau uang zakat dan infak adalah milik orang2 fakir dan miskin. Dengan demikian Islam hendak menciptakan kehidupan yang adil dan serasi dengan adanya perintah zakat atau infak.



Dikirim pada 11 Desember 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik? Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.” Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.

Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya.

Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.

Budha Gautama pernah mengatakan, ”Keinginan- keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan. ” Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.

Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana.

Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.

Ada tiga pikiran yang perlu senantiasa Anda tumbuhkan. Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam. Saya kira ajaran seperti ini bukan hanya kita temukan dalam Islam saja, tetapi juga dalam ajaran agama yang lain.

Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan. Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaanny a. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain.

Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!

Kunci kedua adalah bersyukur. Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah.

Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.

Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.


Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil. Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.

Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ”agak besar.” Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup sebenarnya hanyalah masalah-masalah kecil.

Oleh : Arvan Pradiansyah






Dikirim pada 05 Desember 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor ) lulusan FK UI dalam bukunya ” Ketika Dokter Memaknai Sholat ” mampu menjabarkan makna gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya manfaat sholat dan gerakan-gerakannya secara medis?

Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.

Manfaat Wudlu Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.


Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!

Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut. Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah. Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.

Manfaat Kesehatan Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar. Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.

Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.

Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita. Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.

Manfaat sholat malam hari biasanya dingin dan lembab. Kalau ditanya, paling enak tidur di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran. Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita.
Jadi sholat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan sholat malam, kita akan mengendalikan urat tidur kita.


Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang diantara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabatmenjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaansholat lima waktu. Allah menghapus segala keselahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a). Jika manfaat gerakan sholat kita betul, maka sangat luar biasa manfaatnya dan lebih canggih daripada yoga. Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul?

Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya.







Dikirim pada 02 Desember 2009 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Anganku terbang tinggi.

Setinggi langit di angkasa.

Namun ku tahu pasti.

Semua akan menjadi nyata.



Ini hanyalah masalah waktu.

Yang penting ku sabar menunggu
Karna semuanya akan menjadi indah.

Asal di niati ibadah.



Setiap saat ku berdendang.

Bersama dgn bintang-bintang.

Berharap akan datang.

Masa depan yg terang.



Hanya do’a dan harapan.

Yang menguatkan hatiku.

Untuk selalau mengukuhkan.

Arah dan tujuanku.



Mimpiku melayang jauh.

Jauh dihempas gelombang.

Aku tak pernah jenuh.

Untuk selalu berjuang.



Suasana hati selalu ceria.

Dan selalu bahagia.

Karena semua yg menimpa.

Ikhlas aku menerima.



Aku tak pernah resah.

Apalagi gelisah.

Karena semua musibah.

Sarat mengandung hikmah.



Hati ini selalu tenang

Di setiap suasananya.

Karena cobaan yg datang.

Sebagai bentuk kasih sayang-Nya.



Hati ini pun selalu tentram

Dan selalu bahagia

Karena di 1/3 malam

Ku bisa memohon ampunan-Nya.









Tuhan tempat ku bergantung………………………….

Tuhan tempatku memohon……………………………

Tuhan tempatku bersandar…………………………….

Tuhan tempatku mengeluh…………………………...

Tuhan tempatku mengadu…………………………….

Dan tuhan tempatku kembali…………………………





















Dikirim pada 01 Desember 2009 di Coretan isi hati




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Manusia seringkali berlaku egois. Ketika menginginkan rindu sesuatu, ia berdoa habis-habisan dan berupaya sungguh-sungguh demi tercapainya segala yang dirindukan. Tatkala berhasil, serta-merta ia pun melupakan Allah. Bahkan ia menganggap bahwa keberhasilan itu adalah hasil jerih payah dirinya sendiri.

Sebaliknya, bila kegagalan menimpa, ia sering kecewa karenanya. Terkadang ia berburuk sangka kepada Allah dan menimpakan kekecewaannya itu kepada siapa saja yang dianggap biang penyebab kegagalan tersebut. Padahal, rasa kecewa, sedih, dan kesal itu lahir karena manusia terlalu berharap bahwa kehendak Allah harus selalu cocok dengan keinginannya.

Jelas dari kedua sikap tersebut ada sesuatu yang terlewatkan. Yaitu sikap sabar, tawakal, dan syukur nikmat. Karenanya, beruntunglah orang yang memiliki sikap sabar ketika musibah datang menimpa dan memiliki syukur ketika keberuntungan datang menerpa.

Sabar, menurut Dzunnun Al-Mishry, adalah menjauhkan diri dari hal-hal yang bertentangan dengan agama dan bersikap tenang manakala terkena musibah, serta berlapang dada dalam kefakiran di tengah-tengah medan kehidupan. Atau, seperti kata Al-Junaid, "Engkau menelan suatu kepahitan tanpa mengerutkan muka".

Adapun syukur, adalah tindakan memuji si pemberi nikmat atas kebaikan yang telah dilakukannya. Seseorang dikatakan bersyukur kepada Allah, apabila ia mengakui nikmat itu di dalam batinnya, lalu membicarakannya dengan lisan, serta menjadikan karunia nikmat itu sebagai ladang ketaatan kepada-Nya. Pada hakikatnya syukur itu merupakan perwujudan sikap sabar ketika manusia mendapat nikmat.

Mengapa kita harus bersabar ketika mendapatkan nikmat? Karena, karunia nikmat itu justru akan menggelincirkan manusia ke dalam kekhilafan dan memperturutkan hawa nafsu. Betapa banyak orang yang mampu bersabar ketika diberikan ujian, tapi tak mampu bersabar ketika diberi kenikmatan.

Lalu seberapa mampukah kita merasakan nikmatnya sabar?
Syahdan, di masa Rasulullah SAW, sebuah ujian menimpa Ummu Sulaim. Suatu hari anaknya meninggal dunia, padahal suaminya sedang bepergian. Ummu Sulaim berusaha agar kematian anaknya itu tidak diketahui dengan tiba-tiba oleh sang suami sedatangnya dari perjalanan nanti. Ia pun mempersiapkan hidangan untuk menyambut kedatangan suaminya.


Ketika sang suami datang, ia pun segera menyantap hidangan yang telah dipersiapkan dengan lahapnya. "Bagaimana keadaan anak kita sekarang?" tanya suaminya. "Alhamdulillah, sejak sakitnya itu tidak pernah setenang malam ini," jawab Ummu Sulaim.

Sementara itu, Ummu Sulaim menghias diri dengan memakai pakaian terindah yang dimilikinya, agar sang suami timbul hasratnya. Tak lama setelah sang suami menggauli dan memuaskan hajatnya, Ummu Sulaim mulai bertanya, "Apakah Kanda tidak merasa heran dengan tetangga-tetangga kita itu?"

"Mengapa mereka?" tanya suaminya."Mereka itu diberi pinjaman, tetapi setelah diminta kembali, tiba-tiba mereka menyatakan kedukacitaan yang luar biasa," jawab Ummu Suliam."Buruk sekali kelakukan mereka itu," ujar suaminya.Ketika itulah ia memberitahukan apa sebenarnya yang terjadi terhadap anaknya. "Kanda," ujarnya. "Bukankah anak kita itu hanya pinjaman dari Allah? dan kini Allah telah memanggilnya kembali".

Setelah mendengar perkataan istrinya tersebut, sang suami pun sadar akan apa yang terjadi. "Alhamdulillah, inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun," ujarnya penuh ketabahan. Keesokan harinya, pagi-pagi benar suaminya pergi ke tempat Rasulullah SAW dan memberitahukan kejadian tersebut. Rasul pun berdoa untuk keluarga itu, "Ya Allah, berilah keberkahan untuk kedua suami istri itu pada malam harinya tadi".

Dalam kisah lain diceritakan bagaimana sedihnya Nabi Ya’kub ketika mendengar anaknya, Yusuf meninggal, hingga dikisahkan bagaimana matanya menjadi putih (QS. Yusuf: 84). Dan kesedihan itu semakin bertambah ketika anaknya yang lain Bunyamin ditahan pemerintah Mesir. Namun, apa yang dikatakan Nabi Ya’kub ketika itu? "Fa shabrun jamiil" (QS. Yusuf: 83). Sabar itu indah!

Jadi, kemampuan merasakan nikmatnya sabar terletak pada seberapa besar mutu pengakuan akan adanya takdir dan kemahakuasaan Allah SWT. Seseorang bisa sabar - seperti yang dilakukan Ummu Sulaim dan suaminya - bila ia mampu meyakini bahwa semua yang terjadi karena izin Allah dan meyakini bahwa Allah tidak akan mendzalimi hamba-Nya.

Sa’ad bin Jubair memberikan contoh tentang seorang budak belian yang dipukul dengan cambuk. Namun sikap budak tersebut seolah-olah mencerminkan makna firman-Nya, Inna lillahi Sesungguhnya kami hanya milik Allah semata. Jadi, ia mengakui bahwa dirinya adalah kepunyaan Allah yang bebas dipergunakan dan diapakan saja oleh Allah.

Sedangkan harapannya akan pahala dikarenakan musibah tersebut seakan merupakan makna dari firman-Nya, Wa inna ilaihi raaji’uun Dan kepada-Nya kita kembali. Oleh karena itu, tidak mengherankan ketika Abu Bakar As-Siddiq jatuh sakit, dan para sahabat yang menjenguknya bertanya, "Saudaraku, tidakkah sebaiknya kami panggilkan saja tabib?". Abu Bakar menjawab, "Sudah, tabib sudah memeriksaku". "Apa yang dikatakannya?" tanya mereka. Abu Bakar menjawab, "Dia katakan, "Aku Maha Berbuat terhadap apa yang Aku kehendaki !".

Dengan demikian, syarat mutlak orang bisa bersabar adalah ketika ditimpa sesuatu, pikirannya langsung tertuju hanya kepada Allah SWT. Inilah kunci terpenting yang harus dimiliki siapa saja yang ingin menjadi ahli sabar.

Karena itu, keindahan dan keluhuran pribadi seseorang dapat dilihat dari sejauh mana ia pandai bersabar. Semakin seseorang mampu bersabar, niscaya akan semakin indah pula akhlaknya. Jaminan Allah pun demikian luar biasa bagi ahli sabar. "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas!" (QS. Az-Zumar:10).

"Dan berikanlah kabar gembira pada orang-orang yang sabar, yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, "Inna lillaahi wa inna ilahi raaji’uun". Mereka itulah orang-orang yang mendapat rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk". (QS. Al-Baqarah:155-157).





Dikirim pada 29 November 2009 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Banyak yang mau berubah,
tapi memilih jalan mundur.

Andakah orangnya?

Satu hari saya jalan melintas di satu daerah.. Tertidur di dalam mobil. Saat
terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya:
“Nanti di depan ke kiri ya”.
“Masih banyak, Pak Ustadz”.
Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya
pengen pipis.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti. “Pak Ustadz!” .
Dari jauh ia melambai dan mendekati saya.
Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.
“Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya
melihat di TV saja…”. Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.
“Saya ke toilet dulu ya”.
“Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?”
“Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?”
“Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”.
Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. Lagi
enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom
bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara
dengan dia. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Bukan
jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.
Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini,”Ok, ntar habis dari toilet ya”.

***

“Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”, tanya saya membuka
percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini.
Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart nya yang dilengkapi
fasilitas ngopi-ngopi ringan.
“Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?”
“Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu.
Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya” .
“Wah, ustadz langsung nembak aja nih”.
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah.
Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga
mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu
saja.
“Udah shalat ashar?”
“Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga?
Ya saya pikir sama saja”.
“Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga
ibadah?”
Sekuriti itu senyum aja.
Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa
benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas
omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang
kita lakukan di dunia ini juga ibadah, kalau kita niatkan sebagai ibadah.
Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya, tetap
nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas, ya disebut bohong dah
tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita niatkan usaha kita sebagai
ibadah, boleh ga? Bagus malah. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita
menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima tamu pas waktu
shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan Allah, maka
yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi
kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih sedikit
ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh
sebutan-sebutan ibadah.
“Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5
nih masuk ke pom bensin ini”, saya mengejar.
“Ya, kurang lebih dah”.
Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih, seorang
‘alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Di awal waktu. Tiada disebut
perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Aqimish
shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita
bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Entar-entaran. Itu kan jadi sama
saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan
sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan
mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya.
“Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima, memang untuk mengejar
ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam
andai ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari
semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh,
sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan
kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan
sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu
baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih
bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja
mestinya kita dari senang”.
Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, percakapan ini kurang lebih begitu.
Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut mukanya,
nampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he
he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga
sama lawan bicara?
Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya,
maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di
tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha,
sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa
jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.
Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan
mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung
jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang
rajin shalat dan banyak kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap
pertanyaan-pertanya an seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu satu
dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat
dengan fakta. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.
Kembali kepada si sekuriti, saya tanya, “Terus, mau berubah?”
“Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga
serius?”
“Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya”.
“Ngebut gimana?”
“Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya.
Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah.
Jangan sampe keduluan Allah”.
Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di
atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang
Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini.. Kan aneh.
Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah
memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang
bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih,
wangi, dan persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit
pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan
fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.
“Yang kedua,” saya teruskan. “Yang kedua, keluarin sedekahnya”.
Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. “Pak Ustadz, pegimana mau sedekah,
hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa
dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”.
“Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?”
“Satu koma tujuh, Pak ustadz”.
“Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang
sering sebut orang kecil, itu udah gede”.
“Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini
bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz”.
“Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?”
“Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama
kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz”.
“Koq bisa?”
“Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe
ketemu angka 1,7jt”.
“Terus, kenapa masih kurang?”
“Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak”.
“Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente
kredit motor? Kan ga perlu?”
“Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz”.
“Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu
dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot”.
Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu.
Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin
kebutuhan dia yang lain. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik.
Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.
“Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?”
“Mau Ustadz. Saya benahin dah”.
“Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan
berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.. Ikutan semuanya
ngebenahin shalat”.
“Siap ustadz”.
“Tapi sedekahnya tetap kudu loh”.
“Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada”.
“Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq”.
“Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan
juga ga ada. Emas juga ga punya”.
Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan
cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi
sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya
menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal
itu mah.
Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, “Kang, kalo saya unjukin
bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?”. Si
sekuriti mengangguk. “Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?” .
Sekuriti ini ngangguk lagi. “Selama saya bisa, saya akan jalanin,” katanya,
manteb.
“Gajian bulan depan masih ada ga?”
“Masih. Kan belum bisa diambil?”
“Bisa. Dicoba dulu”.
“Entar bulan depan saya hidup pegimana?”
“Yakin ga sama Allah?”
“Yakin”.
“Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau”.
Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi
usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga
perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya.
Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan
tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al
Qur’an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat
Jum’at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia
aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya
hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi!
Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan
posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya
begitu dah hidup.. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja
dan ada gajinya.
Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu
keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa
juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita
barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja
harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau menambah
ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan
tingginya harga,. Ga kebagian.

***

Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat
apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu
koma tujuh. Semuanya.
“Mana bisa?” kata komandannya.
“Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani”.
Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab
dengan menceritakan pertemuannya dengan saya.
Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama
ownernya ini pom bensin.. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan
30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui.
Sebab komandannya ini ikutan merayu, “Buat sedekah katanya Pak”, begitu kata
komandannya.
Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita
si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan
saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh
bos nya.
“Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”, begitu lah pemikiran
kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah
melalui jalan shalat dan sedekah.
Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul
shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya.
Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah
dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si
sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya.. Malah tambah cerah muka
nya.
Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia
tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan
kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan
catatan dia berhasil dulu.
Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya
demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal
diam. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si
sekuriti. Supaya benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang
belum punya iman. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah
pasti tidak akan mempermalukannya juga, sebagaimana Allah tidak akan
mempermalukan si sekuriti.
Suatu hari bos nya pernah berkata, “Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon
saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia
gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka,
kalau kemudian kas bon. Percuma”.
Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.
Berhasil kah?
Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak
kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan
dari keajaiban mendekati Allah.
Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan
yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya.
“Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian.
Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”.
Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo
ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si
sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada.
Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia
sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya
di bulan depan yang dia pertaruhkan, trjadi keajaiban. Di kampung, ada
transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga trlibat secara
fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya,
dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia
sedekah 1,7jt gajinya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di
kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu trjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan
kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti
bulan.
Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama
Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya
melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin
satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhaanallaah kan? Itu jual motor,
kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia
tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya
25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.
Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta
lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia
aman. Ga perlu kasbon.
Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan
menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama
1 bulan setengah ini.
Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti?
Engga. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut
sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang
lain, dan dijadikan staff keuangan di sana. Masya Allah, masya Allah, masya
Allah. Berubah, berubah, berubah.
Saudara-saudaraku sekalian.. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang
Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman
seseorang kepada Allah, Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja
menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan!
Begitu saya mengistilahkan. Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru
sedikit mengenal Allah. Tapi lihatlah, ilmu yang sedikit ini dipake sama
dia, dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya,
buat perubahan hidupnya.
Subhaanallaah, masya Allah.
Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar
sebagai pemenang, siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya
kawan-kawan sepom bensinnya pun belum tentu ada yang mengikuti jejak
suksesnya si sekuriti ini. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai
sebuah cerita manis saja. Setelah itu, kembali lagi pada rutinitas dunia.
Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusia-manusia pembelajar.
Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang
saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah?
Atau mau bertanya, siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya?
Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Sebab kenyataannya
juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang
punya prinsip hidup yang berbeda. Di antara semua peserta KuliahOnline saja
ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup
ini. Sebagiannya memilih diam saja, dan sebagiannya lagi memilih
menceritakan ini kepada satu dua orang saja, dan hanya orang-orang tertentu
saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh. Dan memang bukan
apa-apa, ketika sudah dipublish, memang tidak gampang buat seseorang
menempatkan dirinya untuk menjadi contoh.
Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini
mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah
ini. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak,
sudah, jangan terus-terusan meratapi dosanya. Kejar saja ampunan Allah
dengan memperbanyak taubat dan istighfar, lalu mengejarnya dengan amal
saleh. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai
penutup.
Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan.





