0

Proposal nikah tak selamanya berjalan mulus. Bagaimana agar tak menimbulkan luka?

Menolak dengan ma ruf :

1. Agar tak banyak bimbang dan bingung dalam bersikap, tentukan kriteria atau calon pasangan sejak jauh-jauh hari. Ingin suami yang seperti apa, sih? Umumnya kriteria itu menyangkut aspek ruhiyah, aqliyah dan jasadiyah (fisik).
2. Tentukan skala prioritas dari standart yang telah dibuat. Misalnya, nomor satu masalah agamanya, kedua, kepribadian, baru masalah keluarga, status sosial, ekonomi, fisik dan lainnya.
3. Saat ada proposal masuk, gali data dan informasi sebanyak mungkin. Caranya? Tempuh prosedur ta aruf yang benar! Bisa bertanya langsung, bisa secara tertulis, atau bisa lewat pihak ketiga.
4. Sinkronkan data yang ada dengan kriteria yang telah ditetapkan. Ingat, bukan sekedar mengukur apakah dia cocok buat saya tapi juga apakah saya cocok buat dia.
5. Selain pertimbangan syariah, gunakan juga ukuran logika umum. Islam tidak melarang logika, justru mendukung penggunaan logika dan emosi. Misalnya, ternyata si dia jauh di atas; sudahlah keturunan raja, konglomerat, sementara saya rumahnya masih di pinggir kali. Sanggupkah kita menghadapi kesenjangan itu?
6. Jika terlalu jauh meleset, segera putuskan untuk katakan tidak. Jangan memberi harapan-harapan kosong hanya karena bimbang.
7. Jika ada kecocokan, meski tidak seratus persen sebab ini sangat sulit, minta waktu untuk mempertimbangkannya. Jangan terlalu lama.
8. Lakukan penolakan sebelum proses khitbah atau lamaran resmi yang sudah melibatkan keluarga dua belah pihak.
9. Sampaikan penolakan secara jelas, termasuk alasannya.
10. Cermati bagaimana kepribadiannya, jika tergolong sensitif pilih alasan umum yang tidak menyakitkan. Misalnya, jangan katakan saya tidak bisa menerima karena fisik Anda kurang oke, atau Anda kurang cerdas. Katakan saja, setelah shalat istikharah dan mempertimbangkan baik-baik, mohon maaf, saya tidak bisa menerima proposal ini.


Ditolak tetap ikhlas:

1. Sebelum mengajukan proposal pada seseorang, siapkan mental bahwa ada dua kemungkinan: diterima atau ditolak.
2. Tetapkan tujuan dengan ikhlas dan berdimensi ke depan: saya sedang menjajagi calon ibu atau calon ayah buat anak-anak saya, bukan cuma mencari pendamping hidup.
3. Saat ditolak, ambil hikmahnya dan berpikir positiflah bahwa Allah telah membuka tabir rahasia-Nya; dia memang bukan yang terbaik buat saya; dia memang bukan calon ibu atau ayah buat anak-anak saya kelak.
4. Jauhi pikiran yang mendiskreditkan diri sendiri. Misalnya, ah, saya memang bukan orang kaya, saya bukan orang terhormat dan sebagainya. Dikhawatirkan, pikiran-pikiran semacam itu akan membuat kita menggugat takdir-Nya.
5. Alihkan energi kesedihan, kekecewaan, malu atau marah -selama dalam batas wajar adalah lumrah dan manusiawi- dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat, baik buat diri mau pun orang lain.
6. Segera bangkit dan tetap optimis untuk mendapatkan calon pengganti. Ingat, kita bukan sedang mengejar-ngejar si A, tapi sedang mencari teman penjalanan menuju gerbang surga!

(dsw/Konsultan ahli: Budi Darmawan, Psi. dan Rustika Thamrin, Psi.)





Dikirim pada 01 Juli 2010 di Uncategories

1. Dari Abi Said Rafi´´ bin Al Mu´alla ra. ia berkata, "Rasulullah SAW. bersabda kepadaku, ´Maukah saya ajarkan kepadamu surah yang paling agung dalam Al Qur´an, sebelum kamu keluar dari mesjid? ´Lalu beliau memegang tanganku, dan ketika kami hendak keluar, saya bertanya : ´Ya Rasulullah! Engkau berkata bahwa engkau akan mengajarkan surah yang paling agung dalam Al Qur ´an kepadaku´

Beliau menjawab : ´Alhamdu lillahi rabbil ´alamiin (Al Faatihah), adalah tujuh ayat yang dibaca pada setiap salat dan Al Qur´an yang agung yang diberikan kepadaku´. (Bukhari)

2. Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata, "Ketika Jibril a.s. sedang duduk di sisi Rasulullah SAW., beliau mendengar suara dari atas, lalu beliau mendongakkan kepala dan bersabda, ´Ini adalah pintu langit yang dibuka pada hari ini, dan tidak pernah dibuka kecuali hari ini´ Lalu seorang malaikat turun dari pintu tersebut. Kemudian beliau bersabda, ´Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan dia tidak pernah turun kecuali hari ini´. Lalu dia (malaikat) memberi salam seraya berkata, ´Aku membawa berita gembira dengan dua cahaya yang diturunkan kepada engkau dan tidak pernah diberikan kepada nabi sebelummu, yaitu : Surah Al Faatihah dan beberapa ayat terakhir Surah Al Baqarah. Tidaklah kamu membaca satu huruf daripadanya kecuali kamu mendapat karunia ´". (Muslim)

3. Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Janganlah kau jadikan rumah-rumahmu seperti kuburan, sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surah Al Baqarah." (Muslim)

4. Dari Ubai bin Kaab ra., ia berkata, "Rasulullah SAW. bersabda, "Wahai Abu Munzir! Tahukah engkau ayat mana dalam Kitab Allah yang paling agung?" Saya menjawab, ´Allahu laailaaha illa huwal hayyul qoyyuum (ayat kursi)´, Lalu beliau menepuk dadaku dan bersabda, ´Semoga Allah memudahkan ilmu bagimu, wahai Abu Munzir´. (Muslim)

5. Dari Abi Mas´ud Al Badri ra., dari Rasulullah SAW. beliau bersabda, "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir surah Al Baqarah pada waktu malam, niscaya ia akan mencukupinya." (Disepakati oleh Bukhari dan Muslim)

6. Dari Abu Umamah Al Bahili, ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda, ´Bacalah Al Qur´an, karena di hari kiamat kelak ia akan memberikan syafaat bagi pembacanya, bacalah zahrawaen, yaitu : surah Al Baqarah dan surah Ali ´Imran. Sesungguhnya pada hari kiamat nanti keduanya akan datang bagaikan dua awan atau dua kawanan burung yang berbaris yang siap membantu orang-orang yang pernah membacanya. Dan bacalah surah Al Baqarah karena membacanya adalah suatu berkat dan meninggalkannya adalah suatu kerugian. Tukang sihir tak akan sanggup menghasutnya." (Muslim)

7. Dari Abu Darda ´ ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al Kahfi, maka ia akan terjaga dari dajal." Dalam riwayat lain, "...sepuluh ayat terakhir dari surah Al-Kahf..." (Muslim)

8. Dari Abu Said Al Khudri ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Barangsiapa membaca surah Al Kahfi pada hari Jumat, maka dia akan diterangi cahaya antara dua Jum ´at." (Hakim dan Baihaqi. Hadis ini adalah hadis sahih)

9. Dari Ibnu Masud ra., ia berkata, "Rasulullah SAW. bersabda, "Surah Tabarak (Al Mulk) adalah penjaga dari azab kubur.". (Hakim dan Abu Naim, Hadis di atas adalah hadis sahih)

10. Dari Ibnu Umar ra., dia berkata, "Rasulullah SAW. bersabda, "Siapa yang suka melihat saya di hari kiamat dengan sebenar-benar penglihatan, maka hendaklah ia membaca surah At Takwiir, Al Infithaar dan Al Insyiqaq." (Ahmad, Tirmizi dan Hakim)

11. Dari Abu Said Al Khudri ra. bahwa Rasulullah SAW. bersabda tentang Qul Huwallahu Ahad, "Demi Allah ~Yang diriku berada di dalam genggamanNya~, sesungguhnya ia (Al Ikhlash) menyamai sepertiga Al Qur´an. "Pada riwayat lain, Rasulullah SAW. bersabda kepada para sahabatnya, "Adakah di antara kamu yang tidak sanggup membaca sepertiga Al Qur´an dalam satu malam?" Hal ini memang berat bagi mereka, lalu mereka bertanya, "Siapakah di antara kami yang mampu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Qul Huwallahu Ahad Allahush-Shamad, adalah sepertiga Al Qur´an." (Bukhari)

12. Dari Muaz bin Anas ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Siapa yang membaca Qul Huwallahu Ahad sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangun rumah baginya di surga." (Ahmad)

13. Dari ´Uqbah bin ´Amir ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Adakah kau lihat ayat-ayat yang diturunkan pada malam ini dan selainnya tidak dapat dilihat sepertinya?, dialah, ´Qul a´udzu birabbil falaq´ dan ´Qul a´udzu birabbin-naas´. (Muslim)

14. Dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW. apabila akan berangkat tidur setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, kemudian meniupkannya seraya membaca surah Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Naas. Kemudian beliau mengusapkannya ke seluruh tubuhnya, sebatas yang bisa dicapai. Dimulai dari kepala, lalu wajah, kemudian bagian depan dari badan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali. (Disepakati oleh Bukhari dan Muslim)

