0
Dikirim pada 15 Juni 2010 di Uncategories

Banyak muslimah yg mengalami penurunan iman drastis setiap kali mengalami haid, ini dikarenakan salah persepsi atau keliru dlm menyikapi.
Faktor-faktor penyebabnya antara lain:
- Minimnya ilmu
Minimnya pengetahuan muslimah terhadap jenis-jenis ibadah, terutama ibadah hati. ibadah jg sering dimaknai sempit, sebatas ibadah-ibadah khusus, sehingga wajar jika muslimah merasa kehilangan peluang beribadah ketika haid.
“sesungguhnya amal hati lebih agung & lebih berat dari pada amal jawarih (anggota badan)” (Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)
- Jauh dari dzikrullah
Sibuk dengan perkara yg mubah & lalai dengan dzikrullah juga menjadi tradisi muslimah saat haid.
“dzikir bagi hati laksana air bagi ikan, maka bagaimana nasib ikan jika dikeluarkan dr air?” (Ibnu Taimiyah)
“perumpamaan org yg berdzikir kpd Allah dg yg tdk berdzikir itu sprt org yg hidup & yg mati” (HR. Bukhori)
- Sibuk dg dosa
Kemana lagi larinya nafsu ketika sepi dari dzikir & ketaatan. ia akan kembali pada kecenderungannya, kepada keburukan & dosa (ammaratun bis su’).
Agar kuat iman saat datang bulan
1. Hendaknya wanita menerima fitrah yg telah Allah tetapkan, tidak menyesali atau bersu’uzhan kpd Allah.
2. Meluruskan persepsi bahwa masa haid adalah masa libur wanita dari seluruh ibadah.
3. Menyibukkan diri dengan ketaatan.
4. Menjauhkan diri dari maksiat.
Amalan hati penyejuk ruhani
1. Menghadirkan keikhlasan, bahwa ketika dia meninggalkan shaum & shalat saat haid, ia tengah menjalankan ketaatan kpd Allah.
2. Muraqabatullah (merasakan pengawasan Allah)
“tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yg mereka sembunyikan & segala yg mereka lakukan dg terang²an?” (QS. Al-Baqarah:77)
3. Muhasabah (introspeksi diri)
“hisablah dirimu (di dunia) sblm dirimu dihisab (di akhirat), berhiaslah dg amal utk menghasadi hisab yg besar, karena hisab akan diringankan pd hari kiamat bagi orang yg menghisab dirinya di dunia” (HR. At Tirmidzi)
4. Mujahadah (kesungguhan utk memerangi nafsu)
“dan adapun orang² yg takut kpd kebesaran rabbnya & menahan diri dr keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tmpt tinggalnya” (QS. An Naziat:40-41)
Larangan bagi wanita haid
1. Shalat
“bukankah ketika wanita haid itu tdk shalat & tdk pula shaum?” (HR. Bukhori)
2. Shaum
shalat yg ditinggalkan selama haid tdk ada perintah utk di qadha’, berbeda dg shaum yg hrs di qadha’ di hr lain.
Aisyah berkata, “dahulu kami mengalaminya (haid), maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ shaum, tp tdk diperintahkan utk mengqadha’ shalat” (HR. Bukhori)
3. Thawaf
“lakukanlah apa yg dilakukan jamaah haji, hanya saja jangan melakukan thawaf di ka’bah sblm kamu suci” (HR. Bukhori)
4. i’tikaf (berdiam diri di masjid)
5. jima’ (senggama)
6. talak (cerai)
7. membaca Al-Qur’an
tentang membaca Al-Qur’an bagi wanita haid trjadi banyak perbedaan pendapat.adapun ttg membaca Al-Qur’an dg memegang mushhaf, kbnykan ulama mengharamkannya. namun para ulama berbeda pendapat ttg hukum wanita haid membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushhaf.
Amal pilihan saat datang bulan
1. Istighfar di waktu sahur
2. Dzikir pagi hari
3. Dzikir sehari semalam
4. Dzikir sore hari
5. Menghidupkan sunnah & ketaatan
6. Memulai segala sesuatu dari yg kanan
7. Taat pd suami
8. Thalabul ilmi
9. Bersedekah
10.Menjauhi perkara sia² dan dosa
Sumber : buku “Wirid Wanita Haid” by Abu Umar Abdillah



Dikirim pada 15 Juni 2010 di Uncategories
comments powered by Disqus
Profile

Biasa-biasa saja,ga ada yg istimewa.... Hanya lelaki biasa yg ingin baik... Saya adalah seorang lelaki yang pendiam, sedikit bicara banyak bekerja.Jadikan Allah SWT sebagai tujuan & tumpuan dalam hidup…… More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 669.451 kali


connect with ABATASA