Dikirim pada 27 November 2009 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
“Barangsiapa yg bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yg tiada disangka-sangkanya.” . Di antara kunci-kunci rezeki adl beribadah kepada Allah sepenuhnya. Makna Beribadah kepada Allah Sepenuhnya Hendaknya seseorang tidak mengira bahwa yg dimaksud beribadah sepenuhnya adalah dgn meninggalkan usaha utk mendapatkan penghidupan dan duduk di masjid sepanjang siang dan malam. Tetapi yg dimaksud beribadah sepenuhnya kepada Allah adalah hendaknya seorang hamba beribadah dgn hati dan jasadnya khusyu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Esa menghadirkan betapa besar keagungan Allah benar-benar merasa bahwa ia sedang bermunajat kepada Allah Yang Maha Menguasai dan Maha Menentukan. Yakni beribadah sebagaimana yg disebutkan dalam sebuah hadis yg artinya “Hendaknya kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” Janganlah engkau termasuk orang-orang yg jasad mereka berada di masjid sedang hatinya berada di luar masjid. “Beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku.” Al-Mulla Ali al-Qari berkata “Maknanya jadikanlah hatimu benar-benar sepenuhnya utk beribadah kepada Tuhanmu.” Imam Ahmad at-Tirmidzi Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah dari Nabi beliau bersabda “Sesungguhnya Allah berfirman ‘Wahai anak Adam! beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku niscaya Aku penuhi di dalam dada dgn kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dgn kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu ‘.” Dalam hadis tersebut Nabi menjelaskan bahwasanya Allah menjanjikan kepada orang yg beribadah kepada-Nya sepenuhnya dgn dua hadiah sebaliknya mengancam bagi yg tidak beribadah kepada-Nya sepenuhnya dgn dua siksa. Adapun dua hadiah itu adalah Allah mengisi hati orang yg beribadah kepada-Nya sepenuhnya dgn kekayaan serta memenuhi kebutuhannya. Sedangkan dua siksa itu adalah Allah memenuhi kedua tangan orang yg tidak beribadah kepada-Nya sepenuhnya dgn berbagai kesibukan dan ia tidak mampu memenuhi kebutuhannya sehingga ia tetap membutuhkan kepada manusia. Imam al-Hakim dari Ma’qal bin Yasar ia berkata Rasulullah bersabda “Tuhan kalian berkata ‘Wahai anak Adam beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya niscaya Aku penuhi hatimu dgn kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dgn rezeki. Wahai anak Adam jangan jauhi Aku sehingga Aku penuhi hatimu dgn kefakiran dan Aku penuhi kedua tangamu dgn kesibukan’.” Dalam hadis yg mulia tersebut Nabi mengabarkan tentang janji Allah yg tak satu pun lebih memenuhi janji daripada-Nya berupa dua jenis pahala bagi orang yg benar-benar beribadah kepada Allah sepenuhnya. Yaitu Allah pasti memenuhi hatinya dgn kekayaan dan kedua tangannya dgn rezeki. Siapa yg hatinya dikayakan oleh Yang Maha Memberi kekayaan niscaya tidak akan didekati oleh kemiskinan selama-lamanya. Dan siapa yg kedua tangannya dipenuhi rezeki oleh Yang Maha Memberi rezeki dan Maha Perkasa niscaya ia tidak akan pernah pailit selama-lamanya. Sebaliknya siapa yg hatinya dipenuhi dgn kefakiran oleh Yang Maha Kuasa dan Maha Menentukan niscaya tak seorang pun mampu membuatnya kaya. Dan siapa yg disibukkan oleh Yang Maha Perkasa dan Maha Memaksa niscaya tak seorang pun yg mampu memberinya waktu luang.



Dikirim pada 26 November 2009 di Uncategories
25 Nov


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Hujan di bulan novembar ini laksana cinta.

Bisa datang kapan saja tanpa kita duga.

Bisa hadir di mana saja tanpa kita tahu.

Dan bisa membasahi hati siapa saja tanpa mengenal umur atau status…….

Baik pria maupun wanita…..

Baik tua maupun muda…..

Baik kaya maupun miskin…..

Baik janda maupun duda…..

Baik pekerja maupun penganggur…..

Baik orang desa maupun orang kota…..

Baik orang kuper maupun orang gaul…..

Baik dokter maupun suster…..

Baik anak kuliahan atau anak kuli sekallipun…..



Cintaaaaaaaaaaaaaaaa………………..….cinta.

Apa sih itu cinta…………………………..?

Apa sih artinya cinta………….………..?

Cinta hanya menggangu tidurku…..

Tapi cinta juga bisa menghiburku melalui mimpi yg indah….

Cinta hanya bisa menyusahkanku…..

Tapi cinta juga bisa membuat ku tersenyum sendiri tanpa alasan…..

Cinta hanya membuang banyak waktuku…..

Tapi cinta juga bisa mengefektifkan waktuku…..

Cinta hanya bisa membuat jadwal makanku tak teratur…..

Tapi cinta juga bisa menyembuhkan sakit perutku…..

Cinta bisa membuat kita tertawa…..

Tapi cinta juga bisa membuat kita terluka…..



Benarkah cinta yang membuat orang bahagia…………?

Ataukah cinta yang membuat orang menderita…….

Benarkah cinta yang membuat orang berubah………?

Atau cinta yang membuat orang susah....................



Di manakah cintaku…..?

Siapakah cintaku……….?

Kapankah dia akan mengisi hatiku…….?

Aku yakin dia masih dalam genggaman-Nya.

Masih dalam kekuasaan-Nya.

Dan masih terjaga dan tersimpan dengan baik.

Dan aku persiapkan hatiku secara tulus.

Untuk menerima segala kelebihan dan kekurangannya.

Serta menerima dia apa adanya…….





Ya Rabb……..

Cintakanlah aku pada seseorang yang mencintai-Mu.

Agar bertambah keyakinanku pada-Mu untuk selalu ada di jalan yang Engkau ridhoi sampai akhir hayat.

Ya Rabb……

Pertemukanlah aku dengan tulang rusukku yang mudah aku luruskan dan bisa saling mengingatkan pada kebaikan.

Sehingga bisa mengantarkan kami sekeluarga pada jannah-Mu……











Dikirim pada 25 November 2009 di Coretan isi hati


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}



"Jagalah hati, jangan kau nodai, jagalah hati lentera hidup ini. "

BERITA ini sungguh mengejutkan. Seorang teman mengabarkan ayahnya
terserang stroke. Mengejutkan, karena dia seorang dokter, yang
tentunya paham dengan kesehatan. Pengalaman dan pengetahuan, dia
ngelotok betul soal `do and don’t dalam segala hal yang terkait
soal kesehatan. Lain dari itu, dia memiliki gaya hidup yang
sederhana. Namun, apa mau dikata, Pak Dokter ini terserang stroke.

Stroke adalah tersumbatnya aliran darah secara akut alias mendadak,
biasanya disebabkan gumpalan darah. Stroke merupakan penyebab
kematian nomor tiga, setelah penyakit jantung dan kanker, namun
merupakan penyebab kecacatan nomor satu. Awalnya memang penderitanya
kebanyakan kaum tua.

Namun belakangan ini, kita sering mendengar penderitanya pun datang
dari kalangan muda. Intinya sih, mau tua atau masih muda, kalau
sudah terjadi penyumbatan gumpalan darah yang menyebabkan pembuluh
sobek atau terjadinya infeksi vaskuler, ya sok atuhlah, stroke pun
datang menghampiri.

Penyebab stroke antara lain karena kebiasaan merokok, tekanan darah
tinggi, dan kegemukan. Satu pemicu utamanya adalah gaya hidup yang
tidak sehat, umumnya penderita tidak mengontrol makanan yang masuk
ke dalam tubuh. Lama-lama, makanan yang uenak tenan itu malah
menjadi biang penyakit. Sret, satu urat tersumbat, stroke pun
datang.

Sekarang balik lagi pada kisah Pak Dokter. Semua gaya hidup sudah
dijalani. Dia tidak memiliki korek api yang dipakainya untuk
merokok. Penyakit pun, no way. Dalam soal makanan pun, ia selalu
memilih makanan yang baik dan sehat. Olah raga pun ia lakukan dalam
seminggu, walau tidak terlalu rutin.

Lantas apa yang menyebabkan ia terkena stroke? Secara medis tak
ditemukan tanda-tanda penyulut penyakit itu. Akhirnya muncul cerita
ini. Sang teman menjelaskan sebab musababnya.

Menurutnya, ayahnya sering kali menyimpan berbagai masalah yang ada
di dalam hati. Ayahnya sering kali merasa jengkel dan dongkol dalam
beberapa masalah, termasuk masalah sepele. Atau ia sering kali
merasa sakit hati. Hal itu ia simpan sendiri di dalam hati. Tanpa
disadari, perlahan-lahan kebiasaan ini berbuah petaka. Rupanya,
inilah yang menyebabkan ayahnya mengalami penyempitan pembuluh darah
di otak.

Tidak ikhlas? Mungkin itu kata yang paling tepat. Sebuah keadaan
yang tidak sesuai dengan keinginan kita, memang seringkali
menyebalkan dan sangat mengganggu. Kekalahan atau kegagalan, dan
juga kehilangan, merupakan hal yang amat sulit untuk diterima.
Akibatnya, kita pun berada dalam keadaan yang tidak stabil antara
menerima dan menolak.

Nah, bila menerima, artinya kita ikhlas. Sebaliknya, bila tidak, dia
akan bersemayam di dalam hati. Tanpa terasa, dada pun terasa sesak.
Itulah yang kita rasakan saat pacar memutuskan hubungan tanpa sebab,
dus, malah tahu-tahu menikah dengan orang lain, atau mendapati
pasangan berselingkuh, meski semua yang terbaik sudah kita berikan.

Memang, untuk mengikhlaskan semua kekalahan, kegagalan atau
kehilangan, bukanlah pekerjaan mudah. Bila dunia ini sepenuhnya
dapat ikhlas dalam segala persoalan, pasti tidak pernah akan ada
perang yang memakan ribuan atau jutaan korban jiwa. Bila semua orang
ikhlas, tentu tidak pernah ada yang namanya ilmu santet.

Riset pun menjelaskan bahwa satu kunci menuju hidup bahagia ialah
menjaga hati agar selalu terbebas dari rasa kebencian. Dan,
bersihkan pikiran dari segala kekawatiran. Jadi, belajarlah untuk
menerima segala sesuatunya dengan hati yang lapang.

Masih sulit? Pergilah ke hutan, berteriaklah di sana. Keluarkan
segala kecewa di hati. Takkan ada yang terganggu. Kalau kejauhan,
masuklah ke kamar mandi. Lalu tutup pintu. Tapi awas, jangan sampai
tetangga tahu-tahu terbangun kaget dikira ada maling beneran atau
kucing garong. Atau pergilah berenang, di dalam air, luapkan tangis.
Di kubangan air, takkan pernah ada yang menduga bahwa Anda tengah
menangis.

Profesor Jeffrey Lohr, dari William Fulbright College of Arts and
Sciences, menjelaskan bahwa berteriak memberikan sensasi pengendoran
otot yang tegang karena kondisi stres. Sedangkan Dr. William Frey,
dari University of Minnesota, menemukan bahwa menangis terbukti
dapat membuat seseorang merasa lebih baik. Karena air mata yang
keluar berfungsi melepaskan ketegangan saraf pada tubuh. Asal tentu
saja bukan air mata buaya. Itu kalau Anda kesulitan mengeluarkan
segala kekecewaan di dalam hati.

Kembali lagi soal ikhlas. Lalu bagaimanakah agar kita bisa
sepenuhnya ikhlas? Tanyalah dalam hati. Ikhlas sejatinya kondisi
perasaan di dalam hati. Karena itu belajar ikhlas juga berarti
belajar melihat dengan hati, mendengar dengan hati, dan tentunya,
mengikuti kata hati.

Menurut Erbe Sentanu, penulis buku ’Quantum Ikhlas’, dalam kondisi
ikhlas, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang
menyebabkan seseorang merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Dalam zona
ikhlas, bertebaranlah berbagai energi positif: rasa syukur, sabar,
juga termasuk fokus. Kita pun tiba-tiba merasa penuh tenaga. Energi
ikhlas ini lalu menyebar ke setiap bagian tubuh.

Erbe Sentanu sendiri mempunyai kisah mengenai keikhlasan. Setelah
enam tahun menikah, Erbe divonis dokter mengalami aspermatozoa.
Suatu kondisi seseorang tidak akan dapat memiliki keturunan. Awalnya
Erbe terkejut, tetapi ia ikhlas. Dalam penyerahan diri kepada Tuhan,
Erbe membayangkan suatu hari nanti ia akan dikaruniai buah hati.
Hingga suatu hari ia melakukan uji kualitas sperma. "Tidak mungkin.
Dari nol persen spermatozoa menjadi tiga puluh persen dalam tiga
minggu? Tidak mungkin!" seru sang dokter terkaget-kaget ketika
membaca hasil laboratorium. Kini Erbe memiliki putra bernama
Shankara Premaswara.

Pada akhirnya, ikhlas merupakan kata kunci untuk hidup sehat. Untuk
menuju kestabilan hati, manusia memang perlu katup pelepas.
Berteriak dan menangis merupakan satu jalan keluarnya. Setelah
letih, hati dan kepala biasanya akan berkompromi. Mudah-mudahan,
keikhlasan untuk melepas kekalahan dan kehilangan, yang akan kita
peroleh. Agar hati menjadi netral dan bersih, seperti sebuah
speedometer, pada akhirnya, ia kembali ke titik nol.

Menuju Titik Nol oleh Sonny Wibisono



Dikirim pada 24 November 2009 di Uncategories
14 Nov


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Aku ingin menjadi mentari yg bisa menyinari di saat kegelapan……

Aku ingin menjadi bintang yg menghiasi sang malam yg begitu indah bagi mereka yg bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian di dalam hidupnya……

Aku ingin menjadi bulan dimana orang tak pernah bosan menatapnya……

Aku ingiin menjadi pelangi yg di rindukan oleh semua orang di saat sedih dan bahagia menimpanya……

Aku ingin menjadi air yg bisa memberikan manfaat bagi orang banyak……

Aku ingin menjadi angin yg bisa menemani para nelayan yg sabar dalam mengais rezeki……

Aku ingin menjadi lilin kecil yg bisa memberikan harapan bagi mereka yg berputus asa……

Aku ingin menjadi awan yg bisa menaungi wajah2 pekerja keras yg tak mau menyerah……

Aku ingin menjadi seekor burung elang yg bebas terbang ke mana saja yg dia mau……

Dan aku tak ingin menjadi spiderman atau superman,karena betapapun hebatnya mereka.......meraka tak pernah nyata dalam kehidupan kita……

Dikirim pada 14 November 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}



Tiga hal yang akan menjadikan seseorang merasakan manisnya iman, menurut sebuah hadits yang bersumber dari Anas ra, adalah:

1. Mengutamakan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dari yang lainnya.

2. Tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah, dan

3. Takut akan kembali kepada kekufuran sebagaimana takutnya di lemparkan ke dalam neraka

Iman dan keyakinan bagi seseorang adalah sesuatu yang mutlak diperlukan. Hidup tanpa iman akan terasa hampa, tiada arti dan makna. Sebab tanpa iman seseorang tidak tahu untuk apa dia hidup, mau diapakan kehidupan ini, dan bagaimana setelah hidup. Hidup jadi terombang-ambing oleh situasi dan keadaan. Ke mana arah angin bertiup ke sanalah mereka pergi.

Oleh karena itu iman adalah sumber ketenangan, sumber kebahagiaan, sumber kenikmatan dan kelezatan. Orang yang tak memiliki iman hidupnya dipenuhi oleh kegoncangan. Tidak stabil. Kadang bergembira ria, tapi dalam waktu yang dekat bersedih hati hingga merana, meratap, menangis, histeris. Saat gembira lupa daratan, saat terkena musibah putus asa. Begitulah corak hidup orang yang tak memiliki iman.

"Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia membelakangi dengan sikap sombong, dan apabila ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa." (QS. Al-Israa: 83)

Sebaliknya, orang yang hatinya dipenuhi dengan iman hidupnya selalu tenang. Di saat mendapatkan karunia Allah, tidak lupa daratan, tetap merasakan bahwa kenikmatan ini semata-mata dari Allah, karenanya perlu dinikmati, juga disyukuri. Jika terkena musibah atau bencana, maka ia tetap menyadari bahwa semua ini datangnya dari Allah.

Salah satu ciri dari kehidupan orang yang beriman itu adalah tenang. Hidupnya tidak diwarnai dengan kesedihan yang berlebihan, tidak juga kegembiraan yang luar biasa. Tetap optimis menghadapi setiap kondisi. Tidak lekas putus asa, sebab dia yakin bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu. Allah kuasa pula mengubah keadaan sewaktu-waktu. Kekuasaan itu terletak di tangan-Nya secara mutlak.

"Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah, di samping keimanan mereka (yang sudah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi, dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Fath: 4)

Anatar iman dan ketenangan punya korelasi yang positip. Jika iman ada, ketenangan musti tumbuh. Jika ketenangan tumbuh di hati seseorang, maka iman akan semakin bertambah. Pertambahan iman akan menambah ketenangan. Dan begitu seterusnya.

Karenanya iman itu pasti dapat dinikmati, bahkan iman adalah kenikmatan yang paling tinggi. Tidak ada kenikmatan yang melebihi iman. Tiada kelezatan yang mengungguli iman. Karenanya bersyukurlah kita yang telah memiliki iman.

Adalah sesuatu yang tidak wajar bila ada orang yang mengaku beriman, tapi hidupnya tidak tenang, tidak merasakan kenikmatan. Orang yang demikian mungkin saja beriman secara salah, atau mungkin iman itu belum sampai menancap dalam dada. Bibirnya saja yang mengaku beriman, sementara hatinya kosong melompong.

Berikut ini ada beberapa amalan utama yang menjadikan seseorang dapat merasakan kelezatan iman. Barang siapa yang hatinya dipenuhi dengan keutamaan ini, dipastikan dapat merasakan manisnya iman. Ada tiga hal yang perlu kita upayakan.



Mengutamakan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi yang lain.

Cinta memang urusan perasaan, tetapi tanda-tandanya nampak dalam perbuatan. Mengaku cinta tanpa memberikan bukti nyata, namanya cinta dusta. Bila persoalannya dengan sesama manusia, kelanjutannya bisa ke pengadilan. Tetapi dalam hubungan dengan Allah, bisa berakibat tertolaknya semua amalan, karena disinyalir imannya bukan iman betulan. Bukti cinta di antaranya adalah dengan menomorsatukan yang dicintai. Selama belum mengutamakan syariat Allah dalam kehidupannya, pengakuan cinta seorang muslim terhadap Allah masih diragukan.

Padahal tanpa dilandasi cinta, pelaksanaan ibadah yang penuh pengabdian, pengorbanan yang disertai keikhlasan tidak akan pernah terjadi. Tanpa cinta, pelaksanaan syariat hanya akan terasa sebagai beban. Ibarat seseorang yang harus memberikan pertolongan di saat terjadi kecelakaan, bila si korban adalah orang yang dicintai, tentu pengorbanan yang diberikan akan terasa lain dibanding bila terhadap orang lain. Begitulah seharusnya membuktikan cinta kepada Allah, yakni dengan begitu gembira, dengan penuh semangat menyambut segala aturan syariat. Tidak ada yang bisa menghalangi, untuk urusan yang menyangkut terlaksananya aturan-aturan Allah dimuka bumi.

Adapun cinta kepada Rasulullah, adalah manifestasi langsung dari kecintaan kepada Allah. Karena lewat Rasul-Nya-lah ajaran Allah sampai kepada segenap manusia. Dan, Rasulullah adalah syariat Allah yang hidup, yang bisa diteladani, ditiru segala sesuatunya. Ajaran-ajaran Islam yang lebih detail, tidak selalu termuat di dalam firman Allah, tetapi bisa dicontohkan langsung pada kehidupan Rasul. Mencintai Rasulullah adalah juga salah satu bukti kecintaan kepada Allah, dan merupakan syarat mutlak bisa terlaksananya aturan-aturan syariat.



Cinta karena Allah

Setelah menempatkan Allah pada urutan pertama yang dicintai, sangatlah wajar bila kelanjutannya adalah mencintai segala sesuatu karena Dia semata. Segala hal yang tidak dicintai-Nya harus dibenci. Dan segala sesuatu yang menjadi kecintaan-Nya, seharusnyalah dicintai. Sebab, bagaimana bisa dikatakan cinta, bila ternyata yang dibenci-Nya itu justru yang menjadi kesenangan kita.

Mencintai segala sesuatu karena Allah, tidaklah akan menghalangi manusia dari kehidupan yang wajar. Justru itulah cara hidup yang paling alamiah. Karena Allah senantiasa menyukai yang baik-baik. Segala sesuatu yang dicintai-Nya pasti baik dan membawa manfaat, bahkan bukan hanya untuk pribadi melainkan juga untuk masyarakat banyak. Sementara yang dibenci Allah adalah sebaliknya, yang tentu saja akan membawa bencana bagi kehidupan manusia dan dunia.