15. Kami diceritai oleh Abdullah bin Yusuf : Kami diberitahu oleh Malik dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari ´Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW. bila merasa sakit beliau membaca sendiri Al Mu´awwizaat ´ (Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Naas) kemudian meniupkannya. Apabila rasa sakitnya bertambah saya yang membacanya kemudian saya usapkan ke tangannya mengharap keberkatan darinya." (Bukhari)


Dikirim pada 01 Juli 2010 di Uncategories

Coba kita renungkan beberapa pertanyaan berikut. Pertama, pernahkah kita merasa berat atau malas ketika hendak melaksanakan sholat ? Mungkin jawabannya adalah “Pernah”. Lalu, pernahkah kita meninggalkan sholat fardhu yang diwajibkan kepada seluruh umat Islam yang telah baligh.? Jawabannya mungkin “Pernah”, atau bahkan mungkin “Sering”. Dan yang ketiga adalah pernahkah kita memikirkan apa yang telah ALLAH SWT siapkan sebagai imbalan atas ibadah sholat kita ? Mungkin jawabannya adalah “Sering”“Sering”, atau bahkan mungkin “Tidak pernah”..

Sebenarnya, sholat itu bukanlah perkara yang berat untuk dikerjakan. Untuk mengerjakan sholat, seseorang tidak harus membanting tulang dan atau memeras keringat terlebih dahulu. Mengerjakan sholat juga tidak harus menyiapkan waktu yang panjang. Intinya, mengerjakan sholat itu bukanlah sebuah pekerjaan yang akan melelahkan atau menyedot sebagian atau seluruh energi kita. Justru dengan sholat inilah, jiwa dan raga kita yang telah letih karena seharian bekerja akan beristirahat dan mengumpulkan energinya kembali. Dengan sholat, pikiran yang kusut akan kembali fresh.

Aneh rasanya, jika kita telah mengetahui bahwa sholat adalah salah satu ibadah wajib yang diperintahkan oleh ALLAH SWT namun kita berani meninggalkannya. Seandainya saja semua manusia itu mengerti bahwa perintah sholat adalah perintah yang akan memberikannya ganjaran yang tidak terkira besarnya, niscaya mereka akan sangat menyesal karena telah mengabaikan atau meremehkan perintah sholat ini.

Sesungguhnya, tidaklah ALLAH SWT menciptakan sesuatu atau menetapkan sesuatu melainkan dengan alasan atau tujuan yang haq. Alasan atau tujuan yang dapat secara langsung di inderai, maupun alasan atau tujuan yang tidak bisa dicapai oleh logika manusia, yang menjadi rahasia ALLAH SWT dan akan diberikan hanya kepada umat-NYA yang senantiasa menunaikan ibadah sholat dengan ikhlas dan khusyuk.

Salah satu rahasia ALLAH SWT mengenai ibadah sholat adalah ketika ALLAH SWT selesai menciptakan malaikat Jibril dengan bentuk yang cantik, dan ALLAH SWT menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (pendapat lain menyatakan 124, 000 sayap). Setelah memandangi dirinya yang tampak begitu indah dan sempurna, maka malaikat Jibril pun berkata kepada ALLAH SWT :

"Wahai Rabb-ku, apakah ENGKAU menciptakan makhluk lain yang lebih baik daripada aku ?."

Kemudian Allah SWT pun menjawab pertanyaan malaikat Jibril, "Tidak"

Mendengar jawaban ALLAH SWT, maka malaikat Jibril pun berdiri dan melakukan shoalt dua rakaat untuk bersyukur kepada ALLAH SWT. Pada setiap rakaat sholat yang dikerjakan oleh malaikat Jibril menghabiskan masa selama 20.000 tahun lamanya.

Setelah malaikat Jibril selesai melaksanakan sholatnya, kemudian ALLAH SWT pun berfirman kepadanya, “Wahai Jibril, kamu telah menyembah Aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepada-KU seperti ibadah yang kamu lakukan, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia, yang paling Aku cintai, ia bernama Muhammad. Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa. Seandainya mereka mengerjakan sholat dua rakaat walau hanya sebentar, dan dalam keadaan lupa serta serba kurang, dengan pikiran yang melayang-layang dan dosa merekapun besar, maka demi kumuliaan-Ku dan ketinggian-KU, sesungguhnya sholat mereka itu lebih AKU sukai daripada sholatmu. Hal tersebut karena mereka telah mengerjakan sholat itu atas perintah-Ku sedangkan sholat kamu bukan atas perintah-KU”.

Setelah mendengar hal tersebut, Jibril pun kembali bertanya kepada ALLAH SWT: "Ya Rabb-ku, apakah yang ENGKAU berikan kepada mereka sebagai ganjaran atas ibadah mereka kepada-MU ?"