Kadang ada orang yang beralasan, secara fitrah ia sudah menyukai kebenaran dan segala yang baik-baik. Lalu, dengan gegabah ia menyatakan sudah menunjukkan bukti kecintaan kepada Tuhan tanpa harus bersusah payah melaksanakan aturannya yang memberatkan. Orang demikian adalah omong kosong, karena ia mencintai sesuatu bukan didasarkan pada cintanya kepada Allah melainkan pada perasaannya sendiri, pada nafsunya. Nafsunya itulah yang menjadi tuhannya. Buktinya, perintah Allah sekalipun, asal dirasa memberatkan, tidak akan dilakukan. Inilah justru bukti kekafiran yang paling jelas.

Cinta kepada Allah akan melandasi segala tingkah laku seseorang dalam bermasyarakat. Memilih sahabat, lingkungan, istri, pekerjaan, pemimpin, dan semuanya selalu dilandasi pada kecintaan kepada Allah. Mereka yang termasuk dalam kategori orang yang dibenci Allah, tidak akan diambil menjadi orang dekat, apalagi dipentingkan.



Takut kembali kepada kekufuran

Begitu menjadi muslim, kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada kejahiliyahan, selamat tinggal tradisi lama, selamat tinggal segala yang berbau budaya jahiliyah. Kita kubur dalam-dalam masa silam. Kini yang ada hanya Islam. Kita mulai sejarah baru, hidup baru, ketentuan baru dan segalanya yang serba baru.

Tak perlu ragu-ragu, sebab kita yakin Islamlah yang akan mengantar kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Kita mungkin satu saat bisa mengharapkan keuntungan besar dari bisnis yang kita lakukan. Tetapi apalah gunanya bila itu tidak bisa menolong nasib kita di akhirat?

Untuk bisa berbisnis, berbuat, berkarya, mengajarkan ilmu, mendidik dan lain-lain dengan sukses sekaligus punya arti untuk kehidupan akhirat, Islamkan dulu perilaku kita. Tinggalkan kehidupan jahili selekas-lekasnya, dan jangan kembali lagi. Takutlah kepada kekufuran sebagaimana takutnya kita dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

Di samping sebagai bukti cinta, sikap meninggalkan kekufuran itu juga akan menjadikan kita mampu merasakan manisnya iman. Artinya, kita justru merasa bahagia, beruntung, senang, dengan meninggalkannya.Selama kita masih merasa eman meninggalkan kekufuran, maka cinta kita kepada Allah belum tulus. Dan, itu akan mempengaruhi perasaan kita, yang justru merasa tertekan dengan segala atribut Islam.









Dikirim pada 11 November 2009 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah!
Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi
kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan
hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan
perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.

Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan
perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan,
sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseirang melakukan
suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari
padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadi
malam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nya
telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah
ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486)

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam
keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan
beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam
keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor
86)

2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai
menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan
memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan
menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke
dalam ayat ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu,
bahkan lebih keras lagi.” (Al-Baqarah:74)

3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat.
Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur’an. Melamun dalam doa. Semua
dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja.
Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah!
Rasulullah saw. berkata, “Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai
dan main-main.” (Tirmidzi, hadits nomor 3479)

4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah.
Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu.
Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis.
Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada.
Menunda-nunda pergi shalat Jum’at dan lebih suka barisan shalat yang
paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling
belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda,
“Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff
pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka.”
(Abu Daud, hadits nomor 679)

Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang
munafik. “Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri
dengan malas.”

Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah
rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke
masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha
dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa
Ramadhan.

5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai
berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka
memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah
saw. berkata, “Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati.”
(As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)

6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak
bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan
ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa
saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah,
jika Anda merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca
Al-Qur’an. Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang sama
melalaikan isinya.

Ketahuilah, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman
ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan
apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya),
dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal:2)

7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa
kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling
berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Anda
menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah
menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik
dengan firman-Nya, “Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya
sedikit sekali.” (An-Nisa:142)

8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala
sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda
padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar.
Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.

Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila dosa dikerjakan di bumi,
maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya –dan kadang beliau
mengucapkan: mengingkarinya–, maka dia seperti orang yang tidak
menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha
terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang
yang menyaksikannya.” (Abu Daud, hadits nomor 4345).

Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, “Barangsiapa di antara kalian yang
melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan
tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup,
maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.” (Bukhari,
hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)

9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet
tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab.
Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk
mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan
orang. Narsis banget!

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri.” (Luqman:18)

Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji
orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, “Sungguh engkau
telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya.” (Bukhari, hadits
nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)

Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, “Sesungguhnya kamu sekalian
akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan
penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan
alangkah buruknya yang terakhir.” (Bukhari, nomor 6729)

“Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang
kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela,
keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati kiamat,
kecuali orang yang adil.” (Shahihul Jami, 1420).

Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda
Rasulullah saw. yang berbunyi, “Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau
enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha
illallah’, dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang
mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari
keimanan.” (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)

“Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?” tanya Rasulullah saw.
Para sahabat menjawab, “Ya.” Rasulullah saw. bersabda, “Yaitu setiap
orang yang kasar, angkuh, dan sombong.” (Bukhari, hadits 4537, dan
Muslim, hadits nomor 5092)

10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw.
ini, “Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba
selama-lamanya.” (Shahihul Jami’, 2678)

11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat, Allah
swt. benci dengan perbuatan seperti itu. “Hai orang-orang yang beriman,
mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar
kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu
perbuat.” (Ash-Shaff:2-3)

Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan
dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.
Jadi, harus konsisten.

12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama muslim
mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang lebih unggul
dari Anda dalam beberapa hal.

Ingatlah! Kata Rasulullah saw, “Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali
terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia
menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan
ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang
lain.” (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)

Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., “Orang Islam yang manakah
yang paling baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Orang yang muslimin lain
selamat dari lisan dan tangannya.” (Bukhari, hadits nomor 9 dan Muslim,
hadits nomor 57)

13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau
melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng
melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah!
Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang berada dalam
syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang
menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat
begitu mudah untuk merumput di dalamnya.” (Muslim, hadits nomor 1599)

Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, “Gak apa. Ini
kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar.
Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!” Jika sudah seperti ini, suatu
ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan
kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.

14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan
kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., “Jangan sekali-kali
kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau menuangkan air di
embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air, dan meski
engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan wajahmu tampak berseri-seri
kepadanya.” (Silsilah Shahihah, nomor 1352)

Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele!
Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan dari
jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya, dan
barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan masuk
surga.” (Bukhari, hadits nomor 593)

15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak
mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa
bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang mukmin
seperti hadits Rasulullah ini, “Sesungguhnya orang mukmin dari sebagian
orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan kepala dari
bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena keadaan orang-orang
yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut menderita karena keadaan
di kepala.” (Silsilah Shahihah, nomor 1137)

16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda. “Tidak
selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah Azza wa
Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa
yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,” begitu sabda
Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)

17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal demi
kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini.
Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama.
Padahal, Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah
kalian penolong-penolong (agama) Allah.” (Ash-Shaff:14)

18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat
problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati
tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin lari
dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. “Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah
beriman, sedang mereka belum diuji.” (Al-Ankabut:2)

Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil.
“Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh
perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang
beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan itu
menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun
bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya.” (Muslim)

19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal,
perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. “Tidaklah
segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka
berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka berbantah-bantahan.”
(Shahihul Jami’, nomor 5633)

20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan
urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak lagi
kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita. Ingatlah,
“Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah surga bagi
orang kafir.” (Muslim)

21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang digunakan
orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam hatinya. Sehingga,
tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal itu dalam ucapan
Anda.

Bukankah Allah swt. telah berfirman, “Dan katakanlah kepada
hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik
(benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara
mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia’.”
(Al-Israa’:53)

Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. “Dan apabila
mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling
daripadanya dan mereka berkata: ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagimu
amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan
orang-orang jahil.’” (Al-Qashash:55)

Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
hendaklah berkata yang baik atau diam.” (Bukhari dan Muslim)

22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum, berpakaian,
bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada kemewahan yang tidak
perlu. Sementara, begitu banyak orang di sekeliling Anda sangat
membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.

Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, ”Hai anak Adam, pakailah
pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah,
dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf:31). Bahkan, Allah swt.
menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena
itu Allah memerintahkan kita untuk, “Dan berikanlah kepada
keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan
orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan
(hartamu) secara boros.” (Al-Isra’:26)

Rasulullah saw. bersabda, “Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba
Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah.”



Dikirim pada 07 November 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


TAQDIR MEMANG TAK BISA DI TEBAK

Alhamdulillah…………………………..diberi kesempatan menonton Film SLUMDOG MILLIONAIRE .Sungguh ada pelajaran yg bisa aku petik, diantaranya saja yaitu :

1.Untuk menjadi orang yg kaya ,tidaklah harus pintar otaknya. Walaupun otaknya pas-pasan yang penting ada semangat ,kerja keras dan pantang menyerah.

2. Untuk menjadi orang yg kaya,tidaklah harus lahir dari keturunan yg kaya raya juga.Orang miskin atau orang yg sederhana pun bisa menjadi orang kaya,bahkan lebih kaya dari orang kaya.

3.Untuk menjadi orang yg kaya ,tidaklah harus mempunyai kedua orang tua yg masih utuh ,Anak yatim atau yatim piatu pun bisa menjadi orang kaya.

4.Untuk menjadi orang yang kaya,tidaklah harus mempunyai pendidikan yg tinggi dulu seperti D1,D3,S1,S2…... Apapun gelarnya,itu hanyalah topeng dunia.Dan ijazah itu tidaklah menjamin seseorang menjadi kaya.

5.Adanya kejujuran dalam setiap perkataan yg di ucapkannya yg tidak di miliki oleh kebanyakan orang di zaman sekarang….walaupun ia hanya seorang manusia yg lahir dari keluarga miskin dan kumuh.

6.Dan yg terakhir adalah adanya kekuatan cinta.Dengan cinta semuanya menjadi indah.Dengan cinta semuanya menjadi mudah.Dan dengan cinta semuanya bisa berubah.

Berbahagialah bagi kita yg mempunyai pasangan hidup yg bisa menerima apa adanya diri kita,terutama kekurangan kita.

Dikirim pada 02 November 2009 di Coretan isi hati




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Seorang lelaki datang kepada Nabi saw, mengadukan ayahnya yang menghabiskan uang miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya. Nabi yang mulia memanggil ayah orang itu ke hadapannya. Ketika lelaki jompo itu datang dengan tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Nabi bertanya, “Betulkah kau mengambil uang anakmu tanpa seizinnya?”

“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “ketika aku kuat dan anakku lemah, ketika aku kaya dan dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali untuk memberi makan kepadanya, bahkan terkadang aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia boleh makan. Sekarang aku telah tua dan lemah sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Ia mulai menyembunyikan uangnya dariku. Dahulu aku menyediakan makan untuknya tapi sekarang ia hanya menyiapkan makan untuk dirinya. Aku tak pernah memperlakukan ia seperti ia mempelakukanku. Jika saja aku masih sekuat dulu, aku akan merelakan wangku untuknya.”

Ketika mendengar hal ini, airmata Nabi saw jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yang suci, “Baiklah,” Nabi berkata, “habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu milikmu…”



Dikirim pada 18 Oktober 2009 di Campur




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Ma, Tuhan Berada dimana Sich?

(Mengenalkan Esensi Tuhan kepada Anak)



“Mama Allah ada di mana?”, kami jawab: “Ada di mana-mana”. Ketika ia mendengar jawaban saya secara spontan ia bertanya kembali: “Berarti kalau gitu Tuhan itu banyak dong, khan katanya ada di mana-mana?!”, ujarnya dengan penuh percaya diri …

Dan Dia bersama Kalian dimanapun kalian berada” (QS al-Hadid : 4)

Katakan (wahai Muhamad): Tuhan itu Esa.” (QS al-Ikhlas : 1)





Rasa ingin tahu (hubbul istithla’) adalah merupakan salah satu fitrah manusia. Artinya manusia terlahir dengan memiliki salah satu ciri khas fitrah tersebut. Rasa ingin tahu akan sekelilinganya dan segala sesuatu yang dilihatnya. Rasa ingin tahu tersebut akan mencapai puncaknya sewaktu masa kanak-kanak. Hal ini wajar dikarenakan rasa ingin tahu mereka akan hal-hal yang baru bagi mereka. Kadang orang tua merasa capek mengahadapi pertanyaan yang dilontarkan anak-anak kepadanya. Sebaiknya dan hendaknya orang tua tidak memarahi ataupun melarang anaknya untuk bertanya, karena jika demikian sama artinya dengan membunuh potensi dan kreatifitas yang terdapat pada anak-anak yang harus terus dikembangkan.



Anak-anak pada usia ini kadang-kadang menanyakan hal-hal yang tidak diduga oleh orang tuanya. Lantas apa yang harus dilakukan oleh orang tua ketika menghadapi berbagai pertanyaan anak-anaknya, apakah anak harus dimarahi ataukah memberikan jawaban asal-asalan kepadanya, ataukah dibiarkan saja begitu saja? Kalau kita merujuk akal pikiran kita maka ketiga langkah tersebut semuanya adalah salah. Kita biasa melihat sebagian orang tua yang ketika anak bertanya ia langsung berkata: “Huss, jangan banyak tanya, diam kamu!”.



Orang tua hendaknya berusaha menjawab pertanyaan anak dengan bahasa yang dipahami mereka. Sebagaimana yang dijelaskan dalam ilmu psikologi pada usia kanak-kanak mereka lebih cepat memahami hal-hal yang bersifat inderawi. Berdasarkan hal ini, ketika anak kami bertanya: “Mama Allah ada di mana?”, kami jawab: “Ada di mana-mana”. Ketika ia mendengar jawaban kami secara spontan ia bertanya kembali: “Berarti kalau gitu Tuhan itu banyak dong, khan katanya ada di mana-mana?!”, ujarnya dengan penuh percaya diri. Kembali saya menjawab: “Benar Tuhan ada di mana-mana, akan tetapi tetap satu”, jelas saya.



Anak kami masih bingung ketika mendengar jawaban yang kami berikan kepadanya. Dan dari raut wajahnya masih terlihat rasa penasaran, ia masih berpikir bagaimana bisa, ‘ada di mana-mana tapi satu’. Sewaktu kami melihatnya dalam keadaan termenung dan masih belum puas dengan jawaban kami, dengan penuh kasih sayang dan dengan bahasa yang semudah mungkin kami kembali melontarkan pertanyaan; “Wahai putriku sayang, kamu tahu matahari ada berapa? “Ya, ada satu”, jawabnya. Kami kembali bertanya: “Apakah matahari hanya ada di tempat kamu saja, atau di tempat temanmu (yang ada di negara) lainpun ada? “Tidak, di tempat lain pun ada”. “Wahai putriku, tadi kamu katakan matahari itu hanya ada satu, tapi di manapun kamu berada iapun ada. Nah Tuhan pun seperti itu, satu tapi ada di mana-mana”.

Catatan:

Tentu, kami tidak ingin mengatakan bahwa Tuhan persis seperti matahari, ini hanya untuk pendekatan saja. Dan kita menggunakan contoh (analogi) seperti ini hanya melihat dari segi ungkapan ‘satu tapi ada di mana-mana’ sehingga anak dapat memahaminya atau dalam terminologi ilmu logika disebut dengan “Pendekatan (pemahaman) hal yang non materi (Tuhan) dengan melalui hal yang materi atau inderawi” (taqribul ma’qul bil mahsus). Yang dalam kasus ini adalah matahari. Adapun untuk pendekatan yang lain kita bisa menggunakan analogi yang lain, seperti Allah tidak bertempat, Allah meliputi semuanya…dst.

Ditulis dalam Konsultasi Keluarga & Pendidikan Anak



Dikirim pada 12 Oktober 2009 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Beberapa kemungkinan komputer lambat :

1. Mungkin kena virus

2. memory sedikit yang tidak sebanding dgn program yang di install

3. space hardisk yang tinggal sedikit

4. coba ketik msnconfig di bagian run , kemudian klik bagian startup. dan coba perhatikan apa aja yg perlu di buang.

5. Cek juga apakah antivirus anda berjalan, krn antivirus bekerja di background, setiap file yg dibuka / copy selalu di scan.. ini juga menyebabkan kinerja komputer melambat

6. disarankan jgn selalu menginstall program yg tdk perlu

7. Ada program game yang menuntut banyak memori saat dirun.

8. Ada software bahasa pemrograman ataupun graphic editor yang diinstal padalah spec hardwarenya nggak memenuhi standar minimum.

Solusi :

1. Scan dgn antivirus

2. Kalau ga ada virusnya coba liat hardisknya, kalau udah tinggal sedikit spacenya, file-file yg tidak di perlukan lagi sebaiknyha di hapus

3. Kalau masih juga coba install ulang

4. Kalau masih juga format ulang aja

5. Kalau masih juga … Mengupgrade spec hardwarenya

6. Kalau masih juga….solusi terakhir yg paling jitu…ya beli yg baru…..





Dikirim pada 06 Oktober 2009 di Teknologi


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
1. Jangan biarkan ponsel berada di tempat yang panas, seperti diatas dashboard mobil. Hal ini dapat menyebabkan baterai ngedrop.
2. Jika memang tidak dibutuhkan, matikan saja fasilitas getar pada ponsel anda. Misalnya ketika anda sedang berada dirumah atau dimobil.
3. jika anda sedang menunggu telepon masuk, sebaiknya gunakan nada dering yang tidak panjang melodinya. Selain itu, kecilkan juga volumenya.
4. Sebaiknya anda tidak menggunakan fasilitas melodi dan getar secara bersamaan.
5. Kurangi bermain game di ponsel anda, karena bermain game di ponsel dapat menguras baterai dengan cepat.
6. Jangan terlalu sering mematikan ponsel dan menyalakan kembali. Setiap anda menyalahkan ponsel, ponsel anda akan mencari jaringan, dan hal ini sangat menguras baterai anda sampai 1 jam waktu siaga.
7. Jika anda berada diarea dimana tak ada jaringan, sebaiknya matikan ponsel anda. Ponsel yang terus mencari jaringan (sinyal) juga membutuhkan banyak energi baterai.
8. Matikan fasilitas GPRS pada saat anda tidak membutuhkannya.
9. Matikan juga fasilitas screen saver pada layar ponsel anda.
10. Mendengarkna musik MP3 juga dapat menguras baterai anda. Jadi gunakan betil-betul saat anda menginginkannya.
11. Matikan fasilitas bluetooth bila sudah tidak menggunakannya. Selain menguras baterai, bluetooth yang terus dalam keadaan on juga dapat mengundang crackcer atau hacker.
12. Jangan menutup bagian atas ponsel ketika ponsel sedang digunakan. Pada bagian tersebut terdapat antena yang bila ditutup akan mempengaruhi mutu panggilan. Selain itu juga dapat menyebabkan ponsel beroperasi pada tingkat daya yang lebih besar sehingga memperpendek ketahanan waktu siaga dan bicara.
13. Bila ponsel anda mempunyai banyak aplikasi, tutup aplikasi tersebut bila sudah selesai menggunakannya.
14. Matikan ponsel pada saat anda tidak membutuhkannya. Misalnya pada malam hari. Informasi akan dapat tetap anda terima melalui SMS.



Dikirim pada 03 Oktober 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Perempuan berkata: “Itu bukan diriku, mungkin perempuan lain yang namanya sama denganku, karena saya tidak memiliki kelayakan untuk itu”. Nabi Daud as bersabda: “Perempuan itu adalah engkau”. Perempuan berkata: “Sumpah demi Tuhan, saya tidak merasa melakukan perbuatan yang membuatku mencapai derajat tinggi seperti ini”. Nabi Daud as kembali bersabda: “Coba anda ceritakan sekilas tentang kehidupanmu padaku!”.

Perempuan Penghuni Surga

Dalam satu riwayat Imam Shadiq berkata: Allah swt telah mewahyukan kepada Nabi Daud as untuk pergi menyampaikan kabar gembira kepada Khalawah binti Aus bahwa ia merupakan calon penghuni surga. Dan beritahukan kepadanya bahwa ia di surga berada di sampingmu.

Kemudian Nabi Daud as pergi menuju rumah perempuan tersebut. Sewaktu tiba di rumahnya lantas ia mengetuk pintu rumah. Mendengar ketukan pintu lalu Khalawah bangkit dan membuka pintu. Ketika ia melihat Nabi Daud as, lantas ia berkata: “Apakah telah turun wahyu tentangku sehingga tuan mendatangiku?”. Nabi Daud as menjawab:“Ya, benar”. Perempuan bertanya kembali: “Apakah itu?”.Nabi Daud as menjawab: “Wahyu tersebut berkaitan dengan keutamaanmu”.

Perempuan berkata: “Itu bukan diriku, mungkin perempuan lain yang namanya sama denganku, karena saya tidak memiliki kelayakan untuk itu”. Nabi Daud as bersabda: “Perempuan itu adalah engkau”. Perempuan berkata: “Sumpah demi Tuhan, saya tidak merasa melakukan perbuatan yang membuatku mencapai derajat tinggi seperti ini”. Nabi Daud as kembali bersabda: “Coba anda ceritakan sekilas tentang kehidupanmu padaku!”.

Perempuan berkata: “Saya selalu bersabar atas segala penyakit, kerugian, dan kesulitan yang telah menimpaku. Bahkan saya tidak pernah memohon kepada Tuhan untuk menghilangkan segala ujian dan cobaan dariku, melainkan Dia sendiri menghendaki-Nya. Saya juga tidak mengharapkan pahala dan balasan dari-Nya atas segala kesabaranku ini. Akan tetapi saya selalu mensyukuri-Nya”. Nabi Daud as bersabda: “Karena perbuatanmu inilah engkau telah mendapat derajat tinggi di sisi-Nya”.



Dikirim pada 02 Oktober 2009 di Uncategories
18 Sep




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, “Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!”

“Tidak Dik, saya mau makan nasi saja,“ kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, “Tidak Dik, saya sudah kenyang.”

Sambil berkukuh mengikuti si pemuda, si anak berkata, “Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om.”

Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. “Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya.”

Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.

Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, “Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?”

“Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu.”

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. “Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh.” Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, “Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu.”

Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, “Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami.”

Teman-teman yang luar biasa,

Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.




Dikirim pada 18 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Pada suatu hari, salah seorang pengikut Nabi Isa as berdakwah di sebuah kota kecil. Orang-orang memintanya untuk melakukan mukjizat; menghidupkan orang mati, sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Isa.

Pergilah mereka ke pemakaman dan berhenti di sebuah kuburan. Santri Nabi Isa itu lalu berdoa kepada Tuhan agar mayat dalam kuburan tersebut dihidupkan kembali. Mayat itu bangkit dari kuburnya, melihat ke sekeliling, dan berteriak-teriak, ?Keledaiku! Mana keledaiku?? Ternyata semasa hidupnya, orang itu sangat miskin dan harta satu-satunya yang paling ia cintai adalah keledainya.

Santri Nabi Isa itu lalu berkata kepada orang-orang yang menyertainya, Engkau pun kelak seperti itu. Apa yang kau cintai akan menentukan apa yang akan terjadi denganmu saat engkau dibangkitkan. Anta ma’a man ahbabta. Di hari akhir nanti, engkau akan bersama dengan yang kaucintai.





Dikirim pada 18 September 2009 di Campur




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Syahdan, Tuhan bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, seandainya Aku menciptakan engkau sebagai seorang manusia, bagaimana caranya engkau akan beribadah kepada-Ku?”

“Tuhanku,” jawab Jibril, “Engkau mengetahui segala –segalanya sesuatu yang pernah terjadi, akan terjadi, atau mungkin terjadi. Tak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang tersembunyi dari-Mu. Engkau pun tahu bagaimana aku akan menyembah-Mu.”

Allah bersabda, “Benar. Aku tentu mengetahui hal itu. Tetapi hamba-hamba-Ku tidak mengetahuinya. Jadi, katakanlah sehingga hamba-hamba-Ku dapat mendengar dan mengambil pelajaran darinya.”

Lalu Jibril pun berkata, “Tuhanku, seandainya aku diciptakan sebagai manusia, aku akan menyembah-Mu dalam tiga cara. Pertama, aku akan beri minum mereka yang kehausan. Kedua, aku akan menutupi kesalahan-kesalahan orang lain ketimbang membicarakannya. Ketiga, aku akan menolong mereka yang miskin.” Allah kemudian berfirman, “Karena Aku tahu bahwa engkau akan melakukan hal-hal tersebut, maka Aku telah memilihmu sebagai pembawa wahyu dan menyampaikannya kepada para nabi-Ku. “

Tutupilah aib orang lain, sehingga aibmu pun disembunyikan. Maafkanlah dosa orang lain, agar dosamu juga diampuni. Jangan singkapkan kesalahan orang lain, agar hal yang sama tidak terjadi padamu.




Dikirim pada 18 September 2009 di Campur


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Alkisah, seorang Sultan sedang berparade di jalan-jalan utama kota Istanbul, dengan dikelilingi para pengawal dan tentaranya. Seluruh penduduk kota datang untuk melihat sang Sultan. Semua orang memberikan hormat ketika Sultan lewat, kecuali seorang darwis yang amat sederhana.
Sang Sultan segera menghentikan paradenya dan menyuruh tentaranya untuk membawa darwis itu menghadap. Ia menuntut penjelasan mengapa darwis itu tak memberikan penghormatan kepadanya ketika ia lewat.

Darwis itu menjawab, "Biarlah semua orang ini menghormat kepadamu. Mereka semua menginginkan apa yang ada padamu; harta, kedudukan, dan kekuasaan. Alhamdulillah, segala hal ini tak berarti bagiku. Lagipula, untuk apa saya menghormat kepadamu apabila saya punya dua budak yang merupakan tuan-tuanmu?"

Semua orang di sekelilingnya ternganga. Wajah sang Sultan memerah karena marah. "Apa maksudmu?" bentaknya.

"Kedua budakku yang menjadi tuanmu adalah amarah dan ketamakan," ujar darwis itu tenang seraya menatap kembali kedua mata Sultan. Sultan itu pun tersadar akan kebenaran ucapan orang itu dan ia balik menghormat sang darwis.



Dikirim pada 17 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Suatu hari, seorang lelaki tengah memecah tanah dengan cangkul. Seorang lelaki lain yang bodoh datang kepadanya dan berteriak, "Hei, mengapa kau merusak tanah itu?"

"Tolol!" jawab si pencangkul, "Pergilah kau dan jangan ganggu aku! Mengertilah perbedaan antara penghancuran dan pertumbuhan. Bagaimana mungkin tanah ini berubah menjadi kebun mawar atau ladang gandum, bila sebelumnya tak kau pecah-pecah dan kau rusak? Bagaimana mungkin tanah ini menjadi petamanan yang penuh dengan dedaunan dan buah-buahan, bila sebelumnya tak kau hancurkan dan kau remukkan?

"Sebelum kau pecahkan bisulmu dengan pisau, bagaimana mungkin penyakitmu itu dapat sembuh? Sebelum tabib memulihkan kesehatanmu dengan obatnya yang pahit, bagaimana mungkin penyakitmu dapat hilang?

"Ketika seorang penjahit menggunting sepotong kain, sedikit demi sedikit, apakah ada orang yang mendatanginya dan berteriak: Mengapa kau rusak satin indah ini? Apa gunanya serpihan-serpihan kain satin? Ketika para tukang datang untuk memperbaiki bangunan tua, bukankah mereka memulai pekerjaan mereka dengan menghancurkan bangunan itu terlebih dahulu?

"Lihatlah para tukang kayu, pandai besi, atau tukang daging. Kau akan temukan bahwa penghancuran adalah awal dari pembaharuan. Penderitaan adalah awal dari pencerahan. Bila kau tak membiarkan biji-biji gandum itu untuk digiling, dari mana dapat kau peroleh roti untuk makananmu?"





Dikirim pada 17 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}



/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Suatu hari, Dzunnun Al-Mishri hendak mencuci pakaian di tepi sungai Nil. Tiba-tiba ia melihat seekor kalajengking yang sangat besar. Binatang itu mendekati dirinya dan segera akan menyengatnya.

Dihinggapi rasa cemas, Dzunnun memohon perlindungan kepada Allah swt agar terhindar dari cengkeraman hewan itu. Ketika itu pula, kalajengking itu membelok dan berjalan cepat menyusuri tepian sungai.

Dzunnun pun mengikuti di belakangnya. Tidak lama setelah itu, si kalajengking terus berjalan mendatangi pohon yang rindang dan berdaun banyak. Di bawahnya, berbaring seorang pemuda yang sedang dalam keadaan mabuk. Si kalajengking datang mendekati pemuda itu. Dzunnun merasa khawatir kalau-kalau kalajengking itu akan membunuh pemuda mabuk itu.

Dzunnun semakin terkejut ketika melihat di dekat pemuda itu terdapat seekor ular besar yang hendak menyerang pemuda itu pula. Akan tetapi yang terjadi kemudian adalah di luar dugaan Dzunnun. Tiba-tiba kalajengking itu berkelahi melawan ular dan menyengat kepalanya. Ular itu pun tergeletak tak berkutik.

Sesudah itu, kalajengking kembali ke sungai meninggalkan pemuda mabuk di bawah pohon. Dzunnun duduk di sisi pemuda itu dan melantunkan syair, Wahai orang yang sedang terlelap, ketahuilah, Yang Maha Agung selalu menjaga dari setiap kekejian yang menimbulkan kesesatan. Mengapa si pemilik mata boleh sampai tertidur? Padahal mata itu dapat mendatangkan berbagai kenikmatan


Pemuda mabuk itu mendengar syair Dzunnun dan bangun dengan terperanjat kaget. Segera Dzunnun menceritakan kepadanya segala yang telah terjadi.

Setelah mendengar penjelasan Dzunnun, pemuda itu sadar. Betapa kasih sayang Allah sangat besar kepada hambanya. Bahkan kepada seorang pemabuk seperti dirinya, Allah masih memberikan perlindungan dan penjagaan-Nya.






Dikirim pada 16 September 2009 di Campur




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Imam Ja’far Al-Shadiq berkata, “Sedekah itu wajib dilakukan setiap anggota tubuhmu, untuk setiap helai rambutmu, dan untuk setiap saat dalam hidupmu.

“Sedekahnya mata berarti memandang dengan penuh pertimbangan dan memalingkan penglihatan dari nafsu dan hal-hal serupa itu. “Sedekahnya telinga adalah mendengarkan suara-suara yang baik, seperti ucapan-ucapan bijak, ayat-ayat Al-Quran, dan keutamaan agama yang terkandung dalam ceramah dan khutbah. Sedekahnya telinga juga berarti menghindari dusta, kepalsuan, dan perkataan-perkataan sejenis.

“Sedekahnya lidah adalah memberikan nasihat yang baik, membangunkan mereka yang lalai, memuji orang lain, dan mengingatkan mereka.

“Sedekahnya tangan berarti menginfakkan harta kepada orang lain, bermurah hati dengan karunia Tuhan kepadamu, memakai jemarimu untuk menuliskan pengetahuan yang berguna bagi orang lain dalam ketaatan kepada Tuhan, dan juga berarti menahan tanganmu dari berbuat dosa.

“Sedekahnya kaki berarti bergegas mengunjungi orang-orang saleh, menghadiri majlis-majlis ilmu, mendamaikan orang, menyambungkan silaturahmi, melaksanakan jihad, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang menentramkan hatimu dan memperkuat imanmu….”




Dikirim pada 16 September 2009 di Campur




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Raja Harun Al-Rasyid, seorang dari keturunan Bani Abbasiyah, memiliki seorang budak perempuan yang berparas buruk, berkulit hitam, dan tidak enak dipandang mata.
Pada suatu hari, Raja menaburkan wang untuk semua budaknya. Para budak saling berebut dan berlomba untuk mendapatkan wang tersebut kecuali seorang budak perempuan hitam yang buruk rupa itu. Ia tetap diam dan hanya memandang wajah Baginda.

Raja merasa amat kehairanan dan bertanya, Mengapa kau diam saja? Ikutlah bersama teman-temanmu memperebutkan wang.

Budak itu menjawab, Wahai Baginda khalifah, jika semua budak berlomba untuk mendapatkan wang taburan Baginda, maka yang hamba impikan berbeda dengan mereka. Yang hamba angankan bukan wang taburan itu tapi yang hamba inginkan adalah sang pemilik wang taburan itu.
Mendengar jawaban budak itu, Raja Harun tercengang dan merasa takjub. Karena rasa kagumnya, ia jadikan budak itu sebagai permaisurinya.

Berita perkawinan seorang raja dengan budaknya tersebar kepada para pejabat lainnya. Mereka semua mencemooh Raja Harun dan mencela Raja yang mempersunting seorang budak hitam. Raja mendengar semua cemoohan ini, ia lalu mengumpulkan semua pejabat itu dan menegur mereka.

Kemudian Raja memerintahkan untuk mengumpulkan semua budak di negerinya. Ketika semua budak telah berkumpul di hadapan Raja, Raja memberikan kepada masing-masing budak segelas berlian untuk dihancurkan.

Namun, semua budak menolak pemberian itu. Kecuali si budak hitam yang buruk rupa itu. Tanpa ragu, gelas itu diterima dan ia pecahkan. Menyaksikan hal ini, para pejabat itu berkata, Lihatlah budak hitam yang berperilaku sangat menjijikan ini!

Raja lalu menoleh ke arah budak hitamnya dan bertanya, Mengapa kau hancurkan gelas itu? Budak hitam menjawab, Aku lakukan hal ini karena perintahmu.

Menurut pendapat hamba, jika gelas ini aku pecahkan, berarti aku telah mengurangi perbendaharaan Khalifah.

Tapi jika hamba tidak lakukan perintah Tuan, berarti aku telah melanggar titah Khalifah. Bila gelas ini hamba hancurkan, hamba pastilah seorang yang gila. Namun bila gelas ini tidak hamba pecahkan, berarti hamba telah melanggar perintah Khalifah.

Bagiku, pilihan yang pertama lebih mulia daripada yang kedua. Mendengar jawaban yang singkat itu, semua pejabat yang hadir di tempat itu tercengang dan mengakui kecerdasan budak hitam itu. Akhirnya mereka menaruh hormat kepadanya dan memahami mengapa sang Khalifah jatuh hati kepadanya.






Dikirim pada 15 September 2009 di Campur




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Top of Form

Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.

Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.

Seperti dikutip detikINET dari softpedia, Senin (14/9/2009) berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:

1. Jaga jarak pandang dari monitor.

Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.

Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.

2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD

Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.

Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.

3. Atur monitor setting

Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.

Misal settingan seperti, ‘text’ atau ‘internet’ akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan ‘game’ atau ‘movie’ akan terlihat lebih terang saat digunakan.

4. Gunakan kacamata anti radiasi


Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.

Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.

5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala


Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.





Dikirim pada 15 September 2009 di Teknologi




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Dalam Hidup Kita Ada Allah

Seorang ulama kontemporer dan guru besar al-Azhar Mesir, syekh Mutawalli al-Syarawi, beliau menulis dalam tafsirnya, tentang khawash (keindahan dan keistimewaan) lafazh Allah, menurut beliau "Allah selalu ada dalam diri manusia walaupun mengingkari wujud-Nya lewat ucapan dan tindakan perbuatan. Kata ni selalu menunjuk kepada-Nya itu.
Perhatikanlah lafazh Allah. Bila huruf pertamnya dihapus, maka ia akan terbaca "Lillaah"
Bila huruf berikutnya dihapus, akan terbaca "Lahu",yang berarti milik-Nya/untuk-Nya
Hapus lagi huruf berikutnya, akan terbaca "HU", yang berarti Dia
Jadi setiap orang yang mengeluh, selalu berkata "uh", "ih","ah",dsb, tersirat bahwa setipa orang sadar atau tidak,menyebut Allah, paling tidak keluhannya tertuju mengeluh pada-Nya.




Dikirim pada 13 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Allah Maha Melihat

Seorang kiai ketika memberi ujian kepada santri-santrinya tentang aqidah, ia menyediakan 20 ekor merpati dan 20 ekor pisau yang tajam. Beliau memerintahkan pada 20 santrinya untuk menyembelih merpati tsb pada suatu tempat yang tidak ada seorangpun yang dapat melihatnya.
Setelah perintah tsb diberikan, pergilah mereka masing-masing ke tempat yang mereka anggap tidak ada yang dapat melihat dan menyaksikannya.
Kemudian, setelah masing-masing menyembelih merpati yang mereka dapatkan, hanya ada satu orang anak yang tidak menyembelih merpatinya.
Sang kiai bertanya, mengapa anak tersebut tidak menyembelih merpatinya, anak itu mengatakan, "Saya tidak menemukan satu tempatpun yang tidak dapat dilihat dan disaksikan oleh siapapun..."
Sang kiai kemudian bertanya lagi, "Mengapa tidak kau temukan, anakku?"
"Karena selalu ada yang melihat dan menyaksikan"
"Siapa?"
Anak itu menjawab dengan tulus, "Allah"




Dikirim pada 13 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


MISTERI SHALAT SUBUH

“Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya” Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya. Bagaimana mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat bukunya kosong dari shalat Subuh tepat waktu?

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rekaat saja. Namun, ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit (sampai matahari terbit)

Ada hukuman khusus bagi yang meninggalkan shalat Subuh. Rasulullah saw telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur dan meninggalkan shalat wajib, rata-rata penyebab utama seorang muslim meninggalkan shalat Subuh adalah tidur.

“Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini’. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas”.

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah (bagi kaum lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga, Insya Allah.

“Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh tujuh kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat Subuh”. “Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka - padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka - ‘Bagaimana hamba-2Ku ketika kalian tinggalkan ?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’. ” [HR Al-Bukhari]

Sedangkan bagi wanita - walau shalat di masjid diperbolehkan - shalat di rumah adalah lebih baik dan lebih banyak pahalanya, yaitu yang mengerjakan shalat Subuh pada saat para pria sedang shalat di masjid. Ujian yang membedakan antara wanita munafik dan wanita mukminah adalah shalat pada permulaan waktu.

“Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Banyak permasalahan, yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa petaka yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid. “Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu sudah dekat?” (QS Huud:81)

Rutinitas harian dimulainya tergantung pada pelaksanaan shalat Subuh. Seluruh urusan dunia seiring dengan waktu shalat, bukan waktu shalat yang harus mengikuti urusan dunia.

“Jika kamu menolong (agama) Allah, maka ia pasti akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad : 7)

“Sungguh Allah akan menolong orang yang menolong agamanya, sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa” (QS Al-Hajj:40)

TIPS MENJAGA SHALAT SUBUH :

1) Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya

2) Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari

3) Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali

4) Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh

5) Carilah kawan yang baik (shalih)

6) Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw (tidur awal; berwudhu sebelum tidur; miring ke kanan; berdoa)

7) Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari

8) Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding

9) Bantulah dengan 3 buah bel pengingat(jam weker; telpon; bel pintu)

10) Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga

Jika Anda telah bersiap meninggalkan shalat Subuh, hati-hatilah bila Anda berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk pergi shalat. Anda akan ditimpa kemalasan, turun keimanan, lemah dan terus berdiam diri.