Maka ALLAH SWT berfirman yang artinya, "Ya Jibril, akan Aku berikan surga Ma’’waa sebagai tempat tinggal mereka...". Malaikat Jibril kemudian meminta izin kepada ALLAH SWT untuk melihat surga Ma’wa tersebut.

Setelah ALLAH SWT memberikan izin kepadanya, maka malaikat Jibril pun langsung mengembangkan sayapnya dan terbang menuju surga Ma’wa tersebut. Satu kepakan sayap malaikat Jibril adalah sama dengan jarak perjalanan selama 3000 tahun. Dan terbanglah malaikat Jibril selama 300 tahun perjalanan. Setelah menempuh 300 tahun perjalanan, malaikat Jibril akhirnya kelelahan dan turun untuk singgah dan berteduh di bawah sebuah pohon. Di sana ia bersujud kepada ALLAH SWT seraya berkata: "Ya Rabb-ku, apakah aku telah menempuh setengah, atau sepertiga, atau seperempat dari perjalanan menuju surga Ma’wa ?".

Maka ALLAH SWT pun berfirman, "Wahai Jibril, meskipun kamu mampu terbang selama 3000 tahun dan meskipun AKU memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, niscaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan....."

Subhanallah…

Betapa ALLAH SWT telah mempersiapkan bingkisan yang sangat indah dan bernilai tinggi bagi orang-orang yang senantiasa mengerjakan sholat dan beribadah hanya kepada-NYA saja. Bahkan malaikat sebagai makhluk yang paling taat pun tidak dapat melihat atau mencapainya. Betapa bodoh dan hinanya kita yang telah menyepelekan perintah sholat, yang di dalamnya terdapat nikmat yang sangat luar biasa.

Melalui artikel ini, semoga dapat membukakan hati kita untuk senantiasa menunaikan ibadah sholat dan ibadah-ibadah lainnya dengan tulus dan ikhlas. Karena sebagaimana halnya sholat, dibalik seluruh perintah ALLAH SWT dan seluruh ibadah kepada-NYA pastilah tersimpan rahasia besar yang insya ALLAH akan membawa kita kepada kemuliaan di dunia dan di akhirat.

Sumber : http://www.syahadat.com/renungan




Dikirim pada 29 Juni 2010 di Uncategories
27 Jun


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

HP saat ini sudah merupakan barang yang sangat dekat dengan manusia. Bahkan lebih penting daripada makan mungkin, mending gak makan daripada gak beli pulsa(namun tidak semua orang)
Risiko penyakit yang diprediksi bisa muncul penggunaan Ponsel dalam jangka waktu 10 tahun dengan intensitas penggunaan yang sering adalah glioma atau tumor otak (60 persen), tumor kelenjar ludah (50 persen), migrain dan vertigo (10-20 persen).
Pada tahun 2008, parlemen di Eropa pernah melakukan resolusi untuk mengembangkan radiasi ponsel yang lebih kecil namun aturan itu hingga kini belum bisa diaplikasikan. Untuk itu, satu-satunya langkah mengurangi radiasi tersebut adalah dengan menjauhkannya sebisa mungkin dengan organ tubuh.
“Sebaiknya gunakan speaker daripada mendekatkan ponsel ke telinga. Jarak otak dan telinga yang dekat akan membuat radiasinya cepat masuk ke otak. Menggunakan speaker bisa menjauhkan jarak radiasi hingga 15 inci dan mengurangi RF ke otak hingga 1/225th,” ujar Dr. Andrew Weil seperti dilansir Huffington Post, Senin (12/10/2009).
Selain itu, Andrew pun menyarankan agar:
1. Menggunakan telepon umum (biasa) jika ingin berbicara cukup panjang
2. Jika tidak memungkinkan memakai speaker, gunakan headset untuk menjauhkan radiasi dari tubuh
3. Tidak meletakkan handphone dalam satu ranjang ketika sedang tidur
4. Cari tahu berapa jumlah RF dari ponsel dengan menggunakan metode Specific Absorption Rate atau SAR. Di Amerika, SAR yang diperbolehkan adalah 1,6 watt per kilogram dan setiap ponsel memiliki SAR yang berbeda-beda.
5. Setiap perusahaan ponsel memberi keterangan label emisi radiasi pada ponselnya agar konsumen bisa lebih mengantisipasi bahayanya
Sumber: Detik.com




Dikirim pada 27 Juni 2010 di Uncategories
Profile

Biasa-biasa saja,ga ada yg istimewa.... Hanya lelaki biasa yg ingin baik... Saya adalah seorang lelaki yang pendiam, sedikit bicara banyak bekerja.Jadikan Allah SWT sebagai tujuan & tumpuan dalam hidup…… More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.367.804 kali


connect with ABATASA