Disarikan dari :
Buku “MISTERI SHALAT SUBUH”
Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh Bagi Para Pribadi dan Masyarakat
Pengarang : DR. Raghib As-Sirjani
Penerbit : Aqwam




Dikirim pada 13 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Cinta seorang Ibu

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi


Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi

Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi


Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman


Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat


Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?



Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng


Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya


Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu
karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini


Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita..

Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang t idak bisa dinilai dengan apapun

There is a story living in us that speaks of our place in the world

It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan


Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali





Dikirim pada 12 September 2009 di Uncategories
12 Sep




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Eksekutif bergaji Rp 8,8 M bangkrut, kini jadi pengantar Pizza

Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna. Lulus dengan gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration) dari universitas bergengsi UCLA ( University of California ), Karpman langsung mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang saham. Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie dan dikarunai dua anak. Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat mahal di penjuru dunia.

Setelah 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan menjadi eksekutif perusahaan. Gajinya pun naik menjadi US$750.000 (sekitar lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun. “Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa cetak banyak uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak berlanjut?” kata Karpman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi
ABC.


Dari segala sisi, Karpman dan keluarga saat itu hidup dalam “Impian Amerika” (American Dream). Mereka tinggal di sebuah rumah besar di kota Tampa , Florida . Rumah mereka pun dilengkapi lapangan golf. “Saat itu saya sudah tidak tahu berapa harga barang-barang di toko. Pokoknya, tinggal bawa troli dan ambil saja,” kata Karpman.

Dia pun begitu percaya diri dengan kemampuannya mencetak banyak uang. Maka, tahun 2005 dia meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja dan membuat usaha sendiri yang sejenis.Untuk mendirikan perusahaan sendiri sekaligus meningkatkan taraf hidup, dia Karpman dengan enteng mengeluarkan dana US$500.000 dari tabungannya. . Seperti kebiasaan orang-orang Amerika, Karpman juga mengajukan kredit dalam jumlah besar dengan jaminan rumah.

Namun, badai krisis keuangan menerpa Amerika Serikat (AS). Karpman tak mampu menarik investor, sehingga perusahaannya bubar. Sejak saat itu, dia menjadi penganggur dan sulit mendapat kerja. Padahal, di masa lalu, Karpman tak perlu pusing mencari kerja. “Dulu, saat menjalani tes wawancara kerja, saya bisa jadi bersikap kurang ajar, karena justru sayalah yang sering menanyai si pewawancara, apakah perusahaannya cukup layak mempekerjakan saya,” kata Karpman dalam wawancara yang ditayangkan di laman stasiun televisi ABC. “Sekarang, justru saya yang kini berharap-harap minta kerja sambil memegang topi di tangan,”

Saat dia susah mendapat kerja, tabungannya ludes untuk keperluan hidup sehari-hari dia dan keluarga. Bahkan, keluarga Karpman kini harus menanggung utang ratusan ribu dolar dan rumah mewah terancam
disita pihak kreditur. Mereka pun tak mampu menanggung biaya pendidikan anak-anak di sekolah swasta yang mencapai US$30.000 (Rp 352,3 juta). Namun mereka bersyukur ada seorang dermawan yang membantu membiayai uang sekolah anak-anak mereka hingga tahun depan.


Maka, Karpman sudah bertekad, kerja apapun akan dia lakukan, asalkan mendapat uang. Dia pun bersedia turun derajat. Karpman tak lagi mencari posisi-posisi yang tinggi, maka dia sempat melamar sebagai bartender (peramu minuman), namun ditolak. Istrinya, Stephanie, kini juga akan menjual baju-bajunya yang bertumpuk-tumpuk di lemari pakaian di toko-toko loak.

Akhirnya Karpman mendapat kerjaan baru. Namun, bukan lagi sebagai eksekutif, melainkan sebagai pengantar pizza (roti isi khas Italia) di restoran Mike’s Pizza Deli di kota Clearwaer. Pemilik restoran, Mike Dodaro, bingung saat melihat Karpman datang ke tempatnya untuk wawancara kerja dengan mengendarai mobil mewah Mercedes Benz. Dodaro pun terkejut saat membaca CV (riwayat pendidikan dan pekerjaan) Karpman. Untuk menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus bergelar MBA dan berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain, Karpman tergolong over-qualified (bobot pendidikan dan pengalaman kerja terlalu tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar). Namun, Karpman tetap mengambil lowongan itu. Dia rela kini digaji US$7,29 atau sekitar lebih dari Rp.85.000,- per jam - belum termasuk tips.

Karpman pun tak peduli dengan reaksi istrinya yang kaget dengan profesi suaminya saat ini. >”Menurut saya, yang paling buruk adalah saat datang ke teman sambil berkata, ‘ boleh pinjam uangmu? Menjadi pengantar pizza pun sudah kemajuan,” lanjut Karpman.

Sekali lagi menyadarkan para PEKERJA apapun PANGKATNYA agar selalu mawas diri, ingat nanti. PHK itu bisa muncul kapan saja, maka jangan terlena dengan fasilitas yang saat ini MASIH Anda pinjam.

untuk pelajaran kita semua.. apapun yang kita miliki sebenarnya cuma titipan Allah





Dikirim pada 12 September 2009 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Hikmah di balik puasa ramadhan

Menggapai Derajat Takwa

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183). Ayat ini menunjukkan bahwa di antara hikmah puasa adalah agar seorang hamba dapat menggapai derajat takwa dan puasa adalah sebab meraih derajat yang mulia ini. Hal ini dikarenakan dalam puasa, seseorang akan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya. Inilah pengertian takwa. Bentuk takwa dalam puasa dapat kita lihat dalam berbagai hal berikut.

Pertama, orang yang berpuasa akan meninggalkan setiap yang Allah larang ketika itu yaitu dia meninggalkan makan, minum, berjima’ dengan istri dan sebagainya yang sebenarnya hati sangat condong dan ingin melakukannya. Ini semua dilakukan dalam rangka taqorrub atau mendekatkan diri pada Allah dan meraih pahala dari-Nya. Inilah bentuk takwa.

Kedua, orang yang berpuasa sebenarnya mampu untuk melakukan kesenangan-kesenangan duniawi yang ada. Namun dia mengetahui bahwa Allah selalu mengawasi diri-Nya. Ini juga salah bentuk takwa yaitu merasa selalu diawasi oleh Allah.

Ketiga, ketika berpuasa, setiap orang akan semangat melakukan amalan-amalan ketaatan. Dan ketaatan merupakan jalan untuk menggapai takwa.[1] Inilah sebagian di antara bentuk takwa dalam amalan puasa.

Hikmah di Balik Meninggalkan Syahwat dan Kesenangan Dunia

Di dalam berpuasa, setiap muslim diperintahkan untuk meninggalkan berbagai syahwat, makanan dan minuman. Itu semua dilakukan karena Allah. Dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman,

يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku”.[2]

Di antara hikmah meninggalkan syahwat dan kesenangan dunia ketika berpuasa adalah:

Pertama, dapat mengendalikan jiwa. Rasa kenyang karena banyak makan dan minum, kepuasan ketika berhubungan dengan istri, itu semua biasanya akan membuat seseorang lupa diri, kufur terhadap nikmat, dan menjadi lalai. Sehingga dengan berpuasa, jiwa pun akan lebih dikendalikan.

Kedua, hati akan menjadi sibuk memikirkan hal-hal baik dan sibuk mengingat Allah. Apabila seseorang terlalu tersibukkan dengan kesenangan duniawi dan terbuai dengan makanan yang dia lahap, hati pun akan menjadi lalai dari memikirkan hal-hal yang baik dan lalai dari mengingat Allah. Oleh karena itu, apabila hati tidak tersibukkan dengan kesenangan duniawi, juga tidak disibukkan dengan makan dan minum ketika berpuasa, hati pun akan bercahaya, akan semakin lembut, hati pun tidak mengeras dan akan semakin mudah untuk tafakkur (merenung) serta berdzikir pada Allah.

Ketiga, dengan menahan diri dari berbagai kesenangan duniawi, orang yang berkecukupan akan semakin tahu bahwa dirinya telah diberikan nikmat begitu banyak dibanding orang-orang fakir, miskin dan yatim piatu yang sering merasakan rasa lapar. Dalam rangka mensyukuri nikmat ini, orang-orang kaya pun gemar berbagi dengan mereka yang tidak mampu.

Keempat, dengan berpuasa akan mempersempit jalannya darah. Sedangkan setan berada pada jalan darahnya manusia. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ

Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia pada tempat mengalirnya darah.”[3] Jadi puasa dapat menenangkan setan yang seringkali memberikan was-was. Puasa pun dapat menekan syahwat dan rasa marah. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan puasa sebagai salah satu obat mujarab bagi orang yang memiliki keinginan untuk menikah namun belum kesampaian. [4]

Mulai Beranjak Menjadi Lebih Baik

Di bulan Ramadhan tentu saja setiap muslim harus menjauhi berbagai macam maksiat agar puasanya tidak sia-sia, juga agar tidak mendapatkan lapar dan dahaga saja. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.” [5]
Puasa menjadi sia-sia seperti ini disebabkan bulan Ramadhan masih diisi pula dengan berbagai maksiat. Padahal dalam berpuasa seharusnya setiap orang berusaha menjaga lisannya dari rasani orang lain (baca: ghibah), dari berbagai perkaataan maksiat, dari perkataan dusta, perbuatan maksiat dan hal-hal yang sia-sia.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” [6]
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.”[7] Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah.[8] Sedangkan rofats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita[9] atau dapat pula bermakna kata-kata kotor.[10]

Perhatikanlah pula petuah yang sangat bagus dari Ibnu Rajab Al Hambali berikut, “Ketahuilah bahwa amalan taqorub (mendekatkan diri) pada Allah Ta’ala dengan meninggalkan berbagai syahwat (yang sebenarnya boleh dilakukan ketika tidak berpuasa seperti makan atau berhubungan badan dengan istri, -pen) tidak akan sempurna hingga seseorang mendekatkan diri pada Allah dengan meninggalkan perkara yang Dia larang yaitu dusta, perbuatan zholim, permusuhan di antara manusia dalam masalah darah, harta dan kehormatan.”

Jabir bin ‘Abdillah juga menyampaikan wejangan, “Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.”
Itulah sejelek-jelek puasa yaitu hanya menahan lapar dan dahaga saja, sedangkan maksiat masih terus jalan. Hendaknya ketika berpuasa, setiap orang berusaha pula menahan anggota badan lainnya dari berbuat maksiat dan hal-hal yang sia-sia. Ibnu Rajab mengatakan,

أَهْوَنُ الصِّيَامُ تَرْكُ الشَّرَابِ وَ الطَّعَامِ

Tingkatan puasa yang paling rendah adalah hanya meninggalkan minum dan makan saja.”[11]

Oleh karena itu, ketika keluar bulan Ramadhan seharusnya setiap insan menjadi lebih baik dibanding dengan bulan sebelumnya karena dia sudah ditempa di madrasah Ramadhan untuk meninggalkan berbagai macam maksiat. Orang yang dulu malas-malasan shalat 5 waktu, seharusnya menjadi sadar dan rutin mengerjakannya di luar bulan Ramadhan. Juga dalam masalah shalat Jama’ah bagi kaum pria, hendaklah pula dapat dirutinkan dilakukan di masjid sebagaimana rajin dilakukan ketika bulan Ramadhan. Begitu pula dalam bulan Ramadhan banyak wanita muslimah yang berusaha menggunakan jilbab yang menutup diri dengan sempurna, maka di luar bulan Ramadhan seharusnya hal ini tetap dijaga.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

(Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” [12]

Ibadah dan amalan ketaatan bukanlah ibarat bunga yang mekar pada waktu tertentu saja. Jadi, ibadah shalat 5 waktu, shalat jama’ah, shalat malam, gemar bersedekah dan berbusana muslimah, bukanlah jadi ibadah musiman. Namun sudah seharusnya di luar bulan Ramadhan juga tetap dijaga. Para ulama seringkali mengatakan, “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah, -pen) hanya pada bulan Ramadhan saja.” Semoga Allah memudahkan kita agar istiqomah dalam melakukan ketaatan kepada-Nya dan menjadikan kita lebih baik setelah keluar dari bulan Ramadhan ini. Amin Yaa Mujibas Saa-ilin.

Penutup

Inilah beberapa hikmah syar’i yang luar biasa di balik puasa Ramadhan. Oleh karena itu, para salaf sangatlah merindukan bertemu dengan bulan Ramadhan agar memperoleh hikmah-hikmah yang ada di dalamnya. Sebagian ulama mengatakan, “Para salaf biasa berdoa kepada Allah selama 6 bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Dan 6 bulan sisanya mereka berdoa agar amalan-amalan mereka diterima”.[13]

Adapun hikmah puasa yang biasa sering dibicarakan sebagian kalangan bahwa puasa dapat menyehatkan badan (seperti dapat menurunkan bobot tubuh, mengurangi resiko stroke, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi resiko diabetes[14]), maka itu semua adalah hikmah ikutan saja[15] dan bukan hikmah utama. Sehingga hendaklah seseorang meniatkan puasanya untuk mendapatkan hikmah syar’i terlebih dahulu dan janganlah dia berpuasa hanya untuk mengharapkan nikmat sehat semata. Karena jika niat puasanya hanya untuk mencapai kenikmatan dan kemaslahan duniawi, maka pahala melimpah di sisi Allah akan sirna walaupun dia akan mendapatkan nikmat dunia atau nikmat sehat yang dia cari-cari.

Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20)

Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Barangsiapa yang melakukan amalan puasa, amlan shalat atau amalan shalat malam namun hanya ingin mengharapkan dunia, maka balasan dari Allah: “Allah akan memberikan baginya dunia yang dia cari-cari. Namun amalannya akan sia-sia (lenyap) di akhirat nanti karena mereka hanya ingin mencari keuntungan dunia. Di akhirat, mereka juga akan termasuk orang-orang yang merugi”.”[16]

Sehingga yang benar, puasa harus dilakukan dengan niat ikhlas untuk mengharap wajah Allah. Sedangkan nikmat kesehatan, itu hanyalah hikmah ikutan saja dari melakukan puasa, dan bukan tujuan utama yang dicari-cari. Jika seseorang berniat ikhlas dalam puasanya, niscaya nikmat dunia akan datang dengan sendirinya tanpa dia cari-cari. Ingatlah selalu nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ

“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” [17]
Adapun hadits yang mengatakan,

صُوْمُوْا تَصِحُّوْا

Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.” Perlu diketahui bahwa hadits semacam ini adalah hadits yang lemah (hadits dho’if) menurut ulama pakar hadits.[18]

Semoga Allah menerima setiap amalan kita di bulan Ramadhan dan menjadikan kita insan yang lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya. Semoga Allah memberikan kita petunjuk, ketakwaan, sikap menjauhkan diri dari hal-hal haram dan memberikan kita kecukupan. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal



Dikirim pada 11 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Sibuk mengurus qalb ( hati ) dapat menaklukkan singa padang pasir

Suatu ketika, seorang sufi yang masih muda datang dengan maksud ingin berguru kepada Abu Said Abul Khair, seorang tokoh sufi yang terkenal karena ‘karamah’nya dan gemar mengajar tasawuf di pengajian-pengajian. Rumah guru sufi itu terletak di tengah-tengah padang pasir. Ketika sufi muda itu tiba di rumahnya, Abul Khair sedang memimpin Majelis simaan (acara mendengarkan orang membaca doa, -red.) di tengah-tengah para pengikutnya.

Waktu itu Abul Khair membaca surah Al-Fatihah. Ia tiba pada ayat: ghairil maghdubi alaihim, wa ladh dhallin. Sufi muda itu berpikir, "Bagaimana mungkin ia seorang sufi terkenal, makhraj bacaan Al Fatehahnya tidak bagus. Bagaimana mungkin aku bisa berguru kepadanya. Baca Al-Quran saja, ia tidak bagus." Sufi muda itu mengurungkan niatnya untuk belajar kepada Abul Khair.

Begitu orang itu keluar, ia langsung dihadang oleh seekor singa padang pasir yang buas. Ia mundur tetapi di belakangnya ada seekor singa lain yang menghalanginya. Lelaki muda itu menjerit keras karena ketakutan. Mendengar teriakannya, Abul Khair turun keluar meninggalkan majelisnya. Ia menatap kedua ekor singa itu dan menegur mereka, "Wahai Singa, Bukankah sudah kubilang padamu, jangan pernah kalian menganggu para tamuku!"

Kedua singa itu lalu bersimpuh di hadapan Abul Khair. Sang sufi lalu mengelus telinga keduanya dan menyuruhnya pergi. Lelaki muda itu keheranan, "Bagaimana mungkin Anda dapat menaklukkan singa-singa yang begitu liar?"

Abul Khair menjawab, "Anak muda, selama ini Aku sibuk memperhatikan urusan hatiku.Bertahun-tahun aku berusaha menata hatiku, hingga aku tidak sempat berprasangka buruk kepada orang lain. Untuk kesibukanku menaklukkan hati ini, Allah SWT menaklukkan seluruh alam semesta kepadaku. Semua binatang buas di sini termasuk singa padang pasir yang buas tadi semua tunduk padaku. Kamu tahu kekuranganmu wahai anak muda ?

“Tidak , wahai Guru”, jawab anak muda itu.
“Selama ini kamu sibuk memperhatikan hal-hal lahiriah hingga nyaris lupa memperhatikan hatimu, karena itu kamu takut kepada seluruh alam semesta."

Saudaraku,
Betapa indah sekiranya kita memiliki hati atau qolbu yang senantiasa tertata terpelihara terawat dengan sebaik-baiknya. Kita akan senantiasa merasakan lapang tenteram tenang sejuk dan indah hidup di dunia ini. Semua ini akan tercermin dalam tiap gerak-gerik perilaku tutur kata , senyum tatapan mata riak air muka bahkan diam sekalipun.

Orang yang hatinya telah tertata dengan baik, ia tidak pernah merasa resah gelisah tidak pernah gundah gulana. Kemana pun pergi dan dimana pun berada ia senantiasa mampu mengendalikan hatinya. Diri senantiasa berada dalam kondisi damai dan mendamaikan tenang dan menenangkan tenteram dan menenteramkan. Ia yakin dengan keyakinan yang amat sangat bahwa hanya dengan mengingat dan merindukan Allah, hanya dengan menyebut-nyebut namaNYA setiap saat, meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya maka hati menjadi tenteram. Tantangan seberat apapun diterima dengan ikhlas.

Sebaliknya orang yang hati-nya tidak tertata akan mendapatkan kerugian yang berlipat-lipat. Tidak saja hati yang selalu gelisah namun juga orang lain yang melihat pun tidak akan menaruh hormat sedikit pun jua. Ia akan dicibir dan dilecehkan orang. Ia akan tidak disukai sehingga sangat mungkin akan tersisih dari pergaulan. Terlepas siapa orangnya. Adakah ia orang berilmu berharta banyak pejabat atau siapapun; kalau hatiya tidak ditata dengan baik alias berhati busuk niscaya akan mendapat celaan dari masyarakat yang mengenalnya. Derajat pun mungkin akan sama atau bahkan lebih hina dari pada apa yang dikeluarkan dari perutnya.

Orang yang hati tertata rapih adalah orang yang telah berhasil merintis jalan ke arah kebaikan. Ia tidak akan tergoyahkan dengan aneka rayuan dunia yang tampak menggiurkan. Ia akan melangkah pada jalan yang lurus. Dititi tahapan kebaikan itu hingga mencapai titik puncak. Sementara itu ia akan berusaha sekuattenga untuk memelihara diri dari sikap riya ujub dan perilaku rendah lainnya.

Sungguh betapa beruntung orang yang senantiasa bersungguh-sungguh menata hati karena berarti ia telah menabung aneka kebaikan yang akan segera dipetik hasil dunia akhirat. Sebalik alangkan malang orang yang selama hidup lalai dan membiarkan hati kusut masai dan kotor. Karena jangankan akhirat kelak bahkan ketika hidup di dunia pun nyaris tidak akan pernah merasakan ni’mat hidup tenteram nyaman dan lapang.




Dikirim pada 10 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Mengundang tuhan makan malam

Pada suatu hari, beberapa orang dari Bani Israil datang menemui Musa As dan berkata, "wahai Musa, bukankah engkau boleh bicara dgn Tuhan? Tolong sampaikan pada Nya, kami ingin mengundang Nya makan malam."

Musa marah luar biasa. Ia berkata bahwa Tuhan tdk perlu makan dan minum.

Ketika Musa datang ke gunung Sinai untuk berbicara dgn Tuhan, Tuhan bersabda, "Mengapa engkau tidak menyampaikan kepada-Ku undangan makan malam dari hamba-Ku?"

Musa menjawab, "Tapi Tuhanku engkau tidak makan. Engkau pasti tdk akan menerima undangan tolol seperti itu."

Tuhan berkata, "Simpan pengetahuan antara kau dan Aku. Katakan pada mereka, Aku akan datang memenuhi undangan itu."

Turunlah Musa dari gunung Sinai dan mengumumkan bahwa Tuhan akan datang untuk makan malam bersama Bani Israil. Tentu saja semua orang, termasuk Musa, menyiapkan jamuan yg amat mewah. Ketika mereka sedang sibuk memasak hidangan-hidangan terlezat dan mempersiapkan segalanya, seorang kakek tua muncul tanpa diduga. Orang itu miskin dan kelaparan. Ia meminta sesuatu untuk dimakan. Para koki yg sibuk memasak menolaknya, "Tidak, tidak kami sedang menunggu Tuhan. Nanti ketika Tuhan datang, kita makan bersama-sama."

Mengapa kamu tdk ikut membantu. Lebih baik kamu ikut mengambilkan air dari sumur!. Mereka tdk memberi apa-apa untuk kakek malang itu. Waktu berlalu, tetapi Tuhan ternyata tdk datang. Musa menjadi amat malu dan tdk tahu harus berkata apa kepada para pengikutnya.

Keesokkan harinya, Musa pergi ke Gunung Sinai dan berkata, "Tuhan, apa yg Kau lakukan kepadaku? Aku berusaha meyakinkan setiap orang bahwa Kau ada. Kau katakan Kau akan datang ke jamuan kami, tapi Kau ternyata tdk muncul. Sekarang tdk ada yg akan mempercayaiku lagi!"

Tuhan menjawab, "Aku datang. Jika saja kau memberi makan kepada hamba-Ku yg miskin, kau telah memberi makan kepada-Ku."

Tuhan bersabda, "Aku, Yang tidak bisa dimasukkan ke seluruh semesta, namun dapat masuk ke dalam hati hamba-Ku yg beriman."

Ketika kita berkhidmat kepada hamba Tuhan, kita tekah berkhidmat kepada-Nya. Ketika kita mengabdi kepada mahluk, sesungguhnya kita juga mengabdi kepada Sang Khalik.

Pada riwayat lain, Nabi Musa a.s. suatu ketika pernah bertanya kepada Tuhan, "Gerangan di mana aku dapat mencari-Mu?"

Tuhan Yang Maha Pengasih menjawab, "carilah AKU di tengah mereka yang hancur hatinya."

Makna apa sebenarnya yang tersembunyi dari cerita itu? Dialog tersebut sebenarnya mengisyaratkan bahwa Tuhan selalu hadir di tengah-tengah orang susah, orang-orang tertindas, orang-orang papa yang jauh dari kesejahteraan materi; dan Tuhan menghibur serta menolongnya.

Al Qur’an, Injil, dan Taurat, mengajarkan hikmah melalui cerita, tamsil, ibarat, perumpamaan. Jalaluddin Rumi, Khalil Gibran, maupun Idries Shah memilih cerita untuk menyampaikan ajarannya. Cerita mengkritik orang dengan terguran lembut, tanpa kesan menggurui.




Dikirim pada 09 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Hari esok yg lebih baik

Tersebutlah seorang penganut tasawuf bernama Nidzam al-Mahmudi. Ia tinggal di sebuah kampung terpencil, dalam sebuah gubuk kecil. Istri dan anak-anaknya hidup dengan amat sederhana. Akan tetapi, semua anaknya berpikiran cerdas dan berpendidikan. Selain penduduk kampung itu, tidak ada yang tahu bahwa ia mempunyai kebun subur berhektar-hektar dan perniagaan yang kian berkembang di beberapa kota besar. Dengan kekayaan yang diputar secara mahir itu ia dapat menghidupi ratusan keluarga yg bergantung padanya. Tingkat kemakmuran para kuli dan pegawainya bahkan jauh lebih tinggi ketimbang sang majikan. Namun, Nidzam al-Mahmudi merasa amat bahagia dan damai menikmati perjalanan usianya.

Salah seorang anaknya pernah bertanya, `Mengapa Ayah tidak membangun rumah yang besar dan indah? Bukankah Ayah mampu?""Ada beberapa sebab mengapa Ayah lebih suka menempati sebuah gubuk kecil," jawab sang sufi yang tidak terkenal itu. "Pertama, karena betapa pun besarnya rumah kita, yang kita butuhkan ternyata hanya tempat untuk duduk dan berbaring. Rumah besar sering menjadi penjara bagi penghuninya. Sehari-harian ia Cuma mengurung diri sambil menikmati keindahan istananya. Ia terlepas dari masyarakatnya. Dan ia terlepas dari alam bebas yang indah ini. Akibatnya ia akan kurang bersyukur kepada Allah."

Anaknya yang sudah cukup dewasa itu membenarkan ucapan ayahnya dalam hati. Apalagi ketika sang Ayah melanjutkan argumentasinya, "Kedua, dengan menempati sebuah gubuk kecil, kalian akan menjadi cepat dewasa. Kalian ingin segera memisahkan diri dari orang tua supaya dapat menghuni rumah yang lebih selesa. Ketiga, kami dulu cuma berdua, Ayah dan Ibu. Kelak akan menjadi berdua lagi setelah anak-anak semuanya berumah tangga. Apalagi Ayah dan Ibu menempati rumah yang besar, bukankah kelengangan suasana akan lebih terasa dan menyiksa?"

Si anak tercenung. Alangkah bijaknya sikap sang ayah yang tampak lugu dan polos itu. Ia seorang hartawan yang kekayaannya melimpah. Akan tetapi, keringatnya setiap hari selalu bercucuran. Ia ikut mencangkul dan menuai hasil tanaman. Ia betul-betul menikmati kekayaannya dengan cara yang paling mendasar. Ia tidak melayang-layang dalam buaian harta benda sehingga sebenarnya bukan merasakan kekayaan, melainkan kepayahan semata-mata. Sebab banyak hartawan lain yang hanya bisa menghitung-hitung kekayaannya dalam bentuk angka-angka. Mereka hanya menikmati lembaran-lembaran kertas yang disangkanya kekayaan yang tiada tara. Padahal hakikatnya ia tidak menikmati apa-apa kecuali angan-angan kosongnya sendiri.

Kemudia anak itu lebih terkesima tatkala ayahnya meneruskan, "Anakku, jika aku membangun sebuah istana anggun, biayanya terlalu besar. Dan biaya sebesar itu kalau kubangunkan gubuk-gubuk kecil yang memadai untuk tempat tinggal, berapa banyak tunawisma/gelandangan bisa terangkat martabatnya menjadi warga terhormat? Ingatlah anakku, dunia ini disediakan Tuhan untuk segenap mahkluknya. Dan dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua penghuninya. Akan tetapi, dunia ini akan menjadi sempit dan terlalu sedikit, bahkan tidak cukup, untuk memuaskan hanya keserakahan seorang manusia saja."




Dikirim pada 08 September 2009 di Campur




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Kebiasaan yang merusak otak

Otak memang harus dijaga, karena semua perintah badan kita bersumber dari otak,maka jangan lakukan kebiasan-kebiasaan yang mengurangi fungsi otak kita. kalau otak sudah tidak bekerja atau bekerja tidak normal maka efeknya kita menjadi orang tidak normal juga, berikut kebiasaan yang bisa merusak otak kita.

1. Tidak Mau Sarapan

Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. Sarapan yang terbaik di pagi hari bukanlah makanan berat seperti nasi goreng spesial, tetapi cukup air putih, buah-buahan, madu,telur dan segelas jus buah segar. Ringkas dan berguna untuk tubuh!

2. Kebanyakan Makan.

Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum Anda kekenyangan.

3. Merokok

Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer (alzheimer adalah penyakit pikun).

4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula

Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. Karena itu, kurangi konsumsi makanan manis favorit Anda.

5. Polusi Udara

Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.

6. Kurang Tidur

Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat Anda menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar.

7. Menutup Kepala Ketika Sedang Tidur

Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.

8. Berpikir Terlalu Keras Ketika Sedang Sakit

Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak. Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak Anda.

9. Kurangnya Stimulasi Otak

Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar musik dan bermain (catur, scrabble, dll) membuat otak Anda terbiasa berpikir aktif dan kreatif.

10. Jarang Bicara

Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam. Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan Anda.





Dikirim pada 07 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Nabi Sulaiman A.s Dan Seekor Semut

Kerajaan Nabi Sulaiman a.s. dikala itu sedang mengalami musim kering yang begitu panjang. Lama sudah hujan tidak turun membasahi bumi. Kekeringan melanda di mana-mana. Baginda Sulaiman a.s. mulai didatangi oleh ummatnya untuk dimintai pertolongan dan memintanya memohon kepada Allah s.w.t. agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun dan sungai-sungai mereka. Baginda Sulaiman a.s. kemudian memerintahkan satu rombongan besar pengikutnya yang terdiri dari bangsa jin dan manusia berkumpul di lapangan untuk berdoa memohon kepada Allah s.w.t. agar musim kering segera berakhir dan hujan segera turun.

Sesampainya mereka di lapangan Baginda Sulaiman a.s. melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah batu. Semut itu berbaring kepanasan dan kehausan. Baginda Sulaiman a.s. kemudian mendengar sang semut mulai berdoa memohon kepada Allah s.w.t. penunai segala hajat seluruh makhluk-Nya. "Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua kekeringan. Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku", doa sang semut kepada Allah s.w.t. Mendengar doa si semut maka Baginda Sulaiman a.s.kemudian segera memerintahkan rombongannya untuk kembali pulang ke kerajaan sambil berkata pada mereka, "Kita segera pulang, sebentar lagi Allah s.w.t. akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian. Allah s.w.t. telah mengabulkan permohonan seekor semut". Kemudian Baginda Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan.


Suatu hari Baginda Sulaiman a.s. sedang berjalan-jalan. Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma. Baginda Sulaiman a.s terus mengamatinya, kemudian beliau memanggil si semut dan menanyainya: "Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu?. Si semut menjawab, Ini adalah kurma yang Allah s.w.t. berikan kepada ku sebagai makananku selama satu tahun. Baginda Sulaiman a.s. kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut, "Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini aku telah membagi dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun. Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu". Si semut taat pada perintah Nabi Sulaiman a.s.. Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman a.s. datang melihat keadaan si semut. Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang. Baginda Sulaiman a.s. bertanya kepada si semut, "Hai semut mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu" "Wahai Nabiullah, aku selama ini hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah s.w.t. yang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi kerana engkau bukan Allah Pemberi Rizki (Ar-Rozak), jawab si semut.





Dikirim pada 06 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Rasulullah S.a.w Dan Pengemis Yahudi Buta

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah s.a.w. mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah s.a.w. menyuap makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah s.a.w melakukannya hingga menjelang Nabi Muhammad s.a.w. wafat. Setelah kewafatan Rasulullah s.a.w. tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah s.a.w. selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "Siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "Aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.




Dikirim pada 06 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Rahasia kasih sayang Allah

Begitu tidak terhingga kasih sayang Allah kepada manusia. Allah ciptakan bumi tempat berdiam. Allah ciptakan langit sebagai atapnya. Dari langit ini Allah kirimkan hujan untuk menghidupkan bumi, dan menumbukan pohonan. Lalu dari pohonan itu Allah keluarkan buah-buahan yang aneka ragam ( QS Al Baqarah : 21-22 ). Tidak hanya itu, Allah juga menciptakan laut untuk berlayar, didalamnya terdapat aneka ragam ikan yang Allah halalkan untuk manusia. Di daratan juga Allah ciptakan binatang-binatang yang dihalakan. Tanpa ini semua manusia tentu tidak bisa bertahan. Penghidupan di atas dunia pasti kurang sempurna.

Imam Ar Razi ketika menafsirkan " arrahmanurrahiem " ( Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang ) dalam surat Al-Fatihah, mengungkap betapa kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya sungguh demikian tak terhingga. Ada dua kisah “ kata Imam Ar Razi “ dalam hal ini yang sangat menarik : Pertama kisah pengalaman Ibrahin bin Adham. Ibrahim menceritakan bahwa suatu hari ia pernah disuguhi makanan oleh suatu kaum yang ia kunjungi. Ketika hendak menyuapnya, tiba-tiba datang seekor gagak mengambil makanan itu. Ibrahim segera mengintai kemana gagak itu pergi. Tidak beberapa jauh gagak itu tiba-tiba menjatuhkan makanan yang diambilnya itu ke sebuah tempat. Ibrahim segera pergi ke tempat itu. Sesampainya di sana Ibrahim tahu, bahwa ternyata makanan tersebut dijatuhkan ke mulut seorang yang sedang terbaring dalam keadaan terikat. Maha suci Allah yang telah menggerakkan gagak ini untuk membantu hambanya yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Kisah kedua : kata Imam Ar Razi terjadi pada Dzin Nun. Dzin Nun bercerita "Suatu hari saya merasa tidak enak di dalam rumah. Saya segera keluar. Saya ikuti langkah saya yang tidak pasti. Sampai kemudian saya tiba di tepi sungai Niel. Di sana saya tiba-tiba melihat seekor kalajengking yang begitu kekar, berjalan menuju sungai Niel. Saya ikuti arah jalannya. Dan ternyata di tepi sungai itu sudah ada seekor kodok yang nampak sedang menunggunya. Kalajengking itu langsung melompat ke kodok tersebut. Kodok segera berangkat, berenang menggendong si kalajengking ke tepi sungai Neil yang lain. Saya segera mengikutinya dengan mengendari sebuah perahu kecil. Di sana saya menyaksikan kejadian yang sungguh mengagumkan. Saya melihat seorang anak muda yang sedang tidur di bawah rindang sebuah pohon. Di sampingnya ada seekor ular yang hendak menyerangnya. Namun ternyata kemudian Kalajengking itu melompat ke ular tersebut. Lalu terjadilah pertarungan yang seru antara kedua mahluk itu. Sampai keduanya sama-sama mati. Dan si anak muda tetap tidur nyenyak ". Maha suci Allah yang telah mengutus seekor Kalajengking dan seekor kodok untuk menyelamatkan seorang hambanya yang sedang tidur nyenyak itu.

Bukti lainnya kita saksikan di dalam diri kita. Allah ciptakan jantung yang sangat menentukan bagi hidup dan tidaknya tubuh yang kita miliki. Allah ciptakan mata untuk melihat. Allah ciptakan tangan, kaki, pendengaran. Allah ciptakan akal. Tanpa itu semua kita akan mati. Kemanusiaan kita tidak akan berfungsi. Allah tahu bahwa akal kita sangat terbatas. Ia butuh bimbingan wahyu untuk bagaimana menjalani hidup kemanusiannya di muka bumi. Karena itu - agar tidak bingung - Allah utus nabi-nabi. Tugas mereka adalah membimbing manusia bagaimana cara hidup. Dan kepada nabi terakhir Muhammad SAW, Allah turunkan syariat yang lengkap yaitu " Al-Qur�an ".

Dengarkan Al-Qur�an memulai suratnya " Al-baqarah " dengan ayatnya " alif laam miem, dzaalikal kitabu laa raiba fieh hudan lil muttaqien " (alif laam miem, inilah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya. Sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa). Masih ragukah manusia dengan penegasan ini? Tapi mengapa masih banyak di antara manusia yang sombong. Ia tidak mau bimbingan Allah. Ia lupakan semua nikmat-nikmat dan kasih sayang Allah yang tak terhingga itu. Ia lantas mengaku independent. Akal yang dimilikinya dituhankan. Ia merasa tidak butuh lagi bimbingan wahyu. Padahal ia sangat tergantung terhadapNya. Ia tidak bisa hidup tanpaNya.





Dikirim pada 06 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Menyelamatkan semut Kecil, perbuatan yang sangat mulia

Dahulu kala, ibu sultan dikenal sebagai seorang dermawan. Ia menanam pohon-pohon sebagai tempat berteduh bagi penduduk Istambul di kala musim panas. Ia juga membiayai jaringan sumur sehingga para penduduk dapat memperoleh air dengan lebih mudah. Ia membangun mesjid, sekolah, juga rumah sakit, yang ia bantu dengan lahan yang menghasilkan pemasukan. Sehingga, semua itu dapat berfungsi selama-lamanya.

Ketika rumah sakit tersebut sedang dibangun, ia mengunjungi lokasinya. Di sana ia melihat seekor semut jatuh kedalam beton yang masih basah. Ia memutuskan bahwa tak ada satu ciptaan pun yang boleh menderita akibat tindakan dermanya. Ia menancapkan payung buatan Prancis miliknya yang mahal kedalam beton tersebut, kemudian mengangkat keluar semut tersebut.

Beberapa tahun kemudian, pada malam kematiannya, beberapa teman dekatnya bermimpi tentang dirinya. Ia tampak muda dan berseri-seri. Dan ketika ia ditanya apakah ia masuk surga karena seluruh dermanya, ia menjawab, “Tidak, keadaan yang kualami sekarang adalah semata-mata karena seekor semut yang kecil.”





Dikirim pada 05 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Allah Maha Berkehendak

“Maa yaftahillaahu linnaasi mir rohmatin, falaa mumsika lahaa; Jika Allah sudah berkenan memberikan rahmat kepada seseorang, berkenan memberi perubahan nasib, berkenan memberi keberuntungan, berkenan memberi jalan-jalan untuk seseorang menjadi kaya dan bahagia, maka tidak ada seorangpun yang mampu menahannya.


Wa maa yumsik, falaa mursila lahuu mim ba’dih; Tapi bila Allah sudah berkenan juga untuk menahan rahmat buat seseorang dan berbuat sebaliknya, maka tidak ada satupun yang sanggup menghalangi-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana”.
(Qs. Faathir: 2).




“Yaa-ayyuhannaasudz kuruu ni’matawloohi ‘alaikum; wahai manusia, ingat-ingatlah lebih banyak lagi akan ni’mat Allah ketimbang kesulitan hidup, ingat-ingatlah hal-hal yang lebih menyenangkan ketimbang hal-hal yang menyesakkan dada, ingat-ingatlah lebh banyak lagi karunia Allah ketimbang musibah dan bala.

Hal min khooliqin ghoiruwloohi yarzuqukum minassamaa-i wal ardh, apakah ada selain Allah yang bisa bikin kamu susah dan senang, kamu kaya dan miskin, kamu banyak harta dan sedikit, kamu bertambah harta dan berkurang harta, selain Allah? Laa-ilaaha illaa-huu, tidak ada, kecuali Allah saja yang bisa berbuat itu ke kamu. Fa-annaa yu’fakuun; maka janganlah kita berpaling dari-Nya”. (Qs. Faathir: 3).



Dikirim pada 04 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Tips agar semangat kerja

Adakalanya ketika kita beraktifitas dalam bekerja, semangat kerja menurun ga karuan. Rasa jenuh, dan bad mood sering disebut sebagai faktor utama menurunnya semangat dalam bekerja ini. Tetapi jangan salah, tidak sedikit hal ini disebabkan hanya karena kebiasaan buruk kita, dalam mengkonsumsi makanan. Berikut adalah tips sehat mengatur makanan yang kita konsumsi, agar semangat kerja tetap terjaga:

1. Minumlah air putih yang cukup
Terkadang karena terlalu sibuk bekerja, kita suka lupa akan minum air putih. Padahal perlu diingat dehidrasi bisa membuat badan lemas . Tidak harus sih minum air putih sebanyak 8 gelas dalam sehari tetapi yang terpenting selalu minum air putih saat haus dan ditambah dengan beberapa gelas. Gantilah kebiasaan minuman soda atau jus dengan minum air putih.


2. Hindari makanan berat
Pada hari kerja, dan jam makan siang, sebaiknya Anda membiasakan memilih makanan yang tidak terlalu berat kalorinya atau ganti saja dengan salad. Sesudahnya, cukup minum segelas air putih atau teh herbal agar tidak mengantuk dan tetap segar sampai sore hari.


3. Biasakan makan cemilan yang sehat
Biasakan untuk memilih cemilan sehat seperti buah apel, yogurt berkadar lemak rendah, roti bakar dengan selai kacang, dll. Makanan kecil yang kaya mineral ini dapat membuat kita tetap bersemangat sampai jam pulang kantor.


4. Selingilah dengan olahraga ringan
Sesekali gerakkan badan dengan kombinasi berjalan cepat dan lambat. Tinggalkan meja, jalan berkeliling kantor untuk beberapa menit dan kembali lagi bekerja. Tidak lebih dari 10 menit, waktu yang diperlukan agar badan kembali segar..






Dikirim pada 02 September 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Tatkala seorang guru sufi besar Hasan, mendekati akhir masa hidupnya, seseorang bertanya kepadanya, “Hasan, siapakah gurumu?”

Dia menjawab, “Aku memiliki ribuan guru. Menyebut nama mereka satu-persatu akan memakan waktu berbulan-bulan, bertahun-tahun dan sudah tidak ada waktu lagi untuk menjelaskannya. Tetapi ada tiga orang guru yang akan aku ceritakan kepadamu.

Pertama adalah seorang pencuri. Suatu saat aku tersesat di gurun pasir, dan ketika aku tiba di suatu desa, karena larut malam maka semua tempat telah tutup. Tetapi akhirnya aku menemukan seorang pemuda yang sedang melubangi dinding pada sebuah rumah. Aku bertanya kepadanya dimana aku bisa menginap dan dia berkata “Adalah sulit untuk mencarinya pada larut malam seperti ini, tetapi engkau bisa menginap bersamaku, jika engkau bisa menginap bersama seorang pencuri.”

Sungguh menakjubkan pemuda ini. Aku menetap bersamanya selama satu bulan! Dan setiap malam ia akan berkata kepadaku, “Sekarang aku akan pergi bekerja. Engkau beristirahatlah dan berdoa.” Ketika dia telah kembali aku bertanya “apakah engkau mendapatkan sesuatu?” dia menjawab, “Tidak malam ini. Tetapi besok aku akan mencobanya kembali, jika Tuhan berkehendak.” Dia tidak pernah patah semangat, dia selalu bahagia.

Ketika aku berkhalwat (mengasingkan diri) selama bertahun-tahun dan di akhir waktu tidak terjadi apapun, begitu banyak masa dimana aku begitu putus asa, begitu patah semangat, hingga akhirnya aku berniat untuk menghentikan semua omong kosong ini. Dan tiba-tiba aku teringat akan si pencuri yang selalu berkata pada malam hari. “Jika Tuhan berkehendak, besok akan terjadi.”

Guruku yang kedua adalah seekor anjing. Tatkala aku pergi ke sungai karena haus, seekor anjing mendekatiku dan ia juga kehausan. Pada saat ia melihat ke airnya dan ia melihat ada ajing lainnya disana “bayangannya sendiri”, dan ia pun ketakutan. Anjing itu kemudian menggonggong dan berlari menjauh. Tetapi karena begitu haus ia kembali lagi. Akhirnya, terlepas dari rasa takutnya, ia langsung melompat ke airnya, dan hilanglah bayangannya. Dan pada saat itulah aku menyadari sebuah pesan datang dari Tuhan: ketakutanmu hanyalah bayangan, ceburkan dirimu ke dalamnya dan bayangan rasa takutmu akan hilang.

Guruku yang ketiga adalah seorang anak kecil. Tatkala aku memasuki sebuah kota dan aku melihat seorang anak kecil membawa sebatang liling yang menyala. Dia sedang menuju mesjid untuk meletakkan lilinnya disana.

“Sekedar bercanda”, kataku kepadanya, “Apakah engkau sendiri yang menyalakan lilinnya?” Dia menjawab, “Ya tuan.” Kemudian aku bertanya kembali, “Ada suatu waktu dimana lilinnya belum menyala, lalu ada suatu waktu dimana lilinnya menyala. Bisakah engkau tunjukkan kepadaku darimana datangnya sumber cahaya pada lilinnya?

Anak kecil itu tertawa, lalu menghembuskan lilinnya, dan berkata, “Sekarang tuan telah melihat cahayanya pergi. Kemana ia perginya? Jelaskan kepadaku!”

Egoku remuk, seluruh pengetahuanku remuk. Pada saat itu aku menyadari kebodohanku sendiri. Sejak saat itu aku letakkan seluruh ilmu pengetahuanku.

Adalah benar bahwa aku tidak memiliki guru. Tetapi bukan berarti bahwa aku bukanlah seorang murid, aku menerima semua kehidupan sebagai guruku. Pembelajaranku sebagai seorang murid jauh lebih besar dibandingkan dengan dirimu. Aku mempercayai awan-awan, pohon-pohon. Seperti itulah aku belajar dari kehidupan. Aku tidak memiliki seorang guru karena aku memiliki jutaan guru yang aku pelajari dari berbagai sumber. Menjadi seorang murid adalah sebuah keharusan di jalan sufi. Apa maksud dari menjadi seorang murid? Maksud dari menjadi seorang murid adalah untuk belajar. Bersedia belajar atas apa yang diajarkan oleh kehidupan. Melalui seorang guru engkau akan memulai pembelajaranmu.

Sang guru adalah sebuah kolam dimana engkau bisa belajar bagaimana untuk berenang. Dan tatkala engkau telah mahir berenang, seluruh Samudera adalah milikmu.





Dikirim pada 01 September 2009 di Campur




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Seperti Pemain Golf

Tahukah Anda bahwa meraih sukses seperti bermain golf? Ada beberapa tipe pemain golf, mulai dari yang gagal total sampai pegolf top seperti Tiger Wood. Filosofis tipe pemain golf ini bisa kita aplikasikan ke dalam keberhasilan dalam aspek lainnya seperti bisnis dan karir. Apa saja tipe pemain golf tersebut?

Inilah tipe-tipe pemain golf. Silahkan renungi, meski Anda bukan pemain golf, termasuk yang manakah Anda. Tipe-tipe ini mirip dengan kehidupan kita sehari-hari. Coba saja Anda bandingkan dengan bisnis, karir, atau aspek kehidupan Anda lainnya.

1. Tipe pegolf yang suka mengatakan, “Saya akan meraih Hole in One.” Kapan? “Suatu saat.” Masalahnya, orang ini tidak pernah bermain golf. hanya ingin bermain golf.

2. Tipe pegolf yang memukul bola entah ke arah mana. Meski pun lubang ada di sebelah utara, dia memukul kemana saja. Kadang ke timur, barat, selatan, dan sesekali, kebetulan, ke utara. Dia tidak tahu dimana letak lubang.

3. Tipe pegolf yang memukul bola, tapi kadang sampai kadang tidak. Sering terlewat atau melenceng jauh. Dia tidak pernah meningkatkan kemampuannya.

4. Tipe pegolf yang memiliki kemampuan memukul bola, tetapi dia sering menggunakan stick yang salah. Kadang untuk memukul bola dekat dia gunakan stick jauh atau sebaliknya. Dia tidak tahu stick yang mana yang tepat.

5. Tipe pegolf yang tahu dimana letak lubang, fokus pada lubang, melakukan visualisasi sebelum memukul, memposisikan diri yang baik, kemampuannya prima, dan tentu saja menggunakan stich yang tepat. Ini adalah pegolf top seperti Tiger Wood.

Untuk tipe 1 sampai 4, mungkin Anda mengatakan mengada-ngada atau bercanda. Memang betul, keempat tipe pegolf tersebut adalah hasil fiksi saya. Namun tahukah Anda bahwa dalam aspek kehidupan lainnya banyak yang masuk ke salah satu kategori 1 sampai 4?

1. Banyak orang yang ingin bisnis, tetapi hanya mengatakan ingin tanpa pernah mengambil tindakan ke arah keinginannya. Banyak orang seperti ini.

2. Banyak orang yang ingin sukses, dia bertindak, tetapi tidak memiliki tujuan. Akhirnya tindakannya tidak mengarah ke arah tujuaanya karena dia tidak menetapkan tujuan. Tujuan itu harus ditetapkan, tertulis, dan spesifik. Anda sudah punya? Jika belum, artinya masuk ke tipe ini.

3. Ini adalah orang yang mungkin sudah tahu tujuannya. Mau bertindak, tetapi tindakannya payah karena tidak pernah mengembangkan diri. Banyak orang yang bisnis, tetapi bisnisnya asal-asalan.

4. Yang ini lebih baik, tetapi sering menggunakan alat yang salah. Dia tidak tahu alat, perangkat, maupun teknologi. Dia mungkin terampil, tetapi dia tidak menggunakan alat yang tepat.

5. Dan inilah tipe ideal.

Apa inti dari artikel ini? Mimpi saja, tanpa tindakan, memang percuma (tipe 1). Namun, tindakan juga tidak akan banyak membantu jika tanpa tujuan yang jelas, keterampilan yang memadai, dan alat yang tepat (tipe 2-4). Tindakan yang akan membawa hasil hebat adalah tindakan dengan tujuan yang jelas, keterampilan yang memadai, dan alat yang tepat serta mindset yang benar.



Dikirim pada 31 Agustus 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Sebutir kurma penjegal Do’a

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah kemesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua didekat mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihatsebutir kurma terletak dekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.

4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya. "Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata malaikat yang satu. "Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi. Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya."Astaghfirullahal adzhim" ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda."4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?" tanya ibrahim. "Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu. "Innalillahi wa innailaihi rojiun, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?". Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. "Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita, "Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?". "Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya." "Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu."

Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan,akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim. 4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap."Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain." "O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas." "Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu...



Dikirim pada 30 Agustus 2009 di Campur




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Nilainya Melebihi....

Dikisahkan tentang sepasang suami istri yang baru saja menikah. Awalnya kehidupan rumah tangga mereka harmonis. Tetapi tuntutan kebutuhan rumah tangga semakin besar, sementara si istri belum dapat menyiasati sumber penghasilan suaminya yang tak seberapa. Tak ayal si istri menjadi kalang kabut sehingga ia selalu merasa kurang puas.

Buntutnya keadaan tersebut memicu kebiasaan si istri setiap hari selalu mengeluh dan menuntut suaminya memenuhi semua kebutuhan, dari mulai rumah, mobil, dan fasilitas lainnya senilai satu milyar rupiah. Sedangkan sang suami benar-benar dibuat stres. “Bagaimana mungkin? Penghasilanku kan hanya segitu!” guman sang suami. Lebih parah lagi, di tengah tekanan tersebut, ia sama sekali tidak berhasil memberikan pengertian kepada sang istri.

Suatu ketika mereka berdua berkunjung ke rumah sakit menjenguk salah seorang rekan si istri yang tergolek lemah terserang penyakit ganas. Rekan si istri tersebut menceritakan bahwa ia selama ini sering lupa makan, kurang istirahat, dan melakukan pola hidup yang salah. Kejadian itu memberikan seberkas ide bagi sang suami untuk memberikan sedikit pengertian kepada istrinya tercinta.

Dalam perjalanan pulang, sang suami memecah keheningan. Ia bertanya kepada istrinya, “Jika saya memberikan kamu uang 1 milyar, tetapi syaratnya kamu harus sakit seperti temanmu tadi, apakah kamu mau?”

“Tidak!” tukas istrinya.

Dua hari kemudian, mereka berjalan-jalan melewati sebuah bungalow yang sejuk dan cantik. Tak lama kemudian muncul sepasang manula dari bungalow tersebut. “Ini kesempatan aku mengetuk hati istriku,” pikir si suami. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia segera mengajukan sebuah pertanyaan kepada istrinya, “Jika sekarang kamu bisa memiliki sebuah bungalow seperti itu, tapi seketika kamu menjadi tua seperti orang tua tadi, apakah kamu mau?”

“Tidak !” ucap istrinya agak kesal.

Tak lama setelah kejadian tersebut, terjadi perampokan besar di sebuah Bank ternama di kota yang mereka tinggali. Bank tersebut hampir saja menderita kerugian 1 trilyun rupiah, kalau saja aksi perampok tersebut tak berhasil digagalkan. Berita tentang salah seorang perampok mati tertembak dengan cepat tersiar di seluruh kota.

Pasangan suami istri tersebut mendengar tentang berita perampokan Bank dari siaran di televisi. Ketika si istri serius memperhatikan kelanjutan berita perampokan tersebut, si suami tergelitik untuk bertanya kepada istrinya. “Kalau kamu diberi uang satu milyar, tapi kamu mesti menjalani hukuman mati, apakah kamu mau,” celetuk sang suami memecah keheningan.

Kontan sang istri tersulut emosinya. “Omong kosong apa kamu! Diberi bukit emaspun aku tidak mau!” sergahnya kepada sang suami.

Mendengar ucapan istrinya, sang suami tersenyum riang. Ia merasa senang, karena hampir berhasil membawa istrinya pada pemikiran yang benar. “Apakah kamu sekarang sudah menyadari dan merasakan bahwa kita sebenarnya sangat kaya! Kita memiliki kesehatan, masa muda dan nyawa,” kata suaminya.

Ia melanjutkan, “Kekayaan yang sudah aku sebutkan tadi jauh lebih besar dari uang 1 milyar rupiah! Bukankah kita masih memiliki sepasang tangan untuk memperjuangkan masa depan dan nasib kita?”

Kata-kata suaminya benar-benar membuat wanita itu terpaku. Ia baru sadar selama ini sudah bertindak bodoh, karena tidak mensyukuri anugrah yang telah ia nikmati setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik. Sejak saat itu hatinya mulai terbuka pada masukan baru yang positif dan senantiasa memperbaiki diri supaya menjadi istri yang lebih baik.

Pesan:

Berdasarkan kisah diatas kita dapat menilai bahwa manusia sebenarnya memiliki kekayaan yang luar biasa. Kita memiliki tubuh yang sempurna dibandingkan mahkluk Tuhan YME lainnya. Terlebih kita memiliki pikiran yang luar biasa hebatnya dibandingkan dengan komputer yang paling canggih sekalipun.

Tetapi sebagian besar diantara kita sering menyamakan kekayaan manusia dengan hal-hal yang bersifat materi. Sehingga tak jarang diantara mereka menjadi sombong, serakah, tidak jujur, menang sendiri dan lain sebagainya. Kurangnya rasa syukur kepada Tuhan YME atas segala keistimewaan yang kita miliki dapat memicu kita menonjolkan sikap buruk karena tak mampu berpikir jernih, misalnya rasa frustasi yang berkepanjangan, gelisah, sakit fisik, emosional dan bahkan depresi.

Padahal kalau saja kita menukar anggapan kita yang serba materialistis menjadi pola pikir yang serba bersyukur atas anugerah Tuhan YME yang ada di dalam diri kita, maka kita akan lebih mudah berprasangka & berperilaku positif, berkreasi dan menciptakan lahan usaha baru yang lebih produktif dan lain sebagainya. Banyak hal positif di dalam diri kita yang dapat menghasilkan uang dengan mudah.

Segala potensi yang ada di dalam diri kita sangat tinggi nilanya, tak tertandingi dengan materi berapapun juga. Hargai apa yang sudah kita miliki dengan rasa syukur kepada Tuhan YME dan terus berusaha menciptakan karya terbaik. “Whatever you are, be a good one. - Siapapun diri Anda, jadilah yang terbaik,” ujar Abraham Lincoln, mantan presiden Amerika Serikat yang hidup pada tahun 1809 - 1865. Karena siapapun Anda pasti bisa melakukannya.






Dikirim pada 29 Agustus 2009 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Meraih Kesuksesan Hidup Dengan Kesabaran

Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran. (Bruyere).

DALAM hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.

Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupnya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, ÀœOrang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apa pun yang tidak dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.

Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku Anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.

1. Mau mengambil risiko. Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

2. Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia. Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

3. Menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.

4. Menjadi pelajar seumur hidup. Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

5. Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan. Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

6. Memotivasi diri sendiri. Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

7. Tidak bekerja setengah-setengah. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.

Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda.



Dikirim pada 28 Agustus 2009 di Uncategories


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Hadiah Salat Malam


Seorang pencuri masuk ke rumah Ahmad bin Khazruya, seorang sufi besar. Ia sibuk mencari barang berharga untuk dicuri, tetapi ia tak menemukan apa-apa. Ketika pencuri itu hendak pergi dengan kecewa, Ahmad, sang sufi, memanggilnya.

"Anak muda, ambillah ember ini dan timba air dari sumur. Berwudhulah kau dengan air itu dan dirikanlah salat. Kalau ada sesuatu, nanti aku berikan padamu, supaya kau tak pulang dengan tangan hampa," ujar Ahmad.

Orang itu mengikuti perintah Ahmad. Ketika pagi tiba, seorang pria dari kota datang membawa kantong berisi seratus dinar dan memberikannya pada Ahmad. Ahmad lalu memberikannya pada si pencuri.

"Bawalah ini sebagai hadiah untuk salat malammu," ia berkata.

Tubuh pencuri itu bergetar. Ia langsung menangis terisak-isak.

"Aku telah salah mengambil jalan," ucapnya di sela tangisan, "tapi semalam saja aku bekerja untuk Tuhan, Dia telah memberiku ganjaran seperti ini...."

Pencuri itu bertaubat, kembali kepada Tuhan. Ia menolak mengambil uang emas itu, dan menjadi salah seorang murid setia Ahmad bin Khazruya.



Dikirim pada 28 Agustus 2009 di Campur


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Jadilah Sebuah Gelas

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.

“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”

“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”

“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”



Dikirim pada 25 Agustus 2009 di Uncategories
23 Agu


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah,
untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak
lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin,
dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab
memang memiliki multifungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria;
di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak
untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang
kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja
dengan cara pakaian seperti itu mengundang perhatian kalau bisa
dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya
mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan
sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian
tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua
itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak
terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia
ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak
berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!

"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat
di neraka Tuhan Anda!"

Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya
beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang
lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, lalu terdiam.

Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat
kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir
mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun,
tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih
terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

"Bangunkan saja!" kata seorang penumpang.
"Iya, bangunkan saja!" teriak yang lainnya.

Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.

Salah seorang mencoba penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya
mendekati si wanita, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar
posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi?
Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui
ajalnya dalam keadaan memesan neraka!
Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta
menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang
duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar
dengan linangan air mata.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat…
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar…
mumpung kesempatan itu masih ada!



Dikirim pada 23 Agustus 2009 di Uncategories




/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


Keutamaan Membaca Al-Qur’an



1. Akan mendapat rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai 2 ahli diantara manusia”. Sahabat bertanya, ”Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Ahli Al-Qur’an adalah ahli Allah, dan orang-Nya khusus.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Dalam hadist yang lain, Rasulullah SAW bersabda: Dikatakan kepada orang yang berteman dengan Al-Qur’an, “Bacalah dan bacalah sekali lagi serta bacalah dengan tartil, seperti yang dilakukan di dunia, karena manzilah-mu terletak di akhir ayat yang engkau baca. “ (HR Tirmidzi)

2. Al-Qur’an akan menjadi penolong di hari kiamat

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Al-Qur’an bertemu pembacanya pada hari kiamat saat kuburannya dikuak, dalam rupa seorang laki-laki yang pucat. Dia (Al-Qur’a) bertanya, “apakah engkau mengenalku? Dia menjawab, “aku tidak mengenalmu!”. Al-Qur’an berkata, “Aku adalah temanmu, Al-Qur’an, yang membuatmu kehausan pada siang hari yang panas dan membuatmu terjaga pada malam hari.

Sesungguhnya pedagang itu mengharapkan hasil dagangannya, dan sesungguhnya pada hari ini aku adalah milikmu dari hasil seluruh perdaganganmu, lalu dia memberikan hak milik orang itu Al-Qur’an dengan tangan kanan dan memberikan keabadian dengan tangan kirinya, lalu di atas kepalanya disematkan mahkota yang berwibawa, sedangkan Al-Qur’an mengenakan 2 pakaian yang tidak kuat disangga oleh dunia.

Kedua pakaian ini bertanya, “Karena apa kami engkau kenakan?”. Ada yang menjawab: “Karena peranan Al-Qur’an. Kemudian dikatakan kepada orang itu,”Bacalah sambil naik ketingkatan-tingkatan syurga dan biliknya, maka dia naik sesuai dengan apa yang dibacanya, baik baca dengan cepat, maupun dengan tartil.” (HR Ahmad).

Dari Abu Umamah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat, sebagai pembela pada orang yang mempelajari dan mentaatinya.” (HR Muslim).

Dari An Nawas bin Sam’an, Rasulullah SAW bersabda, ”Pada hari kiamat akan didatangkan Al-Qur’an dan orang-orang yang mempraktekan di dunia, didahului oleh surah Al Baqarah dan Ali Imran yang akan membela dan mempertahankan orang-orang yang mentaatinya.” (HR. Muslim)

3. Setiap huruf akan mendapat 10 ~ 700 pahala

Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah bersabda, ” Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka akan mendapat hasanat dan tiap hasanat mempunyai pahala berlipat 10 kali. Saya tidak berkata Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dn Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

4. Akan mendapat doa dari para malaikat

Dari Aisyah ra, Raslullah SAW bersabda, ”Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan berkumpul para malaikat yang mulia-mulia lagi taat. Sedang siapa orang yang megap-megap dan berat jika membaca Al-Qur’an, mendapat pahala 2 kali lipat.” (HR Bukhori, Muslim)

5. Akan mendapat ketenangan

Dari Al Barra bin Azib RA, “ Ada seorang membaca surat Al Kahfi sedang tidak jauh dari tempatnya, ada kuda yang terikat dengan tali kanan kiri, tiba-tiba orang itu diliputi oleh cahaya yang selalu mendekat kepadanya, sedang kuda itu lari ketakutan. Dan pada pagi hari ia datang memberi tahu kejadian itu kepada nabi SAW, maka bersabda nabi SAW, ”Itulah ketenangan (rahmat) yang telah turun untuk bacaan Al-Qur’an itu.” (HR Bukhori dan Muslim).




Dikirim pada 23 Agustus 2009 di Uncategories
21 Agu


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Munajat Cinta

Duhai yang menguasai hati

Duhai yang manjaga hati

Duhai yang membolak-balikkan hati

Duhai Engkau sang pemilik hati

Jangan biarkan hatiku tertuju selain pada-Mu

Jangan biarkan hatiku jatuh pada insan yang tak mengenal-Mu

Jangan biarkan hatiku rindu pada insan yang tak merindukan-Mu

Jangan biarkan hatiku di kuasai oleh hawa nafsu yang tak menentu

Duhai yang menciptakan indahnya cinta

Duhai yang maha mencintai

Duhai yang mempunyai cinta hakiki

Duhai yang mempunyai arti cinta yang sesungguhnya

Jangan biarkan hatiku mencintai insan yang tak mencintai-Mu

Jangan biarkan cintaku padanya melebihi cintaku pada-Mu

Jangan biarkan hatiku rindu melebihi rinduku pada-Mu

Jangan biarkan hatiku lupa pada-Mu karena mencintainya

Duhai yang menciptakan pasangan hidup

Kirimkanlah aku pasangan yang terbaik menurut-Mu

Pasangan yang bisa membawa pada keberkahan

Pasangan yang bisa membawa kebahagiaan dunia dan akherat

Pasangan yang bisa membawa ketenangan hidup

Pasangan yang bisa membawa ketentraman hati dan jiwa

Pasangan yang bisa menjaga kehormatan diri dan keluarganya

Pasangan yang bisa membawa ke syurga-Mu

Hanya kepada-mu ku memohon

Hanya kepada-Mu ku meminta

Kabulkanlah do’aku

Walau aku belum sempurna mencintai-Mu







Dikirim pada 21 Agustus 2009 di Coretan isi hati


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Tips merawat komputer

Sebagian besar dunia bisnis maupun perseorangan bergantung pada keberadaan komputer. Komputer saat ini bukan lagi menjadi barang mewah, dan meskipun komputer adalah barang berteknologi tinggi tetapi untuk membelinya sudah tidak harus / meskipun boleh saja didampingi ahlinya.
Para penjual/vendor komputer/peripheral pun hanya menjual dan tidak/belum ada/atau saya belum tahu penjual/vendor yang menyertai penjualan dengan tip-tip perawatan (mungkin untuk perangkat keras ada). Adalah sudah waktunya bagi pemilik/pengguna komputer untuk mencoba membiasakan beberapa langkah perawatan yang dapat mencegah komputer kita bermasalah.Yang pertama dan paling penting adalah kita harus siap bahwa kemungkinan terjadinya kerusakan atau ketidaknormalan kinerja komputer mungkin saja terjadi. Dengan membaca artike ini berarti anda sudah melakukan langkah pertama pada rencana pencegahan/perbaikan/perawatan komputer anda.

10 tips perawatan komputer :

1. Jangan pernah mematikan komputer dengan menekan tombol power sebelum OS/Windows benar-benar telah mati dan harddisk sudah tidak bekerja ( lampu indikator harddisk sudah tidak berkedip).Mematikan komputer dengan menggunakan tombol power tanpa menunggu OS berhenti akan menyebabkan kehilangan data atau file-file sistem Windows, lakukan hanya bila terpaksa. Lebih parah lagi jika kerusakan yang muncul adalah kerusakan fisik harddisk akibat head mengenai permukaan harddisk.Jika mungkin, lakukan reboot komputer dengan menekan Ctrl + Alt + Delete secara bersamaan dan lakukan sekali lagi untuk reboot.

2. Belilah UPS (uninteruptable power supply). UPS mencegah komputer dari kerusakan yang disebabkan tegangan berlebih/berkurang. Pada saat listrik mati berarti komputer dimatikan tidak sesuai prosedur dan akibatnya ada pada point 1.

3. Backup, backup, backup, jangan tunggu hingga besok. Lakukan backup data yang penting ke eksternal storage misalnya floppy disk ( masih ada gak ya yang pakai ) , Zip Drive, CD-RW, DVD-RW dan lainnya.

4. Lakukan Scandisk dan Defragmentasi setiap sebulan sekali. Hal ini akan menjaga hard drive tetap sehat dan mencegak kerusakan.

5. Jangan pernah mencabut peripheral dari komputer jika komputer dalam keadaan menyala. Hal ini akan merusak soket atau motherboard. Pengecualian adalan untuk peripheral yang “hot pluggable” misalnya USB drive. Jika tidak mengerti apakah suatu peripheral “hot pluggable” maka ingatlah point 5 ini.

6. Sediakan minimal 100 MB dari C: drive atau drive sistem free (Windows). JIka anda gunakan Windows Me atau Windows XP maka sediakan 200 MB. Jika tidak cukup tempat untuk area kerja Windows maka akan memaksa windows untuk melakukan dumping data ke harddisk anda dan akan menyebabkan komputer bekerja sangat lambat.

7. Jangan terlalu banyak program yang dijalankan pada saat komputer mulai bekerja. Program ini dapat dilihat pada status bar dikanan bawan layer dan program-program ini menggunakan memori dan Windows Resources (Windows internal workspace). Jalankan hanya program yang digunakan.

8. Lakukan scan virus secara berkala. Gunakan firewall jika anda terhubung ke internet. Firewall mencegah computer anda dari akses yang tidak diinginkan.

9. Simpan dengan baik cd yang anda peroleh ketika membeli computer dan peripheralnya. Disk-disk ini berisi driver dan program yang sesuai untuk computer anda ketika anda perlu untuk menginstall ulang. Simpan ditempat yang aman, kering.

10.Gunakan firewall jika anda terhubung dgn internet. Firewall mencegah komputer anda dari akses yg tidak diinginkan.





Dikirim pada 12 Agustus 2009 di Teknologi


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Allah tujuan hidupku

Ku…tak bisa memungkiri

Bahwa ku butuh pertolongan-Mu

Di setiap hembusan nafasku dan lelap tidurku…

Ku…hanya insan yang lemah

Takkan bisa jauh dari-Mu

Di setiap langkahku dan lelah tubuhku…

Duhai Allah yang maha sempurna

Hidup dan matiku hanya untukmu

Tiada daya dan upaya…

Melainkan dengan pertolongan-Mu…

Ku…teteskan air mata

Di setiap malam-malam-Mu

Berharap ampunan dari-Mu

Dan ridhoi hidupku…

Duhai Allah yang maha kuasa…

Mudahkanlah segala urusanku

Jangan biarkan aku tersesat

Dalam menempuh ridho-Mu…



Dikirim pada 11 Agustus 2009 di Coretan isi hati
09 Agu


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Malam itu bulan bersinar terang di langit. Bintang bintang bertaburan. Subhanallah, alangkah indahnya. Seorang lelaki bernama Karim keluar dari rumahnya. Dulu, Karim dikenal gemar melakukan perbuatan yang dilarang agama. Namun, kini dia telah insaf dan bertobat. Sekarang, dia rajin shalat berjamaah di masjid. Dia juga tidak merasa malu untuk ikut mengaji dan belajar membaca Al Quran, bersama anak anak yang lebih muda usianya.

Malam itu, setelah mendengar penjelasan dari imam masjid tentang keutamaan shadaqah atau sedekah, hati Karim tergerak. Imam masjid menjelaskan, jika seseorang memiliki uang seribu dirham dan ia menyedekahkan tiga puluh dirham, maka yang tiga puluh dirham itulah yang akan kekal dan dapat dinikmati di akhirat. Sedangkan yang tujuh ratus dirham tidak membuahkan apa apa.

Bahkan, uang tiga puluh dirham yang disedekahkan, akan dilipatgandakan oleh Allah sebanyak tujuh ratus kali. Sedekah juga membuat harta dan rezeki yang ada menjadi penuh berkah.

Selama ini, Karim dikenal kaya dan kikir. Namun, sejak insaf dan tobat, dia telah berniat akan mengorbankan segala yang dimilikinya untuk memperoleh ridha Allah Swt. Sebagian hartanya telah dia rencanakan untuk disedekahkan dan diinfakkan di jalan Allah Swt.

Dia mengarahkan langkahnya menuju ke suatu rumah. Dia telah menyiapkan kantong berisi seratus dirham untuk disedekahkan. Begitu sampai di rumah yang ditujunya, dia mengetuk pintu. Seorang lelaki berkumis tebal muncul dari dalam rumah. Setelah mengucapkan salam, dia memberikan kantong itu pada pemilik rumah, lalu mohon pamit. Kejadian itu ternyata diketahui oleh beberapa orang penduduk daerah itu.

Pagi harinya, orang orang di pasar ramai membicarakan apa yang dilakukan Karim tadi malam.

Dua orang yang melihat Karim bersedekah berkata dengan nada mengejek, “Dasar orang tidak tahu agama, sedekah saja keliru, masak sedekah kok kepada seorang pencuri. Kalau mau sedekah itu, ya harusnya kepada orang yang baik baik!”

Obrolan orang di pasar itu sampai juga ke telinga Karim, ia hanya berkata dalam hati, “Alhamdullilah, telah bersedekah kepada pencuri!

Hari berikutnya, ketika malam tiba, dia kembali keluar rumah. Dia ingin kernbali bersedekah. Sama seperti malam sebelumnya, dia menyiapkan uang seratus dirham. Kali ini, dia memilih sebuah rumah di pinggir kota. Dia mengetuk pintu rumah itu. Seorang wanita membukakan pintu. Dia langsung menyerahkan sedekahnya pada perempuan itu lalu pulang.

Pagi harinya, pasar kembali ribut. Ternyata, ada orang yang mengetahui perbuatannya tadi malam.

Orang itu bercerita sinis, “Memang, Karim itu tidak jelas. Rajin pergi ke mesjid, tetapi memberi sedekah saja masih salah. Kemarin malam, dia memberi sedekah kepada seorang pencuri. Lha, tadi malam, dia memberi sedekah kepada seorang pelacur!”

Perbincangan orang di pasar itu sampai juga ke telinganya. Karim hanya berkata lirih, “Alhamdulillah, telah bersedekah kepada seorang pelacur!”

Malam harinya, Karim kembali keluar rumah untuk sedekah. Dia memilih rumah yang ada di dekat pasar. Setelah mengantarkan sedekahnya, dia pulang. Kali ini Karim berharap, dia tidak keliru memberikan sedekahnya.

Pagi harinya, pasar lebih ribut dari sebelumnya. Seorang penjual daging berkata, “Nggak tahulah! Karim itu memang aneh. Mau sedekah saja kok kepada orang kaya. Padahal, orang yang miskin dan memerlukan uang untuk makan, masih banyak dan ada di mana mana!”

Ternyata, rumah yang didatangi Karim dan diberi sedekah tadi malam adalah rumah orang kaya. Mendengar berita dan omongan yang ada di pasar tentang kekeliruannya memberikan sedekah ia berkata, “Alhamdulillah, telah sedekah kepada pencuri, pelacur, dan orang kaya!”

Malam harinya, ia shalat tahajud, lalu tidur. Dalam tidurnya dia bermimpi didatangi oleh seseorang yang memberi kabar kepadanya, “Sedekahmu kepada pencuri, membuat pencuri itu insaf, sehingga dia kini tidak mencuri lagi. Sedekahmu kepada pelacur, membuat wanita itu tobat dan tidak berzinah lagi, dan sedekahmu kepada orang kaya, menjadikan orang kaya tersebut sadar dan merasa malu. Kini, orang kaya yang pelit itu mau mengeluarkan zakat dan infak. Sedekahmu yang ikhlas itu diridhoi Allah Swt.”

Setelah itu Karim semakin khusyuk beribadah dan banyak mengerjakan kebajikan. Dia sadar bahwa yang paling penting dalam ibadah adalah niat karena Allah. Bukan sekadar mengikuti perkataan orang banyak. Hanya Allah-lah yang berhak menilai, diterima atau tidaknya amal ibadah seseorang.

Dikutip dari “Ketika cinta berbuah surga”
Habiburrahman El Shirazy



Dikirim pada 09 Agustus 2009 di Uncategories
07 Agu


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

PADA ZAMAN Rasulullah saw, jika para sahabat yang mulia bermimpi, biasanya mereka akan mengadukan dan menceritakannya kepada Baginda Rasul. Suatu malam, seorang sahabat nabi yang masih remaja bernama Abdullah bin Umar ra, pergi ke Masjid Nabawi. Dia membaca al Quran sampai kelelahan. Setelah cukup lama membaca al Quran, dia hendak tidur.

Seperti biasa, sebelum tidur dia menyucikan diri dengan cara berwudhu, baru kemudian merebahkan badan dan berdoa, “Bismika Allahumma ayha wa bismika amutu; ya Allah, dengan nama Mu aku hidup dan dengan nama Mu aku mati.”

Demikianlah, Baginda Rasul menuntunnya cara tidur yang baik. Sehingga, dalam tidur pun, malaikat masih mencatatnya sebagai orang yang tidak lalai. Dengan menyucikan diri, ruh orang yang tidur akan mendapatkan hikmah dan siraman doa para malaikat.

Sambil pelan pelan memejamkan mata, Abdullah bin Umar terus bertasbih menyebut nama Allah hingga akhirnya terlelap. Di dalam tidurnya yang nyenyak, dia bermimpi.

Dalam mimpinya, dia berjumpa dengan dua malaikat. Tanpa berkata apa apa, dua malaikat itu memegang kedua tangannya dan membawanya ke neraka. Dalam mimpinya, neraka itu bagai sumur yang menyalakan api berkobar kobar. Luar biasa panasnya. Di dalam neraka itu, dia melihat orang orang yang telah dikenalnya. Mereka terpanggang dan menanggung siksa yang tiada tara pedihnya.

Menyaksikan neraka yang mengerikan dan menakutkan itu, Abdullah bin Umar seketika berdoa, “Audzubillahi minannaazi. Aku berlindung kepada Allah dari api neraka.”

Setelah itu, Abdullah bertemu dengan malaikat lain. Malaikat itu berkata, “Kau belum terjaga dari api neraka!”

Pagi harinya, Abdullah bin Umar menangis mengingat mimpi yang dialaminya. Lalu, dia pergi ke rumah Hafshah binti Umar, istri Rasulullah saw. Dia menceritakan perihal mimpinya itu dengan hati yang cemas.

Setelah itu, Hafsah menemui Baginda Nabi dan menceritakan mimpi saudara kandungnya itu pada beliau. Seketika itu, beliau bersabda, “Sebaik baik lelaki adalah Abdullah bin Umar kalau dia mau melakukan shalat malam!”

Mendengar sabda Nabi itu, Hafshah bergembira. Dia langsung menemui adiknya, Abdullah bin Umar dan berkata,

“Nabi mengatakan bahwa kau adalah sebaik baik lelaki jika kau mau shalat malam. Dalam mimpimu itu, malaikat yang terakhir kau temui mengatakan bahwa kau belum terjaga dari api neraka. Itu karena kau tidak melakukan shalat tahajud. Jika kau ingin terselamatkan dari api neraka, dirikanlah salat tahajud setiap malam. Jangan kau sia siakan waktu sepertiga malam; waktu di mana Allah Swt memanggil manggil hamba Nya; waktu ketika Allah mendengar doa hamba Nya.”

Sejak itu, Abdullah bin Umar tidak pernah meninggalkan shalat tahajud sampai akhir hayatnya. Bahkan, kerap kali dia menghabiskan waktu malamnya untuk shalat dan menangis di hadapan Allah Swt. Setiap kali mengingat mimpinya itu, dia menangis. Dia berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka.

Apalagi jika dia juga ingat sabda baginda Nabi saw, “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya pada hari kiamat adalah seseorang yang diletakkan pada kedua tepak kakinya bara api yang membuat otaknya mendidih. Dia merasa tidak ada orang lain yang lebih berat siksanya daripada dia. Padahal, sesungguhnya siksa yang ia terima adalah yang paling ringan di dalam neraka. “

Dia berusaha sekuat tenaga untuk beribadah kepada Allah, mencari ridha Allah, agar termasuk hamba hamba Nya yang terhindar dari siksa neraka dan memperoleh kemenangan surga.

Akhirnya, dia bisa merasakan betapa nikmatnya shalat tahajud. Betapa agung keutamaan shalat tahajud. Tidak ada yang lebih indah dari saat saat ia sujud dan menangis kepada Allah pada malam hari.

Dikutip dari: “Ketika cinta berbuah surga”
Habiburrahman El Shirazy

Dikirim